Sebuah kisah cinta yang berakhir sia-sia, dimana ketulusan cinta Reina yang awalnya begitu penuh kebahagiaan bersama dengan Kevin yang diawali dari kisah LDR hingga pada tahun ketiga, tiba-tiba Kevin lost contact yang membuat Reina begitu kecewa dan sakit hati sehingga tak lagi bisa membuka hati untuk siapapun. Cinta Reina serasa habis dikisah cinta yang dia anggap akan berakhir bahagia. Apakah Reina bisa melupakan Kevin? Apakah Reina bisa membuka hati lagi? atau cintanya benar-benar habis dikisah 3 tahun yang sia-sia itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wahana Bermain
"Gaesss,,,ada Kora-kora tuh, ayo coba main" Ajak Lala antusias.
Dea yang berbalik melihat ke arah Kora-kora itu pun langsung bersemangat.
"Ayo kayaknya seruh deh" Sambil melihat Para pengunjung yang sedang bermain dengan teriakan yang terdengar histeris tapi sangat menyenangkan.
Bara yang berdiri dibelakang Reina dan teman-temannya pun menawarkan kan mereka.
"Ini Tiket Bermain buat kalian, Kalian bebas mau main apa saja malam ini" Ucap Bara dengan muka datarnya.
"Wahhh,,,Abangku memang yang terbaik" Ucap Reina sambil memeluk Abangnya itu.
Bara hanya terdiam dengan kedua tangan dimasukkan ke saku celananya.
Mereka pun berlari ke arah Kora-kora itu. Terlihat dari kejauhan Reina dan ketiga sahabatnya itu pun sangat bahagian meskipun sesekali mereka berteriak histeris karena kora-kora itu.
Tak hanya Kora-kora, mereka pun mencoba wahana bermain lainnya. hampir semua wahana bermain mereka coba. Ada satu wahana bermain yang cukup menegangkan yaitu rumah hantu. Bahkan Bara pun ikut masuk
"Abang aja yang duluan masuk, Abang kan cowok" Ucap Reina mendorong Abangnya itu untuk masuk.
Dari belakang mereka mengekor seperti anak ayam. Dengan jalan yang begitu penuh kehati-hatian karena mereka merasa takut.
"AAAAAA,,,,BANGGGGG" teriak Reina sambil melompat ke punggung Bara karen tiba-tiba saja ada Hantu suster ngesot yang menarik Kakinya dan membuat Reina terkejut.
Bara yang berjalan di didepan mereka pun terkejut dan refleks memegang tangan adiknya yang sudah mengganggu di punggungnya itu.
"Reina, turun nggak,,,kamu itu berat" ucap Bara sambil melepas kaitan tangan adiknya itu.
Wiwi, Dea dan Lala pun tertawa melihat kelakuan Reina.
Mereka pun berjalan menelusuri setiap ruangan. Sesekali mereka di kagetkan dengan kemunculan Hantu buatan itu secara tiba-tiba.
Setalah penelusuran mereka dirasa sudah selesai mereka pun keluar dari dalam ruangan yang menegangkan dan menakutkan itu.
"Huuufffdd,,,akhirnya bisa bernafas lega" Ucap Reina sambil mengatur nafasnya. Reina orangnya sangat penakut namun dengan sok keberaniannya ia pun memilih untuk mencoba masuk keruangan tadi. Meskipun hanya merepotkan Abangnya itu.
"Kalian pilih jajanan yang kalian inginkan" ucap Bara sembari memberi beberapa lembaran uang berwarna merah kepada Reina.
"AAAAAA,,,Abang baik banget si hari ini,,,makasih Abang" Reina langsung berlari kearah penjual makanan disusul oleh ke tiga sahabat nya itu, Wiwi, Dea dan Lala.
"Abang kamu baik banget Reina" Ucap Dea merasa tidak enak.
"Iya nih,,, kami jadi nggak enak, selama 1 bulan KKN disini uang kami hanya berkurang sedikit" Ucap Lala dibalas anggukan oleh Wiwi.
"Udah nggak apa-apa, santai aja,,Abangku orangnya memang royal kalau soal ginian. meskipun sedikit galak sih" Pekik Reina.
Mereka pun memilih makanan sesuai kesukaan mereka. Malam ini sangat menyenangkan. Mulai dari Bermain Kora-kora, Masuk ke rumah hantu dan mencoba wahana-wahan lain sampai pada jajan sepuasnya.
Setelah selesai membeli jajanan, mereka berjalan menuju kearah mobil yang sudah dari tadi Di tunggu sama Bara.
"Udah selesai?" tanya Bara.
"Udah Bang" Balas Reina sambil masuk kedalam mobil diikuti ketiga sahabatnya itu.
Suasana hening pun terasa. Mungkin keempat cewek-cewek itu tenaganya terkuras habis setelah bermain banyak wahana.
"Bang Bara, makasih ya, kami merasa tidak enak" Ucap Dea dengan suara pelan. Wiwi, Dea dan Lala sebenarnya mereka sangat takut ketika berbicara dengan Bara dikarenakan muka Bara yang selalu tampak datar dan menakutkan.
"Sama-sama, kalian nggak perlu sungkan sama saya, kalau butuh apa-apa tinggal bilang ke Reina saja nanti Reina yang bilang ke saya. Dan selama kalian KKN disini kalian sudah menjadi tanggung jawab saya". Jelas Bara dengan posisi fokus menyetir sesekali menatap jalanan.
-
-
-
Malam yang begitu menyenangkan sekaligus melelahkan. Reina, Dea, Wiwi dan Lala lagi-lagi tak pernah merasa kenyang. Mereka mengeluarkan semua jajanan yang sudah mereka beli tadi.
Bara yang tak menghiraukan mereka pun langsung menuju ke kamarnya dan ber istirahat. Bara mengganti pakaiannya dengan piyama tidur berwarna hitam.
Bara merebahkan Tubuhnya diatas kasur empunya itu. Ia kembali memikirkan soal pertunangannya dengan Viona gadis yang ia cintainya sejak lama. Bara meraih ponselnya yang tergeletak di atas kasur. Ia menelpon kekasihnya itu.
"Hallo, Vi,,,"
"Iya Bar, kenapa? Tumben nelpon jam segini. Kamu belum tidur?" tanya Viona.
"Aku baru pulang, tadi abis nganter Reina dan teman-temannya ke pasar malam. Oiya besok aku anter kamu ke rumah sakit ya, sekalian ada yang mau aku bicarain" ucap Bara.
"Mmm iya, makasih ya sayang" Jawab Viona.
Mereka mengakhiri teleponnya. Bara memilih untuk tidur lebih awal karena ingin mengantar kekasihnya itu.
Di ruang tamu Reina dan teman-temannya masih menikmati jajanannya. Sudah 1 bulan mereka menjalani KKN di perusahaan Bara. Semuanya berjalan lancar. Disela-sela kesibukannya dalam melakukan KKN. Mereka pun sedikit demi sedikit menyelesaikan penelitiannya dan melakukan bimbingan online dengan pembimbing masing-masing.
Lala yang di kenal sebagai mahasiswa cerdas diantar mereka pun selalu membimbing teman-temannya. Meskipun kadang juga Lala pelit soal ilmu.
Malam sudah larut, jam menunjukkan pukul 23.00. Mereka pun sudah merasakan lelah dan kantuk yang menghampiri.
Reina pun melangkah menuju kamarnya dan meninggalkan Wiwi, Dea dan Lala yang sedang sibuk membereskan bekas makanan mereka. Meskipun ada Bu Siti tapi mereka tetap memilih untuk membersihkan bekas makanannya sendiri.
Ketiga temannya itu meras tidak enak, karena setiap kebutuhannya di rumah ini selalu terpenuhi. Keluarga Reina memberikan semua keperluan mereka selama disini.
Setelah dirasa bersih, Wiwi, Dea dan Lala pun memilih untuk beristirahat. Besok mereka kembali bekerja lagi seperti hari-hari biasanya.
-
-
-
Sarapan pagi sudah siap di atas meja. Seisi rumah itupun kembali sarapan pagi bersama.
"Reina, nanti kalian Diantar sama pan Dani" Ucap Bara sambil menyelesaikan makanannya dan berdiri mengambil jasnya. Bara pun menghilang dari pandangan mereka.
Sementara itu Pak Dani yang sudah stand by di dalam mobil menunggu Reina dan teman-temannya. Mereka pun berangkat dengan diantara oleh Pak Dani.
Setibanya di kantor mereka segera menuju ke ruang kerja masing-masing dan melanjutkan pekerjaan seperti biasanya.
Dilain tempat Bara yang sudah tiba di depan gerbang rumah Viona. Viona pun berjalan dan masuk kedalam mobil.
"Hari ini aku banyak pasien Bar," Ucap Viona sambil mengenakan sabuk pengaman.
"Aku mau ngomong sesuatu Vi," ucap Bara sambil menyetir
"Iya katakan saja Bara" ucap Viona sambil memperhatikan jalanan di depannya
"Gimana kalau pertunangannya kita di percepat, Aku nggak bisa menunggu lama Vi" Ucap Bara sesekali menatap Kekasihnya itu.
"Mmmm,,,aku ikut mau kamu aja Bar mana yang menurut kamu baik" Jawab Viona tanpa berpikir panjang.
"Aku akan bicara sama orang tua ku besok" ucap Bara dengan wajah serius.
Heppy Reading gaesss🤗