NovelToon NovelToon
Selayaknya Cinta

Selayaknya Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Keluarga
Popularitas:11.2k
Nilai: 5
Nama Author: 𝑹𝒊𝒂𝒏𝒂 𝑺𝒂𝒏

Di balik gerbang kemewahan keluarga terpandang, Putri tumbuh sebagai bayangan. Terlahir dari rahim yang tak pernah diinginkan, ia adalah noda bisu atas sebuah perasaan yang tak terbalaskan.

Warisan pahit dari ibu yang pergi sesaat setelah melahirkannya, ia dibesarkan di bawah tatapan dingin ibu tiri dan kebisuan sang ayah, Putri tak pernah mengenal apa itu kasih sayang sejati. Ia hanyalah boneka yang kehadirannya tak pernah diinginkan, namun keberadaannya tak bisa disingkirkan.

Ketika takdir kembali bermain kejam, Putri sekali lagi dijadikan tumbal. Sebuah skandal memalukan yang menimpa keluarga besar harus ditutup rapat, dan ia, sang anak yang tak pernah diinginkan dan yang tak berarti, menjadi kepingan paling pas dalam permainan catur kehormatan.

Ia dijodohkan dengan Devan, kakak kelasnya yang tampan dan dingin, pria yang seharusnya menikah dengan kakaknya, Tamara.

Di sanalah penderitaan Putri berlanjut, akankah ia menyerah pada takdir yang begitu pahit, atau bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝑹𝒊𝒂𝒏𝒂 𝑺𝒂𝒏, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Niat Jahat Mereka

Malam itu, Ballroom Hotel Star dipenuhi oleh cahaya lampu kristal dan denting gelas kalangan elit dan para pejabat, juga beberapa kerabat dekat Brahma.

Acara Gala Dinner Ulang Tahun ke-35 Pradipta Group digelar mewah. Ini adalah momen penting, karena untuk pertama kalinya setelah sekian lama, keluarga besar Pradipta akan tampil lengkap di depan publik.

Di depan cermin rias kamar hotel, Putri menatap pantulan dirinya.

Tidak ada lagi rambut panjang yang bisa dikuncir kuda. Rambutnya kini dipotong pendek model pixie cut, gaya yang terpaksa ia pilih karena sisa kerontokan setelah kemoterapi.

Tubuhnya Putri sudah mulai berisi, tidak lagi tulang berbalut kulit, namun pipinya masih tirus mempertegas garis rahangnya.

Ia mengenakan gaun malam berwarna emerald green berbahan sutra yang membalut tubuhnya dengan elegan. Warna itu kontras dengan kulit putih pucatnya, membuatnya terlihat bersinar.

"Kamu cantik," bisik Devan yang muncul dari belakang, melingkarkan lengannya di pinggang Putri. Ia mengecup pipi istrinya. "Tapi kalau kamu belum siap ketemu banyak orang, kita bisa pulang. Abaikan saja pesta papa."

Putri berbalik, merapikan dasi Devan. Tangannya tidak lagi gemetar, tatapannya teduh dan menenangkan.

"Aku siap, Mas," jawab Putri mantap, "aku sudah selesai bersembunyi. Malam ini, aku akan berdiri di sampingmu sebagai nyonya Devan Pramudita. Bukan sebagai 'pengganti', bukan sebagai 'orang sakit'. Tapi sebagai istrimu."

Devan tersenyum bangga, melihat api keberanian yang menyala di mata istrinya. "Ayo kita buat mereka terpukau."

Kedatangan Devan dan Putri menjadi pusat perhatian, bisik-bisik langsung terdengar begitu mereka melangkah di atas karpet merah. Banyak yang penasaran dengan sosok istri misterius Devan yang selama ini disembunyikan.

Namun, di sudut ruangan, ada dua pasang mata yang menatap dengan kebencian membara.

Tamara dan Anggun berdiri memegang gelas masing-masing. Mereka masih hadir karena status Anggun sebagai direksi belum dicabut secara resmi, meski akses keuangan mereka sudah dibatasi ketat oleh Brahma.

"Lihat dia, Ma," desis Tamara, meremas gelasnya. "Rambut bondol kayak laki-laki, sok cantik pakai gaun mahal. Pasti itu dibeli pakai uang warisan papa yang dia rampas."

"Tenang, Tamara," bisik Anggun, "malam ini panggung kita. Kita bikin dia malu sampai dia lari nangis-nangis keluar dari sini. Biar semua orang tau kalau dia cuma wanita penyakitan yang nggak pantas buat Devan."

Tamara menyeringai, ia menunggu momen yang tepat.

Saat Devan sedang ditarik oleh beberapa kolega bisnis untuk berbincang, dan Putri berdiri sendirian di dekat meja dessert, Tamara melancarkan aksinya.

Ia berjalan anggun menghampiri Putri, sengaja menyenggol bahu seorang pelayan yang membawa nampan berisi sirup merah pekat, tepat saat pelayan itu lewat di belakang Putri.

Tujuannya jelas menumpahkan sirup itu ke gaun hijau Putri, agar ia terlihat seperti orang yang sedang menstruasi atau terluka. mempermalukannya di depan ratusan tamu undangan.

Namun, sebuah tangan kekar dengan cekatan menahan nampan pelayan itu sebelum tumpah.

Arga...

Pria itu muncul entah dari mana, menahan nampan dengan satu tangan, sementara tangan lainnya mencengkeram pergelangan tangan Tamara yang pura-pura kaget.

"Hati-hati, Tam," bisik Arga dingin di telinga Tamara. "Main kasar itu cara lama, kelihatan banget putus asanya."

Tamara terkejut, mencoba melepaskan tangannya. "Lepasin gue, Arga! Gue nggak ngapa-ngapain!"

Keributan kecil itu membuat Putri menoleh. Ia melihat Arga yang menahan Tamara, dan pelayan yang pucat pasi. Dalam hitungan detik, Putri paham apa yang terjadi.

Bukannya takut, Putri malah tersenyum tipis. Ia memberi isyarat pada Arga untuk melepaskan Tamara.

"Nggak apa-apa, Kak Arga. Lepasin aja," ucap Putri tenang.

Arga melepaskan tangan Tamara dengan kasar. Tamara langsung membenahi gaunnya, lalu menatap Putri dengan dagu terangkat angkuh

"Ups, hampir aja," cibir Tamara dengan suara yang cukup keras supaya didengar orang-orang di sekitar meja itu. "Sayang banget nggak kena. Padahal gue mau liat, apa gaun mahal itu cocok dipakai sama orang yang... cacat?"

Tamara menunjuk rambut pendek Putri.

"Liat deh, rambut lo. Pendek banget kayak cowok. Apa Devan nggak jijik tidur sama lo? Atau jangan-jangan lo pakai wig kalau di kamar, biar Devan nggak muntah liat kepala lo yang bekas botak itu?"

Beberapa tamu wanita di sekitar mereka menutup mulut kaget, hinaan itu sangat kasar. Biasanya, Putri yang dulu akan menunduk malu dan menangis.

Sayangnya, itu Putri yang dulu. Putri yang terlalu lemah untuk sekadar membela diri sendiri.

Putri yang sekarang melangkah maju. Ia mengambil segelas air mineral dari meja, lalu meminumnya seteguk dengan santai.

"Rambut ini." Putri menyentuh rambut pendeknya dengan bangga. "Rambut ini adalah mahkota kemenanganku, Kak Tamara. Bukti perjuangan aku," ucap Putri tanpa gemetar sedikit pun.

Suara Putri tenang, namun lantang dan berwibawa.

"Rambut ini rontok karena obat keras yang membunuh racun di tubuhku. Setiap helai yang jatuh adalah bukti bahwa aku bertarung melawan maut, dan aku menang. Devan tidak jijik, justru dia mencium kepalaku setiap malam karena dia bangga punya istri seperti aku."

Putri menatap Tamara dari ujung kaki sampai ujung kepala dengan tatapan menilai.

"Sedangkan Kakak? Rambut Kakak memang panjang dan indah. Tapi sayang, isinya kosong. Kakak sibuk mempercantik fisik supaya dilirik laki-laki, tapi lupa mempercantik hati supaya pantas dicintai."

Wajah Tamara memerah padam. Tamu-tamu mulai berbisik, kali ini memuji keberanian Putri dan mencemooh Tamara.

"Berani lo ceramahin gue?!" Tamara mengangkat tangannya, hendak menyiramkan isi gelasnya ke wajah Putri.

Namun sebelum Tamara bertindak, Putri lebih dulu menangkap pergelangan tangan kakaknya itu di udara. Cengkeraman Putri kuat, mengejutkan Tamara.

Jangan pernah berpikir untuk menyiramku, Kak," desis Putri, matanya menatap tajam menusuk jiwa Tamara. "Aku sudah melewati neraka kemoterapi. Cairan gula di gelas Kakak itu tidak akan menyakitiku. Tapi kalau Kakak tumpahkan ini..." Putri mendekatkan wajahnya. "Aku pastikan besok pagi, seluruh warga kota tahu bahwa Tamara Pradipta adalah wanita murahan yang menyerang adiknya sendiri, karena gagal move on dari mantan pacarnya yang sekarang menjadi adik iparnya sendiri."

Tamara gemetar, ia melihat sorot mata yang berbeda, sorot mata predator.

Putri menghempaskan tangan Tamara.

"Pergilah, Kak. Nikmati pestanya. Mumpung Kakak masih bisa masuk ke sini sebelum papa benar-benar mencabut namamu dari daftar tamu VIP."

Tamara ternganga, kehilangan kata-kata. Ia merasa ditelanjangi di depan umum. Malu dan marah bercampur aduk, Tamara akhirnya berbalik dan pergi dengan menghentakkan kaki, menembus kerumunan orang yang menatapnya sinis.

Arga yang melihat kejadian itu dari samping bersiul pelan.

"Wow," gumam Arga takjub. "Singa betina sudah bangun."

Devan yang baru saja kembali dan melihat akhir dari konfrontasi itu, tersenyum lebar. Ia tidak perlu turun tangan, istrinya sudah bisa melindungi dirinya sendiri.

Devan berjalan mendekat, merangkul pinggang Putri.

"Hebat," bisik Devan di telinga Putri. "Itu baru istri Devan Pramudita."

Putri mendongak, tersenyum pada suaminya. "Aku cuma mengambil kembali hakku, Mas. Seperti janjiku pada Ibu."

Sedangkan di kejauhan, Anggun menatap kejadian itu dengan mata menyipit penuh dendam. Rencananya mempermalukan Putri gagal total. Anaknya, Tamara, malah kalah telak.

"Lihat saja, Putri," gumam Anggun sambil meremas tas tangannya. "Saat ini kamu mungkin menang, tapi saya pastikan lain kali, kamu akan nangis darah." Anggun tersenyum lebih lebar.

1
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ❀ ⃟⃟ˢᵏ
ujian menuju kebahagiaan ada aja
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ❀ ⃟⃟ˢᵏ
gak tau malu banget Reno
🥑⃟Sᴇɴͫᴀͤᴀͤ🦋⃞⃟𝓬🧸
ditunggu pesta pernikahan kalian arga nindi .
🥑⃟Sᴇɴͫᴀͤᴀͤ🦋⃞⃟𝓬🧸
karena Devan harapan satu satu nya untuk putri agar hidup nya lebih baik
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ❀ ⃟⃟ˢᵏ
iy kenapa mereka terlalu cepat jatuh cinta
🥑⃟Sᴇɴͫᴀͤᴀͤ🦋⃞⃟𝓬🧸
Apa kali ini keputusan yang putri ambil tepat 🤔
🥑⃟Sᴇɴͫᴀͤᴀͤ🦋⃞⃟𝓬🧸
Penyakit hati memang sulit disembuhkan, apalagi kalo ego nya tinggi
🥑⃟Sᴇɴͫᴀͤᴀͤ🦋⃞⃟𝓬🧸
sifat putri yang tenang membuat dia semakin elegant
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ❀ ⃟⃟ˢᵏ
kadang sikap buruk tidak harus dibalas sama sikap buruk jg kan put?
🥑⃟Sᴇɴͫᴀͤᴀͤ🦋⃞⃟𝓬🧸
Tamara kena batu nya juga akhir nya /Facepalm/
🥑⃟Sᴇɴͫᴀͤᴀͤ🦋⃞⃟𝓬🧸
Tipu daya wanita emang dahsyat /Facepalm/
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ❀ ⃟⃟ˢᵏ
lanjutkan
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ❀ ⃟⃟ˢᵏ
salah satu sifat manusia yang merugikan adalah sifat pendendam dan ambisius.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ❀ ⃟⃟ˢᵏ
awalnya aku bingung judulnya Rumah sakit, apa kaitannya. Aq baca lgi dari atas mksd judulnya kiranya drama Tamara yg ketauan Reno di rumah sakit.
🥑⃟Rɪᴀᷨɴͤᴀͤ: Iya Va...🤣🤣🤣
total 1 replies
🥑⃟Sᴇɴͫᴀͤᴀͤ🦋⃞⃟𝓬🧸
Reno korban nya dimana mana /Facepalm/
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ❀ ⃟⃟ˢᵏ
kapok mu kapan Tamm?
♛⃞⃝𖤐qͤωᷞєͥєᷡи
apa Mc nya bakal mati
♛⃞⃝𖤐qͤωᷞєͥєᷡи
Jangan lemah put !
♛⃞⃝𖤐qͤωᷞєͥєᷡи
Cerita nya bikin emosi.
♛⃞⃝𖤐qͤωᷞєͥєᷡи
Ada ya cowok kayak gitu, parah !
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!