NovelToon NovelToon
System Cek In Pikiran

System Cek In Pikiran

Status: tamat
Genre:Kebangkitan pecundang / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.7
Nama Author: Alveandra

Alvin Moor seorang menantu laki - laki yang tidak berguna.

Alvin yang harusnya menjadi tulang punggung, dia malah menjadi tulang rusuk.

Istrinya Jeni Su merupakan seorang Wanita karir.

Mereka berdua menikah karena saling mencintai, tapi karena Alvin tidak bekerja layaknya seorang suami pada umumnya, dia dihina terus menerus oleh mertuanya.

Cacian dan Makian sudah menjadi makanan sehari - hari Alvin.
dia tetap bertahan karena dia sangat mencintai Jeni Su.

Tapi ada kalanya Jeni juga merasa jengah dengan Alvin akibat omongan keluarganya yang selalu membanding - bandingkan Alvin dengan menantu yanga lainnya.

Karena pendidikan Alvin sangat rendah, dia tidak bisa mencari pekerjaan yang memiliki gaji tinggi.

Akibatnya Jeni hampir saja menceraikan Alvin karena tergiur dengan ucapan orang tuanya yang mengenalkan dia dengan seorang taipan.

Tapi pada saat Alvin berada di titik terendah, tiba - tiba anugrah System Cek in masuk dalam tubuhnya.

Akankah Jeni menceraikan Alvin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alveandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kantor Perceraian

[ Benar Host, System Cek in Pikiran akan membantu anda mewujudkan impian anda, Anda Hari ini belum Cek In, Apakah anda ingin Cek In ?]

Alvin masing bingung apa maksudnya, tapi dia berusaha untuk menerimanya " Baiklah, Aku ingin Cek In !"

[ Tolong Host pikirkan sesuatu yang anda inginkan, agar dapat Cek in ]

Karena Alvin belum percaya sepenuhnya dengan System, dia memikirkan sesuatu yang selama ini ingin di berikan pada Jeni.

Alvin memikirkan Sebuah Cincin berlian yang dia idam - idamkan selama ini.

[ Pikiran Host terdeteksi, Cek In harian di buka ]

Tiba - tiba sebuah Cincin berlian ada di genggaman Alvin, Alvin membuka tangannya " Astaga.. ini... ?" tangan Alvin bergetar melihat Cincin yang sama persis dengan yang dia inginkan.

Alvin masih tertegun saking terkejutnya, dia tidak percaya jika hanya memikirkan sesuatu saja, dia akan dapat memilikinya.

Alvin sangat bersemangat " System !, apakah aku bisa Cek In lagi ?" tanya Alvin begitu senang.

[ Host hanya bisa Cek In satu hari satu kali, Tapi Host bisa mendapatkan Hadiah lain dari menjalankan Misi dan Mendapatkan Kotak Hadiah ]

" Eh... apa maksudnya ?"

[ Host silahkan bilang cek Status, disitu nanti ada Misi yang harus di lakukan Host ]

Alvin yang sudah mulai percaya dengan System, dia langsung menurut " Cek Status !"

[ Status ]

Nama : Alvin Moor

Umur : 29 tahun

Kemampuan : Pekerjaan Rumah

Kotak Hadiah : Silver

Misi : -

Penyimpanan : -

Alvin terkejut saat melihat layar transparan yang hanya bisa di lihat olehnya " System !, misi kok masih kosong dan kenapa ada kotak Hadiah ?"

[ Misi akan terpicu dengan sendirinya saat Host melakukan kontak dengan orang Lain, Kotak Hadiah tersebut Hadiah pertama anda ]

Alvin mengangguk - anggukan kepalanya " Apa aku bisa membuka Kotak Hadiah ?"

[ Tentu Saja ]

" Kalau begitu Buka Kotak Hadiah !" Ucap Alvin senang.

[ Membuka Kotak Hadiah Silver, Selamat anda mendapatkan Uang 100 juta Dolar dan Sebuah Mobil McClaren !]

Black Card Muncul di telapak tangan Alvin, tiba - tiba sebuah Mobil Mewah menghampiri Alvin, Mobil tersebut berhenti didepan Alvin.

Seorang Pria dengan wajah datar, memakai pakaian serba Hitam Keluar, dia memberikan sebuah Kunci Mobil pada Alvin.

Setelah itu Pria tersebut langsung pergi, dan menghilang secepat Kilat.

Alvin terkejut dengan kejadian tersebut " ini serius ?" tanya Alvin masih dengan tubuh gemetar.

[ Selamat bersenang - senang Host, semoga Hari kamu menyenangkan ]

Alvin berteriak kegirangan di tempat tersebut, dia langsung bergegas memasuki Mobil barunya, dia mengelus - elus setir mobil dan tersenyum cerah.

" Sayang !, kita akan jadi orang kaya !, kamu tidak perlu bekerja lagi " Alvin membayangakan Jeni akan sangat senang ketika melihatnya yang sudah mapan seperti itu.

Alvin langsung menyalakan Mobil tersebut, dia langsung mengendarainya kerumah Jeni dengan semangat.

Tapi saat dia hampir sampai dirumah tersebut terlihat Mobil Jeni keluar dari Rumahnya.

Alvin melihat Orang Tua Jeni ikut dengannya, Alvin mengerutkan keningnya " Mereka mau kemana ?" gumam Alvin Lirih.

Tiba - tiba System berbunyi.

[ Ding ]

[ Misi Terpicu : Cegah Istri Host untuk menceraikan Host.

Hadiah : Kotak Gold ]

Mendengar pemberitahuan System Alvin terkejut, pasalnya dia tidak menyangka jika Jeni akan menceraikannya.

" Sial !, ini pasti ulah nenek sihir itu !, Sayang kamu harus tunggu aku !" Alvin langsung menginjak gas dan mengejar Mobil Jeni.

Saat di perempatan jalan Raya, Mobil Jeni melaju terus tapi ketika Mobil Alvin sampai, lampu merah menyala membuat Alvin sangat kesal.

" Sial !!, Ayo dong cepat, cepat !!" Alvin sangat takut jika Jeni akan langsung memgajukan gugatan cerai.

Setelah menunggu satu Menit akhirnya lampu kembali Hijau " Tiiin...Tiin...Tiin... !" Alvin membunyikan klakson secara terus menerus, agar Mobil di depannya cepat jalan.

Saat Mobil didepan sudah jalan, Alvin langsung bergegas memacu Mobilnya, Alvin semakin gelisah pasalnya Mobil Jeni sudah tidak terlihat.

Karena Alvin mengendarai Mobil dengan kecepatan di atas standar Mobil lainnya, Polisi Lalu lintas mengejarnya.

" wiiuuw

" Wiiuuw

" Wiiuuw

Alvin Melihat kaca spion, dia semakin geram karena ada - ada saja masalah di saat genting seperti itu.

Alvin masa bodo dengan Polisi dia tetap mengebut, hingga akhirnya dia sampai di kantor perceraian.

Benar saja Mobil Jeni sudah berada disana, Alvin memarkirkan Mobilnya dengan sembarangan, dia bergegas masuk kekantor perceraian.

Polisi lalu lintas yang mengejarnya juga sampai di tempat tersebut, Polisi menggelengkan kepalanya " Mau bercerai saja buru - buru banget !"

Polisi lalu Lintas turun dari motornya, dia menunggu di dekat Mobil Alvin.

Alvin dengan tergesa - gesa kedalam Kantor, dia melihat Jeni dengan kedua orang tuanya.

Jeni sudah mau menandatangani berkas percerian, tapi Alvin segera berlari dan merebut Bolpoin yang ditangan Jeni.

" Hoss..Hosss, apa yang kamu lakukan Sayang ?!" Alvin bertanya dengan terengah - enngah.

Jeni terkejut " Alvin !"

Leni juga ikut terkejut " Babi sialan !, apa yang kamu lakukan disini !, cepat pergi karena anakku tidak pantas untukmu !"

Alvin sangat geram, dia yang sudah memendah amarahnya bertahun - tahun membentak Jeni " Aku berhak ada disini !, aku tidak setuju cerai dengan Jeni !! "

Jeni terkejut dengan keberanian Alvin, pasalnya selama ini dia selalu diam saja ketika di tindas ibunya, tapi hari ini Alvin terlihat berbeda.

Leni juga sedikit takut dengan Alvin yang sangat berani seperti itu, dia melihat Alvin berbeda dari biasanya.

Alvin menatap Jeni, dia berkata dengan Lembut " Sayang kita pulang yah, mulai hari ini aku yang akan menafkahi kamu "

Jeni tertawa " Hahaha.... Dasar Babi tidak tahu malu !, mau menafkahi anakku dengan apa kamu ?, pekerjaan saja kamu tidak punya !!"

Pengurus perceraian menegur " Maaf !, kalau mau membuat keributan silahkan pergi dari sini !"

" Baik pak !, kami akan pergi, Istriku juga tidak akan menceraikanku, benarkan sayang ?" ucap Alvin lembut, sembari memegang tangan Jeni.

Jeni melepaskan tangannya dari gengaman Alvin " Alvin, lebih baik kita akhiri sampai disini saja hubungan kita ! " Jeni berkata dengan sedih.

Sebenarnya Jeni tidak rela jika harus bercerai dengan Alvin, pasalnya walaupun Alvin tidak bisa menafkahinya, tapi Alvin sudah membuat hari - harinya terasa lebih hidup.

" Kamu dengarkan Babi Sialan !!, Jeni akan menikah dengan Pria kaya, dia bisa membelikan Jeni apapun !, tidak seperti kamu !!" Ucap Leni sinis.

Alvin menggertakan giginya " Berhenti mengolok - olokku !"

" Sayang jika aku bisa memberikan kamu segalanya, apa kamu tidak akan menceraikanku ?" tanya Alvin sembari menggenggam kedua tangan Jeni.

" Alvin, aku tahu kondisi kamu seperti apa, tidak perlu memberikanku harapan palsu " Jeni berkata dengan Sendu.

Alvin menghela napas, dia menengadahkan tangan Jeni, kemudian meletakan Black Card, Cincin Berlian dan Kunci Mobil McClaren pada tangan Jeni.

Jeni terkejut, begitu juga Leni yang melihat barang - barang mahal tersebut, walaupun mereka tidak pernah memegang Black Card, tapi mereka semua pernah melihatnya.

.

.

.

1
Dedeh Dian
keren alur ceritanya..hebat author... pokoknya ditunggu karya sambungan nya... makasih
Naga Hitam
udah baca kedua kalinya sambil menunggu S2...
Naga Hitam
sementara ponselnya masih jadul
Naga Hitam
sikapnya tidak mencerminkan wanita kelas atas
Naga Hitam
cehhh
Naga Hitam
masakkk gak tauu..katanya asisten dari sistem
Relimawati Sihombing
👍
Lalan Usman
manatp pisan
Endro Budi Raharjo
flupi jd melongo....
Endro Budi Raharjo
gelitik i sj.....
Endro Budi Raharjo
di bawah di bunuh di atas di tusuk....
Endro Budi Raharjo
asem...si joni lecet msh bisa joging....
Endro Budi Raharjo
godaannya buesaaaaarrrrr......
Rayan Teno
nah gini kan enak
Rayan Teno
gua suka yang no drama gini, tidak berbelit-belit dan menunjukkan wibawa MC sesuai alur ceritanya, semangat terus
Endro Budi Raharjo
sengmangkin lamaaaa mencakulnyaaa
Night Watcher
masalahnya muter2 dr sumber yg sama, we do an😁🤭
Night Watcher
kan system sdh kasih penjelasan?
Night Watcher
pasukan bayangan kok kyk police?
kesya katanya org system, kok ketakutan?
Night Watcher
ngerayu....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!