Yudha Tama Dewantara adalah seorang tentara, tak banyak yang tahu dia sebenarnya, selain menjadi Abdi Negara, Yudha adalah keturunan seorang pembisnis yang sukses, dia menolak mengelola bisnis keluarganya karena statusnya sebagai abdi negara, karena kisah cinta masa lalunya yang kelam, membuat dia sangat selektif memilih pasangan hidupnya, dan takdir mempertemukan nya dengan wanita bernama Yasmin.
Wanita yang cantik, pintar dan dermawan, mempunyai keahlian yang sama dengan Yudha di Ilmu Pemetaan dan akhirnya mereka menikah, karena sebuah kesalah pahaman Yudha merasa kecewa dan marah pada Yasmin Yudha memilih mempercayai kebohongan sahabatnya yang bernama Claudia daripada istrinya sendiri. Ketika Yudha mengetahui kebenarannya, dia sangat menyesal. Ketika Yudha ingin memperbaiki semuanya, Yasmin dinyatakan hilang dalam sebuah kecelakaan dan yang tersisa hanyalah penyesalan tak berujung.
Apakah Yasmin masih hidup ? dan jika Yasmin masih hidup akankah Yudha dan Yasmin bisa bertemu kembali dan bersatu sebagai suami istri lagi ?
Penasaran ?, ikuti terus kisah nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andrea82, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode. 20. Keputusan
Hai Readers, Mohon like, vote and komen nya ya
🙏🙏🙏
Selamat Membaca 😘😘😘😘
Rumah Dimas Aji Dewantara
Setelah pertemuan dengan keluarga pak Danu, keluarga pak Dimas kembali ke rumah.
"Bagaimana, Boy menantu pilihan Papa oke nggak?" goda Pak Dimas.
"Harus aku akui Papa yang terbaik," jawab Yudha tersenyum sambil mengacungkan jempol ke Papanya.
"Apa kami boleh tau, apa yang kau bicarakan dengan Yasmin di luar tadi?" tanya Mamanya.
"Mama kepo aja," ucap Yudha kesal.
"Iya, Papa juga pingin tahu dan kenapa tadi kamu bilang Papa yang terbaik?, apa kamu sudah mengambil keputusan?" tanya pak Dimas.
"Iya, Pa InsyaAllah, Yudha akan bersungguh- sungguh menjadikan Yasmin pendamping hidupku," jawan Yudha jujur.
"Sungguhkah?, secepat itu?" tanya Bu Dewi sang mama.
"Apa kalian meragukan ku?, lupa siapa aku?. Aku seorang Yudha Tama Dewantara, pekerjaanku yang menuntut ku harus bisa belajar banyak hal dan harus bisa berinteraksi dengan siapa pun juga bersikap waspada. Hal itu membuat ku cukup selektif dalam hal apapun dalam bertugas. Terkadang hal itu terbawa dalam keseharian ku di luar jam kerjaku. Aku tadi mengajukan beberapa pertanyaan pada Yasmin untuk mengetahui kepribadiannya," ujar Yudha menerangkan.
"Lalu hasilnya?" tanya sang Mama menyelidik.
"Jawaban Yasmin sungguh di luar ekspektasi ku. Tak salah kalau bu Mariska begitu membanggakan dia," jawab Yudha.
"Memang pertanyaan apa yang kau tanyakan sehingga jawaban Yasmin membuatmu senyum-senyum seperti orang tidak waras di perjalanan bahkan sampai rumah?" tanya Sang Papa menimpali.
"Pokoknya jawaban Yasmin membuatku puas. Sampai dia bersedia menjadi istri keduaku," ucap Yudha sambil tersenyum.
Bu Dewi yang mendengar penjelasan anaknya langsung bangkit dari duduknya. Lalu menghampiri putranya dan langsung mendaratkan tangan nya ke telinga Yudha.
"Dasar anak kurang ajar, belum lamar anak orang sudah punya niat mendua, dimana otakmu hah!" hardik Sang Mama.
Yudha yang mendapat serangan tiba-tiba dari mamanya langsung meringis kesakitan sambil berkata membela diri.
" Auwww sakit, Ma, Mama jangan main jewer aja, kupingku ini masih kepakai. Mama dengar dulu penjelasan ku sampai selesai jangan langsung marah," ucap Yudha membela diri.
Mendengar perkataan anaknya bu Dewi segera melepaskan jeweran nya.
"Apa maksud kamu istri kedua, jelaskan?" tanya Bu Dewi ketus.
"Dengar ya Ma, Mama ini juga istri tentara masa nggak tahu istilah istri pertama dan istri kedua bagi seorang tentara," jawab Yudha yang malah balik bertanya pada mamanya.
Bu Dewi mencerna perkataan Yudha tentang istri pertama dan istri kedua seorang tentara, setelah sejenak berfikir sang mama langsung tersenyum.
"Dasar, Anak nakal berani kamu ngerjain Mama. Hampir saja jantung Mama mau copot dengar perkataan mu tadi," ucap sang mama.
"Jadi, Mama sudah mengerti?" tanya Yudha.
"Papamu menang tidak salah pilih, cepat jadikan Yasmin menjadi menantu kami," ucap Sang Mama sambil tersenyum.
Pak Dimas yang sedari tadi menyimak pembicaraan ibu dan anak ikut tersenyum bahagia mendengar keputusan sang anak. Rencananya menjodohkan Yasmin dan Yudha ternyata berhasil. Sebelum memutuskan untuk memperkenalkan Yudha dengan Yasmin pak Dimas sudah menyelidiki tentang keseharian Yasmin baik di dalam keluarga maupun di luar rumah dan hasil penyelidikan lewat orang suruhannya sangat memuaskan. Yasmin adalah wanita yang tepat untuk putra yang dia banggakan.
*****
Rumah Yasmin
Berbanding terbalik dari rumah Yudha, sejak pulang dari pertemuan di restoran Yasmin lebih banyak diam. Dia langsung masuk ke kamarnya, ayah dan bundanya di buat bingung oleh Yasmin. Mereka bingung dan juga penasaran, sebenarnya apa yang terjadi pada putri mereka tapi mereka tak berani menanyakan. Mereka membiarkan putrinya, mungkin Yasmin memerlukan waktu untuk sendiri.
Sedangkan di dalam kamarnya Yasmin segera melepas hijab yang dipakainya dan langsung merebahkan tubuhnya. Jantungnya masih berdebar tidak karuan, tangannya masih terasa dingin. Matanya menatap langit langit kamar, pikiran nya tertuju pada sosok pria yang baru saja dia kenal yang berprofesi sebagai seorang tentara. Dia bingung dengan dirinya sendiri.
"Haduh, kenapa sih tadi aku bisa ngomong sok bijak begitu sama mas Yudha?. Kalau beneran dia serius bagaimana?. Kalau akhirnya nanti aku jadi nikah sama mas Yudha, bagaimana dengan bunda, aku harus pisah dengan bunda. Kesehatan bunda akhir-akhir ini sangat tidak stabil. Siapa yang akan bantu ayah mengurus bunda, runyam-runyam, bisa ambyar pikiranku kalau begini," Yasmin merutuki kebodohannya sambil mengajak rambutnya yang sudah tidak tertutup hijab. Disela-sela kebingungannya terdengar suara ponselnya berdering, sebuah nomor asing terpampang di layar ponselnya, positif thingking aja lah pikirnya. Yasmin langsung mengeser tombol hijau di ponselnya.
📞 Yudha : "Hallo, Assalamualaikum, dek !" terdengar suara yang asing dari seberang telepon.
Mendengar sebutan dek, Yasmin sedikit bingung, meski ragu Yasmin tetap menjawab.
📞 Yasmin : "Waalaikumsalam, maaf ini siapa?, kenapa menelpon saya?."
📞 Yudha : "Hahaha, baru aja tadi ketemu sudah lupa."
📞 Yasmin : Siapa?, saya tidak tahu.
📞 Yudha : "Ini Yudha, Dek."
📞 Yasmin : "Oh, Mas Yudha, maaf Mas aku tidak tahu ini nomor Mas. Mas Yudha tahu nomorku dari mana?, perasaan tadi kita tidak tukaran nomor telpon."
📞 Yudha : "Hahaha, kamu lupa siapa aku?, meski kau tak memberiku nomor telponmu, aku bisa mendapatkannya dengan mudah. Jangankan nomor telpon jika aku ingin, aku bisa mendapatkan informasi apapun tentangmu hanya dalam hitungan menit"
📞 Yasmin : "Dasar sombong, Mas menakutkan ah, Mas ada apa menelponku?, apa ada yang penting?."
📞 Yudha : "Ah tidak, aku hanya ingin tahu apa kamu dan orang tuamu sudah sampai rumah dengan selamat."
📞 Yasmin : "Alhamdulillah, kami sampai rumah dengan selamat. Mas dimana sekarang?."
📞 Yudha : "Mas masih di rumah papa, tapi nanti sore mas pulang ke asrama."
📞 Yasmin : "Baiklah kalau begitu hati-hati ya Mas, salam buat om Dimas dan tante Dewi."
📞 Yudha : Oke, nanti aku sampaikan salammu. Sudah dulu ya Dek, jaga dirimu baik-baik, nanti kalau ada waktu Mas akan main ke rumahmu."
📞 Yasmin : "Ya Mas, Mas juga jaga diri baik-baik, jangan lupa makan dan jaga kesehatan!."
📞 Yudha : "Oke, makasih, Dek perhatiannya, Assalamualaikum."
Setelah panggilan di tutup, Yasmin senyum-senyum sendiri. Entah kenapa hati nya yang tadinya galau menjadi berbunga-bunga. Suara Yudha rasanya terdengar begitu merdu ditelinga nya. Apalagi panggilan dek dari Yudha membuat hatinya berdesir aneh, mungkin inilah cinta, serasa dunia milik berdua yang lain ngontrak. Memang tak di pungkiri pesona seorang Yudha Tama Dewantara bisa menyihir para kaum hawa dan Yasmin adalah salah orang yang paling beruntung bisa dekat dengan seorang Yudha bahkan bisa meluluhkan hatinya.
Sedang di Rumah papa Dimas, suasana hati Yudha juga tak jauh beda dengan perasaan Yasmin. Yudha juga senyum-senyum sendiri. Kalau saja sahabatnya Raka ada di sini pasti Yudha sudah habis di ledekin.
"Ya Allah, kenapa perasaanku begitu bahagia meski cuma mendengar suara Yasmin. Mama dan papa memang sering menasehatiku untuk jaga diri, jaga kesehatan, jangan lupa makan. Tapi kenapa ketika Yasmin yang mengatakan rasanya berbeda?. Apa aku benar-benar sudah jatuh cinta. Seperti inikah rasanya cinta. Untung aku nggak nolak permintaan papa. Bisa rugi besar aku. Ternyata gadis yang harus bertanggung jawab karena sudah membuatku tidak bisa tidur beberapa hari adalah gadis yang akan dijodohkan papa denganku.Rasanya aku sudah tidak sabar menghalalkanmmu,Yasmin Kusuma Putri,"
batin Yudha sambil terus menatap foto Yasmin di ponselnya yang dia ambil diam - diam saat di restoran tadi.
_____________________________________________
Hai Readers, gimana ikut berbunga - bunga di episode ini nggak ? Author paling seneng nulis di episode ini.
Maaf juga untuk visualisasinya aku hapus dulu sementara, karena sesuatu hal, InsyaAllah bakal author ganti di episode lain. 🙏🙏😊
Tetap semangat ya bacanya, biar Author juga tetap semangat menulis di episode selanjutnya.
😀😀😀😀🥰🥰🥰🥰
I ♥️♥️♥️ YOU ALL
Bersambung....