Julius Randle Seorang Laki-laki yang Memiliki aura yang mampu membekukan ruangan, namun seketika mencair hanya oleh senyum satu wanita.
Jane Mommartre, Seorang Gadis Yang menganggap dirinya Hanya Figuran Dan Hanya Debu yang tidak Terlihat Dimata Julius Randle, Dengan segala kekaguman dari jarak Tiga Meter, Dia Sudah menyukai Julius Randle Sejak Lama.
Dibalik Layar seorang Mr A dan Ms J sebagai pelengkap, yang ternyata Mr A adalan Julius Yang Tak tersentuh, Dan Ms J adalah Jane Si gadis Tekstil.
Cinta mereka tumbuh di antara jalinan Kerja sama Tekstil. Julius yang kaku perlahan mencair oleh Jane si Ms J, menciptakan momen-momen manis yang puncaknya terjadi di malam penuh kenangan.
Kekuatan cinta mereka diuji oleh manipulasi kejam Victoria Randle, Yang merupakan ibu Dari Julius Randle . Fitnah mendorong ibu, pesan singkat palsu, hingga tuduhan perselingkuhan membuat Julius buta oleh amarah. Jane diusir dalam keadaan hancur, membawa rahasia besar di Rahimnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Undangan di Tengah Malam
Satu bulan berlalu seperti musim dingin yang tak berujung bagi Jane. Kabar mengejutkan itu menghantam kampus seperti bom atom: Grace Liberty dikabarkan hamil.
Berita itu menyebar lebih cepat dari api di musim kering. Semua orang membicarakan pernikahan megah abad ini yang akan segera dilangsungkan demi menutupi skandal tersebut.
Di koridor, di perpustakaan, hingga di kantin, nama Julius dan Grace selalu disandingkan sebagai pasangan yang akhirnya terikat secara permanen.
Jane merasa dunianya runtuh. Selama sebulan ini, ia menahan luka sendirian, memandangi kalung kristalnya setiap malam sambil mempertanyakan apakah ciuman di hutan itu hanya sebuah halusinasi kolektif.
Dalam keputusasaan, Jane mengirimkan pesan panjang kepada Mr. A. Ia mencurahkan segalanya, tentang betapa perihnya diabaikan, tentang ciuman pertama yang ia anggap sakral tapi kini terasa seperti pengkhianatan, dan tentang kabar kehamilan Grace.
Ms. J: Dia akan menikah, Mr. A. Dia akan menjadi ayah dari anak Grace. Semua yang terjadi di gunung itu... aku bodoh karena mempercayainya. Aku merasa seperti sampah yang dibuang setelah digunakan.
Tak lama, balasan Mr. A muncul. Kali ini nadanya tidak lagi kaku seperti instruktur, melainkan penuh penekanan.
Mr. A: Ms. J, dengarkan aku baik-baik. Jangan pernah percaya pada berita murahan yang dirancang untuk memanipulasi pasar saham dan opini publik. Matahari tidak akan pernah berpaling pada kegelapan hanya karena rumor. Tunggu kabar itu keluar dari mulut Julius-mu sendiri. Jangan menyerah sekarang.
Jane menatap layar ponselnya dengan bingung. Julius-ku sendiri? Bagaimana bisa ia mendengar penjelasan Julius jika pria itu bahkan tidak sudi menatapnya di kelas?
Malam itu, saat Jane duduk termenung di apartemennya yang sepi, sebuah notifikasi muncul di layar ponselnya. Jantungnya hampir melompat keluar.
[1 New Message: Julius Randle]
Julius: Aku perlu bicara. Banyak hal yang harus kau ketahui. Datanglah ke apartemen Clark malam ini. Jangan gunakan taksi, Lucia akan menjemputmu sepuluh menit lagi.
Jane gemetar. Setelah satu bulan penuh kesunyian, pesan ini terasa seperti napas buatan. Ia segera menyambar jaketnya dan turun ke lobi. Benar saja, mobil Lucia sudah terparkir di sana.
Suasana di apartemen mewah milik Clark terasa sangat tegang. Lucia tidak banyak bicara sepanjang jalan, wajahnya menunjukkan kekhawatiran yang mendalam. Saat pintu apartemen terbuka, Jane melihat Clark duduk di sofa dengan laptop di pangkuannya, sementara Julius berdiri di dekat jendela besar, menatap lampu-lampu kota dengan punggung yang tegang.
Begitu Jane masuk, Julius berbalik. Wajahnya tampak jauh lebih kurus dan lelah daripada biasanya.
"Jane," suaranya serak, memanggil nama gadis itu dengan nada yang sama seperti saat mereka berada di bawah bintang-mintang di hutan.
"Apa ini benar, Julius?" suara Jane bergetar, air mata mulai menggenang. "Kabar tentang Grace... pernikahan itu..."
Julius berjalan mendekat, mengabaikan kehadiran Lucia dan Clark. Ia memegang kedua bahu Jane, menatap langsung ke dalam matanya.
"Grace tidak hamil anakku, Jane. Dia bahkan tidak hamil," ucap Julius tegas. "Itu adalah skenario yang dibuat oleh keluarganya dan keluargaku untuk memaksaku menandatangani dokumen merger malam ini. Mereka pikir mereka bisa menjebakku dengan rumor ini."
"Tapi kenapa kau diam saja selama sebulan ini?" tangis Jane pecah.
Julius menarik Jane ke dalam pelukannya, mendekapnya dengan sangat erat seolah takut Jane akan menghilang. "Karena aku harus memastikan kau aman. Ayahku mengawasi setiap gerak-gerikmu. Aku harus menjadi orang asing agar mereka tidak menyentuhmu. Clark dan Lucia membantuku menyusun rencana untuk mengakhiri kegilaan ini."
Julius melepaskan pelukannya sebentar, lalu menyentuh bibir Jane dengan ibu jarinya. "Ciuman di gunung itu... itu bukan mimpi. Dan aku tidak akan membiarkan naskah mereka menghancurkan kita."
🌷🌷🌷🌷
Happy Reading Dear 😍😍😍