NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Istri Yang Terbuang (Sandiwara Sikembar)

Reinkarnasi Istri Yang Terbuang (Sandiwara Sikembar)

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Balas Dendam
Popularitas:12.2k
Nilai: 5
Nama Author: sayonk

Aurora menyeringai, "Kakak maafkan aku. Aku tidak bermaksud menyakiti mu. Selama ini kami saling mencintai. Karena kamu memaksa, akhirnya Jake menikahi mu. Jadi aku mengambil yang sudah menjadi hak ku."

"Apa maksud mu? Jake suami ku," ucap Caroline dengan nada menekan. Air matanya sudah mengalir, entah semenjak kapan. Ia tidak tau. Sakitnya seperti tercabik-cabik.

Tommy tertawa dan melangkah ke arah Caroline. "Jake suami mu." Sekali lagi ia mengulang ucapan Caroline. Ia mendekatkan mulutnya ke telinga Caroline. "Apa selama ini kau menikmati pelayanan ku?"
.....
Demi balas dendam untuk kekasihnya. Jake Willowind dan Tommy Willowind menggunakan sandiwara. Mereka bergantian tidur dengan Caroline. Seolah Caroline adalah barang. Sehingga suatu hari, Caroline mengetahui semuanya bahwa Jake memiliki saudara kembar dan sering kali berperan sebagai suaminya. Bahkan suaminya diam-diam masih bersama dengan adik tirinya Aurora.

"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayonk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab dua puluh

Jake menarik lengan Caroline. Perlahan Caroline menoleh. Setiap gerakannya begitu anggun sehingga membuat siapa saja ingin menyentuhnya.

"Caroline."

Caroline menatap lengannya. "Apa kau bisa melepaskan tangan mu?"

Jake melepaskan tangannya. Dia menatap tangan Caroline yang memerah. "Maafkan aku." Ia tidak tau bahwa tangan Caroline serapuh itu.

"Kebetulan sekali aku ingin bicara dengan mu dan Tommy." Caroline mengangkat sebelah alisnya. "Kalian pasti bisa."

Jake menoleh ke arah Tommy. "Kenapa menyangkut Tommy?"

Caroline memalingkan wajahnya. "Karena menyangkut kalian berdia." Jawab Caroline dengan nada dingin.

Setelah acara pesta ulang tahun kakek Jakson selesai. Caroline, Jake dan Tommy kini berada di sebuah ruangan. Lebih tepatnya ruang tamu. Caroline meminta seorang pengawal berjaga di luar agar tidak ada yang mendengarkan obrolannya.

Caroline meminum anggur di tangannya dan menyisakannya. Memainkannya sejenak.

"Jake, Tommy, Luca anak kalian? Tapi aku tidak tau benih siapa yang berhasil. Tommy atau Jake."

Tommy dan Jake terkesiap. Tommy tidak rela jika Luca di katakan anak Jake. Begitu pula Jake tidak ingin Luca dikatakan anak Tommy.

"Caroline kau menikah dengan ku. Tentunya Luca anak ku." Ucap Jake dengan wajah serius.

Carolina tertawa, begitu pahit kenyataannya namun lucu saat mendengarkan ucapan Jake. "Kau bercanda?" Tanya Caroline dengan nada dingin. Pandangannya tajam. "Mereka akan menyebut Luca sebagai anak haram jika hubungan terlarang selama ini terbongkar."

Deg

Nyut

Hati Tommy dan Jake tertancap oleh belati. Rasa sakitnya menyayat ke seluruh tubuhnya.

"Tapi kau menikah dengan ku."

Caroline membuang anggur di tangannya ke wajah Jake. "Kau pikir siapa setelah mempermainkan diriku. Harga diriku terinjak-injak oleh kalian. Demi Aurora kalian mempermainkan ku. Kalian tidur dengan ku seolah aku ini barang murahan. Tommy, Jake perlakuan kalian, sikap kalian tidak akan pernah mengobati rasa sakit hati ku."

Jake tidak marah. Ia merasa pantas di perlakukan seperti ini. "Aku ingin menebus."

"Tebuslah dengan perceraian itu. Luca tidak mengharapkan mu. Bagaimana kalau nanti terbongkar? Bagaimana pandangan Luca di mata orang. Kalian jangan mempersulit masa depannya. Aku tidak mau tau. Luca harus bersih dari nama kalian."

"Tapi Luca anak ku." Ucap Tommy dan Jake.

Bagaimana pun juga. Ia tidak ingin mengjalangi hubungan darah di antara mereka. "Kalian boleh dekat, tapi kalian tidak boleh mengakuinya sebagai anak kalian. Aku tidak akan test DNA karena bagi ku. Test DNA itu memalukan untuk Luca."

Jake memejamkan kedua matanya. Apa yang di katakan oleh Caroline sangat benar.

Tommy tidak ingin Luca memiliki ayah baru. "Aku akan mengalah. Aku tidak akan merebut masalah Luca."

Jake menatap Tommy dengan tatapan terharu sambil meneteskan air matanya.

"Hah, kalian benar-benar tidak memahami ku. Apa aku menerima mu lagi Jake? Apa aku mau dengan bekas Aurora? Aku tidak mencintai mu lagi Jake. Jika pun kita bersama. Hanya akan mempersulit ku."

Caroline berdiri. "Aku bersumpah. Jika aku menerima Jake Willowind. Aku akan mati kecelakaan."

Caroline dengan tegas dan penuh keyakinan juga penuh kesadaran. Ia tidak akan pernah kembali lagi bersama dengan Jake. Ia berhak hidup bahagia.

Jake tertegun, hatinya hancur sampai ia tidak bisa mengatakan apa-apa. Sumpah yang begitu kejam itu membuat hatinya luluh lantah. Meledak namun tidak terlihat.

Begitu pula dengan Tommy. Sumpah itu mengatakan bahwa Caroline sangat membenci mereka dan jijik bila berdekatan dengan mereka.

"Tarik semua sumpah mu itu Caroline. Kau tidak bisa membuat keputusan sendiri tanpa Luca mengetahui." Ucap Jake dengan nada menekan. Rahangnya mengeras.

Tommy memejamkan kedua matanya. "Caroline kau tidak bisa bersumpah karena Luca membutuhkan sosok ayah. Aku mengalah, kita tidak perlu test DNA . Sekali lagi aku mohon Caroline. Aku mohon tarik sumpah mu ini."

Caroline kembali mengulang sumpahnya. "Aku bersumpah Caroline. Tidak akan pernah kembali dan menikah dengan Jake. Jika aku melanggar sumpah aku akan mati mengenaskan."

"Caroline!" Teriak Jake. "Sumpah mu ini terlalu kejam Caroline."

"Kejam? Lebih kejam sumpah ku atau dirimu Jake. Kalian semua lebih kejam dari pada sumpah ku."

"Kau tidak bisa memperlakukan ku seperti ini. Luca anak ku."

"Dia memang anak mu, tapi kalian tidak tau benih siapa?" Teriak Caroline. "Sekali lagi aku peringatkan. Kalian jangan pernah mengganggu ku. Jujur saja, kebencian di hati ku sudah membeku." Caroline menunjuk pada dadanya. Sesaknya sampai ke tulang-tulangnya.

Seorang anak kecil masuk ke dalam. Dia memakam permen lolipop. "Kalian jangan membentak Mommy ku."

Seketika Jake dan Tommy menoleh ke arah pintu. Begitu pun dengan Caroline. Dia mengepalkan tangannya memaksa untuk tersenyum dengan tenang.

"Luca kenapa kesini sayang?"

"Apa mereka mengganggu Mommy?" Tanya Luca.

Caroline menggelengkan kepalanya di iringi senyuman. "Tidak sayang. Luca keluarlah dulu."

Luca menatap Caroline. Jelas sekali kedua mata Caroline memerah menahan tangis. Luca menatap kedua pria dengan wajah sama itu.

"Kalian jangan mengganggu Mommy? Cukup aku saja yang mengganggunya."

Caroline tersenyum menatap anak kecil di depannya. Luca anak berumur lima tahun, dia genius dan pikirannya seperti orang dewasa. Sering kali dia bertengkar dengannya namun pertengkaran itu mengeratkan kasih sayang.

"Aku tidak suka kalian mengganggu ibu ku." Luca menaikkan sebelah alisnya. "Apa di antara kalian Daddy ku?"

Tommy menatap Jake. Ingin sekali ia mengatakan bahwa ia juga ayah Luca namun ia tidak ingin membuat Luca kebingungan. Ia rela melepaskannya.

Jake menghampiri Luca. Dia berjongkok. "Aku Daddy mu."

Luca menatap wajah Jake sampai tubuh Jake. "Oh baiklah. Mommy tidak menyukai mu. Dia sering mengatakannya pada ku. Katanya kau membuang kami. Dengar ya, jangan membuat Daddy ku bersedih. Aku tidak menyukainya sekali pun kau Daddy ku. Aku akan menganggap mu Daddy ku asalkan kau menuruti semua perkataan Mommy."

Deg

Ucapan Luca bagaikan tamparan pada Jake. Seolah petir menyambar hatinya. Hancur tidak bisa di satukan. Kalau ia menuruti Caroline sama saja ia berpisah dengan Caroline.

"Sayang apa kamu tidak ingin bersama dengan Daddy"

"Aku akan bersama mu asalkan jangan membuat Mommy menangis. Turuti semua permintaan Mommy baru aku mau mengakui mu sebagai Daddy ku."

Jake menatap Caroline seolah berharap Caroline tidak menyetujui permintaan Luca. Namun Caroline malah memalingkan wajahnya. Begitu acuh enggan untuk menolak permintaan Luca.

"Keputusan ada di tangan mu. Ayo Mommy. Jangan sedih, Luca bawa Mommy jalan-jalan." Ia tidak mau ibunya sedih hanya karena ayahnya itu. Buat apa mempertahankan ayah yang sudah membuangnya dan ibunya. Tidak perlu lagi membuat alasan untuk bersama dengannya.

Sekarang ia dan ibunya sudah bahagia tanpa kehadiran sosok ayah.

1
Dedi Dahlia
makanya,waktu masih ada tak di hargai,setelah kehilangan baru menyesal,tua lah karmanya,lanjut....
Susi Nugroho
Di tunggu lanjutannya
Wahyuningsih
kacuan deh kmu jake 😄😄😄 d tnggu upnya thor yg buanyk n hrs tiap hri sehat sellu n jga keshtn tetp 💪💪💪💪 dlm upnya thor
Wahyuningsih
mkan tuh penyesaln emang enak
𓆩❤𓆪✿✧༺°◐ZN²◑°༻✧❀ଘ😇ଓ
namanya yang bener Melani apa dista sih
aku
tor, emg gpp msh umur segitu udh WOWW BANGET?? 🙏
Author Sayonk: Anggap saja ini genius kak🙏
total 1 replies
Murni Dewita
👣
Dedi Dahlia
serunya lanjut thorr semangat 🙂🙂🙏🙏
Bunda
thor ..dah seminggu ga up loh
Mamah Kaila
cerita g jelas yg cewek lemah menye" kayak tau, katanya mau pergi tp tetep tggl goblok
mbuh
mantap car
mbuh
nambah lagi lelaki bego🤣
Sarinah Quinn
semoga masih lanjut cerita nya 🙏
𓆩❤𓆪✿✧༺°◐ZN²◑°༻✧❀ଘ😇ଓ
apa surat cerainya belum resmi.. kok masih sama si kembar terus.. kenapa g pergi saja /Smug/
Retno Palupi
kenapa jd si kembar merebut kan Carolin? selama ini mereka kemana aja?
Retno Palupi
maksudnya apa Jake? takut g dpt warisan ya
Retno Palupi
lhoo kok malah kecelakaan, ketahuan boong dong🤭
Wahyuningsih
kapok emang enak menyebalkn
mbuh
yuhuuuu mantap caroline
mbuh
lanjott kurang panjang
Author Sayonk: sbr ya kak, besok lgi🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!