NovelToon NovelToon
AYRAFKA (Jodoh Impian)

AYRAFKA (Jodoh Impian)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Nikahmuda / Badboy / Teen Angst / Teen School/College / Persahabatan / Tamat
Popularitas:906.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Itta Haruka07

Aira, siswi pindahan dari Surabaya yang mampu mengaduk-aduk hati Rafka. Cowok berandal itu sudah jatuh cinta pada pandangan pertama.

Sial memang saat cewek incarannya ternyata saudara kembar musuh bebuyutannya. Semakin rumit karena Aira menaruh hati pada kakak laki-laki Rafka.

Mampukah Rafka memperjuangkan cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itta Haruka07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Belum sempat Rafka bertanya, suara motor yang dikendarai Abi sudah meninggalkan Rafka. Rafka kalah cepat, karena Aira sudah naik membonceng di belakang Abi. Rafka yang mau mengejar, tetapi motor masih di parkiran, malah semakin kesal saja.

Akhirnya, dengan santai, Rafka menyusuri jalanan beraspal menuju rumahnya. Tidak bermaksud langsung pulang, tetapi ia berbelok di sebuah warung yang bersebelahan bengkel tempatnya biasa mengotak-atik motor.

"Bu, pop es stroberi satu," ucapnya sambil mencomot satu buah roti pia basah dalam kemasan.

"Kenapa tuh muka?" tanya teman Rafka yang bernama Deni.

"Bete gue, ketemu si Ba*bi." Rafka memasukkan pia basah itu ke mulut, setelah membuka plastik yang membungkusnya.

"Abi anak SMA 5?" tanya Deni.

"Iyalah siapa lagi?" Rafka semakin kesal hatinya.

"Biasa aja kali, nggak usah nyolot."

"Raf, elo di sini, tadi gue tungguin, gue kira lo ke mana." Rendi baru saja sampai di warung yang memang menjadi tempat nongkrong mereka.

"Orang dia habis ngebaperin anak baru," sahut Deni.

"Sial! Kira-kira si Ba*bi ada hubungan apa ya sama Aira?" tanya Rafka mengabaikan ocehan Deni dan Rendi.

"Oh, anak baru itu Aira," gumam Deni sambil manggut-manggut.

"Mungkin sepupunya," celetuk Rendi.

"Bisa jadi, bisa jadi." Rafka meraih gelas minuman yang baru saja diberikan Bu Siti, pemilik warung.

"Kalau dia saudaraan sama Abi, mending mundur deh Raf. Kita semua tahulah reputasi lo sama Abi, kecuali kalau bokap lo mau jodohin lo sama sepupunya Abi," kata Rendi yang diiringi suara tawa keras dari rendi dan Deni, seakan mengejek Rafka yang sedang mencebik sebal.

Papa. Mana mungkin sosok ayah itu mau menuruti permintaan Rafka, apalagi soal asmara. Tidak, Rafka tidak mau melakukan itu.

Di saat hatinya masih gundah, memikirkan hubungan apa yang mungkin terjadi antara Abi dan Aira, sebuah panggilan masuk mengalihkan perhatiannya.

"Revan, ngapain dia nelfon?" batin Rafka setelah membaca nama peneleponnya.

"Apa sih?" tanya Rafka setelah menjawab panggilan teleponnya.

"Lo di mana? Gue mau anter nyokap ke mal, lo cepetan pulang, di rumah nggak ada orang, Bi Imas tadi pagi pulang kampung." Laki-laki yang menelepon Rafka itu menginterupsi Rafka untuk segera pulang.

"Gue nggak pulang," balas Rafka. Ia mengakhiri panggilannya, lalu memasukkan ponselnya ke dalam tas.

"Disuruh pulang lo, Raf?" tanya Deni yang sudah bisa menebak siapa yang baru saja menelepon Rafka.

Rafka meneguk minumannya sampai habis. "Iyalah siapa lagi, males banget gue pulang jam segini, mana nggak ada orang."

"Gimana kalau kita ke rumah lo," usul Rendi.

"Setuju Bray," sahut Deni.

Rafka tidak punya solusi lain, akhirnya ia menuruti apa yang kedua sahabatnya itu mau.

...****************...

Aira dan mamanya sedang berbelanja di pusat perbelanjaan elit. Mereka berdua menenteng beberapa papper bag yang berisi tas, sepatu, dan baju untuk Aira. Setelah lelah berkeliling, mereka mampir di sebuah restoran yang ada di pusat perbelanjaan tersebut.

"Sofia," sapa seseorang saat Aira dan mamanya baru masuk restoran.

"Dinda. Ya ampun, nggak nyangka ketemu di sini," balas mamanya Aira. Mereka berangkulan seperti sepasang sahabat yang sangat akrab. Saling memberi cium di pipi kiri dan kanan.

"Halo Tante," sapa cowok tampan yang ikut berdiri menyambut Aira dan mamanya. Mata elang itu memindai dari atas sampai bawah tubuh gadis cantik yang ada di hadapannya. Diam-diam hatinya menaruh rasa suka pada pandangan pertama.

"Wah, Revan. Kamu sudah sebesar ini ternyata " kata mamanya Aira.

Laki-laki bernama Revan itu menyalimi mamanya Aira. "Iya Tante, apa kabar?" Dia melirik Aira sekali lagi.

"Baik, eh iya kenalin ini anak saya, Aira." Mamanya Aira memegang kedua pundak Aira. "Kembarannya Abi," lanjutnya.

"Kembarannya Abi sudah ketemu, Sof?" tanya mamanya Revan yang memperhatikan Aira dengan seksama. Gadis di hadapannya ini memang mirip dengan papanya, itu yang ada di pikiran mamanya Revan saat melihat detail wajah Aira.

Aira pun memperkenalkan diri pada sahabat mamanya itu, juga Revan—putranya yang tampan.

Sebagai sahabat, tentu saja mamanya Revan sangat tahu tentang kejadian yang menimpa mamanya Aira. Termasuk saat sahabatnya itu kehilangan anak perempuannya belasan tahun lalu.

"Iya Din, aku mencarinya ke seluruh penjuru Jakarta, ternyata dia ada di Surabaya."

Mereka mulai duduk bersama dan berbincang dalam satu meja sembari menunggu makanan Aira dan mamanya datang, sedangkan Revan dan maminya sudah selesai makan.

"Aduh Sof, anak bungsuku udah ribut nyuruh pulang nih," kata mamanya Revan.

"Yah, padahal kita baru ketemu Din." Mereka berdua saling berpelukan.

"Kapan-kapan kita harus janjian, aku mau denger semua cerita kamu," ucap mamanya Revan.

"Pasti, nanti kabar-kabar aja, oke."

Dua wanita yang berteman sejak lama itu melepaskan pelukan lalu saling melambaikan tangan.

Aira ikut memperhatikan kepergian cowok tinggi yang mempunyai alis tebal itu.

"Revan itu baik sekali, dia anak penurut, sangat berbeda dengan adiknya, yang suka buat masalah," kata Mama Sofia saat menyadari bahwa Aira memperhatikan Revan yang sudah pergi bersama mamanya.

Aira salah tingkah karena mamanya menangkap basah ia sedang memperhatikan Revan dari belakang.

"Eh, Mama."

"Nggak apa-apa, kalau kamu suka Revan, mama dukung kok. Asal jangan sama adiknya," kata Mama Sofia.

"Emang kenapa, Ma?" tanya Aira.

"Rafka itu bandelnya minta ampun."

"Raf-Rafka? Yang satu sekolah sama aku, Ma?"

"Iya, Sayang. Kamu udah kenal sama Rafka? Ya itu, adiknya Revan, anaknya Tante Dinda. Sering banget berantem sama Abi, bikin mama pusing," jelas Mama Sofia.

"Tuh kan benar, Rafka emang ganteng, tapi dia bukan cowok baik-baik," batin Aira.

...****************...

Aira dan Abi sudah bersiap ke sekolah, dua remaja yang pernah menghuni rahim yang sama itu, memakai seragam yang berbeda. Aira bersekolah di SMK 2, sedangkan Abi sekolah di SMA 5. Keduanya sarapan dengan tenang di meja makan.

"Ra, kamu berangkat bareng aku, atau mau naik mobil aja?" tanya Abi yang sudah menghabiskan sandwich dan segelas susu.

"Aku bareng kamu aja deh, Bi. Aku masih mual kalau nyium bau AC mobil." Aira menenggak susu miliknya.

"Aira, kamu masih mual-mual kalau naik mobil?" tanya Papa Tomi, suami Mama Sofia.

"Masih Pa," jawab Aira.

"Kemarin mama buka jendela mobilnya sampai sekolah, Aira masih belum terbiasa, Pa. Makanya mama suruh Abi jemput Aira," sahut Mama Sofia, memaklumi kondisi Aira yang memang tidak terbiasa naik mobil.

Papa hanya manggut-manggut dan kembali menyeruput kopinya.

"Kita berangkat dulu, Ma. Pa."

Sepasang anak kembar itu bergantian menyalami kedua orang tuanya. Lalu, mereka berangkat sekolah bersama. Abi mengantar Aira sampai depan sekolahnya, bersamaan dengan datangnya beberapa murid sekolah SMK 2.

"Kamu nanti jemput aku 'kan?" tanya Aira sambil mengulurkan helm pada Abi.

"Pastinya, tungguin kalau aku belum datang," jawab Abi.

Aira mengangguk, lalu ia masuk ke gerbang sekolahnya. Sudah ada Rafka yang menunggu di parkiran sekolah.

"Ra." Seseorang menepuk pundak Aira sebelum Rafka mendekatinya.

"Hai, Dewi. Baru datang juga?" tanya Aira basa-basi.

"Iya nih, kok lo tadi dianter sama anak SMA 5 sih?" tanya Dewi.

"Iya, dia kembaran aku," jawab Aira.

"Apa? Elo kembarannya Abi?"

🦋🦋🦋🦋

Iya Bang, batu sadar ya? Eh iya, sainganmu bukan Abi, tapi abangmu sendiri 😂😂😂😂 (Othor ketawa jahat)

Jangan lupa jempol dan komen terbaiknya. Makasih Sayangnya Mas Rafka(tapi bo.ong) 😘😘😘

1
Qaisaa Nazarudin
Hadeeuuhhh BARU PERTAMA KETEMU PERAN COWOKNYA BEGO KAYAK GINI..KALO GITU BIARIN AJA DAFA YG NIDURIN ISTERI LOE UNTUK YG PERTAMA,DAN KAMU AMBIL YG BEKAS NYA DAFA..kesel aku .🤦🤦🤦🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
ASTAGA SEMPAT2 NYA DIA MIKIR SOAL BUKU NIKAH WAKTU KEADAAN GENTING KAYAK GINI.. MASA IA UDAH 4 TAHUN BUKU NIKAHNYA GAK JADI-JADI???!! 🤔🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Buat laporan polisi,Biar Hukum yg bicara.. Orang GILA kayak Dafa jangan pernah dipandang Enteng lho..
Qaisaa Nazarudin
Noh denger kan kamu,Ada Cowok yg ngejar2 isteri kamu,Yakin nih gak mau pulang..
Qaisaa Nazarudin
DENGAN KAMU YG PERGI MENGHINDAR KAYAK GINI AY,YANG ADA DAFA TAMBAH NYUSAHIN KAMU,HARUSNYA BIARIN AJA ABI KASIH DIA PELAJARAN BIAR KAPOK DIA..CKK OGEB🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Terus gimana dengan kamu sendiri nantinya,,Setelah kamu SUKSES pasti akan Banyak ulat bulu yg akan MENGHALALKAN segala cara untuk mendapatkan seorang pria yang mereka inginkan..
Qaisaa Nazarudin
Mending kamu JUJUR sama Aira,Bawak dia pindah kuliah sekalian,pasti Aira akan paham kalo kamu JUJUR sama dia..
Qaisaa Nazarudin
Tunggu-tunggu ini perempuan kenapa sih aneh gini,SIAPA JUGA YANG MAU KETEMU SAMA DIA,KEPEDEAN TIBA2 NGANCAM KAYAK GITU, Emang selama ini Rafka pernah mencari dia, MENUNTUT tanggungjawab jawab dia atau gimana?? Kenapa dia tiba-tiba sok NGANCAM gitu,GILA..SIAPA JUGA YG MAU KETEMU SAMA KAMU,GAK MASUK AKAL BANGET..🙄🙄😡😡😡😡
Qaisaa Nazarudin
Buah simalakama ya Raf..kalo gini mah aku juga bingung..Tapi yah balik lagi kalo HUBUNGAN ITU DI LANDASIN DENGAN KESETIAAN DAN KEPERCAYAAN,Dan juga saling JUJUR, menurut ku gak masalah sih..
Qaisaa Nazarudin
Ku pikir ibunya meninggal saat melahirkan Rafka, Makanya Rafka di jaga oleh Rizal dan isteri nya..Eh ternyata masih HIDUP aja..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Pantesan Rizal Marah banget kamu menggoda dia sampai Hamil Rafka..Wanita kayak kamu benar-benar JAHAT ternyata,,Kamu yg nemuin Rafka ngapain malah kamu yg mengancamnya?? Siapa juga yg mau dekatin kamu, KEPEDEAN 🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Lumayan
Qaisaa Nazarudin
Nah ini yg ku mau, Seberandal-berandal cowok,jangan sampai jadi TEH CELUP..KALO COWOKNYA TEH CEPUP TAPI DAPAT BINI YG MASIH VIRGIN DAN GADIS BAIK2,gak RELA aja aku..
Qaisaa Nazarudin
Karena sikapnya Rafka yg berandalan, makanya mereka semua mikirnya kayak gitu, Padahal Rafka itu gak ada apa-apa,ya Semoga emang gak kayak gitu..
Qaisaa Nazarudin
Ya udah Serah kamu,Dasar LELAKI EGOIS,,Bisa nya mojokin orang,tapi saat dia yg di pojokin malah MARAH wkwkwkwkwk dasar gak sadar diri..
Qaisaa Nazarudin
🙄🙄🙄 Ngapain sih Rajin banget selaluu dtg kesini..ckk 🥱🥱
Qaisaa Nazarudin
Kan..kan.. mereka kagak percaya..
Qaisaa Nazarudin
Abi ini kenapa sih Heran aku..MENDING JUGA RAFKA KEMANA2,MANDIRI,DEWASA..LHA KAMU CUMAN NGAREP HARTA ORTU,TINGGAL DI KETEK ORTU..BIKIN MALU..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Aku jadi teringat awal perkenalan mereka Rafka bilang,AY-AYRA SEBENTAR LAGI AKAN JADI AY-AYANG.. Nah ini doa Rafka udah terkabul..😁😁👍👍
Qaisaa Nazarudin
Harus dibiasakan dari sekarang ya Ay..Rafka cuman punya kamu doang,semua orang tidak menginginkan dia,Kan bukan salahnya dan bukan maunya dia dilahirkan dari Rahim wanita penggoda..🥹🥹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!