NovelToon NovelToon
Mu Chen Pendatang Dari Dunia Lain

Mu Chen Pendatang Dari Dunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: premier MT

Di Kota Chang’an zaman modern, hiduplah seorang pemuda bernama Mu Chen. Ia berusia 22 tahun, bertubuh tegap dan gagah, tapi dikenal sebagai kutu buku yang haus akan pengetahuan sejarah dan filsafat Tiongkok kuno. Suatu sore di pasar loak, ia menemukan sebuah batu giok berwarna hijau pucat yang diukir pola Yin-Yang. Tanpa sadar, ia membawanya pulang. sebuah perjalanan yang merubah hidupnya dari jaman modern ke jaman kuno hidupnya para dewa Dewi dan iblis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon premier MT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 Rencana Balas Dendam Feng Hao

Setelah Ling Yue pergi begitu saja tanpa mempedulikannya, Feng Hao berdiri di jalan dengan wajah yang semakin gelap dan penuh amarah. Para pengikut di sampingnya hanya berani menunduk, takut berbicara — mereka tahu betapa buruknya suasana hati pemimpin mereka saat ini.

"Beraninya dia... beraninya dia menolakku berkali-kali dan pergi begitu saja!" geram Feng Hao dengan suara rendah namun penuh tekanan. "Sebagai putri, memang ia memiliki kedudukan yang tinggi, tapi jangan lupa — ayahku adalah Perdana Menteri yang memiliki kekuasaan hampir setara dengan raja! Bahkan Tetua Agung di sekte ini pun menghormati kami!"

Salah satu pengikutnya memberanikan diri berbicara pelan:

"Tuan Feng Hao, jangan marah. Mungkin Putri Ling Yue hanya sedang sibuk berlatih. Nanti kita bisa mencoba lagi..."

"Berlatih? Hah!" potong Feng Hao dengan dingin. "Aku tahu alasannya. Dia pasti melihat murid rendahan yang lewat tadi, dan merasa aku dipermalukan di hadapannya. Semua ini berawal dari keberadaan orang itu!"

Ia teringat kembali kejadian singkat tadi — bagaimana ia mendorong dengan energinya, tapi tidak ada efek apa pun pada pemuda itu. Awalnya ia mengira itu kebetulan, tapi semakin ia memikirkannya, semakin ia merasa tersinggung. Bagaimana mungkin seorang murid biasa bisa menahan dorongan dari orang yang telah mencapai Tingkat Transformasi sepertinya?

 

Feng Hao mengepalkan tangannya erat, matanya memancarkan niat buruk:

"Murid bernama Mu Chen itu... dia berani berjalan di jalur khusus, berbicara dengan nada santai, bahkan tidak terguncang oleh energiku. Ini pasti sengaja dilakukan untuk mempermalukanku di depan Ling Yue!"

"Tapi Tuan, saya dengar dia hanyalah murid biasa yang tingkatan kultivasinya masih rendah..." kata pengikut lain dengan ragu.

"Rendah? Tidak peduli seberapa rendahnya dia! Berani-beraninya dia membuatku terlihat tidak berdaya! Dan jika aku bisa mengajarinya pelajaran yang berharga, itu akan menjadi contoh bagi semua orang — termasuk Ling Yue — bahwa tidak ada yang boleh meremehkanku!" ucap Feng Hao dengan nada sombongnya kembali.

Ia menyeringai tipis dan melanjutkan:

"Aku tidak akan melukainya sampai parah — itu akan menarik perhatian para tetua. Tapi aku akan membuatnya mengerti perbedaan kedudukan dan kekuatan! Aku akan membuatnya merasa malu dan tidak berani berjalan dengan angkuh seperti itu lagi."

Para pengikutnya segera mengangguk setuju:

"Baiklah Tuan! Kami akan membantu mencari tahu kebiasaan dan tempat tinggalnya!"

 

Sementara itu, Mu Chen sudah kembali ke halaman belakang asramanya. Ia tidak tahu bahwa ia telah dijadikan sasaran kemarahan Feng Hao — yang ada di pikirannya hanyalah memasak makan malam dan merawat tanamannya.

Ia sibuk menyiram air ke kebun sayurnya, sesekali berbicara sendiri:

"Daun seladanya tumbuh bagus. Besok bisa dipanen sedikit. Oh ya, Berduri, kamu jangan menginjak-injak tanamannya ya!"

Makhluk kecil yang kini sudah tumbuh sedikit lebih besar, meski masih seukuran kucing, hanya mendengus pelan dan berbaring di bawah pohon rindang.

Di dalam benaknya, Kitab Jalan Bintang berbicara:

"Feng Hao tidak akan membiarkan begitu saja. Ia merasa harga dirinya terluka dan pasti akan mencari cara untuk membalas, meski alasannya tidak masuk akal."

Mu Chen berhenti menyiram dan mengangkat bahu santai:

"Kalau dia mau datang, ya biarkan saja. Selama dia tidak merusak kebun saya dan tidak membuat keributan yang mengganggu tetangga, saya tidak akan peduli. Kalau dia berbuat keterlaluan..."

Ia tersenyum tipis dan menambahkan:

"...saya bisa membuatkan 'air penyegar' lagi untuknya. Seperti saat saya menyedot energi makhluk itu dulu, tapi sedikit saja — cukup untuk membuatnya mengerti agar tidak sembarangan."

 

Beberapa hari kemudian, para pengikut Feng Hao berhasil mengumpulkan informasi tentang Mu Chen. Mereka memberitahukan semuanya kepada atasan mereka.

"Tuan Feng Hao, kami sudah menyelidiki orang itu. Namanya Mu Chen, dia baru masuk sekte belum lama ini. Tingkatan resminya memang hanya Tingkat Pelatihan Akhir menuju Penyatuan. Ia tinggal di asrama biasa dan sering menghabiskan waktu di kebun belakang atau dapur. Konon ia suka memasak dan merawat tanaman."

Feng Hao mendengarkan dengan wajah dingin:

"Benar-benar murid biasa seperti yang kuduga. Bagus sekali. Kalau begitu, rencanaku akan lebih mudah dilaksanakan."

Ia memikirkan strateginya. Ia tidak bisa menyerang secara terbuka — itu akan melanggar aturan sekte dan membuatnya dihukum oleh para tetua. Jadi ia memikirkan cara lain yang tampak sah.

"Ada lomba latihan ketangkasan antar murid minggu depan bukan? Aku akan ikut serta. Dan aku akan memastikan aku bertemu dengannya dalam pertandingan latihan. Di sana, aku bisa mengajarinya pelajaran yang berharga — dengan alasan melatih kemampuan, tidak ada yang bisa menyalahkanku," rencananya dengan senyum licik.

Ia menambahkan lagi:

"Aku tidak akan melukainya sampai parah, tapi aku akan membuatnya jatuh terguling di depan semua orang, membuatnya kehilangan muka. Biarkan dia tahu tempatnya!"

 

Tanpa disadari oleh Feng Hao dan para pengikutnya, seseorang sedang mendengar pembicaraan mereka dari balik dinding batu tebal — yaitu Ling Yue. Ia kebetulan lewat di area itu dan mendengar nama Mu Chen disebut, jadi ia berhenti sejenak.

Setelah mendengar seluruh rencana mereka, wajah dingin Ling Yue sedikit berubah. Ia mengerutkan keningnya pelan.

"Feng Hao benar-benar terlalu berlebihan. Hanya karena merasa tersinggung sedikit, ia berencana membuat orang lain malu. Dan alasannya pun tidak jelas sama sekali," gumamnya pelan dalam hati.

Ia teringat kembali pertemuan singkatnya dengan Mu Chen, perasaan tenang yang ia rasakan, dan cerita tentang penjelasannya yang membantu banyak murid. Meskipun ia tidak terlalu mengenalnya, ia merasa bahwa rencana Feng Hao itu tidak adil.

Ling Yue ragu sejenak — apakah ia harus memberitahu Mu Chen? Atau biarkan saja? Namun, karena sifatnya yang tidak suka campur tangan urusan orang lain, ia memutuskan untuk tidak bertindak secara langsung.

"Sebaiknya saya perhatikan saja. Jika Feng Hao berbuat terlalu keterlaluan, saya akan memberitahu para tetua," pikirnya.

 

Beberapa hari berlalu. Berita tentang lomba latihan ketangkasan mulai disebarkan ke seluruh murid sekte. Mu Chen juga mendengarnya saat sedang berjalan di koridor.

"Lomba latihan? Itu bagus ya. Bisa melihat cara orang lain berlatih dan jurus apa saja yang mereka gunakan," katanya antusias.

Di dalam benaknya, Kitab Jalan Bintang bertanya:

"Apakah kau akan ikut serta?"

"Kenapa tidak? Tidak ada ruginya. Saya bisa melihat langsung jurus-jurus yang mereka gunakan, dan mungkin bisa belajar sedikit. Lagipula, hadiahnya adalah benih tanaman obat langka — itu sangat berguna untuk kebun saya!" jawabnya dengan semangat.

Ia tidak tahu bahwa di balik lomba itu ada seseorang yang sudah menunggunya dengan rencana buruk. Ia hanya mempersiapkan diri dengan caranya sendiri — berlatih mengatur keseimbangan energinya, memastikan Gerbang Galaksi tetap terkendali, dan bahkan membawa bekal makanan untuk dimakan setelah lomba selesai.

 

Di sisi lain, Feng Hao sudah menantikan hari lomba itu. Ia sudah membayangkan bagaimana ia akan membuat Mu Chen jatuh terguling, bagaimana semua orang akan melihatnya, dan bagaimana Ling Yue akhirnya akan menyadari siapa yang lebih berkuasa.

"Mu Chen, tunggu saja. Hari lomba nanti akan menjadi hari di mana kau menyesal telah berjalan di jalurku dan membuatku merasa tidak nyaman!" pikirnya dengan penuh keyakinan.

Namun, ia tidak menyadari satu hal penting — ia hanya melihat tingkatan resmi dan latar belakang seseorang, tapi tidak pernah memahami bahwa fondasi dan kualitas kekuatan bisa jauh berbeda dari apa yang terlihat di permukaan.

Dan pertemuan mereka yang akan datang pasti akan membawa kejadian yang tidak terduga bagi kedua belah pihak

1
premier MT
mantap
Riekcy Rachmat
lanjut trus🙏
Riekcy Rachmat
menarik sekali, semoga updatenya banyak nnti
Riekcy Rachmat
😄😄😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!