Seorang gadis bernama Sabrina adelia, dia cewek tomboy, cuek, suka yang gratisan dan juga ringan lidah, namun terkadang juga memiliki lidah pedas jika di usik, mendadak terbangun di dunia novel kerajaan modern. Novel yang dia buat sendiri. Sabrina adalah seorang penulis terkenal, namun ketika dia merilis novel terbaru, banyak para penggemarnya yang marah. Karena kehidupan pemeran utama wanita yang tragis bernama kayana. Dimana pemeran utama wanita yang lemah, di jodohkan oleh pria tokoh utama, pria terkaya dan dingin bernama Pangeran Xavier Maheswara. Namun pangeran xavier telah memiliki kekasih bernama Aruna Lauren, aruna sang figuran yang seharusnya menjadi pelengkap di puja bagaikan tokoh utama wanita.
Sang pemeran utama wanita juga harus menyamar sebagai pria, karena kehidupan yang terancam. Dengan modal otak encer, dan sedikit nekat, dia merubah alur novel yang di buatnya. Hingga menarik perhatian pangeran xavier sang pemeran utama pria dan membuatnya sangat terobsesi dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kayana Bertemu Yasmi Dayana Antagonis Wanita
Cahaya matahari pagi melompat masuk ke dalam kamar, membelai lembut wajah gadis cantik yang masih terbuai dalam mimpi, membuat mata kayana terbuka perlahan. Dia menatap jam dinding di kamarnya.
"Sudah pukul 06:00 pagi, aku harus bangun untuk sekolah, sedikit lagi lulus dan kuliah."
Kayana akhirnya bangkit dari kasurnya, dia menuju kamar mandi.
Bunda lita sedang menyiapkan sarapan pagi untuk kayana. Dia duduk di kursi makan, tetapi hatinya merasa tidak tenang. Dia merasa ada sesuatu yang terjadi.
Kayana selesai dengan ritual mandinya, dia memakai seragam sekolahnya, dengan rambut hitam sebahu dan menggunakan kacamata. Kemudian dia duduk di depan cermin meja riasnya, dia merapikan kerah seragam kemejanya yang masih baru. Lalu dia memoles pelembab bibir, lalu dia mematut diri, memastikan setiap lipatan baju dan atribut yang tersemat sudah sempurna. Dia terlihat sangat cantik dan manis di tambah kacamatanya.
"Perfect!" serunya dengan nada senang. Dia melangkah menuju ruang makan.
Sedangkan di sebuah apartemen megah, seorang pria berdiri di balkon kamarnya, dari ketinggian balkon kamarnya dia menatap kota yang mulai sibuk. Bayangan kekasihnya yang terakhir kali dia lihat masuk kedalam lamunannya. Pagi yang tenang di balkon kamarnya itu kontras dengan badai yang ada di dalam kepalanya. Ada binar obsesif yang berkilat disana, seolah-olah sudah menyusun rencana yang matang untuk pertemuan mereka nanti. Dia memvisualisasikan saat dia kembali memegang kendali atas hidup gadis itu.
"Sayang, aku menahan untuk bertemu dengan mu, aku ingin mengintai mu dulu, melakukan permainan ini." Desisnya pelan namun terdengar serak.
Sedangkan kayana, dia menggunakan mobil pergi ke sekolah. Mobilnya masuk kedalam sekolah dan berhenti di parkiran sekolah.
Dia keluar dari dalam mobilnya, sepi karena semuanya sudah masuk sekolah, dan kayana sengaja datang agak telat, agar tidak menjadi pusat perhatian. Dia langsung menuju kelas yang bundanya beritahukan.
Tok.. Tok..
Seorang guru perempuan cantik langung menoleh, begitu juga para murid semuanya terkejut, sedetik kemudian mereka tersenyum tipis.
"Kamu Lizzie ya? Anak pindahan?" Tanya guru itu mendekati kayana.
"Iya bu guru, nama ku lizzie." Jawabnya sopan.
"Nama ibu ibu Vera, masuklah dan perkenalkan namamu." Jawabnya dengan nada lembut.
"Terima kasih banyak bu guru." Jawab nya dengan nada sopan dan lembut.
Kayana masuk dan langsung memperkenalkan namanya. "Hallo, namaku Lizzie Agista. Salam kenal." Ucapnya dengan singkat.
"Ada yang mau bertanya?" Tanya bu vera
"Aku bu." Ucap salah seorang anak laki-laki. "Hallo Lizzie namaku doni, aku ketua kelas di sini. Aku ingin bertanya yang penting. Berapa nomor ponselmu?" Tanyanya dengan senyuman mengembangnya.
"Huuu." Teriak semua sahabatnya satu kelas.
"Sudah, sekarang lizzie kamu boleh duduk di samping yasmin dayana." Ucap bu Vera.
Deg..
"Yasmin, angkat tangan mu." Perintah bu guru vera.
Yasmin langsung mengangkat tangannya.
Kayana melihat seorang wanita cantik dengan rambut panjang yang lurus dan berponi. "Gila, visual yasmin sangat cantik. Dia juga orang yang mencintai pangeran xavier nanti. Kok ada di negara berbeda." Batinnya bingung dan penuh tanya.
Dia duduk di samping yasmin.
"Hai namaku lizzie." Sapanya mengenalkan namanya.
Dia menatap kayana malas. "Kamu sudah dengar bukan, namaku." Jawabnya dengan nada dingin.
Kayana tersenyum tipis. "Sesuai karakter yang aku buat, dingin, sombong dan pemarah." batinnya berbisik.
"Hai Lizzie." Panggil gadis di belakangnya.
"Hai." Jawab kayana cepat dan tersenyum ramah.
"Namaku yola, yasmin memang seperti itu, dia galak." ucapnya cekikikan.
"Iya." Jawab kayana tersenyum tipis.
"Yola, jika kamu tidak diam, Mulut mu aku sumpel." Ancam Yasmin.
"Ish, galaknya." Jawabnya tersenyum menggoda.
Disebuah mansion besar.
Seorang pria duduk sendirian dengan santai di meja makannya yang besar dan panjang.
"Tuan muda." Panggil brian asisten pribadinya.
"Hmm, apa kamu sudah menemukannya Brian?" Tanyanya dengan nada dingin.
"Maaf tuan muda, kami tidak bisa melacaknya. sepertinya pangeran xavier tahu kepergian nona kayana, dan tahu dimana nona kayana dan menutupi jati dirinya. Hingga anda sulit melacaknya."
Pandangan mata Arlo berkilat tajam dan dingin. "Sialan xavier, aku tidak akan menyerah, aku akan mencari tahunya dan aku pastikan akan menemukannya." Desisnya dengan nada tajam dan dingin, penuh perjanjian pada durinya sendiri.
Brian bergidik ngeri, melihat tatapan tajam dan dingin tuan mudanya. "Aku takut, sifat psikopatnya kambuh, kalau sudah kambuh, aku akan sangat ekstra kerjanya. karena aku harus mencari mangsa untuknya meluapkan sifat psikopatnya."Batin Brian bergidik ngeri.
Tring.. Bunyi bel istirahat berbunyi.
Kayana merapikan buku-bukunya.
"Hallo, lizzie namaku salsa, teman sebangku yola." Sapanya memperkenalkan namanya
Hallo, lizzie." Jawabnya dengan tersenyum ramah.
"Lizzie, kita makan di kantin yuk." Ajak yola dengan nada semangatnya.
Lizzie menganggukkan kepalanya. "Ayo." Jawabnya dengan lembut.
"Ayo yasmin." Ajak Yola.
"Iya, ayo cerewet." Jawabnya dengan nada ketus.
Mereka menuju kantin.
"Kayana, kamu mau makan apa?" Tanyanya antusias.
"Aku bakso saja sama es teh." Jawabnya dengan nada berbinar-binar.
"Aku samakan dengan lizzie." Sambung yasmin.
"Oke." Jawab yola antusias.
Yola dan salsa pergi membeli makanan.
"Lizzie, kenapa kamu pindah kesini? Sepertinya, aku merasa kamu bukan orang sembarangan." Ucap yasmin menatap lizzie lekat.
Lizzie tersenyum kecil. "Aku orang biasa kok." Jawabnya dengan santai dan tenang.
Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang begitu mantap, membelah keramaian kantin yang berubah menjadi hiruk pikuk kekaguman. Para siswi berdiri dari kursi mereka, dan berbisik heboh kearah most wanted dengan salah satu pria yang pesonanya yang sulit di tolak.
Kayana menatap bingung.
"Itu most wanted sini, namanya albert dewangga pemilik sekolah ini. Dia bersama empat sahabatnya most wanted pujaan para siswi sini." Ucapnya dengan nada datar.
"Oh." Jawabnya santai.
"Tidak tertarik?" Tanyanya dengan anda dingin.
"Enggak, lagi pula ada ceweknya di sampingnya." Ucapnya dengan nada santai.
"Dia bukan ceweknya, tetapi yah bisa jadi kali ya? Soalnya selalu ada jika mereka ada." Ucapnya dengan nada santainya. "Terapi tuh ceweknya tidak suka aku." Jawabnya dengan nada ketus.
"Kenapa?" Tanyanya bingung.
"Mungkin, karena aku cewek paling cantik, tetapi sekarang kecantikan ku di kalahkan kamu lizzie, kamu itu cantik dan menggemaskan." Jawabnya tersenyum tipis.
"Ish, yasmin kamu jangan-jangan belok ya?" Tanyanya dengan nada menggoda.
"Enak saja, normal lah aku. Hehehe." ucapnya cekikikan.
"Ternyata, sifat yasmin tidak seperti yang aku tulis, dia dingin. Tetapi jika sudah kenal dia menjadi pribadi hangat." Batinnya berbisik
Tiba-tiba albert menatap arah kayana. Dia menatap kayana yang tersenyum, terlihat cantik dan menggemaskan.
"Sepertinya itu anak baru ya? Cantik dan menggemaskan." Gumamnya seorang pria bernama arlan.
"Iya benar cantik." Jawab pria bernama alaska.
"Apaan, biasa saja kali." Jawab anabel ketus.
Albert tidak menjawab, dia berjalan menuju mejanya yang biasa digunakan.
Tiba-tiba datang tiga orang pria, mereka biang rusuh dan suka mengganggu yasmin.
"Hallo yasmin cantik, waw sekarang kamu memiliki sahabat ya, cantik." Ucap devan menatap kayana terpesona.
"Devan pergi dari sini, jangan ganggu kami makan." Jawab yasmin ketus.
Devan tersenyum menyeringai. "Kamu kenapa selalu ketus yasmin." Ucap devan tersenyum tipis.
Teman devan tiba-tiba ingin memegang paha kayana. Kayana dengan sigap memelintir tangannya, kemudian dia berdiri dan menendangnya.
Bruk..
"Aduh, sialan." ucapnya dengan nada marah.
Deg..
Semuanya terkejut termasuk albert dan geng most wanted.
lebih baik hukuman ciuman dripda siksaan...hahahahah🤣🤣
lanjut kak....
langsung di basmi aja lah...hihihu...
smngt terus kak...💪💪