NovelToon NovelToon
Dad, Where'S Mom?

Dad, Where'S Mom?

Status: tamat
Genre:CEO / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh / Duda / Beda Usia / Tamat
Popularitas:105.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Senja

​“Dad, di mana Mommy?”

​“Berhenti bertanya, bocah pembawa sial!”

​Pertanyaan polos dari Elio, bocah berusia enam tahun itu, justru dibalas dengan dingin dan amarah yang meledak.

​Bagi Jeremy, kematian istrinya setelah melahirkan adalah luka yang tak pernah sembuh. Dan Elio? Bocah itu adalah satu-satunya pengingat paling menyakitkan atas kehilangan tersebut.

​Hingga suatu hari, Jeremy dipertemukan dengan Cahaya. Gadis desa dengan wajah, sikap, dan keras kepala yang terlalu mirip dengan mendiang istrinya. Kehadiran Cahaya tidak hanya mengguncang dunia Jeremy, tapi juga mengusik dinding es yang selama ini ia bangun.

​Akankah Cahaya mampu meluluhkan hati seorang ayah yang lupa caranya mencintai? Ataukah Elio akan terus tumbuh dalam bayang-bayang luka yang diwariskan oleh sebuah kehilangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26

"Mau apa kau pagi-pagi begini di depan pagar rumah orang? Mau minta sumbangan?"

Jeremy berdiri tegak di depan pintu gerbang mansion-nya, kedua tangannya bersedekap di dada dengan angkuh. Ia masih mengenakan jubah mandi, auranya sudah seperti panglima perang yang siap menghalau penyusup.

Alvino yang baru saja turun dari mobil sedan putihnya tampak mengernyit bingung.

"Pagi, Tuan Jeremy. Saya mau jemput Cahaya seperti biasa. Dia sudah siap, kan?"

Jeremy mendengus, sudut bibirnya terangkat sedikit.

Ya, sebuah senyum kemenangan yang sangat tipis.

"Cahaya sedang sakit. Dia tidak bisa pergi ke mana-mana, apalagi pergi dengan pria yang hanya modal bensin subsidi sepertimu."

Wajah Alvino langsung berubah khawatir. "Sakit? Sakit apa? Kemarin sore dia baik-baik saja saat saya antar pulang. Biarkan saya masuk, saya mau menjenguknya sebentar."

Saat Alvino melangkah maju, Jeremy justru merentangkan tangannya, menghalangi jalan.

"Tidak bisa. Aturan rumah ini sangat ketat. Orang asing dilarang masuk tanpa izin tertulis dari pemilik rumah."

"Saya bukan orang asing, saya pacarnya! Mana bisa saya tidak menjenguk pacar saya yang sedang sakit?" suara Alvino mulai meninggi karena kesal dengan sikap kaku Jeremy.

"Oh, kau pacarnya? Sayang sekali, statusmu itu sudah kedaluwarsa," ucap Jeremy dengan nada datar yang menyebalkan. "Sekarang, aku melarang mu menjenguk calon istriku."

Dunia seolah berhenti berputar bagi Alvino. Mata seketika membelalak sempurna.

"Hah? Calon istri? Anda ini bicara apa? Jangan bercanda, Pak Tua!"

"Aku tidak pernah bercanda soal kepemilikan. Cahaya adalah calon nyonya di mansion ini. Jadi, sebaiknya kau putar balik mobilmu sekarang sebelum aku memanggil keamanan untuk menyeret mu keluar dari area perumahan ini," usir Jeremy, auranya mendadak menjadi sangat dingin dan mengintimidasi.

Sementara itu, di lantai dua, Cahaya yang baru saja keluar dari kamar dengan langkah gontai tak sengaja mendengar keributan di bawah. Ia melongok dari balkon ruang tengah dan seketika tangannya menepuk jidat dengan keras.

Plak!

"Aduh... Om gila itu bicara apa sih?" gumam Cahaya dengan wajah memerah padam. "Bukankah semalam aku sudah bilang untuk merahasiakannya dulu? Ini kan cuma kontrak pura-pura! Kenapa dia malah mengumumkannya pada Alvin seolah-olah besok kami mau hajatan?"

Cahaya buru-buru turun ke lantai bawah sebelum situasi makin runyam.

"Om! Apa-apaan sih?!" teriak Cahaya dari ambang pintu depan.

Alvino menoleh dengan wajah penuh tuntutan dan penjelasan. "Ay! Apa benar yang dibilang pria kaku ini? Kamu... kamu mau menikah sama dia?"

Jeremy menoleh pada Cahaya, memberikan kode mata agar gadis itu mengikuti skenarionya.

"Katakan padanya, Sayang. Katakan bahwa kau sudah setuju menikah denganku."

Cahaya ingin sekali melempar sandal rumahnya ke wajah Jeremy saat mendengar kata 'Sayang' keluar dari mulut pria itu. Rasanya sangat aneh dan menggelikan.

"Vin, dengerin dulu..." Cahaya mendekat, mencoba menenangkan Alvino yang wajahnya sudah seperti mau menangis.

"Tidak ada yang perlu didengar!" potong Jeremy cepat. Ia langsung merangkul bahu Cahaya dengan posesif, menarik gadis itu mendekat ke tubuhnya. "Cahaya sudah setuju. Dia butuh pria yang bisa menjamin masa depannya, bukan cuma pria yang bisa kasih cokelat batangan."

"Anda benar-benar sombong ya! Menikah itu soal perasaan, bukan soal berapa banyak saham yang anda punya!" maki Alvino, tangannya mengepal.

"Dalam kasus Cahaya, sahamku sangat membantu untuk membuatnya tetap berada di sisiku. Sekarang, pergilah. Calon istriku harus istirahat, dia masih lemas karena... yah, lamaran romantisku semalam," ucap Jeremy dengan kebohongan tingkat dewa yang membuat Cahaya ingin pingsan beneran untuk kedua kalinya.

"Om! Mulutnya disekolahin dulu bisa nggak?" desis Cahaya pelan sambil mencubit pinggang Jeremy sekuat tenaga.

"Aw! Diamlah, aku sedang menyelamatkanmu dari ancaman ayahmu, kan?" bisik Jeremy balik di sela giginya yang rapat.

Alvino menatap mereka berdua dengan perasaan hancur berkeping-keping. Ia melihat tangan Jeremy yang melingkar erat di bahu Cahaya, dan ia melihat Cahaya yang meski mengomel, tetap berdiri di samping pria itu.

"Ay... kalau kamu terpaksa, bilang sama aku. Aku akan bawa kamu pergi dari sini sekarang juga," ucap Alvino penuh harap.

Cahaya menatap Alvino, lalu melirik Jeremy. Ia tahu, jika ia menolak sekarang, Jeremy tidak akan membantunya menghadapi ayahnya yang galak di Indonesia. Ia juga teringat janji kelingkingnya pada Elio semalam.

"Maaf, Vin... untuk sekarang, yang dibilang Om Jeremy itu... benar. Aku akan menikah dengannya," ucap Cahaya lirih, menundukkan kepalanya karena merasa bersalah.

Alvino terhuyung mundur. Tanpa kata lagi, ia berbalik, masuk ke mobilnya, dan memacu kendaraannya pergi dengan kecepatan tinggi, meninggalkan kepulan asap yang menyedihkan di depan gerbang.

Setelah mobil itu hilang, Cahaya langsung menyentakkan tangan Jeremy dari bahunya.

"Om beneran gila ya! Kenapa bilang sekarang? Dan apa tadi? Calon istri? Sayang? Iyuh, saya merinding dengarnya!"

Jeremy memperbaiki kerah jubah mandinya dan kembali ke mode angkuh. "Itu bagian dari profesionalisme, Cahaya. Kau sudah setuju kontraknya, kan? Dan satu lagi, panggil aku sayang jika ada orang lain. Jangan panggil om, itu merusak citraku sebagai pria idaman."

"Pria idaman? Pria idaman dari lubang semut!" Cahaya menggerutu sambil berjalan masuk ke dalam rumah.

"Saya beneran bakal ketiban sial seumur hidup karena beneran nikah sama monster kayak Om!"

Jeremy hanya menatap punggung Cahaya yang menjauh dengan tatapan yang sulit diartikan. Ada secercah kepuasan yang aneh di dadanya.

Bukan hanya karena ia berhasil menjauhkan Alvino, tapi karena untuk pertama kalinya, ia merasa rumahnya benar-benar memiliki nyawa.

1
Inonk_ordinary
tp kasian alvin🥲
Dika Pm
thooorrr AQ bilang Kya gak sanggup baca ya cerita Jeremy buat patah hati. tp apalah data q rasa penasaranku lbih kuat dri PD patah hati sedihku 🤣🤣🤣🤣
Senja: hehehe😁
total 1 replies
Ani Basiati
kok tamat thor
falea sezi
bner ya cwek skg milih yg mapan kaya hmm matre
falea sezi
baru paham ini yg Stella anak darah biru itu kah oalah baru mudeng saya
Wulan Sari
mbokan mau di kasih tambahan masih mau Thor semangat 💪❤️ salam
Wulan Sari
Trimakasih Thor ceritanya sudah tamat dan akhirnya hidup bahagia..
semangat 💪 untuk cerita yg lain Thor 👍 salam sukses selalu ya ❤️🙂 trimakasih 🙏
+62 boker
❤️❤️❤️❤️❤️
EembuL
astaagaaaa 😲😲😲 lgsg the end doong ?!!!
Senja: wkwk🤣
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
express y
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
express y
Dew666
💃💃💃💃💃
Mita Paramita
singkat bgt tamatnya🫡 berharap masih panjang episode ny.
Kinara Widya
yaaa selesai aja...Bonchap kak
Senja: hheeee🤭
total 1 replies
Sri Rahayu
udah selese aja Thorr...kan Cahaya blm melahirkan, apakah anaknya pr seperti keinginan Elio punya adik pr....ada bonchap nya kah 💖💖💖😘😘😘
Senja: heheh🤭🤭
total 1 replies
Lucy
wah dah tamat aja ya Thor,👍👍👍
Tiara Bella
ehhh udh tamat aja.....happy ending ya
Senja: Iya kakak🙏
total 1 replies
Nice1808
wah tamat padahal elio blom lihat adiknya😃😃
Nice1808: 🤣🤣🤣👍👍
total 2 replies
Keysha Aurelie
demi apa udah selesai aja😭😭😭
aku masih berharap 🤭
pantas kemarin aku merasakan detik detik ending dan ternyata memang selesai
terimakasih kak sudah membuat cerita ini dengan sangat baik ,sudah menghibur pembaca sepertiku🙏
Senja: Oalah yg komenan sama si Al kayaknya itu. salah satu pembaca.. udah kuhapus padahal🤭
total 6 replies
Tiara Bella
so sweet nya Jeremy
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!