NovelToon NovelToon
Music Scandal (Despina & Keyvandi)

Music Scandal (Despina & Keyvandi)

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / Nikahmuda / Penyesalan Suami / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama
Popularitas:10
Nilai: 5
Nama Author: Nevera

Keyvandi Orion Eduardo atau didunia entertainment lebih dikenal dengan nama Orion Key merupakan seorang musisi terkenal dengan berbagai macam prestasi yang ia miliki. Kehidupan yang jauh dari berbagai macam isu tidak mengenakkan serta keramahannya membuat lelaki berumur 25 tahun itu banyak disukai oleh berbagai kalangan.

Namun, bagaimana jika semua citra yang telah ia bangun itu mendadak sirna. Ketika ia tanpa sengaja bertemu dengan seorang gadis SMA yang bahkan belum berumur 18 tahun. Perlahan berbagai macam fitnah dan isu buruk tentangnya mulai tersebar. Sehingga membuat ia dicap sebagai musisi dengan scandal terburuk sepanjang masa.

Disisi lain, seorang gadis SMA dengan nama Despina Elara Faye yang juga merupakan adik tiri dari salah satu musisi yang iri akan karir Keyvandi terpaksa menuruti perintah kakaknya untuk mendekati Keyvandi dan menghancurkan karirnya perlahan. Jika tidak, maka siksaan akan terus ia dapatkan.

Lalu, bagaimana kisah selanjutnya? Baca yuk!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nevera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Keyvandi baru saja menyelesaikan syuting video iklan terakhirnya di Singapura. Hari ini jadwal lelaki itu sangat padat, bangun pagi dan juga harus langsung berangkat ke lokasi syuting, kadangkala ia juga harus menyapa para penggemarnyanyang senantiasa ada di sekitar lokasi syuting. Entahlah, beberapa hari disini bukanlah hal yang mudah baginya, ia harus menahan rindu kepada kekasihnya Despina dan juga ia harus menahan rindu dengan keluarganya, meskipun ia sudah terbiasa tinggal sendiri.

"Lia, hari ini adalah hari terakhirku di Singapura, aku ingin jalan-jalan sendiri, jadi tolong kau jangan mengikutiku, kau jalan-jalan sendiri saja, aku soalnya inginmembeli oleh-oleh untuk orang rumah."

Tanpa aba-aba Keyvandi langsung beranjak dari sana, ia keluar dari hotel, kebetulan memang barang-barang Keyvandi Lia yang akan mempackingnya.

Keyvandi jalan seorang diri, lelaki itu menggunakan masker dan topi seperti biasa, kali ini ia tidak ingin jika para penggemarnya menyadari jika ia sedang berjalan seorang diri, bisa gawat nanti.

Keyvandi memesan kendaraan online lewat sebuah aplikasi, lelkai itu menunggu beberapa menit sampai akhirnya kendaraan itu muncul. Setelahnya Keyvandi mengatakan tujuan lelaki itu.

Beberapa saat kemudian Keyvandi sampai di sebuah mall terbesar yang ada di Singapura, lelaki itu pergi kesana untuk berjalan-jalan dan juga membeli beberapa oleh-oleh untuk orang terdekatnya. Keyvandi masuk ke dalam sebuatmh store perhiasan, lelaki itu melihat-lihat perhiasan yang dipajang pada sebuah etalase.

"Permisi, bisakah aku melihat itu nyoya?" Tanya Keyvandi kepada seorang wanita paruh baya pemilik toko perhiasan itu.

Wanita tadi tersenyum, "yang mana anak muda? Apakah yang ini?"

Keyvandi menganggukkan kepalanya, lelaki itu tersenyum melihat perhiasan yang di ambilkan oleh wanita paruh baya itu.

Keyvandi memegang perhiasan yang merupakan sebuah kalung cantik dengan sebuah permata yang menjadi hiasannya.

"Ini sangat cantik, sepertinya akan cocok jika Daisy yang memakai," Batin lelaki itu.

"Itu adalah kalung limited edition, dan hanya dibuat satu dan hanya satu-satunya di dunia, kau tidak akan menemukan kalung itu di toko manapun nak."

"Kalau begitu aku akan mengambil yang ini, tapi bisakah membungkusnya dengan rapi?"

Wanita paruh baya tadi menganggukkan kepalanya, beberapa saat menunggu, akhrinya perhiasan yang Keyvandi bekintelah selesai di bungkus, Keyvandi tersenyum senang, lelaki itu sangat puas dengan pelayanan di toko ini, dan ia berjanji lain kali jika ia ke Singapura lagi ia akan mampir kembali ke toko itu.

***

"Despina, ayo pulang bersamaku!" Ajak Dandelion pada Despina saat jam sekolah telah berakhir.

Despina yang sedang mengemas barang-barangnya itu menggelengkan kepalanya, "Sepertinya aku akan pulang menggunakan taksi online saja, aku ada urusan yang harus ku selesaikan Delion."

Dandelion menghela napasnya pelan, entahlah ini perasaannya saja atau bagaiman, tapi Despina selama 2 bulan belakangan memang selalu banyak urusan yang membuat Dandelion kesal. Padahal ia hanya ingin banyak menghabiskan waktu dengan Despina, tapi gadis itu selalu saja beralasan jika sedang sibuk dan tidak memiliki waktu.

"Baiklah jika begitu, lain kali aku ingin mengajakmu pergi, dan kau tidak boleh menolaknya, jika sampai kau menolak aku aka marah padamu," Ancam Dandelion kepada Despina.

Despina hanya menganggukkan kepalanya saja ia hanya bisa pasrah dengan yang dikatakan oleh sahabatnya itu.

Akhirnya baik Despina maupun Dandelion berjalan keluar kelas, keduanya selalu menjadi pusat perhatian meskipun banyak yang lebih memperhatikan Dandelion, karena memang Dandelion memiliki rupa yang cantik dan dari kalangan orang terkenal, sedangkan Despina, ia memang lebih cantik dari Dandelion, tapi karena murid disini menganggap untuk apa wajah cantik atau tampan jika tidak memiliki kemampuan apapun di bidang kekayaan maka tidak akan berguna sama sekali.

"Heh jalang!"

Despina maupun Dandelion menoleh kearah suara yang berteriak itu, suara seorang gadis yang selaku mengusik ketenangan Despina. Siapa lagi jika bukan Angel dan teman-temannya, gadis itu memang tida pernah berhenti untuk mengacaukan hidup Despina, padahal Despina tidak pernah mengganggu Angel.

"Ada apa lagi?" Tanya Dandelion kepada Angel, gadis idengan rambut ombrenya itu tampak memutar bola matanya malas mendengar pertanyaan dari Dandelion.

"Aku tidak ada urusan denganmu."

Dandelion berdecih, "Adak kau tau, jika itu ada sangkut pautnya dengan Despina maka itu juga ada sangkut pautnya denganku, jangan pernah mengganggu Despina, bukankah aku sudah seringkali mengingatkanmu?"

"Sudahlah, Delion, kita lebih baik pergi saja dari sini," Ajak Despina pada sahabatnya itu.

Tapi Dandelion menepis pekan tangan Despina, ia sudah benar-benar geram dengan tingkah Angela yang seharusnya tidak bisa di maafkan.

Di sana, beberapa murid yang belum pulang tampak berkumpul untuk melihat apa yang terjadi, mereka semua penasaran dengan keributan yang diciptakan oleh Angel.

Banyak sekali bisik-bisik yang membicarakan kejadian itu.

"Lebih baik kau jauhi saja kak Jason, aku tidak suka melihatmu selalu kegatalan dengannya."

"Maksudmu? Aku bahkan tidak pernah mendekatinya," Ujar Despina, gadis itu menjawab apa adanya, selama ini ia memang tidak pernah mendekati Jason, salah satu most wanted di SMA Abdi Bangsa dan merupakan kapten basket sekolah itu.

"Pembohong! Kau pikir aku tidak tau jika kau selalu mendekati kak Jason."

"Kau ini memang tuli atau bagaimana? Despina sudah mengatakan jika ia tidak pernah sama sekali mendekati lelaki itu, tapi kau bersikeras menuduh yang bukan-bukan, apa kau ini minta di pukul?" Kesal Dandelion.

"Sudahlah Delion, jangan hiraukan dia, terserah dia mau mengatakan apa, yang terpenting aku tidak pernah mendekati orang yang dia maksud."

"Kau---"

"Kalian, ada apa ini!?" Seorang guru datang menghampiri kerumunan itu.

"Despina menyakitiku pak."

"Apa benar yang dikatakan Angel itu Despina?"

Despina menggelengkan kepalanya, "Tidak pak."

"Bohong pak, jelas-jelas dia mengatakan yang tidak-tidak tentangku."

"Bohong, kenapa kau jadi menuduh Despina, jelas-jelas banyak sekali saksi yang melihat jika kau duluan yang melabrak Despina."

Rasakan, Angel sepertinya salah mencari lawan, masalahnya adalah Despina memiliki Dandelion yang sangat punya pengaruh besar di sekolah itu.

"Tidak pak, apa yang Angel katakan benar, benarkan teman-teman?" Itu adalah suara salah satu pengikut Angel dan diangguki oleh teman lainnya.

Guru tersebut menjadi bingung ia menatap kedua anak muridnya it, "Baiklah jika tidak ada yang mau mengakui, sekarang ikut bapak ke ruang BK, dan hang lain silahkan bubar dan pulang ke rumah masing-masing jika sudah tidak ada kegiatan."

Akhirnya mau tidak mau Despina dan juga Dandelion harus masuk ke ruang BK. Despina hanya bisa menghela napasnya pelan.

"Jadi bagaimana, Despina dan juga Angel?"

"Saya tidak pernah berbohong pak, bapak taukan siapa ayah saya? Saya berkata jujur."

Guru itu tampak menghela napasnya pelan, "Bagaimana Despina, apakah kamu bisa meminta maaf kepada Angel?"

"Maksud bapak?"

Angel yang mendengar itu tersenyum sini, bukankah sudah dikatakan bukan jika di sekolah ini yang utama adalah sebuah jabatan, percuma jika wajahmu canti atau tampan jika kau tidak punya pengaruh apapun.

"Iya, kamu harus meminta maaf kepada Angel karena telah berani melabraknya."

"Loh kok jadi saya? Saya ini nggak salah apapun pak."

Brak!

"Benar, apa yang dikatakan oleh Despina, dia memang tidak bersalah pak, jadi jangan asal menuduh."

"Tapi nak, Angel sendiri yang mengatakan jika dia di labrak oleh Despina."

Dandelion yang mendengar itu merasa marah, "Jangan pernah melihat sesuatu dari satu pihak, dan juga bapak tau kan konsekuensinya berbuat curang? Bapak bisa saja dituntut karena kedapatan membedakan murid."

Ya, tiba-tiba saja guru BK itu terlihat pucat, ia lupa jika ia sekarang juga sedang berhadapan dengan anak dari pengacara dan juga jaksa yang terkenal jujur di negeri ini, jika sampai ada kecurangan yang ia lakukan, atau salah langkah sedikit saja bisa-bisa ia akan tinggal seumur hidup di dalam penjara.

"E-emb, kita sepertinya harus memanggil saksi yang lain."

Angel yang mendengar itu mengepalkan tangannya karena geram, sedangkan Dandelion tertawa dalam hati.

"Jika ingin memanggil saksi yang lain jangan memanggil teman Angel, kita tidak bisa memanggil seseorang yang saking berpihak."

"Kalau begitu seharusnya Dandelion tidak boleh menjadi saksi, karena kau adalah sahabat Despina."

Dandelion tersenyum sinis, "Tentu saja tidak, tapi murid lain yang ada di lokasi kejadian."

Akhirnya seorang siswa dan siswi yang melihat kejadian itu di datangkan, mereka akhirnya mengatakan yang sejujurnya, bahkan juga Dandelion menyarankan untuk memeriksa CCTV yang ada di lokasi kejadian.

Akhirnya hal itu juga dilakukan untuk lebih jelasnya lagi.

"See, sekarang bisa lihat siapa yang bersalah?" Ujar Dandelion setelah berhasil membuktikan jika sahabatnya tidak bersalah, tapi yang bersalah adalah Angel.

Angel mengepalkan tangannya, "Kurang ajar!" Batin gadis itu.

***

Disisi lain, Keyvandi baru saja menyelesaikan kegiatannya berkeliling di Singapura, ia cukuo puas dengan hasil yang ia dapatkan sekarang. Kemudian lelaki itu langsung oukang menuju hotelnya kembali menggunakan taksi online yabg ia pesan.

Keyvandi memasuki hotel, ketika sampai di lobby hotel ia bertemu denga Lia yang sedang duduk seorang diri, Keyvandi menghampiri Lia, lelaki itu mendudukkan badannya karena merasa lelah.

"Rion, kau sudah membeli oleh-oleh?"

Keyvandi hanya menganggukkan kepalanya saja.

"Apa lelah?"

"Ya."

Akhirnya diantara keduanya hanya ada kesunyian, Keyvandi memejamkan matanya saja lelaki itu ingin mengistirahatkan diri karena memang seharian ini kegiatannya sangat padat, dan esok hari ia harus segera kembali ke Indonesia, dan itu sangat melelahkan.

"Lia, bagaiman dengan barang2ku sudah selesai?"

"Sudah."

"Baiklah, jika seperti itu aku akan beristirahat terlebih dahulu, aku tidak ingin jika besok aku justru malah drop karena kurang istirahat."

Tanpa menunggu jawaban dari Lia lelaki itu langsung masuk ke dalam kamar hotel, sedangkan Lia hanya memperhatikan saja, gadis itu hanya bisa menghela napasnya pelan.

"Andaikan aku bisa ya."

Keyvandi membaringkan tubuhnya di tempat tidur, ia menatap langit-langit kamar hotel. Lelaki itu teringat akan kekasihnya yang ada di seberang sana, apa yang sedang dilakukan gadisnya itu, apakah masih di sekolah ataukah sudah di apartemen, taoi seingat Keyvandi jika Jan segini biasanya Despina sudah berada di apartemen, dan gadis itu akan sibuk dengan banyaknya tulisan yang ia tulis.

seperti biasa akhirnya Keyvandi memutuskan untuk menghubungi kekasihnya itu via video call.

Panggilan tersambung, tapi Despina belum juga mengangkatnya. Akhirnya Keyvandi mencoba untuk kembali menghubungi gadis itu. Keyvandi tersenyum karena pada akhirnya Despina mengangkat panggilan darinya.

Terlihat gadis di seberang sana duduk di sofa ruang tamu apartemen dengan masih menggunakan seragam sekolahnya. Keyvandi yang tadi tersenyum itu mengerutkan keningnya karena heran akan hal itu.

"Kak Vandi." Wajah gadis itu terlihat sangat kelelahan, terdengar dari beberapa kali helaan napas yang gadis itu lakukan.

"Sayang ada apa denganmu?"

Dengan wajah lelahnya itu Desoinamenatap keyvandi yang ada di layar ponselnya. Gadis itu menggelengkan kepalanya.

Keyvandi tidak percaya dengan gadis itu, pasti ada apa-apa yang terjadi sehingga membuat Despina seperti sangat kelelahan.

"Jangan menyembunyikan apapun dariku sayang, aku tau jika kau pasti sedang tidak baik-baik sajakan?"

"Kak, aku tidak apa-apa kok, aku hanya lelah karena baru saja pulang dati sekolah."

"Benarkah?"

Despina menganggukkan kepalanya, ia tidak mungkin memberitahukan yang sebenarnya terjadi kepada Keyvandi, lelaki itu sedang sibuk di Singapura, jika sampai lelaki itu tau apa yang terjadi padanya takutnya nanti akan mengganggu konsentrasinya.

"Baiklah jika begitu, oh ya sayang, jadwalku di sini sudah selesai."

Despina menatap Keyvandi tidak percaya, "Benarkah,? kak Vandi mengatakan jika Singapura 3 hari dan di hari ke empat baru kembali ke Indonesia, tapi sekarang kenapa sudah akan pulang?"

Pertanyaan beruntun dari Despina tentu saja membuat Keyvandi terkekeh, gadis utu yang sebenarnya adalah gadis yang cerewet, jika Despina tidak cerewet atau banyak diam berarti ada hal yang mungkin membuat moodnya buruk.

"Kau ini sayang, bertanyalah satu-satu, tadi kau mengatakan jika lelah, sekarang Despina hang biasanya sudah kembali ya?" Goda Keyvandi kepada kekasihnya itu.

Despina yang mendengar itu menjadi malu, ia tidak sadar jika ia tiba-tiba sangat cerewet, padahal tadi moodnya buruk, tapi entah kenapa jika berhadaoan dengan Keyvandi semua menguap begitu saja, Keyvandi membuatnya jadi cerewet.

"Kak, aku kan hanya bertanya, mengapa sangat cepat?"

Keyvandi di seberang sana tertawa, "Sayangku, aku sengaja menyelesaikan pekerjaanku di sini lebih awal karena aku sudah sangat merindukanmu, aku tidak bisa terlalu jauh denganmu dalam waktu yang lama."

Despina memutar bola matanya malas, Keyvandi ini kenapa jadi gombal sekali setiap kali berhadapan dengannya, laki-laki itu selalu menjadikan dirinya alasan dalam setiap hal yang dikerjakan, apakah ini Keyvandi yang dikatakan Erlando sangat susah dekat dengan gadis manapun.

"Tunggu aku di Indonesia sayang, aku juga sudah menyiapkan sesuatu untukmu." Senyum Keyvandi terlihat misterius membuat Despina penasaran dengan hal yang dikatakan oleh Keyvandi.

"Apa yang kakak siapkan untukku?"

"Rahasia, aku tidak akan memberitahumu sekarang, ketika aku sampai di apartemen esok akan ku beritahu."

"Tidak asik sekali, aku ingin tahu sekarang padahal."

Keyvandi terkekeh gemash melihat gadisnya itu, "Sayangku, kenapa kau sangat menggemaskan, jika saja kita tidak sedang dipisahkan oleh jarak seperti ini aku pasti sudah, hihh, akan kupeluk tubuh mungilmu itu dan kugigit pipimu itu sayang."

Reflek Despina memegang pipinya, gadis itu memang memiliki pipi yang tembem dan chubby, ditambah lagi semenjak ia tinggal bersama Keyvandi beberapa bukan terakhir, berat badannya bertambah tentu saja membuat pipinya semakin membesar dan itu adalah sasaran empuk bagi Keyvandi.

Ceklek

"Rion."

.

.

.

TBC

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!