Safa, wanita dari keluarga sederhana, memberikan makanan pada seorang pria yang dia anggap pengemis – ternyata adalah Riki, CEO perusahaan besar. Terharu dengan kebaikan Safa, Riki menyembunyikan statusnya, mereka jatuh cinta dan menikah.
Ketika Safa bekerja di kantor Riki, dia bertemu "Raka" – teknisi yang ternyata adalah Riki yang berpura-pura. Setelah menemukan kebenaran, Safa merasa kecewa, tapi Riki membuktikan cintanya tulus dengan memperkenalkannya pada keluarga aslinya. Mereka akhirnya memperpublikasikan pernikahan mereka dan hidup bahagia dengan cinta yang sejati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elrey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEBERHASILAN DAN AWAL KEHIDUPAN BARU
Setelah tiga hari menunggu dengan penuh harap, akhirnya panggilan yang dinanti-nantikan datang. Pada hari Rabu pagi, saat Safa sedang membersihkan rumah, ponselnya berdering dengan suara yang membuat hatinya berdebar kencang.
"Pagi, bu Safa?" suara pewawancara dari Innovate Solusi terdengar dari ujung saluran. "Saya dari bagian sumber daya manusia perusahaan Innovate Solusi. Dengan senang hati kami ingin memberitahu bahwa Anda telah diterima sebagai staf administrasi di departemen kami."
Safa langsung merasa seperti berada di atas awan. Kaki dan tangannya sedikit gemetar karena kegembiraan yang luar biasa. "Terima kasih banyak! Saya sangat senang mendengarnya."
Pewawancara kemudian menjelaskan tentang jadwal masuk kerja – dimulai minggu depan, gaji yang ditawarkan jauh lebih baik dari yang diharapkan, dan semua persyaratan yang harus dipenuhi sebelum memulai bekerja.
Safa mencatat semua informasi dengan seksama sambil terus menyembunyikan suara kegembiraannya.
Setelah panggilan berakhir, Safa langsung berlari mencari Riki yang sedang berada di belakang rumah membersihkan kebun kecil mereka. "Sayang! Saya diterima di Innovate Solusi!" teriak Safa dengan menangis bahagia.
Riki segera meninggalkan pekerjaannya dan berlari menjemput Safa dengan pelukan erat. "Aku tahu kamu pasti bisa! semua usaha kamu tidak sia-sia." Mereka berpelukan erat sambil menangis bahagia, merasakan kebahagiaan yang luar biasa setelah melalui proses yang cukup panjang.
Tak lama kemudian, panggilan baik juga datang dari dua perusahaan lain yang telah mengadakan interview dengan Safa.
Namun setelah mempertimbangkan dengan matang, Safa memutuskan untuk menerima tawaran dari Innovate Solusi karena kesempatan karir yang lebih baik dan lingkungan kerja yang mendukung.
"Aku merasa ini adalah kesempatan yang tepat untuk saya berkembang sayang," ucap Safa saat mereka sedang membicarakan keputusannya. "Perusahaan ini juga memiliki program pelatihan yang bisa membantu saya meningkatkan kemampuanku."
Riki sangat mendukung keputusan tersebut. Dia segera membantu Safa mempersiapkan semua persyaratan yang dibutuhkan – mulai dari membuat surat pernyataan kerja, mengurus dokumen kesehatan, hingga mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa ke kantor.
Malam itu, mereka merayakan dengan makan malam di rumah makan kecil yang menjadi tempat kencan pertama mereka.
"Untuk masa depan yang lebih baik!" ucap Riki sambil mengangkat gelas jus buah kesukaan Safa.
"Untuk kita berdua!" jawab Safa dengan senyum ceria.
Pada hari berikutnya, Riki segera mengurus segala sesuatunya untuk menyembunyikan identitasnya saat Safa mulai bekerja.
Dia menyewa kantor kecil di dekat gedung utama sebagai tempat pergantian pakaian, membuat kartu identitas palsu dengan nama "Raka Wijaya" sebagai teknisi kantor, dan mempelajari semua tugas teknisi dasar agar tidak mencurigakan.
Dia juga memberikan instruksi khusus kepada seluruh manajemen perusahaan untuk tidak menyebutkan identitas aslinya di depan Safa. "Saya ingin Safa mengenal perusahaan ini sebagai tempat kerja yang profesional, bukan karena hubungan dengan saya," ucap Riki pada rapat manajemen. "Semua orang harus memperlakukan saya sebagai teknisi biasa dan Safa sebagai karyawan baru yang berhak mendapatkan kesempatan yang sama."
Semua karyawan setuju dan bersedia membantu menyembunyikan rahasia tersebut. Mereka juga merasa kagum dengan dedikasi Riki untuk menemukan cinta yang sejati tanpa campur tangan kekayaan.
Sementara itu, Safa sibuk mempersiapkan diri untuk hari pertama kerja. Dia membeli baju kerja baru yang sederhana tapi rapi, membeli alat tulis kantor yang dibutuhkan, dan belajar lagi tentang struktur organisasi perusahaan agar bisa beradaptasi dengan cepat.
"Aku sedikit gugup tapi juga sangat bersemangat sayang," ucap Safa pada malam sebelum hari pertama kerja. "Semoga saya bisa bekerja dengan baik dan tidak mengecewakan siapapun."
Riki memeluknya dengan lembut dan memberikan ciuman di dahinya. "Kamu pasti bisa. Kamu adalah orang yang pekerja keras dan pintar. Percayalah pada diri sendiri saja."
Di dalam hatinya, Riki merencanakan langkah-langkah yang akan dia lakukan saat bertemu Safa di kantor.
Dia akan datang lebih awal untuk berpura-pura sedang melakukan pemeriksaan peralatan, mengenakan seragam teknisi yang sederhana, dan menggunakan nama "Raka" saat berbicara dengan Safa.
"Aku berharap semua ini berjalan lancar," bisik Riki dalam hati sambil melihat Safa yang sudah tertidur nyenyak di sisinya. "Semoga Safa tidak curiga dan bisa fokus pada karirnya. Saatnya tiba, aku akan memberitahu semua kebenaran padanya."