NovelToon NovelToon
Ghaffar Si Penakluk Arwah

Ghaffar Si Penakluk Arwah

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Horor / Mata Batin
Popularitas:67.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nike Julianti

Seorang anak lelaki, yang harus menyaksikan kematian ibunya di ulang tahunnya yang ke 9. Tumbuh dengan hati yang dingin, seolah tak tersentuh. Tetapi ia sudah terbiasa, dengan sahabatnya. Petualangan bersama para roh, kuy kita baca🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pergi ke Proyek Bangunan

"Maaf, apa kami bisa bertemu dengan Ghaffar?" tanya bu Ane, Naura yang menemuinya mengangguk.

"Ibu... gurunya a Ghaffar kan?" bu Ane mengangguk

"Kalo gitu, mari saya antar. A Ghaffar, a Akbar sama a Damar sudah menunggu ibu, mari.." Naura sedikit mengangguk, seraya menunjukkan jalan. Bu Ane dan temannya saling tatap, namun tak urung mereka mengikuti Naura. Bu Ane melihat ke sekelilingnya, desain bangunan, tata letak perabotan. Terlihat begitu sangat cocok, warna cat juga ternyata sangat mempengaruhi.

"Mmm.. maaf, apa yang men desain semua ini. Ghaffar?" Naura tersenyum, lalu ia mengangguk

"Semua hasil desain a Ghaffar, menurut saya... a Ghaffar itu jenius, bisa kepikiran bikin kafe senyaman ini." jawab Naura, bu Ane mengangguk setuju.

"Silahkan bu, mereka ada di kafe outdoor." Naura menunjukkan jalan, tetapi tak ikut ke taman.

"Oh iya, terima kasih mbak." Naura mengangguk, lalu ia pergi melanjutkan pekerjaannya.

Lagi-lagi bu Ane di buat kagum dengan taman, yang di jadikan kafe outdoor. Begitu hijau, begitu rapih dan begitu cantik.

"Muridmu benar-benar luar biasa, An." ucap temannya bu Ane

"Kamu benar, Wi." balas bu Ane

"BU" panggil Damar, bu Ane tersenyum dan menghampiri ketiga remaja tersebut.

"Assalamu'alaikum" salam bu Ane dan temannya

"Wa'alaikum salam" jawab ketiganya

"Silahkan duduk bu, udah di pesenin minumannya. Karena ga tau ibu dan teman ibu suka apa, jadi saya pesen teh chamomile. Kebetulan di luar juga, sedang mendung." ucap Akbar

"Terima kasih Bar, maaf kami datang terlambat." ucap bu Ane

Ghaffar menegakkan kepalanya, ia menyimpan buku bacaannya.

'Mau gimana ga jenius ni anak, dimana-mana yang di pegangnya buku. Beda sama aku waktu SMA, yang aku pegang ponsel. Scroll Ig...' ucap bu Ane dalam hati

"Bisa kita mulai bu?" tanya Ghaffar, dengan wajah seperti biasa. DATAR dan DINGIN

"Ahh.. i iya, ini teman yang ibu ceritakan. Kenalkan, namanya Dewi. Dia..

"Ingin mencari keberadaan kakak nya, yang sudah seminggu tak pulang." sambung Ghaffar

DEG

"Kamu tau? Apa benar, kamu bisa melihat MEREKA? Kamu lihat kakak ku?" tanya bu Dewi beruntun, Ghaffar menggelengkan kepalanya

"Ada kilasan yang lewat, kakak laki-laki ibu seorang kuli bangunan." bu Dewi mengangguk

"Mau sekarang atau besok? Kalo lihat waktu, sebentar lagi maghrib. Langit pun, sepertinya mau hujan. Kebetulan besok Sabtu, bagaimana bila kita lanjut besok saja." lanjut Ghaffar

Bu Dewi menatap bu Ane, bu Ane mengangguk setuju. Jam rawan, dimana MEREKA pada kelayapan.

"Baiklah, besok saja. Sekarang memang terlalu singkat waktunya, dan juga bukan waktu yang tepat." jawab bu Dewi

"Kalau begitu, sebaiknya bu Ane dan bu Dewi menginap saja di kosan belakang kafe. Masih ada kamar yang kosong, kalian tidak keberatan kan?" ucap Ghaffar

"I itu terlalu merepotkan Ghaf, kami..

"Pulang juga terlalu jauh jaraknya, yang ada kita akan terlalu siang berangkat ke tempat proyek." potong Ghaffar, membuat bu Ane dan bu Dewi akhirnya setuju.

Damar mengantar keduanya, kebetulan dia juga akan pulang.

.

.

"Murid mu, benar-benar luar biasa. Bukan hanya seorang owner kafe viral, tapi juga juragan kosan mewah. Gilaaaa... gila..." ucap bu Dewi, menggelengkan kepala tak percaya.

"Jangan kan kamu Wi, aku pun sama kagetnya. Sudahlah, sebaiknya kita tidur. Sepertinya Ghaffar itu, anak yang suka dengan orang yang tepat waktu. Jangan sampai, besok kita terlambat." balas bu Ane, bu Dewi mengangguk

.

'Kamu yakin, mau ke gedung yang sedang di bangun itu?' Ghaffar mengangguk, ia meletakkan buku di atas meja.

"Apa kamu tau sesuatu?" tanya Ghaffar balik

'Aku tak bisa menjelaskan secara detail, hanya saja... arwah di luar bangunan, tidak bisa masuk. Seolah ada sekat, yang membuat makhluk-makhluk sepertiku tak bisa masuk.' Ghaffar nampak berpikir

'Kalo menurut aku ya, kek nya bangunan itu di pasang sebuah perisai. Agar kami yang dari luar, atau mereka yang ada di dalam bangunan. Tak bisa menembusnya, seolah ada segel.' lanjut arwah, yang menghuni restoran sejak berdirinya kafe.

"Itu artinya, kasus ini tidaklah mudah." balas Ghaffar, arwah perempuan itu mengangguk

'Aku rasa, banyak yang sudah menjadi korban buat di jadiin tumbal pembangunan itu.'

"Kamu benar, kalau begitu... besok kamu ikut, gimana?" arwah perempuan itu mengangguk

'Sangat setuju, aku penasaran sama bangunan itu. Aku memang tau, ada beberapa pembangunan. Yang menggunakan nyawa manusia sebagai tumbal, agar pembangunan lancar dan awet. Tapi bangunan ini... seolah ada yang tersembunyi. Kalo boleh aku tebak, dalang alias dukunnya..... bukan dari negara ini.' Ghaffar terdiam, ia nampak berpikir.

"Apa yang kamu bilang, mungkin saja. Kita akan tau jawabannya besok, ahhh... bukankah kamu punya teman manusia selain aku?" arwah perempuan itu mengangguk

'Dia memiliki kemampuan yang mirip denganmu, hanya saja... dia tak sehabat kamu. Apa ada yang ingin kamu minta padanya?' Ghaffar mengangguk

"Tapi nanti, untuk sekarang... aku ingin melihat terlebih dahulu keadaan di sana."jawab Ghaffar

'Baiklah, kalau begitu selamat beristirahat. Ehhh... sepertinya, setelah kasus ini.. Kamu masih harus membantu salah satu roh, yang baru saja datang kemarin malam.' Ghaffar mengerutkan dahi

"Ada yang datang?" tanya nya, arwah itu mengangguk

'Nanti saja aku pertemukan aku dengannya, sekarang sebaiknya kamu tidur. Bye' arwah itu pun menghilang, Ghaffar hanya menggelengkan kepalanya.

.

.

"Jadi di sini, tempat kakakmu kerja?" bu Dewi mengangguk

"Tadinya dia bekerja di gedung yang itu, di sana juga sama membangun villa. Tapi entah kenapa, kakak ku bilang mandornya memindahkan dia ke sini." jawab nya

Ghaffar melihat ke sekitar proyek tersebut, benar apa yang di katakan penjaga malam kafenya. Bila ada sekat, yang mengelilingi proyek di depannya. Sekat yang memang berbeda, dengan perisai yang ia buat.

'Sepertinya, dia cukup berpengalaman. Mungkin saja, lebih hebat dariku.' ucap Ghaffar dalam hati

"Ayo kita masuk, kita tanyakan langsung pada yang bersangkutan." ucap Ghaffar

"Maksudmu pemilik bangunan ini?" Ghaffar menggelengkan kepalanya, mendengar pertanyaan Akbar

"Pada arwah kakak nya bu Dewi"

DEG

Beruntung bu Ane, berdiri di samping bu Dewi. Sehingga ia tak sampai jatuh, karena tubuhnya yang tiba-tiba terasa lemas.

"Jadi... kakak ku benar sudah tiada?" tanya bu Dewi

"Ayo masuk, kebetulan proyek juga sedang di liburkan. Membuat kita leluasa, memeriksa semua bagian bangunan ini." Ghaffar menoleh, menatap arwah perempuan yang sudah ikut sejak awal.

"Kamu juga masuklah, aku yang akan melepaskan sekatnya. Cari sesuatu, yang mungkin mencurigakan." ucap Ghaffar

'Dengan senang hati' Ghaffar memejamkan kedua matanya, ia memfokuskan kekuatannya pada telapak tangan. Dan...

BUGH

KREK KREK

PYAAARR

Ghaffar menghentakkan telapak tangannya, pada sekat yang menjadi pagar tersebut. Sehingga sekat tersebut retak, lalu tak lama pecah.

"Masuklah" arwah perempuan itu, melayang langsung ke bagian atas bangunan belum jadi tersebut. Entah kenapa, ia sangat pensaran dengan bagian atas itu.

"Ayo" Ghaffar jalan terlebih dahulu, dengan Akbar di sampingnya. Meski banyak pertanyaan, di kepala bu Ane. Namun, ia memilih untuk tak mengutarakannya.

...****************...

Jangan lupa like, komen, gift dan vote nyaaaa.....🥰

1
Kristal Offical
widih tambah banyak aja personilnya
Hasnawiyah Ansar
kendaraan umur apaan itu teh🤔🤔🤔
ule_keke (IG: ule_keke26): typo, harusnya umum
total 1 replies
Hasnawiyah Ansar
aku juga HADIIIRRRR 🤭
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
akhirnya Ghaffar punya temen buat membantu hal-hal yang baik
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
cover baru ya thor🫶
ule_keke (IG: ule_keke26): betuuuullll😌
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Waah namana lucu 🤗 Mingyu
Zahbid Inonk
ah Mak othor gantung turuyeun 🤭🙏
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Mingyu? panggilan na Aming nya mak 🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
ule_keke (IG: ule_keke26): ngajak ribut sih, tapi ok lah
total 1 replies
vania larasati
lanjut kak
Ayuk Witanto
kendaraan umum maksudnya mak
ule_keke (IG: ule_keke26): iya kaaaaakkkk
total 1 replies
Ayuk Witanto
namanya unik ya bulan
Eliermswati
kirain slh satu keluarga zandra eh bukan pdhl q kangen bngt sm aa sama dede🤣🤣🤣🤣
Aquarius26
kirang thoooorrrr,,, sikik kalee
Aquarius26
keren lah author 1 ini,,kendaraan ada umurnya jg ya👏👏
Aquarius26: aq gk nyindir thor,tp ngmng lngsung itu🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
nisa
makk lanjutttt,,,,
☕️nya emak😘
mama_im
anjaaayy si gapura desa nyasar kesini, mana indihome pula 🤣🤣🤣
ismi🌹🌹
mingyu namanya kayak cewek gk taunya cowok
mama_im
kirain cowok mak 🤣🤣🤣
ule_keke (IG: ule_keke26): blm kepikiran
total 4 replies
mama_im
nu kumaha kendaraan umur mak? di pisah kitu anak anak jeung kolot? 🤣🤣🤣🤣
Ambu Rinddiany Thea: /Shhh//Shhh/
total 8 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
wah seru nih tpi pasti mak gk akan nambah lagi kan🫠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!