NovelToon NovelToon
Suamiku Ternyata Bos Mafia Yang Disegani Dunia

Suamiku Ternyata Bos Mafia Yang Disegani Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Romansa Fantasi
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

Liora dipaksa menikah dengan Arkan demi menyelamatkan perusahaan ayahnya yang hampir bangkrut. Ia mengira Arkan hanyalah pengusaha kaya biasa yang dingin dan tertutup. Kehidupan baru Liora dimulai di kediaman megah namun penuh ketatapan. Pelan tapi pasti, Liora mulai melihat keanehan-keanehan: pengawal yang selalu berjaga, orang-orang yang menunduk takut saat melihat Arkan, dokumen rahasia, hingga pembicaraan tentang organisasi bernama Bayangan Hitam.

Liora perlahan mengetahui kenyataan pahit: suaminya bukan sekadar pengusaha, melainkan pemimpin mafia paling berkuasa yang menguasai jalur perdagangan gelap, ekonomi bawah tanah, dan memiliki koneksi hingga ke pejabat tinggi negara. Dunia Liora berantakan, rasa takut bercampur kagum. Di sisi lain, Arkan yang awalnya menganggap Liora hanya kewajiban kontrak, mulai tertarik pada ketulusan dan keberanian gadis itu yang tidak pernah lari meski sudah tahu siapa dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ratu yang Bangkit

Kendaraan kami melaju membelah malam dengan kecepatan tinggi. Suara deru mesin dan bunyi klakson kendaraan militer memenuhi jalanan menuju wilayah timur. Di dalam mobil, aku duduk tegak, tanganku mencengkeram pegangan pintu hingga buku-buku jariku memutih.

Jantungku berdegup kencang, campuran antara rasa takut, cemas, dan amarah yang membara. Di sampingku, Damar duduk diam, wajahnya serius sambil memeriksa senapan serbu di tangannya.

"Nyonya, kita tinggal lima kilometer lagi dari lokasi. Musuh sudah menduga kita akan datang, mereka sudah menyiapkan penghalang di jalan masuk,"

lapor Damar sambil menunjuk peta di layar genggamannya.

Aku mengangguk pelan, lalu menatap Damar dengan sorot mata yang kini jauh lebih tajam dan tegas.

"Berikan perintah. Serang habis-habisan. Jangan berhenti apa pun yang terjadi.

Kita harus sampai ke gudang itu dalam sepuluh menit. Arkan membutuhkan kita."

"Siap, Nyonya!" Damar langsung berbicara melalui radio komunikasi ke seluruh pasukan di belakang kami.

Tidak lama kemudian, kendaraan kami melambat. Di depan, terlihat jalanan diblokir oleh truk-truk tua dan tumpukan beton. Puluhan orang bersenjata berdiri di balik penghalang itu, mengarahkan senjata ke arah kami.

Begitu melihat iring-iringan kami datang, mereka langsung melepaskan tembakan. Suara dentuman peluru menghantam badan mobil terdengar mengerikan.

"Siaga! Pertempuran dimulai!" teriak Damar.

Pintu-pintu mobil terbuka, pasukan kami melompat keluar dan langsung membalas tembakan. Suara ledakan dan tembakan bergema di udara malam. Aku tetap duduk di dalam mobil, menatap ke depan melalui kaca anti peluru.

Aku melihat pasukan kami maju dengan berani, semangat mereka berkali-kali lipat lebih besar dari musuh. Mereka bukan sekadar bertempur demi organisasi, mereka bertempur demi menyelamatkan Raja mereka.

Aku melihat salah satu pemimpin pasukan, seorang pria bernama Rian, berlari membawa peledak ke arah penghalang beton itu. Meski peluru berhamburan di sekelilingnya, ia terus maju. Tak lama kemudian terdengar ledakan dahsyat, penghalang itu hancur berantakan, membuka jalan bagi kami.

"Maju! Jangan beri mereka waktu untuk bernapas!" perintahku lantang lewat radio yang terhubung ke pengeras suara kendaraan utama.

Suara perintahku terdengar jelas ke seluruh barisan. Pasukan seolah mendapatkan tenaga baru. Mereka berteriak nama Arkan dan namaku sembari terus maju mendesak musuh.

Musuh mulai panik. Mereka tidak menyangka bahwa istri Arkan—wanita yang mereka anggap lemah dan penakut—ternyata mampu memimpin pasukan dengan kejam dan strategis.

Mereka tidak menyangka semangat pasukan Bayangan Hitam justru semakin membara saat Arkan terancam.

Dalam waktu singkat, jalanan sudah bersih. Kami kembali melaju, kini semakin dekat ke gudang tua itu.

Sementara itu, di dalam gudang bawah tanah yang lembap dan berdarah, Arkan bersandar di dinding dingin. Napasnya pendek-pendek, wajahnya pucat karena kehilangan banyak darah.

Di sekelilingnya, hanya tersisa tiga orang pengawal setia yang masih bernapas, semuanya terluka parah. Raka dan Viktor berdiri di depan mereka, tersenyum puas seolah kemenangan sudah ada di tangan.

"Kau hebat sekali, Arkan," ejek Raka sambil berjalan mondar-mandir di depan Arkan.

"Kau bertahan lebih lama dari dugaanku. Bahkan dengan puluhan peluru di tubuhmu, kau masih bisa berdiri.

Memang pantas kau disebut Raja Bayangan."

Arkan mengangkat kepalanya dengan susah payah. Meski tubuhnya sekarat, sorot matanya tetap tajam dan berwibawa, membuat Raka secara refleks mundur selangkah.

"Kau... kau tidak akan menang, Raka..." ucap Arkan dengan suara parau namun berat.

"Kau pikir... kau bisa menggantikanku? Kau salah besar. Bayangan Hitam bukan sekadar organisasi.

Itu adalah nama yang kutanamkan di hati setiap anggotanya. Dan nama itu... tidak akan pernah tunduk pada pengkhianat sepertimu."

Viktor tertawa keras, suara tawanya menggema mengerikan di ruangan sempit itu. "Sudah waktunya nama itu hilang, Arkan! Malam ini kau mati, dan besok nama Serigala Putih dan Raka akan berkuasa! Dan kau tahu apa hal terbaiknya? Kau akan mati mengetahui bahwa istrimu, wanita cantikmu, akan jatuh ke tangan kami. Kami akan menyiksanya pelan-pelan sampai dia memohon mati!"

Mendengar ancaman itu, seolah ada tenaga baru yang mengalir ke tubuh Arkan. Ia mencoba bangkit berdiri, meski kakinya gemetar hebat.

Amarah yang murni dan mengerikan menyala di matanya.

"Berani kalian... menyentuh sehelai rambut pun dari Liora..." geram Arkan, suaranya rendah namun penuh ancaman kematian.

 "Aku akan bangkit dari kuburku... dan menyeret kalian ke neraka dengan tanganku sendiri!"

Raka mengangkat senjatanya, menodongkan tepat ke arah dada Arkan. "Cukup! Permainan sudah selesai, Arkan. Saatnya kau mati!"

Jari Raka sudah siap menarik pelatuk. Wajah Arkan tenang, ia hanya memejamkan mata dan membisikkan nama Liora untuk terakhir kalinya.

Namun, tepat saat itu...

Duar!!!

Pintu besi tebal gudang itu meledak terbuka. Asap dan debu berhamburan masuk. Cahaya lampu sorot yang sangat terang menyinari ruangan itu, membuat semua orang di dalamnya terpejam karena silau.

Suara langkah kaki berat dan serentak terdengar mendekat, disertai suara rentetan tembakan yang menghujani sekeliling ruangan.

"Jatuhkan senjata! Menyerah atau mati!"

Suara itu... suara wanita itu... terdengar lantang, berwibawa, dan tak asing di telinga Arkan.

Arkan membuka matanya lebar-lebar, menatap ke arah pintu yang hancur itu. Di balik kabut debu, ia melihat sosok yang selama ini menjadi dunianya berdiri tegak di sana.

Liora. Istrinya. Wanita yang ia lindungi mati-matian, kini berdiri di barisan paling depan, memegang senjata di tangannya, sorot matanya tajam dan penuh amarah.

Di belakangnya, puluhan pasukan elit berdiri membentang, senjata mereka mengarah tepat ke arah Raka dan Viktor.

"Liora..." gumam Arkan tak percaya, air mata bahagia dan lega hampir menetes dari sudut matanya.

Raka dan Viktor terkejut bukan main. Mereka pikir Liora sudah tertangkap, mereka pikir pasukan pusat sudah hancur, mereka pikir tidak ada lagi yang bisa menyelamatkan Arkan.

Tapi kenyataannya, bukan hanya bantuan yang datang, tapi sang Ratu sendiri yang memimpin penyerbuan itu.

"Lepaskan suamiku!" teriak Liora lantang, suaraku bergetar namun penuh kekuatan.

Aku melangkah maju satu langkah, membuat musuh mundur ketakutan.

"Siapa pun yang berani menyakiti sehelai rambut pun dari Arkan, aku pastikan kalian akan mati dengan cara paling menyakitkan di dunia ini!"

Raka yang kaget awalnya, perlahan kembali tenang. Ia tertawa sinis sambil menarik Arkan paksa berdiri, menodongkan senjata ke leher Arkan.

"Jangan mendekat! Kalau kau melangkah satu langkah lagi, aku potong leher suamimu ini!" ancam Raka panik.

Aku berhenti. Aku menatap Arkan yang berdarah-darah, wajahnya pucat tapi masih menatapku dengan tatapan penuh cinta dan bangga.

Arkan menggeleng pelan ke arahku, memberi isyarat agar aku pergi, agar aku selamat. Tapi aku menggeleng tegas. Aku tidak akan pergi ke mana pun tanpa dia.

"Raka..." ucapku pelan namun dingin, mataku menatap tajam tepat ke manik mata pengkhianat itu.

"Kau pikir kau menang karena kau memegangnya? Kau salah. Kau tidak memegang sandera. Kau memegang hal paling berharga yang kumiliki.

Dan karena itulah... aku tidak akan ragu sedikit pun untuk menghancurkanmu, bahkan jika aku harus menghancurkan segalanya di sekitarmu sekalipun." ucap Liora

Aku memberi isyarat tangan ke belakang. Pasukan mengangkat senjata berat, mengarahkannya tepat ke arah Raka, tidak peduli Arkan ada di sana.

"Kau bisa membunuhnya, Raka. Tapi percayalah... detik setelah pelurumu keluar, tubuhmu akan hancur menjadi seribu keping. Dan aku, Liora, akan memastikan bahwa tidak ada kuburan pun yang disediakan untukmu.

 Kau tidak akan menang, Raka. Karena kau tidak punya apa-apa untuk diperjuangkan selain ambisi kotormu. Sedangkan aku... aku punya dia. Dan cinta kami jauh lebih kuat dari kematian sekalipun."

Suasana hening mencekam. Viktor mulai ketakutan melihat tekad di mataku.

Ia menyenggol lengan Raka. "Raka! Pergi! Kita kabur lewat jalan belakang! Ini sudah kacau!"

Raka yang mulai panik, menarik Arkan mundur ke arah pintu samping. "Minggir! Biarkan kami pergi, atau dia mati!"

Namun, Arkan yang selama ini diam dan terlihat lemah, tiba-tiba bergerak. Di saat Raka lengah sedikit karena ketakutan, Arkan mengerahkan sisa tenaga terakhirnya. Ia menepis lengan Raka yang memegang senjata, lalu dengan cepat memutar tubuhnya dan menendang keras dada Raka hingga terpental jatuh.

"Arkan!" seruku kaget namun lega.

"Serang sekarang!" teriak Arkan dengan sisa tenaganya.

Pasukan langsung melepaskan tembakan. Viktor jatuh tersungkur terkena hujan peluru sebelum sempat lari.

Raka yang jatuh berusaha bangkit dan menembak Arkan, tapi aku sudah berlari mendahului, aku melepaskan satu tembakan tepat mengenai tangan kanan Raka, membuat senjatanya terlempar jauh.

Damar dan beberapa pasukan lain segera menangkap Raka, mengikat tangannya erat-erat sambil menekannya ke tanah. Pengkhianat itu akhirnya jatuh ke tangan kami.

Aku tidak mempedulikan apa pun lagi. Aku berlari secepat kilat ke arah Arkan yang sudah ambruk ke lantai karena kehabisan tenaga dan darah.

Aku berlutut di sampingnya, memeluk tubuhnya yang berat dan hangat, menekan luka-lukanya dengan tanganku agar darah berhenti mengalir.

"Arkan! Arkan! Aku di sini! Aku datang! Kau aman sekarang! Kita aman!" isak tangisku pecah, air mataku menetes membasahi wajah pucatnya.

Arkan membuka matanya perlahan, tersenyum lemah namun sangat bahagia. Ia mengangkat tangannya yang gemetar, menyentuh pipiku yang basah oleh air mata.

"Kau... kau benar-benar datang..." bisiknya parau. "Kau hebat, Liora... kau sungguh hebat... Ratu Bayanganku..."

"Jangan bicara! Bertahanlah! Dokter sedang dalam perjalanan! Kau tidak boleh meninggalkanku, Arkan! Aku butuh kau!" rintihku panik.

Arkan menggeleng pelan, tangannya mengusap pipiku dengan lembut.

"Aku tidak akan pergi... aku berjanji... aku tidak akan kemana-mana... aku harus melihatmu... memimpin dunia ini bersamaku..."

Arkan akhirnya pingsan di pelukanku karena kelelahan dan rasa sakit, tapi napasnya masih ada. Dia masih hidup. Dia selamat.

Aku mengangkat wajahku yang penuh air mata dan darah, menatap semua pasukan yang ada di sana. Mereka semua menatapku dengan pandangan kagum, hormat, dan penuh rasa segan.

Malam itu, bukan hanya Arkan yang diselamatkan. Malam itu, seluruh organisasi menyadari satu hal penting: Bahwa Nyonya Liora bukan sekadar istri pemimpin. Dia adalah penyelamat, dia adalah pemimpin sejati, dan dia adalah satu-satunya orang yang mampu membuat Raja Bayangan yang kejam itu bertekuk lutut karena cin

1
Dhatu Lukita
aku kasih ⭐ 5 y biar semangat
Tri Wahyuni: Terimakasih
total 1 replies
Dhatu Lukita
halo thor, ceritanya menarik yaa😍.
jangan lupa mampir ya thor 💗, tinggalin jejak oke 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!