NovelToon NovelToon
Di Balik Lisa

Di Balik Lisa

Status: tamat
Genre:Misteri / Romantis / Romansa / Chicklit / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:279
Nilai: 5
Nama Author: k

Kisah hidup seorang wanita dengan dua nama panggilan yang berbeda, yaitu Mona dan Lisa jika Mona adalah seorang wanita dengan beraneka karakter tergantung tugas yang diberikan kepadanya, maka Lisa hanyalah bagian lain dari dirinya yang menampilkan sisi asli dari kepribadiannya.

Armand Ferdinand Rahardja seorang CEO perusahaan besar, tiba tiba saja mengaku jatuh pada pandangan pertama tarhodon terhadap Lisa, yang sebenarnya memiliki maksud tersembunyi terhadap Lisa.

akan seperti apa hubungan mereka terjalin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon k, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19.

***

Tuuttt....Tuutt....Tuuttt

"SIALAN" Umpat Bram yang kesal karena teleponnya tidak juga di angkat oleh Armand, sudah lebih dari lima kali Bram menghubungi sohib nya itu, biasanya Armand tidak pernah mengacuhkannya seperti ini.

"Kenapa dia jadi sok jual mahal begini, proyek ku bisa gagal kalau dia tidak mau d ajak bekerja sama"Ucap Bram sambil menyambar kunci mobilnya dan berjalan menuju ke arah pintu, dia bermaksud untuk mengunjungi Armand secara langsung.

Belum juga dia membuka pintu, sekretarisnya sudah lebih dulu mengetuk pintu dan masuk keruangannya.

"Anda mau keluar pak?" Tanya si sekretaris yang melihat Bram seperti hendak keluar ruangannya.

"Iya, ada apa memangnya?" Tanya Bram buru buru

"Maaf pak saya tidak tahu anda akan pergi, barusan tuan Simon datang dan meminta bertemu dengan anda, katanya sudah ada janji dengan anda, jadi saya menyuruhnya menunggu di loby tamu"

"Ah, iya aku lupa, baiklah suruh dia masuk" Perintah Armand pada sekretarisnya

"Anda tidak jadi perginya pak?" Sekertaris cantik itu malah terlihat ragu ragu, karena dia melihat ada raut gelisah di wajah bos nya.

"Nanti saja aku perginya, Kenapa Athena masih juga tidak memberi kabar?" Bram bertanya kepada sekretarisnya dengan nada lembut, takut kalau kalau sekretarisnya itu merasa disalahkan, karena Bram tahu kalau dia sangat kompeten.

"Maaf pak, saya sudah beberapa kali menghubungi mereka, tapi selalu saja diabaikan, bahkan Pak Dean juga sudah tidak mau menerima telepon saya"

"Oke aku mengerti, aku memang harus menemui Armand secara langsung, sekarang panggil saja itu si Simon"

"Baik pak"

Sekertaris yang bernama Indah itu pun segera pergi dari ruangan Bram dan selang beberapa menit kemudian terdengar suara ketukan dipintu ruangan Bram.

"Masuk" Perintah Bram yang sedang duduk di sofa ruangan kerjanya.

"Siang tuan Presdir, saya kembali lagi"

Simon langsung menempatkan bokongnya disebrang tempat duduk Bram, dan mengambil beberapa potong buah buahan yang ada dimeja ke dalam mulutnya.

"Jangan basa basi, aku sedang buru buru, mana benda yang kau janjikan"

"Kenapa setiap kita bertemu anda selalu tidak mau basa basi dulu, kita harus banyak mengobrol agar lebih akrab" Celoteh Simon sambil menyeruput teh yang memang sudah disajikan disana oleh office boy.

"Kenapa aku harus akrab denganmu, kau harus tau diri, kau itu bawahanku" Ucap Bram dengan keangkuhannya yang sudah tercipta dari dia lahir.

"Baiklah tuan presdir, bawahanmu yang tidak tau diri ini sudah selesai membuat sketsa wajah Mona, silahkan anda lihat" Simon menyodorkan sebuah amplop coklat kehadapan Bram, dan langsung disambar oleh Bram.

Dia membuka amplop itu dengan tergesa gesa, seperti tidak sabar ingin segera melihat seperti apa wajah orang yang sudah menghilangkan nyawa ayahnya, meskipun secara tidak langsung.

Ditatapnya wajah wanita cantik yang ada di sketsa itu, mata indah yang terpancar dari sebuah coretan itu membuat hati Bram sedikit berdenyut.

"Ini wajah si penyusup?" Ucap Bram tidak percaya "Jika aku melihat wajah secantik ini di perusahaanku, aku tidak mungkin lupa, pastinya dia sudah kujadikan teman tidur"

Bram tidak percaya jika wajah cantik dan polos yang tersirat dari potret sketsa itu mampu menipu sebuah perusahaan besar sekelas Mandala Grup.

"Silahkan anda lihat foto yang satunya" Pintq Simon kepada Bram.

Didalam amplop itu berisi dua lembar kertas, satu sketsa wajah asli Mona, dan satunya lagi foto dan biodata Mona saat melamar di Mandala Grup.

Mata Bram membulat sempurna saat melihat perbedaan yang begitu kentara dari kedua gambar yang ada ditangannya,kalau diibaratkan seperti bumi dan langit.

Di foto biodata Mona tampak seorang wanita berambut pendek sebahu, dengan kacamata tebal dan tahi lalat besar yang menempel di dagu nya. Sama sekali tidak ada jejak Mona dalam sketsa diwajah itu.

"Mereka benar benar orang yang sama?" Tanya Bram tanpa melirik Simon, dia masih terpaku pada dua gambar yang ada ditangannya.

"Iya itu Mona,kemampuan make up nya memang luar biasa bukan, kalau dia pindah profesi sepertinya dia akan menjadi seorang MUA" Ucap Simon santai sambil menjejalkan kue macaron ke mulutnya.

Bram masih menatap kedua potret wanita yang katanya sama itu bergantian, mencari dimana letak kemiripinnya, bahkan efek counter make up nya membuat bentuk wajah nya terlihat berbeda.

"Aku sudah memperbanyak sketsa wajah Mona, dan menyerahkannya pada anak buah anda, mereka akan segera memulai pencarian"

"Cari sampai kelubang semut sekalian, seret dia kehadapanku, akan kuberi dia pelajaran dengan tanganku sendiri" Terlihat kobaran amarah dimata Bram, sifatnya yang angkuh dan mudah emosi itu semakin tersulut saat menemukam fakta baru tentang si pelaku.

"Tentu saja tuan, mana mungkin aku langsung menghabisinya, kita harus mengambil file rahasia tentang perusahaan anda, dan tentang saya tentu saja dari tangan Mona" Ucap Simon sambil mengarahkan tangannya ke arah Bram dan kearah dirinya secara bergantian.

"Brengsek!!" Bram mengumpat sambil meremas salah satu foto Mona, foto jelek Mona tentu saja, karena sketsa wajah asli Mona terlalu indah untuk dihancurkan, Bram sudah berencana untuk memajangnya dikamar.

*****

Armand sedari pagi sudah terlihat bahagia, senyum diwajahnya belum luntur dari semalam, setelah semalam dia hampir menggapai nirwana bersama Lisa,hampir lo ya, karena pertahanan Lisa sekuat benteng penjara nusa kambangan, sulit untuk dibobol.

"Pak, anda terlihat sangat bahagia hari ini?" Tanya Dean pada bos nya yang tengah asyik mengetik didepan layar komputer miliknya sambil bersenandung ria.

"he em" Jawab Armand singkat tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Dean, dan kemudian melanjutkan senandungnya.

"Pak, karena anda sedang senang, saya boleh membahas masalah perusahaan kan, mood anda ga akan langsung anjlok kan pak?" Tanya Dean yang sudah menyiapkan ancang ancang, kalau kalau mood bosnya itu berubah seratus delapan puluh derajat.

"Memang kita punya masalah diperusahaan? setahuku tidak ada masalah serius, apa jangan jangan ada yang menyembunyikan sesuatu dariku?" Armand berdiri dari duduknya dan menggebrak meja kerjanya BRAK..."KURANG AJAR, katakan siapa orangnya? langsung pecat saja dia!"

"Bu bu bukan begitu pak, maksud saya masalah perusahaan kita dengan Mandala, tadi sekretaris pak Bram mengirim pesan singkat kalau pak Bram akan menemui anda secara langsung" Dean berbicara terbata karena kaget dengan reaksi Armand yang langsung berbalik dalam hitungan detik.

"Hah, ku fikir apa, sudah biarkan saja dia kemari, kau telepon saja si Bram, tentukan jam pertemuannya, aku tidak mau dia mengacau jadwalku yang sudah tersusun rapih hari ini"

"Baik pa, jadwal anda memang sudah sangat padat untuk minggu ini, apa mau saya rubah sebagian pak?"

"Tidak usah, lebih cepat beres lebih baik, setelah hari H aku mau pergi honeymoon dengan Lisa, jadi jangan ada pengganggu terutama masalah perusahaan"

"Oh jangan jangan mood anda bagus hari ini karena nona Lisa ya, anda terlihat seperti abege yang sedang jatuh cinta pak" Dean mencoba menahan tawanya namun sia sia, mulut nya yang tidak bisa di ajak kerjasama itu sudah mengeluarkan suara tawa mengejek.

Dan sebuah map tebal pun melayang tepat dikepala Dean,"Kerjakan itu semua, dan harus selesai dalam satu jam!"

Dasar mulut durjana, sekarang aku harus kerja rodi lagi

Dean tidak menjawab dia mendekap dan menempelkan map itu didepan mulutnya, kemudian berlalu meninggalkan ruangan kerja Armand, bersiap untuk kerja rodi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!