Dituduh Cinta karena kesalahan. Rama membuktikan kalau cintanya bukan kesalahan, murni rasa dari mata turun ke hati. Usaha mendapatkan cintanya seolah didukung oleh jagat raya meski berawal dari kesalahpahaman.
“Nggak masalah nikah karena digrebek, yang penting sah.”
“Siapa kamu, berani mencintai seorang Bimantara.”
“Di dunia ini, Rama jodohnya Gita.”
Kisah cinta Rama Purwangga dan Gita Putri Bimantara, jadilah saksi seberapa darurat cinta mereka.
Spin off Bosku Perawan Tua dan Diam-diam Cinta
=== Mohon dengan sangat agar tidak baca dengan melompat bab dan ikuti sampai akhir ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25. Tanggung Jawab (2)
Bab 24
“Halo, bang, bisa tolongin gue,” ujar Rama saat Beni menjawab di ujung sana. Menjelaskan singkat apa yang terjadi, tidak ada nyali untuk menghubungi Ibunya secara langsung. “Segera bawa ke sini ya bang, gue tunggu.”
Rama duduk di lantai undakan tangga beranda samping tepat di depan paviliun rumah itu. Mengusap kembali wajahnya, ia tidak masalah harus bertanggung jawab atas kesalahannya, tapi tidak tega sampai menyakiti hati wanita yang sudah melahirkannya.
Berurusan dengan keluarga Gita tidak bisa sembarangan, jatuhnya ia malah dituduh bersalah bahkan ada ancaman akan dipolisikan. Butuh bantuan pihak lain. Rama kembali menghubungi seseorang.
“Dok, lagi dimana?”
“Di apartemen, kenapa?”
“Lisa aman?” tanya Rama lagi.
“Aman. Mau ngomong sama dia?”
“Nggak, gue butuh sama lo.” Rama menjelaskan pelan masalah yang dihadapi.
...Tim Pencari Kitab Suci🤸...
Rama P. : All, gue kena masalah. Do’a in semua baik-baik aja ya
Yuli Imut : Pagi-pagi udah galau. Juragan kenapa sih?
S4pri : Kangen sama neng Gita ya, mas
Rama P. : 🥹
Lisa Kanaya : Sabar ya Ram, aku nggak bisa ikut nggak bolehin. Peluk jauh, aku yakin kamu nggak bersalah
Yuli Imut : Ada apa sih?
S4pri : Mas Rama, ada apa ini?
Beni Ganteng : Udah otw sama ibu suri nih
Asoka Harsa : Saya juga otw sama bang Darma
Gerak-gerik Rama diawasi oleh Gilang. Sedangkan Mada dan Rindu menemani Gita yang tantrum karena dilarang menemui Rama. Arya dan Sarah berada di ruang kerja, bicara serius menyelesaikan masalah ini.
“Aku sudah hubungi Edric dan Kak Ares. Gita sudah salah jalan, tidak bisa dibiarkan. Apapun keputusanku itu yang terbaik untuknya.”
“Kita juga salah. Kalau saja kita tidak terlalu mengekang dia, mana mungkin dia penasaran kayak gini," tutur Sarah dengan nada lirih dan kecewa. Tidak menduga kalau putrinya yang manja bisa seberani itu.
“Hei, jangan begitu. Anggap saja ini cobaan kita sebagai orangtua. Gita salah arah, kita bimbing dia. KAlau dibiarkan setelah ini ia akan semakin bertingkah. Jadi apapun keputusanku nanti, tolong dukung aku.”
Kediaman Bimantara memang luas. Semua anak Arya sudah tiba termasuk Moza dan Dewa. Ares dan Edric yang baru tiba tanpa keluarga mereka. Sepagi ini sudah dibuat heboh oleh Arya. Mobil-mobil terparkir di sana.
“Masalah apa sih? Ada hal urgent apa weekend begini gue disuruh datang. Seneng amat bikin heboh,” seru Edric dan Sarah langsung memeluknya sambil terisak. Pandangan Edric tertuju pada Arya seolah bertanya ada masalah apa, hanya dijawab dengan hela nafas.
Asisten rumah tangga sudah mengkondisikan ruang tamu dengan beberapa botol air mineral serta toples cemilan. Ares yang dituakan sudah menempati sofa. Sarah masih terisak di pelukan Edric.
“Pah, mereka datang,” ujar Mada lalu mengajak Sarah untuk duduk. Sedangkan Arya dan Edric menunggu di beranda. Dua mobil mewah memasuki kediaman itu membuat Arya terheran begitu pun Edric.
“Lo ada urusan sama siapa?” tanya Edric lirih.
Asoka yang datang bersama Darma. Arya menyambut bagaimana pun tamu adalah raja.
“Asoka Harsa Mandala”
“Darma Mandala.”
“Mandala & partners?” tanya Arya setelah berjabat tangan dengan Darma.
“Betul sekali. Kami putra Pak Aksa Mandala."
Arya mengangguk, meski heran ada hubungan apa Rama dengan keluarga pemilik rumah sakit Sentral Medika.
Berpindah ke ruang tamu, Ares, Arya, Sarah, Edric serta kedua tamu mereka. Gilang ikut bergabung bersama Rama.
Darma menepuk bahu Rama. “Masih ada keluargamu yang perlu ditunggu?”
“Ada, ibu saya masih dalam perjalanan.”
Akhirnya Beni datang bersama Mira dan Cing Rohman, masih kerabat Rama dari ayahnya. Rama menunduk saat ibunya tiba disambut oleh keluarga Bimantara pun saat wanita itu duduk di sampingnya.
“Kamu buat masalah?” tanya Ibu dijawab Rama dengan gelengan.
Gilang menengahi dan menjelaskan kenapa mereka dikumpulkan bahkan sepagi ini. Menjelaskan runtut kejadian antara Gita dan Rama.
“Ya Tuhan, Rama. Tanah kubur bapakmu belum kering, kamu malah berulah. Ibu bilang jaga nama baik bapakmu.” Rama langsung bersimpuh di depan ibunya, meraih kedua tangan itu dan menggenggamnya.
“Bu, sumpah aku nggak macam-macam. Nggak ada niat merusak anak gadis orang, aku sayang Gita bu. Aku siap tanggung jawab apapun kalau memang bersalah. Tapi demi Tuhan, Gita tidak aku sentuh.”
Mira sudah meneteskan air mata, ia percaya pada putranya, tapi bingung dengan situasi itu. Ada keributan dari dalam, Gita berontak dan berteriak. Moza dan Mada berusaha menenangkan.
“Aku yang salah, Bang Rama Cuma nolongin aku. Papa!” teriak Gita. Arya pun menarik nafas.
Darma akhirnya bersuara sebagai orang yang mengerti masalah hukum. Penjelasan Rama dan bukti yang ada tidak bisa memberatkan. Mengusulkan agar menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan.
“Demi kebaikan bersama, menjaga nama baik putri saya juga Rama. Saya menuntut tanggung jawab,” seru Arya.
Rama dan Mira duduk bersisian untuk saling menguatkan bahkan berada dalam rangkulan Rama.
“Tanggung jawab apa yang pak Arya usulkan?” tanya Asoka.
“Bagaimana pun cara mereka salah. Putri saya salah, Rama pun salah seharusnya melibatkan orang lain sesama perempuan untuk membantu Gita. Mereka saling mencintai, saya ingin mereka menikah … sekarang!”
“Mas.”
Arya mengusap punggung tangan Sarah dan mengangguk yakin dengan keputusannya.
“Bagaimana Rama, kamu siap?” tanya Darma
Perhatian terpusat padanya, Rama menoleh menatap wajah Mira. “Maaf bu, jalannya harus begini. Tolong restui, Rama ya.”
MIra mengangguk, wajahnya terasa panas berusaha menahan agar tidak menangis.
“Nikahi dia, ibu ikhlas. Jadilah pria yang bertanggung jawab.”
Sama halnya dengan Sarah yang ikut menitikkan air mata. Tidak pernah menduga kalau putrinya akan berakhir dengan pernikahan yang mendadak begini. Asoka menepuk bahu Rama.
...Tim Pencari Kitab Suci🤸...
Beni Ganteng : Terkabul sudah harapan si Rama. Siap-siap ijab sah
Yuli Imut : Ini konsepnya gimana, nggak ngerti gue
S4pri : Ijazah? Ijab qabul kali. Emang ijab Qabul pake ijazah?
Yuli Imut : Mas Sapri mending diem, gue makin bingung
Lisa Kanaya : Mereka nikah? Sayang @Asoka Harsa, aku penasaran nih. Rama nikah sama Gita ?
nah itu gita plek keteplek duplikat🤭
cicak aja kalah bang
Gak taunya Gita udah jadi istri Rama
Semoga Rama ataupun Gita bisa terhindar dari niat jahat Arlan
dah tau pake nanya 🤭
orang tua kalian juga kalau tau kelakuan kalian begitu pasti kecewa 😔
denger arlan orang baik mah pasangannya sama orang baik, nah situ maniak cewe dapetnya juga tar yang sama kaya kamu 😏