NovelToon NovelToon
Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda Lumpuh

Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda Lumpuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / CEO / Orang Disabilitas
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sagitarius28

"Besok kamu harus menikah dengan putra dari keluarga He! Pokoknya Papa tidak mau tahu, setuju atau tidak kamu tetap harus menikah dengannya." Zhu Guan

"Tidak! Lian tidak mau Pa. Sampai kapanpun Lian tidak mau menikah dengan lelaki lumpuh itu. Lebih baik Yiyue saja yang Papa nikahkan dengan lelaki itu, jangan aku Pa!" Zhu Lian

"Kenapa harus aku? Bukankah kakak yang harus menikah, tapi kenapa semua orang menumbalkanku untuk menggantikannya?" Zhu Yiyue

Seorang pengusaha yang sedang terlilit hutang, tak ada opsi lain selain menuruti keinginan keluarga He yang merupakan keluarga konglomerat. Dengan teganya dia menumbalkan salah satu putrinya sebagai penebus hutangnya. Tanpa memikirkan perasaan putrinya, dia justru mendorong putrinya ke sebuah jurang keputusasaan.

Mampukah Yiyue menerima takdirnya sebagai alat penebus hutang? Menikah dengan seorang lelaki yang tak dia kenal, terlebih lelaki itu adalah Tuan Muda lumpuh yang terkenal sangat dingin seperti kulkas tujuh pintu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sagitarius28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DMDTML 13

Uap hangat memenuhi kamar mandi berukuran raksasa. Suara pancuran air terdengar lembut, beradu dengan napas berat sang istri yang sedang memapah tubuh besar suaminya menuju bathtub yang sudah diisi air. Aroma sabun mandi lavender yang wangi berusaha menutupi aroma antiseptik yang melekat di kulit suaminya bertahun-tahun.

Jika saja lelaki itu bukan suaminya, sudah pasti dia akan melempar suami kulkasnya itu begitu saja. Sudah tahu beratnya minta ampun, tapi masih sempat-sempatnya lagi si kulkas tujuh pintu itu meremas kuat gunung kembarnya. Benar-benar tak tahu malu, ingin rasanya dia mencekik lelaki itu yang telah berani menyentuh tubuhnya.

"Kondisikan tangan mu Tuan!" seru Yiyue dengan tegas, tak lupa kedua netranya menyorot tajam suaminya. Sungguh Yiyue dibuat kesal dengan tingkah laku suaminya itu. Bagaimana bisa dalam situasi seperti ini masih saja sang suami melakukan hal tersebut. Benar-benar lelaki mesum tak tahu diri, pikir Yiyue.

Sementara Qiaoyan yang biasa selalu menang, mendadak lelaki itu langsung menjadi kikuk melihat tatapan horor istri kecilnya. Namun anehnya, bukan seram justru yang ada Yiyue terlihat menggemaskan dimata Qiaoyan.

"Kenapa? Apa ada yang salah?" tanya Qiaoyan berkerut alis, berpura-pura tidak mengerti dengan ucapan istrinya.

"Ingat, aku ini suamimu. Jangan lupakan itu! Dan aku berhak atas dirimu kapanpun aku mau," lanjut Qiaoyan yang melayangkan protes pada istri kecilnya itu.

Yiyue memutar malas bola matanya, memilih diam tak merespon suaminya. Percuma dia membalas yang ada suami kulkasnya lah yang tetap menang.

Perlahan, Yiyue mulai menyiramkan air hangat ke bahu suaminya, menghapus sisa-sisa kaku di sendi-sendi yang tak lagi mampu bergerak sendiri. Tidak ada keluh, hanya ada tatapan teduh dan gerakan tangan yang telaten, merawat lelaki yang kini telah menjadi suaminya layaknya bayi, dengan kesabaran yang seakan tak pernah habis.

Sesekali Yiyue menelan kasar salivanya saat melihat roti sobek milik suami kulkasnya itu. Dia tak menyangka jika suaminya itu masih memiliki tubuh yang begitu indah untuk dilihat. Sebuah pemandangan yang begitu memanjakan mata bagi kaum hawa, tentu saja sangat sayang untuk dilewatkan.

"Gosok yang benar, bagian bawah belum." Suara Qiaoyan mengejutkan Yiyue yang tersadar dari lamunannya. Lelaki itu menyembunyikan senyumnya yang tertahan agar tidak pecah di hadapan sang istri.

Mata Yiyue membulat sempurna mendengar ucapan suaminya barusan. Bagian bawah? Tentu saja otaknya itu langsung terkontaminasi dengan hal-hal buruk berputar di kepalanya.

"Iih apaan sih, dasar mesum!" Sekuat tenaga Yiyue memukul roti sobek milik suaminya, kemudian beranjak dari tempatnya. Namun, baru dua langkah seketika langkahnya terhenti mendengar ringisan dari suami kulkasnya.

"Arrggghhhh ...." Qiaoyan meringis sambil memegang perutnya, berharap sang istri khawatir dan kembali memandikannya. Pasalnya saat ini dia belum selesai mandi tapi sang istri buru-buru pergi.

Tentu saja Qiaoyan tak menyukai itu hingga membuatnya pura-pura perutnya sakit karena ulah sang istri.

"Tuan, kau kenapa?" tanya Yiyue khawatir kembali mendekati suaminya. Reflek jemari Yiyue menyentuh tangan besar Qiaoyan yang menimbulkan aliran listrik bagi keduanya.

Saat Yiyue tersadar bahwa tangannya menyentuh tangan besar suami kulkasnya, buru-buru dia menarik tangannya. Tapi, tidak bodoh Qiaoyan yang kembali menampilkan drama sebaik mungkin.

"Sakit ...." Lirihnya dengan menampilkan wajah penuh kesakitan.

"Bagaimana? Apa masih sakit?" Terpaksa Yiyue mengelus lembut roti sobek suami kulkasnya itu. Yiyue tak ingin jika sesuatu buruk terjadi padanya, terlebih hal itu karena ulahnya.

Qiaoyan memejamkan mata menikmati setiap sentuhan lembut tangan istri kecilnya. Sesekali dia membuka matanya melihat sang istri yang begitu mengkhawatirkannya. Tentu saja hal itu tanpa sepengetahuan Yiyue yang menganggap jika suaminya itu benar-benar kesakitan karena ulahnya.

Sementara Yiyue dengan susah payah kembali menelan kasar salivanya. Bibir dan hati tidak sinkron, dimana bibir yang terus menolak untuk tidak melihat pemandangan yang akan menodai matanya. Tapi hatinya seolah menginginkan hal itu.

"Aku tahu jika aku ini seksi. Tidak perlu kau curi pandang seperti itu. Jika kau mau, lakukan saja bahkan kau berhak melakukan lebih dari ini," goda Qiaoyan yang masih memejamkan matanya sambil tersenyum. Seketika wajah Yiyue bersemu merah seperti tomat matang karena malu.

"Iih dasar ngeselin!" ucap Yiyue yang semakin merona.

Qiaoyan terkekeh geli melihat tingkah sang istri yang begitu menggemaskan. Andai saja Qiaoyan tidak berpikir, sudah pasti dia akan menerkam istrinya saat ini juga agar menjadi milik Qiaoyan seutuhnya. Namun, entah kenapa hati kecilnya merasa tidak tega jika harus bersetubuh dengan istri kecilnya itu. Mengingat sang istri yang masih begitu polos dan tidak tahu menahu perihal masalah ranjang.

Setelah mengucapkan itu, buru-buru Yiyue beranjak hendak pergi meninggalkan lelaki itu di dalam bathup. Namun, tiba-tiba ....

BYUR!

Tanpa peringatan, tangan kokoh Qiaoyan melingkar di pinggang istri kecilnya, menarik Yiyue limbung masuk ke dalam bathup yang sudah terisi air hangat. Yiyue terpekik pelan, napas tertahan saat tubuh mereka basah kuyup. Detik berikutnya, Yiyue sudah terduduk di pangkuan suami kulkasnya. Air yang meluap di bibir bathup terasa kontras dengan dadanya yang bidang dan panas di punggung. Aroma sabun mandi bercampur wangi tubuh suaminya memenuhi indra penciuman Yiyue membuat dunia luar seolah lenyap.

"T- tuan ... apa yang kau lakukan? Kenapa kau menarikku? Lihat, tubuhku jadi basah bukan?" pekik Yiyue reflek membentak Qiaoyan karena terkejut melihat dirinya yang terjatuh ke dalam bathup. Sumpah demi apapun Yiyue terkejut bukan kepalang.

"Ya sudah, ayo kita mandi bersama," sahut Qiaoyan santai.

Lelaki itu tak peduli dengan bentakan istri kecilnya, yang ada dia malah senang bisa mengerjai sang istri berakhir mereka mandi bersama, pikir Qiaoyan.

"Tuan!" Yiyue kembali berteriak sambil mendelikkan mata pada suami kulkasnya itu.

"Kenapa, hm?" tanya Qiaoyan mengelus lembut wajah sang istri. Dipandanginya wajah cantik, dan imut istrinya ini. Terlihat sekali bahwa sang istri lebih muda dari dirinya.

"Lepas Tuan. Tolong jangan seperti ini," jawab Yiyue yang berusaha meronta agar lepas dari tangan besar suami kulkasnya itu yang sedang memeluk erat pinggangnya. Saat ini posisi mereka terlihat begitu intim, dimana Yiyue yang sedang duduk di pangkuan suaminya.

"Lalu seperti apa yang kau inginkan, hm?" tanya Qiaoyan lagi menatap istri kecilnya dengan tatapan menggoda. Tak lupa tangan besarnya telah bergerilya di atas dua gunung kembar milik istrinya. Tentu saja hal itu membuat Yiyue panas dingin merasakan sesuatu yang menjalar di tubuhnya.

"T- tangan mu Tuan, tolong kondisikan."

"Kenapa, hm? Aku ini suamimu kan?" Qiaoyan setengah berbisik dengan suara mend*s*h yang menggoda.

"Ahhh, Tuan ...."

.

.

.

🥕Bersambung🥕

1
Kaizy celine
Lanjutttt😍😍
Kaizy celine
Nah gtu dongg 😍👍👍👍 panggilan sayang lebih enak didengar
Kaizy celine
😍😍😍😍😍😍
Kaizy celine
Ohhhh co cweett🥺🥺 tpi miris banget ya smoga happy ending
Yul Kin
ayo dong ungkapkan perasaan mu, ganti atuh panggilannya jgn tuan... 💪😄
Yul Kin
aku sampe nangis, terharu banget
Rara Kayla
jadi ikutan mewek🥺😢😭
Kaizy celine
Hem rasanya pengen pilih dokter aja, tapi lihat qioyan kasihan🥺
Kaizy celine
Naahhh ternyata dia cinta duluan tapi gengsi😍👍
Kaizy celine
Waduh siapaaa tuhhhh😍😍😍
Rara Kayla
nah loooh... kan...
Rara Kayla
waaaah.... ini nih bakal tantrum tuh si bayi gede😁
Rara Kayla
suamimu ngambek, awas tantrum loh🤣
Rara Kayla
yaela, pelit amat kau Bos! 🤣
Kaizy celine
Naah gtu dong🤣😍👍👍
Kaizy celine
Lanjutt thorrr tanggung thorr
Rara Kayla
fix bukan anaknya nih...
Rara Kayla
yuuuk gas lagi Thor babnya, semangat.. semangaat Thor😁
Rara Kayla
Bapak yg aneh bin kucluk, itu si Qiaoyan anak apa bukan sih? tega amat ma anak sendiri
Rara Kayla
Si mulut pedas😁, makan tuh, sakit hati kan lu. hahahahahaha...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!