NovelToon NovelToon
Taktik Cantik Sang Tunangan

Taktik Cantik Sang Tunangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / Wanita Karir / Pelakor jahat / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Fantasi Wanita
Popularitas:152
Nilai: 5
Nama Author: Nur Sabrina Rasmah

Fiora Gabriela adalah definisi nyata dari kesempurnaan. Sebagai putri tunggal dari dinasti bisnis raksasa, kecantikan dan kekuasaannya adalah mutlak. Namun, ada satu hal yang belum bisa ia taklukkan: hati Galang Dirgantara, pria dingin yang menjadi tunangannya demi aliansi bisnis keluarga mereka.
Bagi Galang, Fiora hanyalah wanita arogan yang terbiasa mendapatkan apa pun dengan uang. Ia menutup hati rapat-rapat, sampai akhirnya ia bertemu dengan Mira—seorang gadis dari kalangan bawah dengan hidup penuh kemalangan. Sosok Mira yang rapuh membangkitkan sisi protektif Galang yang belum pernah terlihat sebelumnya. Galang mulai berpaling, membiarkan rasa iba itu tumbuh menjadi cinta yang mengancam status Fiora.
Namun, Galang lupa satu hal. Fiora Gabriela bukanlah wanita yang akan menyerah begitu saja dan menangis dalam diam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Sabrina Rasmah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

"Pemandangan Tak Terduga di Kamar Sebelah"

Di sisi lain, di apartemen mewahnya, Mira tampak sangat resah dan gelisah. Ia terus mondar-mandir sembari melirik jam dinding yang sudah menunjukkan larut malam. Biasanya, Galang selalu membelikan nya makanan atau setidaknya datang mengantar kan nya ke apartemen untuk memastikan keadaannya baik-baik saja. Namun malam ini, ponselnya sunyi tanpa satu pun pesan dari pria itu.

Merasa posisinya terancam oleh kehadiran Fiora, Mira memutuskan untuk melancarkan aksi andalannya. Ia segera mengambil ponsel dan menelfon Galang.

Begitu panggilan tersambung, Mira langsung memasang suara paling lemah dan merintih.

"Pak Galang... tolong... perut saya sakit sekali," ucap Mira dengan nada terisak, mencoba memancing rasa iba Galang seperti biasanya.

Galang yang sedang berada di kamar tamu rumah Fiora pada malam ini, mengernyitkan dahi saat melihat nama Mira di layar ponselnya. Ia melirik ke arah dinding yang membatasi kamarnya dengan kamar Fiora, lalu menjawab dengan suara rendah.

"Sakit sekali? Apa kamu salah makan? Kalau memang tidak tahan, saya akan suruh sopir kantor menjemputmu untuk ke rumah sakit," jawab Galang. Nada bicaranya kini terdengar lebih tegas dan tidak selembut biasanya, karena pikirannya masih tertinggal pada Fiora yang sedang "sakit" di kamar sebelah.

Mira tertegun mendengar jawaban Galang yang terasa berjarak. "T-tapi Tuan... saya takut kalau sendirian... saya mau Tuan yang datang..."

"Maaf Mira, saya tidak bisa. Saya sedang menjaga Fiora di rumahnya. Hubungi asisten rumah tangga di apartemen kalau butuh bantuan mendesak," ucap Galang sebelum akhirnya menutup telepon tersebut.

Galang meletakkan ponselnya dengan perasaan gusar. Di dalam hati, ia mulai merasa ada yang aneh dengan waktu "sakit" Mira yang selalu bertepatan saat ia sedang bersama Fiora. Sementara itu, Mira di apartemennya melempar ponsel ke sofa dengan wajah merah padam karena rencananya gagal total malam ini.

Saat itu, fiora terbangun dari tidur lelapnya. Punggungnya masih terasa sedikit nyeri, namun rasa penasarannya jauh lebih besar.

"Emmmm, ngapain ya Galang sekarang? Kepo," batin fiora sambil melirik jam dinding. Ia pun memutuskan untuk mengintip.

Fiora pun keluar dari kamarnya dan mengendap-endap, memastikan tidak ada orang yang melihatnya. Dia berjalan ke sebelah kamarnya, tepat di kamar yang ditempati Galang. Dia menempelkan dirinya di pintu itu dan mendengarkan suara Galang yang sedang berbicara di telepon (saat Galang menelepon Mira).

Tak disangka, pintu kamar itu tidak terkunci. Karena fiora menempelkan badannya di pintu dengan sedikit tekanan, dia pun terdorong masuk ke dalam kamar.

"Aduhhhh," pekik fiora kaget.

Suara pekikan fiora membuat Galang yang baru saja selesai mandi langsung menoleh ke arah pintu.

"Fiora!" seru Galang terkejut. Fiora melihat Galang hanya menggunakan handuk di bagian bawah saja.

"Astaga!" Wajah fiora langsung memerah padam. Ia menatap tubuh Galang yang bidang itu dengan mata membelalak tak percaya. Fiora yang biasanya cerdas dan elegan, kini hanya bisa berdiri mematung di kamar pria yang selama ini menjadi obsesinya.

"Ngapain kamu di sini?" tanya Galang kaget, berusaha menutupi tubuhnya yang hanya terbalut handuk.

"Emmmm pamannnn fiora kangen," jawab fiora dengan wajah polos yang dibuat-buat, padahal matanya sempat melirik ke mana-mana.

"Astaga fiora, paman mau ganti baju dulu. Sekarang kamu keluar dulu," perintah Galang dengan nada panik.

Fiora pun segera ke kamar nya dengan langkah seribu. Begitu sampai di dalam dan mengunci pintu, ia langsung melompat ke atas kasur sambil memeluk bantalnya erat-erat.

"Waaahaa ya ampun ya ampun, ini tidak bisa dipercaya aaaaa!" fiora berteriak kecil, menendang-nendang kakinya ke udara karena kegirangan mengingat pemandangan langka yang baru saja ia lihat di kamar sebelah.

Galang pun masuk ke dalam kamar fiora dengan langkah perlahan. Fiora yang sedang duduk bersandar di ranjangnya langsung menoleh dengan mata berbinar.

"Pamannnnnn," panggil fiora dengan nada manja.

"Iya fiora cantik nya paman," jawab Galang lembut sambil duduk di tepi ranjang.

Omaygoat! batin fiora saltingg setengah mati. Jantungnya berasa mau melompat keluar mendengarkan suara bariton Galang yang menyebutnya cantik di malam ini.

"Ada apa sayang?" tanya Galang lagi, menatap mata Fiora dengan tatapan yang sangat teduh, jauh berbeda dari sikap dinginnya yang dulu.

"Eng... enggak paman," jawab fiora gugup, ia segera menarik selimut untuk menutupi wajahnya yang sudah semerah tomat. "Tunggu... tunggu fio sampai tidur ya paman."

Galang tersenyum tipis, sebuah senyuman tulus yang jarang ia perlihatkan. Ia mengulurkan tangannya dan mengelus rambut Fiora dengan sangat teliti. "Iya, saya tungguin sampai kamu tidur nyenyak."

Fiora memejamkan matanya, menikmati setiap sentuhan tangan Galang di kepalanya. Di balik selimut, ia tersenyum penuh kemenangan. 'Gila, amnesia palsu ini bener-bener berkah! Akhirnya gue bisa denger dia manggil gue sayang,' batin fiora kegirangan sebelum akhirnya ia benar-benar terlelap karena rasa nyaman yang diberikan Galang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!