NovelToon NovelToon
Cuz I'M Your Home

Cuz I'M Your Home

Status: tamat
Genre:Menjadi Pengusaha / Cintamanis / Menikah dengan Kerabat Mantan / Tamat
Popularitas:661
Nilai: 5
Nama Author: Hyeon Gee

Karena pertumbuhan anak laki-laki terkadang memang sedikit lambat dari anak perempuan. Dan tinggi 182 sentimeter setelah 20 tahun berlalu, sudah lebih dari cukup untuk tidak membuat malu pemilik tinggi 160 sentimeter dengan kecentilannya…

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hyeon Gee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 10

Entah sebuah hadiah, takdir, atau hanya kebetulan…20 Desember 2025

“Hmm…halo?”

“Aku dapat kabar, suaminya meninggal pas lagi istirahat pulang dari kantor.”

Mendengar celoteh dari seberang, kening Garra berkerut. Dia berusaha sadar dari kantuk dan melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 02.15 dini hari.

“Siapa?” tanyanya dengan suara serak.

“Zayn Harris. Suami Echa Phalosa.”

Jantungnya seketika berdebar kencang. Ia yang saat itu berlokasi tiga jam perjalanan untuk menuju rumah Echa pun bergegas membangunkan Min Gyu yang tengah terlelap.

“Mwo? Waaeee…?(Apa? Kenapaaa…?)” tanya Min Gyu setengah berteriak dan menggeliat kesal.

“Echa. Nan Echa mannaseo jigeum. Ppalli ireona(Aku mau ketemu Echa sekarang. Cepat bangun).”

“Micheosseo? Ige ajik saebyeog sesiya!(Apa kau gila? Ini masih jam tiga pagi!)”

“Geu nampyeonni jukgo!(Suaminya meninggal!)” sahut Garra hampir berteriak.

Seketika senyap, Min Gyu hanya bisa bergegas mencuci muka dan gosok gigi sebelum akhirnya meraih jaket serta kunci mobil menyusul Garra yang telah melangkah lebih dulu keluar dari hotel. Tidak ada perbincangan yang mereka lakukan selama di jalan. Berkali-kali Min Gyu hanya melirik kearah spion kemudi dan memperhatikan Joo Heon yang tengah duduk di belakang serta membalas lirikannya dengan helaan napas pelan. Tidak ada yang bisa mereka lakukan selain diam tatkala melihat Garra hanya menatap kosong ke luar jendela.

Datang dalam kondisi cukup mencolok membuat Garra, Min Gyu serta Joo Heon sesaat mendapat cukup banyak perhatian. Namun, Garra tidak peduli, dia hanya ingin fokus pada Echa, dan Min Gyu serta Joo Heon hanya ingin fokus pada Garra. Sejak awal kedatangan sampai jenazah Zayn masuk ke liang lahat, Garra tidak pernah sedikitpun beranjak dari sisi Echa yang sedari awal kedatangan mereka, dia tetap diam.

“Aku telat, ya, Cha. Maaf, ya,” bisiknya pelan sambil terus memayungi Echa yang masih menatap kosong kearah makam Zayn yang sudah setengah tertutup.

Hari itu yang aku tahu hanya…duniamu runtuh setelah baru saja aku yakin, kalau kau sudah siap berdiri dengan kedua kakimu sendiri semenjak kematian David…

🎐🎐🎐

“Jadi, sudah yakin dengan proyeknya?” tanya Min Gyu setelah membaca proposal yang Garra berikan padanya.

“Dia ngirim surel biar aku beli novelnya seharga 10 milyar tahun lalu. Tapi, hatiku masih bilang, kalau mau kubeli, aku mau dia jadi punyaku. Tapi, ngeliat kehidupannya sama Zayn, aku rasa, dia udah bisa lebih baik sekarang. Dia udah lebih dari sekedar sembuh,” sahut Garra.

“Tapi, ini gak main-main. Dana yang bakal kita keluarkan lebih dari 10 milyar. Sedangkan rumah sakit lokal yang kita buka di sini baru betul-betul bisa narik keuntungan bersih setelah lima tahun,” jelas Joo Heon, “apalagi kamu juga mau bawa Jong Hwa sama Min Seok, mereka bukan orang-orang sembarangan. Jaminannya nyawa.”

“Jong Hwa sama Min Seok udah setuju. Mereka percaya sama aku dan siap ninggalin rumah sakit di sini demi bantu aku bangun klinik di sana. Dan, aku lebih dari ikhlas kalo harus ngasi klinik daripada harus ngasi 10 milyar cuma-cuma.”

“Tapi, kliniknya kamu bikin atas nama dia. Apa itu gak bisa dibilang cuma-cuma?” omel Min Gyu.

“Sahamnya 50% tetap punya kita. Aku cuma ngasi 50% ke dia. Tapi, kalo dia…”

Menyaksikan reaksi Garra yang tiba-tiba melemah diakhir kalimatnya pun membuat Joo Heon melirik Min Gyu dengan perasaan tak nyaman.

“Haaa…masih ada harapan untuk orang yang berharap jadi ‘suami kedua’,” sindir Min Gyu dan diiringi senyum geli Joo Heon yang tertahan, “jadi, kapan mulai?”

“Tiga puluh Maret tahun ini kita mulai survei tempat.”

Melihat Garra yang sempat tertunduk lesu dan tiba-tiba menatap mereka dengan wajah semringah, membuat mereka sesaat saling melirik lalu tersenyum geli.

“Yang penting bos kami punya semangat hidup lagi,” sindir Joo Heon.

“Hmm…terima kasih,” ujar Garra menahan senyum.

Dan untuk pertama kali setelah sekian tahun, aku menginjakkan kaki lagi ke kota tempat aku lahir dan di besarkan…

1
Amiera Syaqilla
beautiful story💕
goyangi13: thank u 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!