NovelToon NovelToon
Jodoh Sang Letnan

Jodoh Sang Letnan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:34.5k
Nilai: 5
Nama Author: Deyulia

Ikuti saya di:
FB Lina Zascia Amandia
IG deyulia2022

Setelah hatinya lega dan move on dari mantan kekasih yang bahagia dinikahi abang kandungnya sendiri. Letnan Satu Erlaga Patikelana kembali menyimpan rasa pada seorang gadis berhijab sederhana yang ia temui di sebuah pujasera.

Ramah dan cantik, itu kesan pertama yang Erlaga rasakan saat pertama kali bertemu dengan gadis itu. Namun, ketika hatinya mulai menyimpan rasa, tiba-tiba sang mama membawa kabar kalau Erlaga akan dikenalkan pada seorang gadis anak dari leting sang papa. Sayangnya, Erlaga menolak. Dia hanya ingin mendapatkan jodoh hasil pencariannya.

Apakah Erlaga pada akhirnya menerima perjodohan itu, atau malah justru berjodoh dengan gadis yang ia temui di pujasera?

Yuk, kepoin kisahnya di "Jodoh Sang Letnan"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 Hubungan Yang Lebih Jelas

     ​Suasana kamar Syafina terasa begitu hening saat ia menutup pintu rapat-rapat. Ia meletakkan tasnya di atas meja belajar dengan gerakan pelan, seolah takut merusak suasana hatinya yang masih berantakan. Perlahan, tangannya meraih kotak cokelat mungil itu.

     ​Di dalamnya, dua keping logam berbentuk hati itu kini telah menyatu. Tidak ada lagi potongan yang hilang. Erlaga benar-benar memberikan belahannya tadi di pujasera, membiarkan Syafina menjadi penjaga seutuhnya bagi hati yang sempat patah itu.

     Syafina menatap liontin itu dengan mata berkaca-kaca. Ada perasaan cinta yang membuncah, sebuah rasa hangat yang selama setahun ini ia bekukan paksa, kini mulai mencair.

     ​"Ternyata Kak Laga benar-benar menjaganya...." bisik Syafina lirih.

     ​Ia merasa sedikit bersalah. Wajah menyesal Erlaga tadi terus terbayang-bayang di benaknya. Tatapan was-was pria itu saat bertanya tentang liontin, dan suaranya yang parau saat bercerita tentang maut di Sudan, sebenarnya sudah cukup untuk meruntuhkan tembok pertahanan Syafina. Namun, ego dan rasa kecewanya masih menuntut kejelasan.

     Syafina tidak ingin terlihat terlalu mudah luluh. Ia ingin melihat sejauh mana pria tangguh itu bisa bertahan menghadapi dinginnya sikap yang ia tunjukkan.

     ​"Maaf ya, Kak. Aku hanya ingin tahu, apakah kali ini Kakak benar-benar tidak akan pergi lagi. Aku ingin lihat sampai di mana perjuangan Kakak mendapatkan aku," gumamnya sambil mengunci kotak itu dan menyimpannya kembali di tempat yang paling aman.

     ​Di lantai bawah, suasana rumah Dallas mendadak ramai dengan kedatangan Sakala, putra sulung mereka. Sakala datang bersama istrinya, Lavanya, dan anak kedua mereka yang semalam sempat membuat panik karena demam tinggi.

     ​"Alhamdulillah, sudah turun panasnya, Pa. Tadi pagi dibawa ke dokter, katanya cuma radang tenggorokan sedikit," ujar Lavanya sambil menggendong buah hatinya yang kini sudah mulai aktif merangkak di atas karpet bulu.

     ​Dallas menghela napas lega. "Syukurlah. Semalam Om Erkana sampai menanyakan terus. Maklum, dia juga sudah rindu ingin bertemu kalian."

     ​Sakala yang sedang menyeruput kopi hitam buatan Syafana, sang Mama, menatap Dallas dengan penuh selidik. "Jadi gimana semalam, Pa? Perjodohannya lancar? Terus, apakah Fina tidak keberatan dengan rencana itu? Dan...Erlaga itu orangnya gimana menurut Papa?"

     ​Dallas kemudian mulai bercerita panjang lebar. Ia menceritakan bagaimana sosok Erlaga yang kini jauh lebih matang setelah pulang dari Sudan. Dallas tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya terhadap putra sahabatnya itu. Ia juga menceritakan betapa kaku dan canggungnya Syafina dan Erlaga saat dipertemukan semalam.

     ​"Papa lihat, mereka berdua itu seperti dua kutub magnet yang sama-sama kuat. Saling tarik tapi malu-malu. Laga itu prajurit yang disiplin, Papa yakin dia bisa jaga Fina," tutur Dallas mantap.

     ​Sakala terdiam sejenak, ia meletakkan cangkir kopinya dan menyandarkan punggung ke sofa. Sebagai kakak laki-laki tertua yang sangat melindungi adik-adik perempuannya, Sakala punya pandangan yang lebih pragmatis.

     ​"Pa," panggil Sakala dengan nada serius. "Kalau menurut Saka, kalau memang Papa dan Om Erkana sudah sreg, dan Syafina tidak menolak secara terang-terangan, lebih baik jangan biarkan mereka berlama-lama dalam status yang nggak jelas."

     ​Syafana yang baru saja duduk bergabung, mengernyitkan dahi. "Maksud kamu gimana, Ka?"

     ​"Saka cuma memberikan pandangan, kalau mereka itu tidak perlu pakai acara pacar-pacaran gaya anak zaman sekarang, Ma. Apalagi Erlaga itu tentara, dia bisa kapan saja dipanggil tugas lagi kayak kemarin ke Sudan. Kita nggak mau Syafina nangis-nangis lagi kalau ditinggal tanpa kejelasan," saran Sakala tegas.

     Syafana mengangguk-anggukan kepalanya, wanita paruh baya itu sepertinya setuju dengan saran sang putra pertama.

     "Lantas, bagusnya harus gimana, Ka?" ujar Dallas menatap Sakala.

     "Seperti yang Saka bilang tadi, Papa minta Erlaga untuk langsung serius. Kalau memang mau, ya langsung lamaran resmi. Tentukan tanggalnya. Biar statusnya jelas, Syafina ada yang menjaga secara sah, dan Erlaga punya pegangan doa yang kuat dari istrinya kalau dia harus berangkat tugas lagi."

     ​Lavanya menyentuh lengan suaminya, tanda setuju. "Iya Pa, Ma. Kasihan Fina kalau harus digantung lagi perasaannya. Hubungan yang serius itu justru dimulai dari komitmen yang jelas di depan orang tua."

     ​Dallas tertegun mendengar saran putra sulungnya. Ia melirik istrinya yang juga tampak sedang menimbang-nimbang. Apa yang dikatakan Sakala ada benarnya. Hubungan Syafina dan Erlaga jangan dibiarkan tanpa kepastian. Dallas harus segera meminta kepastian dari Erlaga.

     ​"Papa setuju sama kamu, Ka," sahut Dallas akhirnya. "Tapi kita juga harus tanya Fina dulu. Dia baru saja bertemu dengan Laga hari ini. Biarkan dia bernapas dulu."

     ​"Tanya sih tanya saja, Pa. Tapi sebagai laki-laki, Papa harus kasih tantangan ke Erlaga. Kalau dia memang sayang sama Fina, dia nggak akan keberatan untuk langsung mengikat hubungan ini secara resmi," tambah Sakala lagi.

     ​Di balik pilar tangga, Syafina yang tadinya ingin turun untuk mengambil air minum, terhenti. Ia mendengar setiap kata yang diucapkan kakaknya. Jantungnya berdebar kencang. Lamaran resmi? Menikah?

     ​Pikiran Syafina langsung terbang ke wajah Erlaga sore tadi. Pria dengan seragam loreng yang membukakan pintu mobil untuknya, pria yang meminta maaf dengan tulus atas kecemburuannya pada Dalfas, dan pria yang memberikan belahan liontinnya agar kembali utuh.

     ​Syafina meraba dadanya. Ada rasa takut yang menyeruak, namun ada rasa bahagia yang lebih besar yang ia sendiri sulit akui. Ia menyadari bahwa sikap dinginnya tadi hanyalah topeng. Jauh di dalam lubuk hatinya, ia menginginkan apa yang dikatakan Sakala. Ia ingin sebuah kepastian yang tidak akan membuatnya menangis di balik laci terkunci lagi.

     ​Malam itu, Syafina kembali ke kamarnya tanpa jadi mengambil minum. Ia duduk di sajadahnya, menumpahkan segala kegalauan dan harapannya pada Sang Pemilik Hati. Di satu sisi ia ingin menguji perjuangan Erlaga, namun di sisi lain, saran kakaknya untuk segera menuju ke jenjang yang serius terasa seperti jawaban atas doa-doanya selama setahun ini.

     ​Sementara di rumahnya, Erlaga pun sedang tidak bisa tidur. Ia menatap foto Syafina di ponselnya, nomor yang baru saja ia dapatkan dari Dalfas via WhatsApp. Ia sedang menyusun strategi, bukan strategi perang, melainkan strategi untuk meruntuhkan es di hati Syafina. Ia belum tahu, bahwa rintangan berikutnya bukan lagi soal jarak ribuan mil, melainkan restu dan permintaan "serius" dari calon mertuanya yang seorang mantan Komandan.

     "Sepertinya aku harus segera melakukan sesuatu. Aku tidak mau membiarkan Syafina dengan status yang tidak jelas. Dan sepertinya gadis cantik yang dulu ramah murah senyum itu, ingin segera aku halalkan," putusnya penuh keyakinan.

1
Ayudya
lanjut kak
Ikaaa1605
Kiw kiw😅
Nice1808
romantis bnget🤣🤣lanjut thor
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
sabar shafina. erlaga juga kangen kamu
Kasandra Kasandra
lanjut
Nar Sih
sabarr ya fina,tiga hri gk lama kok ,pasti nanti stlh suami mu pulang puas,,in deh lepas rinduu
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪
Patrick Khan
ahhhh apa q aja yg di tinggal suamik kerja luar kota malah seneng gk karuan🤣🤣🤣🤣
Patrick Khan: hahaha.. iya kak
total 4 replies
Nice1808
sabar fina cuma 3 hari ntar laga pulang rindu nya menggebu2😃😃😃
Ayudya
sabar Fina hanya 3 hari ntar kalau Uda pulang peluk yg erat jangan lepaskan🤣🤣🤣🤣🤣
Eva Tigan
persiapkan diri ..jiwa dan raga saja Syafina..ini Pak Kapten pulang pasti rindunya menggebu gebu,harus siap segera digempur entah sampai berapa Ronde..😄
Eva Tigan: yup benar.. kekuatan prajurit pasti ekstra kuat di darat ,laut dan udara ..bahkan di atas ranjang sekalipun 😄
total 2 replies
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
shafina, semangat tunjukkan prestasimu yaa
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
semangat yaw😊
Nar Sih
sabarr fina ,jgn dgr kata ibu,,persit yg lain nya ,💪
Nar Sih
semagatt fina 💪jdi ibu persit 👍
Esther
dimana2 ya kalau yang senior itu selalu sok berkuasa.
Esther
Memakai seragam persit pertama kali....semangat Fina
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪 double up nya
Nice1808
ibu2 persit bisa nyinyir juga ya🤣🤣kirain akan lbh baik drpd ibu2 komplek biang gosip
rizky tria: biasanya sih gt 🤭
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!