NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Paksa Sang Dewa Kegelapan

Reinkarnasi Paksa Sang Dewa Kegelapan

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Kultivasi Modern
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Upaya bunuh diri Onad Nevalion berakhir dengan kegagalan. Alih-alih menemukan kematian, ia justru dibangkitkan oleh Dewa Kegelapan dan dikirim ke Solmara, sebuah dunia asing yang hancur oleh konflik antar entitas ilahi.

Onad terpilih sebagai wakil sang dewa untuk menghadapi Dewa Iblis di dunia Solmara. Dewa Kegelapan tidak dapat turun langsung karena campur tangannya akan melanggar hukum keseimbangan antar dunia.

Satu-satunya hal yang diinginkan Onad hanyalah menghilang dari kesialan hidupnya di dunia. Namun, mengapa kesialan itu justru mengejarnya hingga ke dunia lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Waktunya Berburu, Rambo!

Hening. Beberapa saat berlalu tanpa suara.

Kini Noah akhirnya mengerti kenapa Rambo tidak mengakuinya sebagai tuan. Dibandingkan Rambo, dirinya tidak lebih dari seekor semut.

Selisih level mereka memang hanya dua puluh. Namun perbedaan statistiknya seperti langit dan bumi. Tidak ada yang perlu dibandingkan.

Di setiap aspek, Rambo setidaknya tiga puluh sampai empat puluh kali lebih unggul darinya. Bahkan jika level mereka sama pun, Noah tetap tidak akan mampu menutup setengah jarak kekuatan di antara mereka.

Makhluk ini benar-benar berada di tingkat yang berbeda, jauh melampaui peringkat Legendary. Noah mulai khawatir ia tidak akan bisa mengendalikan Rambo sesuai keinginannya.

Karena yang kuat hanya mengakui yang kuat. Yang lemah bahkan tidak layak dilirik. Itulah sebabnya Rambo sama sekali tidak mengakuinya.

Ular raksasa itu cukup mengibaskan ekornya sekali saja, dan tubuh Noah akan hancur jadi lumatan daging. Begitulah kenyataan mereka saat ini.

Bagaimanapun juga, semut tidak bisa mengendalikan naga dewasa. Bayi yang baru lahir tidak bisa mengendalikan raja hanya karena memegang tali kekang. Jika bukan karena batasan dari kemampuan Sintesis, Rambo bisa membunuhnya hanya dengan satu hembusan napas. Karena itu, Noah harus mencari pendekatan lain.

Ia menonaktifkan aura Dominasi Perang, berhenti mencoba memaksa Rambo tunduk. Sebaliknya, ia memandang makhluk itu sebagai setara. Meski ada jurang kekuatan di antara mereka, Rambo tetap terikat padanya. Dan Noah membutuhkan Rambo untuk menjadi lebih kuat dan menumbangkan musuh yang lebih tangguh. Hubungan mereka adalah saling bergantung.

"Lo ngerti maksud gue, kan?" tanya Noah pada Rambo.

Mendengar itu, Rambo hanya mengubah cara ia memandang Noah. Dari permusuhan menjadi sikap yang lebih memahami.

"Dengerin. Gue tahu gue jauh lebih lemah dari lo dan mungkin nggak bakal nandingin kekuatan lo dalam waktu dekat. Tapi lo juga terikat sama gue, suka atau nggak. Lo harus ikut ke mana pun gue pergi, dan gue butuh bantuan lo buat bunuh musuh yang lebih kuat dari gue. Jadi gue punya tawaran buat kita berdua."

Noah menatap lurus ke mata Basilisk level Mythical itu tanpa sedikit pun rasa takut.

Rambo sedikit memiringkan kepalanya, Seakan menyuruhnya melanjutkan.

"Gini. Gue bisa jadi lebih kuat dengan menyerap kemampuan orang lain dan makan monster core mereka. Lo juga perlu makan tubuh dan core mereka buat ningkatin kekuatan lo. Jadi gimana kalau kita kerja bareng sebagai partner setara, bukan hubungan tuan dan pelayan?"

Itu satu-satunya pilihan yang masuk akal.

Rambo kembali mendesis, kali ini dengan tatapan tidak setuju. Ia ingin sekali membunuh manusia di depannya, tetapi ada sesuatu yang menahannya untuk bertindak.

Ia adalah makhluk dengan kecerdasan tinggi. Ia mengerti tak ada pilihan lain. Ia harus bekerja sama dengan manusia ini.

"Bagus," kata Noah, memahami persetujuan itu melalui koneksi di antara mereka.

"Sistem, gue mau nanya. Kenapa dua Subordinate gue warnanya hitam? Bahkan sisik Somir yang gue pakai juga hitam."

...────୨ৎ────...

...Inang adalah perwakilan terpilih dari Dewa Kegelapan. Inang memiliki afinitas sangat tinggi terhadap elemen kegelapan di Solmara, baik itu Sihir Gelap maupun kemampuan fisik yang memiliki afinitas terhadap elemen tertentu....

...────୨ৎ────...

"Gitu ya. Terus kemampuan Peleburan Bayangan itu apa? Sierra sama Rambo dua-duanya punya."

...────୨ৎ────...

...Itu adalah kemampuan eksklusif untuk semua Subordinate yang diciptakan Inang. Kemampuan ini memungkinkan mereka menyatu dengan bayangan Inang dan selalu berada bersamanya ke mana pun Inang pergi....

...Inang dapat menggunakannya untuk membawa Subordinate ke mana pun tanpa batasan waktu, ruang, maupun ukuran tubuh Subordinate....

...────୨ৎ────...

"Keren. Ini membantu banget. Gue kira gue harus terus nyembunyiin mereka jauh dari pandangan orang. Sekarang gue bisa bawa mereka ke mana aja. Dan gue juga nggak bakal sendirian lagi."

Noah terkekeh pelan. Ia kembali menatap Rambo.

"Mau pergi berburu dan jadi lebih kuat?"

Rambo tetap bersikap dingin.

"Hadeh. Kayak lagi nanya cewek, mau makan di mana. Gue pengen sekutu, bukan bocah yang gampang ngambek."

Noah menggeleng pasrah.

"Sini. Sembunyi di bayangan gue. Tubuh lo tuh kegedean. Mangsa bisa kabur duluan. Nanti malah susah berburu."

Tubuh sebesar itu memang mudah terdeteksi dan menimbulkan keributan.

Anehnya, Rambo tidak ragu. Dalam sekejap, ia berubah menjadi bayangan hitam dan menyatu dengan bayangan Noah. Tubuh raksasanya lenyap tanpa jejak.

Dengan kejernihan pikiran yang baru ia peroleh, Noah tidak lagi terkejut oleh hal-hal seperti itu. Ia memanggil Sierra, lalu duduk di punggungnya dan bergerak menuju wilayah-wilayah yang sebelumnya mereka hindari.

Selama dua hari berikutnya, yang terjadi adalah pembantaian besar-besaran dan perubahan drastis pada ekosistem serta rantai makanan di hutan itu.

Noah dan Sierra melihat sendiri betapa buasnya Rambo saat memasuki mode tempur. Jangankan melawan balik, banyak monster kuat seperti harimau dan singa hibrida, juga spesies aneh yang belum pernah dibayangkan Noah sebelumnya, tumbang satu per satu di hadapan makhluk Mythical itu. Beberapa bahkan meleleh di tempat sebelum sempat kabur atau menyerang Rambo.

Noah sampai hampir menangis menahan kesal karena kadang Rambo tidak memberinya kesempatan menyerap kemampuan, bahkan Rambo juga ikut melelehkan core monster itu. Ia harus terus-menerus mengingatkan Rambo supaya menyisakan tubuhnya terlebih dahulu.

Tatapan Hipnosis milik Rambo bahkan lebih mengerikan daripada Asam Korosi. Begitu mangsa terlalu lama melakukan kontak mata dengannya, monster itu berhenti melawan dan malah mendekat seperti mereka teman lama. Beberapa bahkan mati dengan ekspresi bahagia di wajahnya.

Berkat Rambo, mereka mampu membunuh monster hingga Level 65.

Soal kekuatan fisik bukan masalah bagi Rambo karena ia memang berada di tingkat yang berbeda. Statistiknya jauh lebih tinggi untuk levelnya, berkat garis keturunan dan peringkat spesiesnya. Dengan Noah dan Sierra mengalihkan perhatian atau memancing serangan musuh, lalu melepaskan Rambo dari bayangan Noah di saat-saat krusial, mereka bisa membuat mangsa lengah dan mengakhiri pertarungan hanya dalam satu serangan.

Monster Core tentu saja menjadi milik Noah karena ia yang paling membutuhkannya. Sesekali ia membiarkan Sierra ikut memakannya, sebab saat ini Serigala Purba itu adalah yang terlemah di antara mereka bertiga.

Rambo hanya memakan tubuhnya dan menyisakan yang kecil untuk Sierra. Ia merasa tidak pantas memakan Monster Core lemah yang nyaris tidak membantu peningkatan kekuatannya.

Jika bukan karena monster core Somir sebelumnya, Noah pasti masih jauh lebih lemah. Namun dua hari terakhir benar-benar menguntungkannya. Semakin kuat musuh, semakin besar manfaat core yang ia dapatkan.

Dalam dua hari saja, Noah naik dari Level 30 ke Level 35. Sierra melonjak dari Level 15 ke Level 25 karena memakan core sekaligus sisa tubuh monster.

Sementara Rambo hanya naik dua level karena ia membutuhkan musuh dan core yang jauh lebih kuat untuk berkembang. Dan semua kandidat yang ada sudah mereka habisi. Tidak ada lagi yang tersisa di hutan ini untuk mereka.

Namun pada hari ketiga, mereka mendengar suara pertarungan dari arah barat hutan. Noah dan Sierra mengikuti sumber suara itu, sementara Rambo tetap bersembunyi di dalam bayangan Noah.

Saat akhirnya mereka sampai di lokasi, Noah hampir menitikkan air mata bahagia.

"Akhirnya. Ada manusia juga."

1
azizan zizan
sudah lah buang aja lah dari rak baca.... cerita tah apa2 tah ini...
azizan zizan
Thor kau bercerita apa kau menjelas...??????🤔🤔
DityaR: Oh, maksudnya Pacing cepat,
aku sengaja ga pakai itu. Feel-nya kurang dapet, lagian itu monolog dari persepsi Noah kok, biar konflik batin dia dapet. kan dia udah ga pingin hidup itu, sekalian jelasin latar belakang dia sama motif dia. itu di bab awal broo, kalau aku kasih sat set, gak dapat latar belakangnya si Noah itu karakternya gimana, soalnya ga cukup kalau cuma di tulis 1 paragraf buat jelasin Noah itu kek gimana, jadinya kek formulir pendaftaran ekskul wkwkwk.
jadi aku sampirin di monolog, di narasinya.

Iya paham novel online pembacanya suka yang sat set alias Pacing cepat kan?

Coba kita buat vibe yang beda ....

Jadi kalau lagi buru-buru, gpp skip aja.
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!