NovelToon NovelToon
ISTRI MANDUL JADI IBU ANAK CEO

ISTRI MANDUL JADI IBU ANAK CEO

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / Pelakor jahat / CEO / Romantis / Ibu Pengganti / Duda / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Selama tiga tahun menikah, Elena mencintai suaminya sepenuh hati, bahkan ketika dunia menuduhnya mandul.

Namun cinta tak cukup bagi seorang pria yang haus akan "keturunan".
Tanpa sepengetahuannya, suaminya diam-diam tidur dengan wanita lain dan berkata akan menikahinya tanpa mau menceraikan Elena.

Tapi takdir membawanya bertemu dengan Hans Morelli, seorang duda, CEO dengan satu anak laki-laki. Pertemuan yang seharusnya singkat, berubah menjadi titik balik hidup Elena. ketika bocah kecil itu memanggil Elena dengan sebutan;

"Mama."

Mampukah Elena lari dari suaminya dan menemukan takdir baru sebagai seorang ibu yang tidak bisa ia dapatkan saat bersama suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19. RACUN JESSY

Suara mesin infus berdetak pelan di ruangan rumah sakit yang dipenuhi aroma antiseptik. Jessy terbaring di atas ranjang dengan wajah pucat, rambut berantakan, dan selimut yang ditarik hingga ke perutnya. Ia meremas ponselnya erat-erat, air mata sudah siap jatuh kapan saja.

Ia memencet nomor Raven dengan tangan gemetar, sengaja menggigilkan suara agar terdengar lemah.

Saat panggilan terhubung, ia langsung tersedu.

"Ra ... Raven...," suaranya pecah, serak, penuh kepanikan buatan. "A-aku ... aku hampir kehilangan bayi kita."

Di seberang sana, Raven yang sedang berada di kantor terdiam. Suara Jessy begitu panik sampai napasnya terdengar memotong.

"Apa maksudmu?" suara Raven menegang.

Jessy mengatur isakannya, memaksakan getir. "Aku pingsan. Perutku sakit sekali. Dokter bilang aku nyaris keguguran ... kalau aku terlambat sedikit saja. Raven, aku takut."

Di belakang kata-katanya yang gemetar, mata Jessy justru menajam licik.Ia tahu betul kelemahan Raven:

Anak.

Cukup sebut 'bayi dalam bahaya', Raven pasti datang.

"Di mana kau sekarang?" Raven langsung bertanya.

"R-rumah sakit St. Maria," Jessy menambah dramatisasi, menangis makin keras. "Tolong cepat, Raven ... aku sendirian ... aku takut."

Tak sampai lima detik, panggilan diputus, menandakan Raven langsung pergi.

Jessy tersenyum puas.

Tak sampai dua puluh menit, pintu kamar pasien terbuka keras. Raven muncul dengan wajah pucat dan napas terengah, seolah ia berlari sepanjang perjalanan.

"Jessy?!" seru Raven sambil menghampiri.

Jessy langsung memainkan perannya. Ia mengulurkan tangan, wajah penuh air mata. "Raven, aku kira aku akan kehilangan anak kita."

Raven menggenggam tangannya, wajahnya tampak tegang dan penuh rasa bersalah.

"Apa yang terjadi? Kenapa kau bisa hampir keguguran?" tanya Raven.

Jessy menarik napas panjang, seolah mengumpulkan keberanian untuk bercerita.

"A-aku ... aku ke butik hanya ingin mencari baju bayi lalu ..." Ia menggigit bibir, menutup wajah dengan kedua tangan. "Aku bertemu Elena," lanjutnya.

Tepat seperti dugaan, Raven terdiam.

Jessy melanjutkan dengan suara yang dipenuhi getaran palsu.

"Elena berteriak padaku. Dia mengusirku di depan semua orang. Dia bilang aku perusak rumah tangga ... dia mendorongku dan aku jatuh, Raven. Perutku sakit sekali, aku takut ... aku takut kehilangan bayi ini "

Air mata jatuh. Setetes. Detik berikutnya tiga tetes. Lalu mengalir deras.

Raven mematung. Rahangnya mengeras. Pandangannya berubah gelap.

"Dia mendorongmu?" suara Raven rendah seperti menahan amarah yang meletup.

Jessy mengangguk kecil. "Aku ... aku malu sekali, Raven. Semua orang melihatku seperti aku sampah ... aku tidak pernah ingin bertengkar, aku hanya ingin membeli baju bayi kita."

Kalimat itu disengaja: bayi kita.

Raven yang awalnya menjauh dan dingin karena urusan bisnis yang sedang kacau, kini luluh. Hatinya ditarik tepat di titik terlemahnya. Ia mengusap rambut Jessy pelan.

"Shh ... kau sudah aman. Maaf aku tidak ada ketika itu terjadi," kata Raven.

Jessy langsung menambah pecutan racun. "Aku tahu, pekerjaanmu penting ... aku tak ingin mengganggumu, tapi Elena terlalu membenciku, Raven. Sampai dia tega menyakitiku dan hampir menyakiti bayi kita,"

Itu berhasil.

Wajah Raven berubah semakin gelap. Matanya benar-benar dipenuhi amarah.

"Aku akan bicara dengannya," Raven menggertakkan gigi. "Aku tidak akan diam kalau dia menyakiti anakku."

Jessy menurunkan tatapan, mengusap perutnya sambil menangis lirih. "Terima kasih ... aku hanya ingin kau melindungi anak kita."

Dalam hati Jessy tertawa.

Kau mudah sekali diprovokasi, Raven, batin Jessy.

Jika menyangkut anak, Raven akan berada di garis terdepan membela Jessy.

Dan itu tepat seperti yang Jessy inginkan.

Setelah memastikan Jessy bisa beristirahat, Raven berdiri, mengeluarkan ponselnya, dan mengetik pesan dengan rahang terkunci.

Raven:

Temui aku di kafe sebelah kantor Alvarez. Kita perlu bicara. Sekarang.

Elena yang baru keluar dari rapat langsung membaca pesan itu dengan dahi berkerut.

Ia tidak berniat membalas. Tapi pesan kedua masuk:

Raven:

Kalau kau menolak, aku akan datang langsung ke kantor Alvarez dan membuat keributan.

Elena mendecak. "Berani sekali dia."

Dengan malas dan muak, Elena akhirnya membalas:

Elena:

Baik. Setengah jam lagi.

Kafe yang dimaksud Raven adalah kafe mahal yang sering dipakai untuk pertemuan bisnis. Begitu Elena masuk, ia mendapati seluruh kafe sudah kosong.

Raven menyewa seluruh kafe. Hanya untuk bicara dengan Elena?

Sungguh konyol.

Raven berdiri dengan tangan di saku, wajah penuh kemarahan. "Duduk,", perintahnya.

Elena tertawa kecil. "Kau pikir kau siapa, Raven, memerintahku seperti itu?"

Raven tidak menyahut. Ia hanya menatapnya dalam-dalam, dingin dan penuh tuduhan.

Akhirnya Elena duduk, menyandarkan tubuh santai, menatap Raven seolah ia sedang menonton badut.

Raven mencondongkan tubuh ke depan, suara rendah dan tajam.

"Apa yang kau lakukan pada Jessy di butik?" tanya Raven tajam.

Elena mengangkat alis. "Oh? Jadi dia sudah mengadu?"

"Dia bilang kau mempermalukan dan mengusirnya. Bahkan mendorongnya sampai hampir membuat bayiku keguguran." Raven mengepal tangan. "Kenapa kau tega, Elena?"

Elena tak bisa menahan diri. Ia tertawa keras.

"Jadi itu ceritanya?" Elena menepuk meja, menahan geli. "Wow. Jessy benar-benar berbakat akting. Harusnya main drama, bukan merebut suami orang."

"Ini bukan lucu, Elena!" Raven membentak.

"Tidak, ini sangat lucu," Elena menatap Raven dengan ekspresi penuh ejekan. "Karena yang terjadi SAMA SEKALI BUKAN seperti yang dia katakan."

Raven mengerutkan dahi, tapi Elena tidak memberi ruang baginya untuk memotong.

Elena melanjutkan dengan nada dingin,

"Jessy lah yang datang ke butik dan membuat keributan ketika melihatku. Dia berteriak bahwa aku wanita mandul di depan semua pegawai dan pelanggan. Bahkan memanggilku wanita murahan karena kini aku bersama Hans."

Wajah Raven mengeras, tapi ia tetap terlihat tidak terpengaruh.

Elena menutup mata sejenak, lalu memandang Raven tajam. "Aku tidak menyentuhnya. Tidak mendorongnya. Tidak mengusirnya. Dia yang histeris dan menggila."

Raven menggelengkan kepala pelan, wajahnya sinis. "Jessy tidak mungkin memutar balik cerita seperti itu. Berhentilah berbohong hanya karena kau iri dia mengandung anakku sedangkan kau tidak bisa."

Elena menatapnya tajam. "Apa kau setolol itu untuk tidak melihat kebohongan seorang wanita yang jelas-jelas ingin mengikatmu dengan bayi?"

Raven tertawa dingin. "Apa yang dia katakan tidak sepenuhnya salah."

Elena terpaku sejenak.

Raven melanjutkan dengan nada memuakkan,

"Kau memang mandul, Elena. Itu fakta. Dan kau ... wanita yang baru bercerai sudah langsung masuk ke pelukan pria lain. Bahkan musuh mantan suamimu sendiri. Kalau itu bukan wanita murahan, apa namanya?"

Elena mengerutkan bibir, menahan tawa sinis. "Jadi ini tentang Hans?"

"Apa lagi?" Raven mendesis. "Kau pikir Hans menginginkanmu? Kalau dia tahu kau tidak bisa memberi keturunan, dia juga akan meninggalkanmu."

Itu sudah melampaui batas.

Elena menatap Raven dengan jijik.

"Kalau begitu, aku tegaskan satu hal," kata Elana dengan suara rendah namun tajam seperti belati. "Jika aku wanita murahan, maka kau adalah pria bajingan tidak tahu diri yang berselingkuh di belakang istrimu. Merusak rumah tanggamu sendiri dengan meniduri perempuan lain yang kau sendiri tidak tahu latar belakangnya sebenarnya."

Raven tersentak, wajahnya merah padam karena marah. "Kau-"

"Diam," Elena memotong sambil berdiri. "Kau tidak pantas memaki siapa pun. Kau selingkuh, lalu merasa berhak menghakimi orang lain? Gila."

Raven menunjuknya tajam. "Jangan bicara seolah kau suci, Elena."

Elena memutar bola mata. "Aku bahkan tidak tahu bagaimana dulu aku bisa menikahi pria bodoh seperti kamu."

Tepat ketika Raven hendak membalas, ponsel Elena berbunyi.

Nama yang muncul di layar: Hans.

Elena tersenyum, senyum lembut namun penuh makna. Ia mengangkat panggilan itu di depan Raven. Sengaja.

"Hans? Ya, aku ada di kafe sebelah kantor Alvarez," Elena berkata santai. "Aku sedang bersama pria tidak tahu diri."

Raven menegang.

Di seberang, Hans tidak banyak bicara.

Hanya empat detik hening. Lalu panggilan langsung ditutup.

Elena mengernyit. "Kenapa dia-"

Namun Raven kembali membuka mulut, mengoceh tanpa henti. "Lihat? Bahkan Hans tidak mau mendengarmu. Kau pikir dia akan mempertahankanmu selamanya?! Jangan mimpi, Elena. Kau itu-"

Pintu kafe tiba-tiba terbuka keras.

Keduanya refleks menoleh.

Langkah sepatu menghantam lantai dengan tekanan kuat.

Seseorang berjalan masuk, wajahnya gelap, aura dinginnya memenuhi seluruh ruangan. Ekspresi marah terlihat di wajahnya.

Hans berjalan menuju ke arah Elena dan Raven.

1
Mutaharotin Rotin
🥰🥰🥰🥰🥰💐💐💐💐💐💐
Mutaharotin Rotin
ayo cerai dari Suamimu alena
ollyooliver🍌🥒🍆
kan bukan elenanya..dia menyesal hanya karena fakta ..dia tdk.merasa sakit dan buakn cemburu karena elena gk spesial buat raven😌
ollyooliver🍌🥒🍆
bukan karena elenanya tapi fakta ttng mandul
ollyooliver🍌🥒🍆
lah..kok kebahagian elena mengunrangi rasa bersalahnya? enak banget..emnya yg bagaimana ada keterikatan anatara bahagia elena dan rasa bersalah?
ollyooliver🍌🥒🍆
coba deh kalau gk tau fakta itu apakah raven akan meminta maaf? gk kan..bahkan setelah dia menghina..gk ada rasa bersalah atau menyesal karena ya..sampai sekarang dia minta maaf bukan karena elenanya tapi karena sebuah fakta
ollyooliver🍌🥒🍆
nahkan..bapaknya aja dibuat liat seperti anaknya gk menyesal karena kehilangan elena akan perbuatannya..gw dah bilang pemain wanita utama.kalah saing sama jessy🤭
ollyooliver🍌🥒🍆
tapi semua yg dikatakan raven bukanlah penyesalan setelah kehilangan elena..tapi karena fakta ttng dirinyaa. so dia gk bener" menyesal karena elena. justru sebaliknya jika bayi itu anak kandungnya..aadkah penyesalannya dan rasa bersalahnya pd elena? jawabannya..gk ada. so elena itu gk berrti apa" bahkan pesonanya kalah dengan jessy🤭
ollyooliver🍌🥒🍆
enk dong revannya..masih bisa nyari wanita lain jadi istrinya..harusnya jangan hanya dibuat mandul, lumpuh juga..biar dia tau bahwa dia gk layak hidup berdampingn dengan wanita. seperti dia yg ingin melempar jessy, jessy itu lebih banyak ruginya sedangkan raven? mandul doang
ollyooliver🍌🥒🍆
lah...jadi kalau anak itu anak kandungnya. jessy ndk akan diputuskan? jadi kesimpulannya..penghianat ttp bersaama memjadi keluarga cemara begitu? trus sia" dong kebahagian alena. sdh disakitin eh penghianat malah bahagia🙂
ollyooliver🍌🥒🍆
dia kasihan pd jessy atau karena raven gk bisa memproduksi anak laagi pd jessy?
Memey Nyoman
gblk sih kata akuuu
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
nah kan, mana nih si diana diani itu pengen di sodorin hasil usg nya di depan mata nya langsung 😜
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kan di bilang juga ape, mulutnya di jaga, kemarin ngehina elena perkara rahim, sekarang sm Yang Kuasa di bikin dia yg ga ada rahim 😔
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini kalo sampe elena nanti bisa hamil awas aja ya, ku ketawain sambil ngopi caramel machiato sm makan bakwan kawi di pojokan 😜
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bisa2 nya anak seumur jagung ngomong tentang ga bisa punya anak 🥲 pr matematika lu noh di garap, malah ngurusin ibu nya temen kayak ibu2 komplek julid aja 😌
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢: iya padahal jaman dulu pol mentok cuma ejek2an nama bapak aja kak wkwk
total 2 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kalo mah status jelas harusnya jangan mau sama suami orang, dimana2 stigma selingkuhan itu ga baik dia malah test drive 🙏🏻🙂
Archiemorarty: Hahaha... selingkuhan kan kalau baper gitu, lupa dia siapa🤣
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
miris bgt masih ada yg percaya sm kata laki-laki "kalo hamil aku bakal tanggung jawab" padahal ga ada jaminan apa2, orang pinjem duit aja pake jaminan tanda pengenal, ini dia ngasih harga diri nya ga pake jaminan apa2 ke cowo yg bahkan dia tau udah beristri 🙂 secara umur dia bukan anak di bawah umur yg harusnya paham perempuan adalah pihak yg paling rugi slnya kalo udah ga di nikahin tp mau di gituin 🙂
Dewa Dewi
😂😂😂😂😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lagi hamil ih mulutnya jangan jahat2 mbak wkwk di dunia ini aku percaya kuasa Tuhan di atas segalanya, Tuhan bisa bikin elena hamil & Tuhan juga bisa bikin kamu tiba2 rahim nya rusak karena rahim itu area kekuasaan-Nya jd mulutnya di jaga 🙂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!