NovelToon NovelToon
Si Imut Milik Ketua Mafia

Si Imut Milik Ketua Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Kriminal dan Bidadari / Diam-Diam Cinta / Kisah cinta masa kecil / Mafia / Cinta Murni / Berbaikan
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Elrey

Caca, gadis kecil ceria, berteman dengan Rafi tanpa tahu bahwa dia adalah putra kepala mafia Bara Pratama. Meskipun dunia mafia penuh bahaya dan banyak orang melarangnya, persahabatan mereka tumbuh kuat hingga menjadi cinta. Bersama, mereka berjuang mengubah organisasi mafia menjadi usaha hukum yang bermanfaat bagi masyarakat, menghadapi musuh dan masa lalu kelam untuk membangun masa depan bahagia bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elrey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JANJI UNTUK SELALU JADI TEMAN

Pagi harinya setelah malam bercerita di atap rumah, suasana di rumah Rafi sangat hangat dan penuh keceriaan.

Mereka semua berkumpul untuk sarapan pagi yang lezat, dengan menu spesial yang dibuat Mama Lila – bubur ayam gurih, telur balado, sambal matah segar, dan buah-buahan segar dari hasil petualangan mereka ke hutan kemarin.

Setelah sarapan, Rafi mengajak Caca untuk berjalan ke taman bermain yang telah mereka buat bersama dengan warga kampung.

Di sana, beberapa anak-anak sudah mulai bermain dengan riang – ada yang naik ayunan, bermain lompat tali, dan ada juga yang sedang menggambar di atas kertas yang mereka bawa dari klub menggambar.

“Lihat mereka, Caca,” ujar Rafi dengan suara penuh kebahagiaan. “Mereka bisa bermain dengan tenang dan belajar hal-hal baru karena kita semua bekerja sama untuk membuat kampung menjadi tempat yang lebih baik.”

Caca mengangguk dengan senyum. “Semua ini tidak mungkin terjadi tanpa dukungan keluarga kamu dan warga kampung yang baik hati. Aku merasa sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari semua ini.”

Mereka duduk di bawah pohon besar yang telah menjadi tempat favorit mereka untuk berbincang. Rafi mengambil sebuah kotak kecil dari saku bajunya dan memberikannya kepada Caca. “Ini untukmu,” ujarnya dengan sedikit malu tapi penuh keyakinan.

Caca membuka kotaknya dengan hati-hati dan menemukan sebuah liontin berbentuk hati dengan dua nama yang diukir di atasnya – Rafi dan Caca. Di samping liontin ada sebuah surat kecil yang ditulis dengan tangan Rafi.

“Caca, teman terbaikku…

Dari hari pertama kita bertemu, hidupku menjadi lebih berwarna dan penuh makna.

Kamu telah menjadi kekuatanku dalam setiap kesulitan dan bahagiamu selalu menjadi bahagianku.

Aku berjanji padamu hari ini – bahwa aku akan selalu menjadi temanmu yang setia,

Selalu melindungimu, selalu membantu kamu,

Dan selalu ada di sisimu dalam suka maupun duka.

Kita akan selalu bersama, sampai akhir hayat kita.”

Caca membaca surat itu dengan mata yang berkaca-kaca karena haru. Dia melihat Rafi dengan penuh cinta dan rasa syukur. “Terima kasih banyak, Rafi. Aku juga berjanji padamu – aku akan selalu menjadi temanmu, selalu mendukungmu, dan selalu mencintaimu seperti sahabat terbaikku.”

Mereka bersumpah dengan tangan yang saling erat menggenggam di bawah pohon besar itu – sebuah janji persahabatan yang akan mereka jaga sepanjang hayat.

Tidak lama kemudian, Rara datang dengan membawa beberapa anak-anak dari klub menggambar.

“Kita punya kejutan untuk kalian berdua!” teriak Rara dengan semangat. Anak-anak kemudian mengelilingi Rafi dan Caca, masing-masing membawa karya gambar mereka yang dibuat dengan cinta.

“Ini gambar kamu berdua yang kita lukis!” ujar Dika dengan suara ceria saat memberikan sebuah gambar besar yang menunjukkan Rafi dan Caca sedang membantu anak-anak menggambar di klub. Gambar itu diberi judul “Teman Terbaik Kita”.

Rafi dan Caca menerima gambar itu dengan rasa syukur yang mendalam. Mereka merasa sangat terhormat bisa menjadi contoh bagi anak-anak di kampung. Setelah itu, semua orang berkumpul untuk mengambil foto bersama sebagai kenang-kenangan.

Pada sore harinya, seluruh keluarga Rafi dan beberapa warga kampung penting berkumpul di balai desa untuk merayakan kelulusan program pertama klub menggambar.

Pak Bara memberikan pidato singkat tentang pentingnya pendidikan dan kreativitas untuk masa depan anak-anak kampung.

“Kita telah melalui banyak hal bersama – dari masa-masa sulit hingga masa-masa bahagia yang kita nikmati sekarang,” ujar Pak Bara dengan suara lantang. “Yang paling penting adalah kita selalu menjaga hubungan persahabatan dan cinta antar satu sama lain. Seperti yang telah dilakukan oleh Rafi dan Caca – mereka membuktikan bahwa persahabatan yang kuat bisa mengubah dunia menjadi tempat yang lebih baik.”

Rara kemudian mengumumkan bahwa dia telah mendapatkan persetujuan dari perusahaan tempat dia bekerja untuk memberikan dana bantuan untuk membangun pusat seni dan pendidikan yang lebih besar di kampung. “Ini adalah bentuk apresiasi kita terhadap kerja keras yang telah dilakukan oleh semua orang di kampung ini,” ujarnya dengan senyum bangga. “Kita akan membuat kampung ini menjadi pusat pendidikan dan seni yang terbaik di daerah ini.”

Malam itu, mereka semua berkumpul di halaman rumah Rafi untuk merayakan semua pencapaian yang telah mereka capai.

Ada makanan lezat, musik yang meriah, dan banyak tawa serta candaan yang menghiasi suasana. Anak-anak menari-nari dengan riang, sementara orang dewasa berbicara tentang rencana masa depan kampung.

Rafi dan Caca berdiri bersama di sudut halaman, melihat semua orang yang bahagia dan damai.

Mereka tahu bahwa perjalanan mereka masih panjang dan akan ada banyak tantangan di depan, tapi dengan janji persahabatan yang mereka buat dan dukungan dari keluarga serta teman-teman mereka, mereka yakin bisa mengatasi segala sesuatu.

“Kita akan selalu bersama ya, Caca?” tanya Rafi dengan suara lembut.

“Selamanya, Rafi,” jawab Caca dengan senyum penuh kebahagiaan. “Kita sudah membuat janji, dan janji itu akan kita jaga selamanya.”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!