NovelToon NovelToon
"Mentari Kecil Di Kutub Utara"

"Mentari Kecil Di Kutub Utara"

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Tamat
Popularitas:516
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

"Di tempat di mana es tidak pernah mencair dan badai salju menjadi kawan setia, hadirlah ia—sebuah binar yang tak sengaja menyapa. Mampukah setitik cahaya kecil menghangatkan hati yang sudah lama membeku di ujung dunia? Karena terkadang, kutub yang paling dingin bukanlah tentang tempat, melainkan tentang jiwa yang kehilangan arah."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Detektif Cadar dan Rahasia Zamrud

Misteri di Balik Senyum

Buku yang jatuh kini tersusun kembali,

Namun debar di dada Mas tak kunjung mati.

Siapakah dia yang hadir tanpa permisi?

Membawa gamis hijau dan sejuta privasi.

Aku melihat kilat yang beda di matamu, Mas,

Setelah belasan tahun hatimu terasa keras.

Mungkin Kairo tak hanya memberimu gelar,

Tapi juga cinta yang kini mulai berpijar.

Sepanjang jalan menuju Masjid Husain, Mas Azam lebih banyak diam. Langkahnya yang biasanya mantap kini sesekali tersandung kerikil kecil. Bungah yang berjalan di sampingnya terus melirik dengan mata jenaka. Ia tahu persis, kakaknya sedang "terserang" virus yang sama dengan yang ia rasakan pada Gus Zidan dulu: cinta pada pandangan pertama.

"Mas," panggil Bungah memecah keheningan.

"Hmm?" jawab Azam singkat tanpa menoleh.

"Kitab yang Mas pungut tadi... judulnya Fathul Bari, kan? Tapi ada catatan kecil di pinggirannya pakai bahasa Indonesia. Berarti dia orang kita, Mas. Orang Indonesia juga," pancing Bungah.

Langkah Azam terhenti seketika. Ia menoleh ke arah adiknya dengan mata membelalak. "Kamu lihat catatannya, Dek? Kok Mas nggak sadar ya?"

Bungah tertawa renyah. "Ya gimana mau sadar, Mas Azam kan fokusnya ke wajah mbaknya, bukan ke bukunya. Lagipula, dia tadi masuk ke gedung kedokteran. Jarang lho ada mahasiswi Indonesia yang ambil kedokteran di sini sambil bawa-bawa kitab hadis tebal begitu. Pasti dia bukan gadis sembarangan."

Azam berdehem, mencoba menguasai diri. "Sudahlah, Dek. Mungkin itu cuma kebetulan. Sudah, kamu masuk sana ke masjid, Syeikh sudah mau mulai."

Bungah mengangguk, namun di dalam kepalanya, rencana "detektif" sudah tersusun rapi. Setelah halaqah selesai, Bungah tidak langsung pulang. Ia justru mengajak temannya, Fatimah, untuk mampir ke kantin dekat fakultas kedokteran.

"Fatim, kamu kenal tidak mahasiswi Indonesia di kedokteran yang sering pakai gamis hijau zamrud? Orangnya tenang, matanya teduh, dan bawa kitab hadis," tanya Bungah saat mereka menyesap teh maramiyyah.

Fatimah tampak berpikir sejenak. "Oh! Maksudmu Mbak Khadijah? Dia itu senior di sini. Ayahnya Kyai besar di Jawa Tengah. Dia sudah lulus dokter di Indonesia, tapi ke sini untuk ambil spesialisasi sekaligus mendalami sanad hadis. Kenapa? Kamu mau kenalan?"

Bungah hampir tersedak tehnya. Khadijah. Namanya saja sudah seindah orangnya, batin Bungah. "Bukan aku, Fatim. Tapi Mas Azam. Tadi pagi mereka tabrakan di pasar buku.".

"Wah! Mas Azam yang Doktor itu? Cocok sekali, Bungah! Mbak Khadijah itu kembangnya mahasiswi Indonesia di sini, tapi hatinya sekeras berlian, tidak ada yang berani mendekati karena dia sangat menjaga diri," seru Fatimah bersemangat.

Sore harinya, saat makan malam di apartemen, Bungah sengaja memasak makanan kesukaan Mas Azam: nasi kebuli dengan aroma rempah yang kuat.

"Mas," panggil Bungah saat mereka sedang makan.

"Ya, Adek?"

"Nama mbak yang tadi itu Khadijah. Dia dokter, lagi ambil spesialisasi, dan dia anak Kyai dari Jawa Tengah. Mas mau aku cari tahu jadwal dia di perpustakaan?" goda Bungah sambil mengedipkan satu mata.

Mas Azam tersedak nasi kebulinya. Ia terbatuk-batuk sampai wajahnya memerah. "Adek! Kamu ini... sejak kapan jadi intel begini? Siapa yang ajari?"

"Gus Zidan yang ajari," jawab Bungah asal. "Dia bilang, kalau mau sesuatu itu harus diperjuangkan dengan ilmu dan strategi."

Mas Azam terdiam. Ia menatap piringnya, lalu mendesah pelan. "Mas ini sudah tua, Dek. Belasan tahun di sini cuma tahu buku dan tesis. Apa mungkin gadis sehebat dia mau dengan laki-laki yang kerjanya cuma baca kitab seperti Mas?"

Bungah meraih tangan kakaknya, meremasnya lembut. "Mas Azam itu Doktor. Mas Azam itu hebat. Mas Azam sudah jagain Bungah di sini bertahun-tahun. Kalau Mas mau, Bungah akan bantu doa dan... sedikit informasi tambahan."

Mas Azam tersenyum tulus. Ia merasa haru melihat adiknya yang dulu manja kini malah menjadi penyemangatnya. "Terima kasih ya, Dek. Tapi biarkan Mas yang berusaha dengan cara yang benar. Doakan saja, kalau memang dia jodoh yang dikirim Allah di akhir masa studi Mas di sini."

Malam itu, di bawah langit Kairo yang bertabur bintang, ada dua doa yang terbang ke langit. Satu doa tentang rindu pada seorang Gus di Jawa Timur, dan satu doa tentang harapan baru pada seorang dokter bernama Khadijah.

1
Feni sang penulis novel
halo kak aku izin komen ya aku sudah membaca semua novel kakak semuanya aku suka dan kakak juga termasuk novel yang terbaik dan yang pertama aku lihat yang bagus cerita novelnya aku pun suka banget sama cerita novel kakak semuanya dan semua alurnya aku suka banget kak💪💪 dan aku punya novel buatan aku sendiri yang berjudul seorang wanita mafia cantik tolong mampir ya kak siapa tahu kakak suka dengan alur ceritanya itu udah ada bab 13 bab kak kalau kakak suka mampir aja ke novel aku ya kak tetap semangat untuk kakak aku cinta banget sama kakak tetap semangat dan tetap jangan putus asa demi masa depan kita💪💪💪
Feni sang penulis novel
halo kakak aku sudah membaca novelnya semua yang yang aku suka sama alur jidan terdiam seribu bahasa tapi semua novel kakak semuanya bagus kok yang aku suka cuman bidan terdiam 1000 bahasa ceritanya bagus kok dan 100% aku suka sama novel kakak dan kakak semangat terus untuk membuat karya terbaik jangan putus asa ya kak aku pun sama kok pengikut aku masih sedikit tapi aku punya 11 novel yang salah satunya seorang mafia wanita cantik kalau kakak suka mampir dulu ke novel aku dan novel itu sudah ada 13 bab tolong baca kalau nggak pun nggak apa-apa kok kakak tetap semangat untuk membuat karyanya sendiri ya kak jangan putus asa semangat kakak aku cinta kakak banget😍😍😍😍💪💪
Rina Casper: trimakasih sudha mampir kkk😇
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!