NovelToon NovelToon
Cinta Yang Lahir Dari Kekeliruan

Cinta Yang Lahir Dari Kekeliruan

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:23.1k
Nilai: 5
Nama Author: Pita Cantik

Lima tahun lalu, Olivia Elenora Aurevyn melakukan kesalahan fatal salah kamar dan mengandung anak dari pria asing. Ketakutan, ia kabur dan membesarkan Leon sendirian di luar negeri. Saat kembali ke Monako demi kesehatan psikologis Leon, takdir mempertemukannya dengan Liam Valerius, sang penguasa militer swasta. Ternyata, pria "salah kamar" itu adalah Liam. Kini, Liam tidak hanya menginginkan putranya, tetapi terobsesi memiliki Olive sepenuhnya melalui rencana pengejaran yang intens dan provokatif.

​Dialog Intens Liam kepada Olive
​"Setiap inci tubuhmu adalah milikku, jangan pernah berpikir untuk lari."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pita Cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30 HUJAN AIR MATA DAN SUJUD SANG MONARCH

​Minggu, 11 Mei 2025, Musim Semi

​Dinginnya hujan badai di luar sana seolah berpindah ke dalam kediaman Vera Odile Kensington. Atmosfer di dalam rumah mewah itu terasa begitu berat dan menyesakkan. Vera, dengan sifatnya yang tenang dan observan, segera bergerak cepat untuk memastikan kenyamanan sahabatnya yang tengah hancur. Ia meminjamkan piyama sutra miliknya kepada Olive dan Zee agar mereka tidak jatuh sakit setelah terpapar udara malam yang ekstrem.

​Saat Olive berada di kamar mandi untuk mengganti pakaiannya, Vera memanfaatkan waktu itu untuk menghubungi Brian. Sebagai kekasih Brian, Vera tahu bahwa pria itu akan sangat khawatir jika tahu adiknya menghilang di tengah badai.

​"Brian, Olive bersamaku dan Zee. Dia akan menginap di sini malam ini. Jalanan terlalu licin dan badai sangat berbahaya untuknya pulang ke kediaman Aurevyn," ucap Vera melalui telepon.

​Brian, yang memang sedang terjebak lembur di kantor, mendesah lega di seberang sana. "Terima kasih, Vera. Tolong jaga dia. Aku merasa tidak tenang sejak tadi. Pastikan dia beristirahat dengan baik."

​Sementara itu, Zee tidak tinggal diam. Instingnya mengatakan ada yang salah dengan sikap Liam. Sambil mondar-mandir di balkon dalam, ia menghubungi Kenzo Alistair Valerand.

​"Kenzo, dengarkan aku. Kau harus menghubungi Liam sekarang juga! Telepon dia sampai diangkat, aku tidak peduli bagaimana caranya. Olive sedang hancur karena kesalahpahaman besar, dan Liam bahkan tidak mengangkat teleponnya saat Olive kedinginan di butik," cecar Zee dengan nada panik sekaligus marah.

​Kenzo, yang sangat peka terhadap dinamika hubungan karena pengalamannya menghadapi sikap Zee yang heboh, langsung menangkap kegentingan situasi tersebut. "Baik, Sayang. Serahkan padaku. Aku akan mencari tahu apa yang terjadi pada pria kaku itu."

​Olive keluar dari kamar mandi dengan mata yang sembap dan wajah pucat. Piyama sutra yang ia kenakan tampak kebesaran, membuatnya terlihat begitu rapuh. Tanpa suara, ia langsung merebahkan dirinya di ranjang besar milik Vera, menarik selimut hingga menutupi separuh wajahnya.

​"Olive, mau menonton televisi? Ada film komedi baru yang mungkin bisa membuatmu sedikit tersenyum," tawar Zee berusaha mencairkan suasana.

​"Tidak, Zee. Aku hanya ingin tidur. Aku ingin hari ini cepat berakhir," bisik Olive lirih, suaranya nyaris hilang ditelan suara guntur di luar.

​Vera mendekati ranjang, duduk di tepi kasur sambil mengelus tangan Olive yang dingin. "Olive, lihat aku. Jika kau hanya menyimpan ini sendirian dan tidak menceritakan apa yang kau rasakan, kau akan terjebak dalam kesedihan yang berkelanjutan. Jangan biarkan luka ini bernanah di dalam."

​Zee ikut duduk di sisi lain. "Vera benar. Ceritakan semuanya pada kami. Setelah kau mengeluarkan semuanya, keputusan ada di tanganmu. Apakah kau ingin tetap melanjutkan pernikahan ini, atau menyerah dan meninggalkan semuanya? Keputusanmu adalah prioritas kami, dan kami akan mendukungmu seratus persen, apa pun itu."

​Mendengar dukungan tulus dari kedua sahabatnya, pertahanan Olive runtuh. Ia bangkit dan duduk bersandar, lalu mulai menceritakan segalanya tentang rasa takutnya, rasa cemburunya yang ia anggap memalukan, hingga foto pengkhianatan yang ia terima. Olive menangis sejadi-jadinya di pelukan Vera dan Zee. Ketiga wanita itu akhirnya larut dalam tangis bersama, sebuah bentuk empati yang murni untuk rasa sakit yang sedang dialami sang Golden Butterfly.

​Di kantor pusat Valerius, ponsel Liam terus bergetar. Tanpa melihat nama pemanggil, Liam menyambar ponselnya dengan amarah yang memuncak. Ia mengira itu adalah Thalia yang kembali menerornya.

​"Apa lagi yang kau mau?! Berhenti menggangguku atau aku akan memastikan kau tidak akan pernah bisa menginjakkan kaki di Monako lagi!" bentak Liam ke arah speaker telepon.

​"Wow, tenanglah, Monarch. Ini aku, Kenzo," suara Kenzo terdengar tenang namun tegas di seberang sana.

​Liam terdiam, napasnya memburu. "Kenzo? Ada apa? Aku sedang tidak ingin bicara dengan siapa pun."

​"Liam, kau bodoh sekali," ujar Kenzo tanpa basa-basi. "Kau tahu tidak siapa yang baru saja meneleponmu berkali-kali di tengah badai? Olive. Dia terjebak di butik sendirian saat hujan lebat, dan kau tidak mengangkatnya? Dia mengira kau mengabaikannya demi Thalia!"

​Jantung Liam seolah berhenti berdetak. "Apa? Olive meneleponku? Aku... aku pikir itu Thalia. Aku sengaja mengabaikannya agar wanita itu berhenti menggangguku."

​"Terlambat, Liam. Sekarang Olive ada di rumah Vera bersama Zee. Dia menerima sebuah foto yang memperlihatkan kau sedang memeluk Thalia di sebuah klub. Dia hancur, Liam. Benar-benar hancur," jelas Kenzo.

​Tangan Liam mengepal hingga buku-buku jarinya memutih. Amarah dan rasa bersalah meledak di dadanya. Ia segera menyambar kunci mobilnya, berlari menuju lobi tanpa memedulikan asisten atau penjaga yang terkejut melihat sang penguasa berlari seperti orang kesurupan.

​Liam melajukan mobilnya menembus badai dengan kecepatan penuh. Pikirannya hanya satu: Olive. Bagaimana bisa ia membiarkan wanita yang ia cintai menunggu dalam kedinginan sementara ia dengan bodohnya mengabaikan panggilannya?

​Sesampainya di depan gerbang rumah Vera, Liam langsung keluar dari mobil. Ia tidak menggunakan payung. Dalam hitungan detik, setelan jas mahalnya basah kuyup. Ia menggedor pintu depan dengan keras.

​"Olive! Olive, tolong keluar! Biarkan aku menjelaskan semuanya!" teriak Liam, suaranya bersaing dengan deru hujan.

​Di dalam kamar, Zee adalah orang pertama yang mendengar teriakan itu. Ia melepaskan pelukannya dari Olive dan menatap Vera. "Dia datang. Si Monarch bodoh itu ada di depan."

​Vera menatap Olive, meminta persetujuan. Olive mengangguk lemah, meski matanya memancarkan luka yang dalam. Mereka bertiga turun ke lantai bawah. Saat pintu dibuka oleh Vera, sosok Liam yang berantakan langsung terlihat. Air hujan mengalir dari rambut dan ujung hidungnya, wajahnya yang biasanya kaku kini tampak hancur oleh penyesalan.

​Begitu mata mereka bertemu, Olive merasakan perih yang luar biasa. Ia teringat foto pelukan itu. Rasa jijik dan kecewa bercampur menjadi satu.

​"Pergi, Liam. Aku tidak ingin melihatmu," ucap Olive dingin, suaranya tajam seperti belati.

​"Olive, dengarkan aku... Foto itu tidak benar. Aku tidak pernah menemui wanita itu. Aku sedang di kantor sepanjang hari..."

​"Cukup!" potong Olive. "Kau bahkan tidak mengangkat teleponku saat aku ketakutan di butik. Kau lebih memilih diam dengan alasan yang tidak masuk akal. Pergi, Liam! Aku jijik melihatmu!"

​Melihat Olive yang hendak berbalik masuk, Liam melakukan sesuatu yang tidak pernah dibayangkan oleh siapa pun di Monako. Sang Iron Monarch, pria yang tidak pernah tunduk pada siapa pun, tiba-tiba menjatuhkan lututnya ke atas lantai teras yang basah. Ia bersujud di depan kaki Olive di tengah guyuran hujan badai yang semakin kencang.

​"Aku tidak akan pergi, Olive. Aku akan tetap di sini, bersujud di kakimu sampai kau memaafkanku. Aku bersumpah demi nyawaku, aku tidak pernah mengkhianatimu. Aku pria bodoh yang mengira panggilanmu adalah gangguan dari wanita itu. Pukul aku, maki aku, tapi tolong... jangan usir aku," Liam berbicara dengan suara serak, bahkan setitik air mata yang bukan berasal dari hujan jatuh dari matanya.

​Olive tertegun melihat pemandangan itu. Hatinya perih, namun rasa kecewanya masih terlalu besar. Tanpa membalas ucapan Liam, Olive membalikkan badan dan masuk ke dalam rumah, membiarkan Liam tetap bersujud di tengah badai yang mengamuk, menanggung konsekuensi dari kecerobohan yang hampir menghancurkan masa depannya.

1
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Mg Arka insyaf, mnemukan cinta sejati ny & membangun kehidupan yg baru
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱: Boleh, Ade, yg pnting no jahat & hny yg manis² aja 🤭🤭🤭
total 2 replies
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Aaaa jd ikut terharu 🙈🙈🙈
Kita pada pngen type cwo gini, Ade ❤️🤗😘
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Gk nyesel kn, Liam jd Pilihan ❤️🤗😘
Mg Liam selamat & segera sehat kembali y ❤️🤗😘
Erriz M'Prima
😭😭😭aku tersendu sendu Thor 🤧
Erriz M'Prima
aduh Thor jdi deg-degan 🤧🤧🤧
Erriz M'Prima
update yg byk Thor
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Arka ktahuan dnk ... Liam & Brian udh turun tangan 🔥🤟💪
Erriz M'Prima
Arkan sialan lu bisa bisanya lu culik olive. awas ya Thor pokonya jgn terjadi ppa sama olive titik
Erriz M'Prima
dih Arkan gila lu berani sentuh olive ma Alex, Liam akan habis lu ihhh greget bgt
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Cwo yg terobsesi akut, pasti bakal lakuin apa aja sih 🤦🤦🤦
Erriz M'Prima
aku malah emosi Thor 🤧 gendek bgt ma si sarkan itu dasar kampret licik
Erriz M'Prima
aduhhh bacanya sampe ngos ngosan karena emosi 🤧
Erriz M'Prima
awas ya Thor klu mereka gagal nikah 😀
Erriz M'Prima
idih Arkan gelooo lu g tau juga ceritanya gimane ye...Brian lu jgn terpancing dulu ye di sini yg salah bukan cuma Liam ye tpi juga olive karena olive memilih pergi gitu aje ye...cari tau dulu yg sebenarnya deh nnti lu juga nyesel wkwk
Butterfly🦋: aduh makasih ya kebetulan juga setelah tamat nanti mau bikin novel baru stay tuned terus ya💪🤭
total 4 replies
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Hrsny, Liam punya, De, gk mau kalah dr Arka dnk 🤭🤭🤭
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Tim Liam aja, gmana, Ade tp seru juga, klo bersaing ketat dulu ama Tim Arka 🤭🤭🤭
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱: hi hi oleng boleh tp akhir tetep hrs usahain sesuai mau ny Baby Alex, mau pny Daddy yg mana ya, De 🤭🤭🤭 ... Siap, Cama², Ade, kami tunggu kelanjutan ny ❤️🤗😘
total 2 replies
Mifta Nurjanah
cieelahh digempur hbis
Mifta Nurjanah
yaelah tujuh ronde gtuh
Mifta Nurjanah
cie mimpi basah
Nindy bantar
karya mu bagus banget thor saya suka,,,tetep semangat berkarya y thor up terus
Butterfly🦋: terima kasih kakak semoga suka dengan ceritanya🤭😍 enjoy ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!