WARNING ⚠️⚠️⚠️⚠️
BIJAKLAH DALAM MEMBACA!!
"Jika kau membuat kesalahan maka aku akan menghukum mu dengan membuatmu berteriak memanggil namaku saat berada di bawahku. Mengerti, Sayang?"
"Tidak ada yang boleh menyakiti Sabrina-ku, bahkan hanya seujung kuku!"
"Aku akan menembak tanganmu hingga hancur jika kau berani menyentuh gadisku!"
"Aku bisa mengukir namaku sendiri di tubuhmu agar kau tahu jika kau adalah milikku."
Jeff Maverick, di kenal sebagai mafia dingin dan kejam yang di takuti oleh musuhnya. Hidupnya selalu tentang bagaimana dia bisa hidup tanpa kata 'kekalahan.' Namun tanpa sengaja dia jatuh cinta pada seorang gadis yang pernah menolongnya. Berbagai cara Jeff lakukan agar bisa mendekati gadis itu yang sudah membuatnya tergila-gila.
Bahkan obsesinya di luar dugaannya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviPuspitaSari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
dua enam
..."Kau mengancam ku? Apa kau pikir aku takut?" Jeff tertawa kecil. "Bahkan semenjak empat tahun yang lalu, aku bukan lagi Jeff Madison. Namaku sekarang adalah Jeff Maverick! Marga Madison tidak berguna lagi bagiku!" tegas Jeff cepat....
...Eric tak lagi menjawab sebab semakin mereka berdebat maka Jeff akan semakin membenci Eric. ...
...Yang perlu Eric lakukan adalah memperbaiki hubungan mereka agar ke duanya tidak lagi saling bermusuhan. ...
...Eric sengaja melakukan itu karena dia ingin Jeff sendiri datang ke rumahnya. Ini adalah pertama kalinya Jeff datang setelah pertengkaran hebat mereka waktu itu....
..."Kenapa kau hanya diam saja, Pak tua? Apa kau sudah menyerah sebelum berperang?"...
...Eric menghela napasnya. "Jeff, duduklah dulu. Aku ingin berbicara denganmu seperti berbicara dengan putraku." Eric menunjuk sofa yang kosong....
...Jeff berdecih. "Aku bahkan tidak sudi duduk di sofa musuhku. Aku datang ke sini hanya untuk mengingatkanmu bahwa sekeras apapun kau berusaha, maka hasilnya akan tetap sama!" Setelah mengatakan itu, Jeff memilih pergi dari sana....
...Eric menggeleng pelan. Semakin hari hubungannya dengan Jeff semakin memburuk....
... Dia bahkan tidak tahu harus berbuat apa. Eric sudah menggunakan cara halus namun Jeff tetap bersikeras sendiri. Kali ini dia menggunakan cara kasar dan ternyata malah semakin memperparah hubungan mereka....
..."Sepertinya, jalan satu-satunya adalah gadis itu. Jeff tidak akan membiarkan gadis itu terluka sedikitpun."...
...***...
...Sabrina terlelap dengan posisi dirinya yang masih terduduk di lantai dan bersandar pada ranjang. Bahkan jejak air matanya sudah kering karena sejak tadi dia menangis sampai kelelahan dan akhirnya ketiduran....
...Sabrina perlahan membuka matanya saat merasakan usapan lembut di kepalanya. Ia pun sedikit mendongak dan Sabrina melihat Jack, Ayahnya yang sedang tersenyum ke arahnya....
..."Ayah," Sabrina segera berhamburan ke dalam pelukan sosok yang dia yakini adalah Ayahnya....
...Sabrina bisa merasakan pelukan hangat itu. Dan dia semakin yakin jika itu memang Ayahnya....
..."Ayah, aku merindukanmu."...
...Jeff terdiam saat Sabrina terus memanggil dirinya dengan sebutan Ayah. "Apa dia sedang berhalusinasi?" gumamnya. Namun Jeff tetap membiarkan Sabrina memeluknya....
...Bahu gadis itu bergetar yang menandakan jika Sabrina kembali menangis. Jeff mengusap punggung Sabrina dan menenangkan gadis itu agar tidak lagi menangis....
..."Sabrina, tenanglah." ucap Jeff begitu pelan....
...Sabrina seketika mendongak saat mendengar suara Jeff. Dia terkejut saat wajah Jack tiba-tiba berubah menjadi Jeff. Sabrina spontan melepaskan pelukannya....
..."Jeff?" Sabrina menatap tak percaya pada Jeff yang sudah berada di hadapannya. Entah sejak kapan pria itu masuk....
...Jeff mengangguk dan mengusap kepala Sabrina. "Apa aku mengganggu tidurmu? Aku lihat kau tertidur di sini, aku tidak berniat mengganggumu."...
...Sabrina terdiam. Dia mulai mengingat apa yang telah terjadi sebelumnya. Dan dia baru sadar jika tadi dia tertidur karena kelelahan menangis. ...
..."Ah, iya. Aku tertidur di sini." Sabrina merapikan rambutnya dan mulai bangun dari duduknya. Dia beralih duduk di tepi ranjangnya....
...Jeff yang melihat itu ikut bangkit. Dia juga...
...memposisikan dirinya di sebelah Sabrina. "Kau bermimpi?...
...Maaf, tadi kau memanggilku dengan sebutan Ayah."...
...Sabrina menoleh ke arah Jeff. Dia mengangguk kecil....
..."Iya, aku pikir tadi kamu adalah Ayahku. Maafkan aku, Jeff."...
..."Tidak masalah. Aku mengerti jika kau begitu merindukan Ayahmu."...
..."Em, ngomong-ngomong, sejak kapan kamu berada di sini?" tanya Sabrina. Dia menatap ke arah balkon dan pintunya terbuka. Sabrina menghela napasnya. "Jeff, apa kamu lewat balkon lagi?" tebak Sabrina....
...Jeff menggaruk tengkuknya. "Iya, memangnya harus lewat mana lagi? Tidak mungkin aku lewat pintu depan."...
...Sabrina mengangguk membenarkan. Tidak mungkin Jeff lewat pintu depan atau Gita akan semakin mengamuk....
..."Kenapa kau pulang tanpa menungguku? Sudah aku bilang agar menungguku saja." Jeff sengaja pergi ke rumah Sabrina untuk memastikan gadis itu baik-baik saja. Dan saat dia sampai di sana ternyata Sabrina sedang tertidur dengan posisi duduk di atas lantai....
...Sabrina tersenyum kecil. "Maaf, Jeff. Aku tidak bisa menunggumu karena ada pekerjaan rumah. Jadi aku terpaksa berbohong padamu, aku benar-benar minta maaf."...
...Jeff mengulurkan tangannya dan meletakkannya di kening Sabrina. "Oh, syukurlah. Kau sudah tidak demam lagi."...
...Sabrina tertegun saat Jeff ternyata sedang memeriksa suhu tubuhnya....
..."Ah, iya. Terima kasih karena kamu sudah...
...merawatku."...
..."Tidak perlu berterima kasih. Sudah tugasku untuk menjagamu. Aku hanya khawatir saat Damian memberi tahu aku bahwa kau tidak ada di sana. Aku panik dan segera bergegas untuk kembali ke sini dan memastikan jika kau memang baik-baik saja. Aku lega saat tahu kau sudah di rumahmu."...
..."Maaf karena sudah merepotkanmu dan membuatmu panik, Jeff."...
...Jeff menggeleng pelan. "Tidak masalah. Lain kalijangan mengulanginya lagi."...
...Sabrina mengangguk. "Baiklah."...
...***...
...Sabrina keluar dari rumahnya untuk menuju ke kampusnya. Dia berjalan menuju jalanan besar untuk mencari taksi. Hingga Sabrina melihat sebuah mobil yang berhenti tepat di sampingnya. Sabrina menghentikan langkahnya dan seorang pria membuka kaca mobilnya....
..."Nona, masuklah. Tuan Jeff menyuruhku untuk mengantarkan anda."...
...Sabrina mengerutkan keningnya. "Jeff? Oh, baiklah."...
...Sabrina segera masuk ke dalam mobil itu. Karena kemarin Jeff mengatakan jika dia bisa maka Jeff akan mengantarkan Sabrina ke kampusnya. Sabrina berpikir mungkin Jeff sedang sibuk hingga dia menyuruh supirnya....
...Mobil itu segera melaju setelah Sabrina duduk dengan aman di dalam mobil itu....
..."Nona, Tuan Jeff menyuruhku untuk mengantarkan anda ke suatu tempat dulu. Dia bilang ingin mengatakan sesuatu, setelah itu baru aku antar anda ke kampus."...
...Sabrina terdiam mendengar itu. Dia melihat jam di ponselnya dan hari ini memang ada kelas sedikit siang. Mungkin tidak masalah jika Sabrina pergi untuk menemui Jeff dulu. Dia juga sangat penasaran dengan apa yang ingin Jeff sampaikan....
...Baiklah, tidak masalah. Maaf sudah merepotkanmu."...
..."Sudah tugasku, Nona."...
...Jeff sedang memarkirkan mobilnya di dekat rumah Sabrina. Pria itu sedang menunggu Sabrina keluar dari rumahnya. Semalam dia sudah mengatakan jika hari ini akan mengantarkan Sabrina ke kampus....
..."Kenapa dia lama sekali?" Jeff melihat arloji yang melingkar di tangannya. Sudah hampir dua puluh menit dia menunggu Sabrina yang tak kunjung keluar....
...Jeff akhirnya memutuskan untuk mengirimkan pesan pada Sabrina. Jeff takut jika Sabrina sudah berangkat atau belum....
..."Kau dimana?" Itulah pesan yang Jeff ketikkan....
...Tidak lama Sabrina pun membalasnya....
..."Di dalam mobil. Aku sedang dalam perjalanan menemuimu."...
...Jeff membulatkan matanya membaca balasan Sabrina....
...Menemuinya? Memangnya Sabrina ada dimana, pikir Jeff....
...Jeff kembali mengirimkan pesan pada Sabrina dan bertanya apa yang terjadi....
..."Menemui ku? Memangnya aku dimana?"...
aku suka
aku suka🥰