NovelToon NovelToon
Lahirnya Kultivator Naga Keabadian

Lahirnya Kultivator Naga Keabadian

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Dikelilingi wanita cantik / Kebangkitan pecundang / Budidaya dan Peningkatan / Ahli Bela Diri Kuno / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dana Brekker

Dijuluki "Sampah Abadi" dan dicampakkan kekasihnya demi si jenius Ma Yingjie tak membuat si gila kekuatan Ji Zhen menyerah. Di puncak dinginnya Gunung Bingfeng, ia mengikat kontrak darah dengan Zulong sang Dewa Naga Keabadian demi menjadi kultivator terkuat.

"Dunia ingin aku merangkak? Maka aku akan menaklukkannya lebih dulu!"

[Like, vote dan komentar sangat bermanfaat bagi kelanjutan cerita. Selamat membaca]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dana Brekker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Si Botak dari Tianhuo

“Tuan Muda Hong hanya ingin satu hal: pedang itu berada di atas mejanya sebelum bulan purnama. Sedangkan sisanya? Kau boleh mematahkan leher siapa pun yang menghalangi jalanmu.”

Ucapan itu keluar dari bibir salah satu penasihat Hong Xiaoshi di sebuah gang gelap distrik kumuh Nancheng. Tie Kuang, pria raksasa dengan kepala botak mengkilap, menyeringai lebar hingga menampakkan deretan gigi yang tidak rata saat mendengar perintah barusan. Tubuhnya yang besar dan berotot itu dibalut jubah tanpa lengan, memamerkan bekas luka bakar permanen yang menjalar dari pangkal leher hingga ke otot bisepnya yang keras seperti bongkahan batu.

“Aku mengerti. Menghancurkan tulang adalah keahlianku,” jawab Tie Kuang.

Satu jam kemudian, di sebuah persimpangan jalan menuju balai kota, Tie Kuang sedang mempraktikkan keahliannya itu. Ia berdiri di depan sebuah gerobak sayur yang terbalik. Seorang pedagang tua tersungkur di tanah, sementara seorang pendekar muda dengan tongkat panjang mencoba menghalangi langkah raksasa itu.

“Hentikan! Dia tidak melakukan kesalahan apa pun padamu!” teriak pendekar muda itu, suaranya bergetar meski tangannya menggenggam tongkat kuat-kuat.

Mendengar omelan itu tentu saja membuat Tie Kuang tertawa terbahak-bahak. “Kesalahannya adalah dia bernapas di jalan yang ingin aku lalui. Dan kesalahanmu… adalah berpikir gagang sapu itu bisa menyelamatkan nyawamu.”

Tanpa basa basi, Tie Kuang melesat maju. Gerakannya sangat cepat untuk pria seukurannya dengan kepalan tangannya yang membara, memancarkan qi api yang murni. Itulah teknik Tinju Pijar Pemecah Tulang, kebanggaan para petarung garis depan Sekte Tianhuo seperti si botak itu.

Langsung saja pukulan itu menghantam tongkat kayu sang pendekar hingga hancur menjadi serpihan kayu yang hangus. Tidak berhenti di situ, kepalan tangan Tie Kuang terus melaju dan mendarat telak di dada pendekar itu. Suara retakan tulang terdengar sangat jelas di tengah kerumunan yang mulai menjauh karena ketakutan. Pendekar muda itu terlempar lima susun tombak, menghantam dinding bangunan hingga retak, sementara pakaiannya mulai mengeluarkan asap akibat panas qi api yang menyusup ke dalam meridiannya.

“Satu lagi sampah yang tidak berguna,” gumam Tie Kuang sambil mengusap kepala botaknya yang berkeringat.

Sebagai bawahan setia Hong Xiaoshi di ranah Pembentukan Fondasi Lapis Satu, Tie Kuang sudah biasa mengikuti turnamen Nancheng untuk membersihkan lawan-lawan potensial tuannya. Kali ini, misinya lebih spesifik, yaitu untuk mengamankan artefak pedang pusaka dan memastikan setiap murid Sekte Qingyun, terutama si sampah abadi bernama Ji Zhen yang dikabarkan bangkit, untuk bisa turut merasakan bagaimana rasanya hancur di bawah tinjunya.

“Ji Zhen, ya?” Tie Kuang meludah ke tanah. “Kudengar dia punya teknik es. Aku sangat ingin melihat apakah esnya bisa bertahan saat aku meremas lehernya sampai mendidih.”

Kukuruyuk!

Suara ayam jantan bersahutan menyambut fajar yang menyembul di balik benteng Kota Nancheng. Hiruk-pikuk pasar pagi hari itu langsung meledak, menggantikan ketenangan malam yang singkat. Aroma rempah-rempah, asap pembakaran arang, obat herbal dan uap dari kedai-kedai makanan mulai memenuhi udara, mengusik indra penciuman siapa pun yang sudah terjaga.

Adapun Ji Zhen berjalan santai menembus kerumunan, langkahnya santai saja seolah tidak terbebani oleh ketegangan turnamen yang mulai memanas. Di belakangnya, Yang Huiqing mengikuti dengan langkah teratur, wajahnya tampak segar meskipun matanya tetap waspada memindai sekeliling.

“Huiqing, kedai sate ayam itu seharusnya sudah mulai membakar dagingnya. Aku butuh asupan yang benar-benar mantap sebelum harus berurusan dengan orang-orang hebat di arena nanti,” ujar Ji Zhen dengan nada optimis yang kental seperti biasa.

“Baiklah. Kabarnya kedai di ujung jalan itu memiliki bumbu rahasia yang paling dicari para kultivator,” sahut Yang Huiqing.

Namun, langkah Ji Zhen mendadak terhenti di depan sebuah gang yang agak menjauh dari arus utama pasar. Di sana, seorang pedagang barang antik paruh baya dengan mata yang terus mengantuk menggelar kain lusuh di atas tanah. Di atas kain itu berserakan barang-barang yang nampak seperti barang loakan seperti koin-koin berkarat, fragmen logam yang sudah menghitam, dan beberapa batu berbentuk aneh yang tertutup kotoran kering.

“Bocah, berhenti!” Suara Zulong tiba-tiba menggelegar di dalam kepala Ji Zhen, penuh dengan nada desakan yang jarang muncul. “Lihat benda melingkar kusam di pojok kain itu. Yang tertutup lapisan tanah tebal sampai bentuknya hampir tak dikenali.”

Ji Zhen pun menyipitkan mata, berpura-pura melihat ke arah lampion kayu yang rusak di dekatnya agar tidak menarik perhatian si pedagang. “Apa itu, Ular Sawah? Kelihatannya hanya cincin pengikat kuda yang sudah patah.”

“Buka matamu lebih lebar, dungu! Itu adalah Cincin Ruang,” jelas Zulong kelewat cepat. “Meskipun penampilannya memprihatinkan, itu adalah alat penyimpanan yang bisa menampung ribuan pusaka atau artefak apa pun di dalamnya. Kau butuh wadah besar untuk menimbun sumber daya demi menuju ke puncak kekuatan. Pedagang itu pasti menganggapnya hanya besi rongsokan yang tidak laku.”

Mendengar itu, Ji Zhen mulai merasakan sensasi hangat di dadanya. Ambisinya untuk ke puncak kekuatan kini memiliki alat bantu nyata. Sebuah ide cerdik pun langsung muncul di benaknya. Ide itu adalah jika dirinya tidak boleh terlihat tertarik pada cincin itu, atau pedagang itu akan memeras kantong koinnya tanpa ampun. Dia juga perlu memanjakan perutnya dengan sate.

Ji Zhen mendekati lapak tersebut dengan ekspresi bosan, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jubah. “Berapa harga koin-koin berkarat ini, Paman? Tampaknya unik untuk aku jadikan mainan rekanku agar dia tidak jenuh,” tanya Ji Zhen sambil menunjuk koin yang benar-benar tidak bernilai di dekat sang cincin.

Pedagang itu mendongak, matanya berkilat melihat pakaian Ji Zhen yang terlihat lumayan terpandang. “Ah, Tuan Muda berselera tinggi! Itu koin dari zaman yang sudah hilang! Lima perak per keping!”

Zulong benar, dan itu membuat Ji Zhen tertawa, sebuah tawa yang tajam dan penuh nada meremehkan. “Lima keping perak untuk koin yang bahkan sudah tidak jelas gambarnya? Kau benar-benar pandai melucu, Paman. Bagaimana kalau aku ambil semua koin ini, potongan logam oval itu, dan… ah, cincin besi kusam ini sekadar untuk tambahan pemberat gorden di penginapanku agar tidak terbang tertiup angin. Aku beri kau satu keping emas untuk semuanya. Ambil sekarang atau aku pergi mencari sate ayam… aku sudah sangat kelaparan.”

 

1
YunArdiYasha
gas poll
MuhFaza
gas lanjutkan
MuhFaza
lanjut bg
Tuan Belalang
😍😍👍👍💪💪
YunArdiYasha
musuh
yuzuuu ✌
bagus ini ceritanya
DanaBrekker: terima kasih /Coffee/
total 1 replies
Tuan Belalang
😍👍👍👍
Tuan Belalang
sehat sehat othor
DanaBrekker: semoga semua pembaca karya othor juga sehat selalu
total 1 replies
Tuan Belalang
👍👍👍😍👍
Tuan Belalang
alamak, gukguk? 🤣
DanaBrekker: /Doge/
total 1 replies
Tuan Belalang
eyuhh najis 😄
Tuan Belalang
astoge udh gak ketolong nih anak 🤣
Tuan Belalang
pffftt mampus 👍👍🤣
DanaBrekker: /Cleaver//Gosh/
total 1 replies
Tuan Belalang
curang gak sih bangg 🤭🤭🤣
Tuan Belalang
mampus aja luu
Tuan Belalang
ji zhen nih tahan banting 💪
Tuan Belalang
mff bawell thorr abs novelmu bagus 😄😍👍🤭
DanaBrekker: terima kasih /Coffee/
total 1 replies
Tuan Belalang
🤭😍👍👍👍
Tuan Belalang
benr tu kt zilong
Tuan Belalang
😍😍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!