NovelToon NovelToon
Sins Of The Playboy

Sins Of The Playboy

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Berbaikan / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:62k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

King Stone (27 tahun) bisa dengan mudah melupakan ratusan wanita yang pernah singgah di hidupnya selama menjadi playboy.

Namun, gadis di hadapannya ini adalah pengecualian mutlak.

Olivier Martinez merupakan cinta pertama sekaligus mantan kekasih King selama tiga tahun di masa high school—gadis yang dulu ia tinggalkan begitu saja demi ego remaja agar tidak terikat oleh seorang wanita di masa depan.

Kini, roda kehidupan berputar. Di dalam rumah sakit mewah miliknya sendiri, King sama sekali tidak memiliki kuasa atas Olivier.

Di hadapan sang mantan kekasih yang menatapnya penuh kebencian dan kini bersenjatakan sumpah medis sebagai dokter residen, King harus menghadapi kenyataan pahit. Ia sadar bahwa luka penyesalan di hatinya jauh lebih sulit disembuhkan daripada luka sayatan parah di perutnya.

Pertemuan tak terduga ini menjadi awal dari karma masa lalu yang siap menghancurkan keangkuhannya.

~~~~~
Happy reading 🦋🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#18

​Klik.

​Pintu elektronik kamar VIP nomor satu tertutup rapat, mengunci rapat aura intimidasi dan aroma parfum kayu cedar milik King Stone di dalam ruangan luas itu.

Begitu langkah kakinya berada dua meter menjauh dari ambang pintu, formalitas dan ekspresi tenang yang sejak tadi terpasang di wajah Dokter Olivier Martinez runtuh seketika.

​"Cuih... Cuiiihh! Dasar pria berengsek, ular berbisa, tumpukan sampah dermaga!"

​Olivier mengumpat setengah berbisik, meluncurkan deretan kata serapah dengan ritme cepat di sepanjang koridor steril lantai empat yang tampak lengang.

Sepasang mata bulatnya yang beberapa menit lalu memancarkan kecemasan semu kini menyala-nyala oleh amarah yang membakar. Napasnya memburu, memicu dadanya naik turun di balik jubah putih kedokteran yang mendadak terasa mencekik.

​"Dia pikir aku ini siapa? Gadis bodoh yang bisa dia kelabui dengan akting murahan seperti itu? Mengeluh sesak napas, merengek seperti anak anjing kelaparan, memanyunkan bibir tebalnya itu... menjijikkan!" Olivier terus menggerutu, meremas papan klip medis di tangannya hingga sudut-sudut kertasnya melengkung tak berbentuk.

​Setiap langkah kakinya yang berbalut sepatu datar berbahan karet ketukan keras di atas lantai marmer, seolah ia sedang menginjak-injak wajah tampan nan angkuh milik King Stone.

Rasa jengkel yang menggulung di dalam dadanya bukan hanya karena sandiwara manja sang mantan kekasih, melainkan karena ia terpaksa harus menurunkan harga dirinya, berpura-pura menjadi wanita naif yang termakan taktik playboy kelas teri demi melancarkan sebuah rencana terselubung.

​"Bisa-bisanya dia memanggilku 'Sayang' di depan adiknya sendiri dengan wajah tanpa dosa begitu? Jika bukan karena situasi darurat, sudah kupastikan termometer dahi tadi bersarang di dalam tenggorokannya!"

​Olivier membelok tajam di tikungan koridor menuju area khusus staf medis, masih terus merutuki kegilaan yang baru saja ia lewati.

Di sepanjang jalan, beberapa perawat residen yang berpapasan dengannya otomatis menepi, merasakan aura gelap dan tekanan udara yang mendadak mencekam di sekitar sang dokter perfeksionis.

Tidak ada yang berani menyapa jika Dokter Martinez sudah mengeluarkan mode "singa betina" seperti ini.

​Begitu tiba di depan pintu ruang kerja pribadinya yang terletak di ujung koridor sayap barat, Olivier menempelkan kartu identitasnya pada panel sensor dengan hentakan kasar.

​Bip.

​Pintu terbuka. Olivier melangkah masuk, langsung membanting pintu di belakangnya hingga menimbulkan suara dentuman yang cukup keras di dalam ruangan kedap suara tersebut. Ia melemparkan papan klip medisnya ke atas meja kerja, lalu mengempaskan tubuhnya ke atas kursi putar kulit, menyandarkan kepalanya ke belakang sembari memijat pelipisnya yang berdenyut kencang.

​"Kenapa aku harus terjebak dalam drama keluarga Gila ini?" keluhnya pada langit-langit ruangan, suaranya sarat akan kelelahan mental yang luar biasa.

​Alasan mengapa Olivier bersedia membiarkan dirinya diperlakukan seolah-olah dia adalah wanita bodoh yang termakan rayuan King di dalam kamar tadi bukanlah karena hatinya kembali goyah.

Sama sekali bukan. Itu semua adalah bagian dari strategi yang telah disusun rapi bersama Kepala Jajaran Medis Stone Hospital, Dr. Richard.

​Olivier menegakkan tubuhnya, meraih remote kecil dari dalam laci mejanya, lalu menekan sebuah tombol merah.

Seketika itu juga, layar monitor komputer di hadapannya menyala, menampilkan antarmuka sebuah perangkat lunak tingkat tinggi yang terhubung langsung dengan sistem pengawasan internal.

​Di layar tersebut, sudut pandang kamera CCTV yang tertanam di dalam sensor pendeteksi asap di langit-langit kamar VIP nomor satu terpampang dengan sangat jelas.

Tidak hanya visual beresolusi tinggi, tetapi gelombang audio berupa grafik hijau juga bergerak naik turun di bagian bawah layar—menandakan alat perekam suara dengan sensitivitas mikrofon premium sedang bekerja menangkap setiap desis napas dan kata-kata di dalam ruangan itu.

​Dr. Richard yang menyuruhnya bertingkah seperti itu. Sebelum insiden di kantin bawah terjadi, sang dokter senior telah memanggil Olivier ke ruangannya.

Dr. Richard, yang merupakan salah satu dari sedikit orang luar yang mengetahui sejarah kelam antara Olivier dan klan Stone, mengatakan Untuk Selalu Berhati-hati Dan jangan melakukan pergerakan yang mencurigakan agar Klan Stone tidak menyelidiki nya.

​"Biarkan ayah dari anakmu itu mengira kau tunduk, Olivier," kata-kata Dr. Richard kembali terngiang di telinga Olivier.

"Pria seperti King Stone memiliki ego setinggi langit. Dia terbiasa berburu dan mengendalikan segala hal. Jika kau terus menampilkan perlawanan yang frontal, dia akan menggunakan cara-cara yang lebih agresif dan berbahaya untuk memaksamu bertekuk lutut. Tapi, jika kau memberinya makan egonya—jika kau berpura-pura cemas dan seolah-olah masih memiliki perasaan padanya—dia akan mengendurkan kewaspadaannya. Dia akan mengira situasi berada di bawah kendalinya."

​Olivier menatap nanar ke arah layar monitor. Di sana, ia bisa melihat visual King Stone yang kini sudah duduk tegak tanpa ekspresi kesakitan sedikit pun, sedang berbicara dengan nada dingin berwibawa kepada Kendrick.

Sandiwara melemparkan harga diri yang dilakukan King beberapa menit lalu terekam secara utuh, menjadi bukti bagaimana kelicikan pria itu bekerja.

​"Kau benar-benar rubah yang licik, King," desis Olivier, matanya menyipit tajam menatap visual sang mantan kekasih di layar.

"Kau mengira taktik playboy tuamu itu berhasil menjeratku kembali? Kau mengira aku adalah Olivier yang sama seperti sepuluh tahun lalu, yang akan menangis histeris hanya karena melihatmu merintih sakit?

Biarkan pria itu merasa menang di atas ranjang medisnya. Biarkan King berpikir bahwa Dokter Olivier Martinez perlahan-latah mulai luluh oleh rintihan palsunya.

​Pikirannya mendadak melayang kembali pada Nora. Putri kecilnya saat ini pasti sedang berada di sekolah, belajar dengan giat tanpa tahu bahwa ibunya di sini sedang melakukan perang urat saraf melawan penguasa kegelapan kota ini.

​"Aku tidak akan membiarkanmu menyentuh Nora, King. Tidak akan pernah," bisik Olivier dengan nada suara yang bergetar namun penuh tekad yang tidak tergoyahkan.

​Jika King berpikir dia bisa menggunakan romansa masa lalu dan kelemahan fisik buatannya untuk menyeret Olivier kembali ke dalam kastel klan Stone, maka King telah salah besar.

Olivier Martinez yang sekarang bukan lagi gadis yang bisa diusir dan dipermainkan sesuka hati.

Dia adalah seorang ibu, seorang singa betina yang telah terlatih menghadapi kematian di ruang operasi setiap hari.

Dan demi melindungi kedamaian hidup putrinya, Olivier siap memainkan peran sebagai wanita bodoh sesering mungkin, hingga tiba waktunya bagi dia untuk menjatuhkan skakmat yang akan mengubur ambisi King Stone untuk selamanya.

​Setelah menarik napas dalam-dalam untuk menata kembali emosi dan ekspresi wajahnya menjadi dingin dan profesional seperti semula, Olivier bangkit berdiri.

Shift siangnya di bangsal umum telah menanti, dan perang yang sesungguhnya baru saja resmi dimulai di balik dinding-dinding es Stone Hospital.

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
maaf Thor Aku bacanya sampai di sini saja.🙏
Rosdianah 🌷: siap kak 🫶
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Semu Sembako apa sih Thor... kok Aku jadi ngelag ya.🤔🤣
Rosdianah 🌷: Author ingat sembako 🤣
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Lah iya 48jam itu sama saja dengan 2hari Marthin....
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Kayaknya Author suka tipe perempuannya lebih Tua dan Laki²nya brondong.🤣🤣✌️
Rosdianah 🌷: hahah 🤣🤣
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kalau beneran Nora jadi nikahnya dengan Xander, Aku sintil kamu Thor.😁
Rosdianah 🌷: nggak kak🫶 Xander Punya cerita sendiri di sebelah, " I Hired A billionaire" judulnya
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Aku lebih dukung Nora dengan Nicole daripada dengan Xander Thor.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Kok malah jadi hubungan dengan sepupuan Thor.... 🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Jangan sampe deh Xander jadi jodohnya Nora karna mereka sepupu terus usia mereka juga lebih tua Nora Thor... rasanya ga enak banget dengernya.😁✌️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
si mantan playboy, mesumnya ga terkira... sekarang ngerasain gimana rasanya nelen ludah sendiri kan🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Thor emang ga ada baju / gaun tidur sampe Oliv pake jubah mandi saat tidur yang ada masuk angin dong.🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: author Sampe lupa kasih dia baju😭🤣
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Kasar banget Liv...🤦‍♀️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Sah juga King ga jomblo lagi.🤣🤣🤣
Untung nenek tua sudah tobat kalau ngga sudah Aku dorong tuh sekalian... Bercanda.🤣🤣🤣✌️✌️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Laahh Anda juga salah sebagai Orang tua Kyle Emma karna dulu kalian menekan King untuk menuruti kemauan Grandmaman tanpa ngasih kesempatan dia buat me.ilih pilihan hidupnya sendiri... jadi bukan sepenuhnya salah King tapi Para Tetua juga.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Ngapain sih Lynne Freya ngalangin jalan King buat ngenalin Nora pada Orang tuanya harusnya kalian sebagai menantu paling muda di keliarga itu ngehargai King sebagai Kaka ipar dan Tetua di rumah itu bukan ngejegal dengan melontarkan kalimat² yang kurang pantas di depan anak² lecil... rasanya gimana ya... kayak kurang sopan banget.
harusnya dahulukan dulu King ketemu Kyle sama Emme setelah mereka selesai bicara penting baru kalian komentarin.😤
maaf ya Thor karna Aku komen gini.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
malah sibuk berdebat di depan anak kecil.🤦‍♀️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Akhirnya terkuak juga.
O ya mungkin maksudnya "Mencuri sebagian diriku bukan sebagai diriku" ya Thor.
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak reader 🫶🥰
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hmmm ternyata lagi adu tak tik nih... tapi masa keluarga Stone ga bisa nyari tau tentang Olivier yang sudah mempunyai Nora.. padahal mereka Orang paling berpengaruh di banding dokter Ricard dan Olivier.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Nah kan cemas juga Liv.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
biarlah King dan keluarga Stone tau kalau Nora ada Liv, karna biar seburuk apapun King dulu padamu tapi Dia ayahnya dan suatu saat juga bakal ketemu karna takdir terutama takdir yang di buat oleh Author.🤣✌️
capek juga kalau harus di sembunyikan...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Semungut King... sudah dapet lampu ijo dari sang Ratu.🤭🤭🤭
tinggal cari tau lebih lagi tentang Oliv biar Kamu bisa berjuang lebih gesit lagi kalau tau sudah memiliki Putri kecil yang cantik dan pintar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!