NovelToon NovelToon
Rani (Hujan Menciptakan Perubahan)

Rani (Hujan Menciptakan Perubahan)

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan rahasia / Trauma masa lalu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Ketika kabar bahagia berubah duka. Cinta yang dia impikan telah menjadi hal paling menyakitkan. Pertemuan manis, pada akhirnya adalah hal yang paling ia sesali dalam hidupnya.

Mereka dipertemukan ketika hujan turun. Lalu, hujan pulalah yang mengakhiri hubungan itu. Hujan mengubah segalanya. Mengubah rasa dari cinta menjadi benci. Lalu, ketika pertemuan berikutnya terjadi. Akankah perasaan itu berubah lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab*20

Dion yang paham pun langsung menjawab.

"Lakukan saja apa yang tuan muda katakan, Bi. Bukankah ini bagus? Tuan muda sudah mulai bersemangat lagi. Itu adalah awal yang sangat baik, bukan?"

Si bibi hanya bisa mengangguk pelan.

"Baiklah, tuan muda. Akan bibi atur sesuai yang tuan muda katakan."

Rain tidak lagi menjawab. Karena fokusnya kini sudah teralihkan. Ya. Meskipun semangatnya untuk bertahan hidup sudah kembali. Tapi tetap saja, tujuan hidupnya tetap wanita pujaan hatinya itu.

Temannya, penyemangat hidupnya, juga segala yang ada dalam pikirannya tetap tertuju pada Aina. Yang ingin dia ajak bicara pun Ain. Tidak bisa dengan orangnya secara langsung, dengan bingkai foto pun jadi. Seperti saat ini. Rain sedang sibuk memperhatikan wajah cantik Ain yang ada dalam bingkai foto di depan matanya.

"Ain. Tunggu aku ya. Kamu harus sedikit bersabar, sayang. Aku pasti akan datang buat menyelamatkan kamu." Rain berucap dengan tatapan penuh cinta. Tangannya membelai lembut bingkai foto tersebut.

Sesaat kemudian, tangannya meraih laporan kehamilan yang juga ia pajang di atas nakas. Bibirnya langsung tersenyum manis.

"Aku mungkin kehilangan kalian untuk saat ini. Tapi aku janji, aku akan temukan kalian."

"Anakku. Kamu harus baik-baik saja. Jangan pernah menyusahkan mama mu sedikitpun. Aku rela jika kamu tidak bisa menganggap aku sebagai papa. Tapi jangan pernah menyakiti mama mu sedikitpun."

"Tapi, kamu anak baik, bukan? Papa yakin itu. Kamu pasti sangat lembut. Selembut mama kamu."

"Tuan muda. Waktunya minum obat." Dion berucap dengan hati-hati.

Perlahan, Rain mengalihkan pandangan dari dua bingkai foto yang ada di tangannya.

"Baiklah. Berikan aku obatnya."

Beberapa hari terakhir ini, untuk meminta Rain minum obat tidak sulit lagi. Sebelumnya, jika ingin minta Rain minum obat, itu seperti meminta Rain meneguk racun saja. Harus Dion bujuk dengan susah payah. Tapi setelah beberapa waktu terakhir, Rain benar-benar punya semangat untuk baik-baik saja.

"Dion."

"Ya, tuan muda."

"Atur waktu yang tepat dalam waktu dekat. Aku ingin kembali ke kantor."

"Baik, tuan muda. Akan saya atur dengan cepat."

"Hm. Kamu bisa keluar sekarang. Aku mau istirahat."

"Baik, tuan muda."

"Oh iya. Bisa carikan aku di rumah sakit mana Ain sebelumnya melakukan tes kehamilan, Dion."

"Tentu saja, tuan muda. Tentu saja bisa."

"Baik. Carikan secepatnya. Lalu, mintalah lagi salinan dari hasil laporan itu. Dan, mintakan juga rekaman cctv hari Ain berkunjung ke rumah sakit tersebut. Aku ingin melihat apa saja yang dia lakukan di sana. Aku ingin sekali melihat ekspresi bahagianya lagi. Aku ingin melihat, sebahagia apa dia saat dia tahu, dia sedang mengandung anakku."

"Baik, tuan muda. Akan saya lakukan apa yang tuan muda katakan."

"Ya. Kamu boleh pergi," ucap Rain sambil mengalihkan pandangan ke samping.

Sesaat mengalihkan pandangan, embun beku yang ada di matanya langsung mencair. Seberapapun semangat hati untuk bertahan hidup, tapi kesedihan itu tidak berkurang sedikitpun.

Ketika ingat hari di mana dia memutuskan hubungan, maka hatinya akan kembali terasa remuk dan hancur. Pilu bukan kepalang pedihnya sampai menusuk seluruh jiwa.

Belum sempat menunggu Dion benar-benar menghilang dari kamar tersebut, tubuh Rain sudah pun bergetar karena menahan tangisan. Dia kembali meringkuk di atas ranjang yang terasa sangat luas.

Dengan tubuh bergetar, Rain mencengkram erat sisi selimut yang menutupi sebagian tubuhnya. "Waktu itu, andai aku tidak memutuskan hubungan kita. Aku mungkin tidak akan kehilangan mu."

"Semua salahku. Aku terlahir lemah. Aku tidak bisa melindungi. Aku tidak bisa melindung orang-orang yang aku sayang. Maafkan aku."

Dion menatap Rain dengan rasa penuh simpati. Dia tidak ingin membiarkan Rain terlalu larut dalam kesedihan. Tapi, apa yang bisa ia lakukan? Ucapannya yang waktu itu saja masih membuatnya berada dalam dilema yang panjang.

'Ya Tuhan. Semoga waktu mampu memperbaiki segala yang telah terjadi.' Dion berucap dalam hati setelah menatap Rain beberapa saat lamanya.

Akhirnya, setelah melepas napas berat, Dion memilih membiarkan tuan mudanya menangis.

'Tuan muda. Bertahanlah. Mudah-mudahan, semuanya akan baik-baik saja seiring berjalannya waktu.'

Di sisi lain. Aina sedang merasakan kebahagiaan bersama keluarga tercinta. Hidup dengan penuh cinta dari keluarga kandungnya yang begitu memperhatikannya dengan penuh kasih dan sayang.

"Adik mau ke dokter? Kakak ikut ya."

"Bisma. Gak ada kerjaan ya di kantor?" Marvin angkat bicara dengan kesal.

"Sudah di kerjakan oleh sekretaris."

"Mana bisa begitu. Kamu harus kembali ke kantor untuk mengurus pekerjaan mu. Urusan menemani adik, biar aku yang lakukan."

"Apa?" Kaget dan kesal langsung terlihat di wajah Bisma. "Sudah ku duga. Kamu pasti akan berebut hal ini dengan ku. Tapi tenang saja. Aku gak akan pernah mengalah."

"Adik. Kakak gak punya kerjaan. Jadi, biarkan kakak kedua yang menemani kamu ya. Sedang kak Avin, dia sibuk tuh dengan urusan kantor. Jadi, gak bisa ikut."

1
Patrick Khan
ayo lah Rain jgn lemah.. gitu mw nyari ain.. eh km aja lemah gitu
Cindy
lanjut kak
Patrick Khan
jgn bikin mental rain lemah dong kak.. 😖😖😖harus kuat lahhh🔥🔥🔥
Patrick Khan
ini smw gara² bapak km rain😖
Patrick Khan
bapak km gila rain
Patrick Khan
telat hadir😁😁😍
rose lilian
ayo rain bangkit kejar anak dan istri kamu
Sunarmi Narmi
Sampai sini aku masih bingung Thor..kurang paham soalnya..apa krn nama Tokoh yg rumit hmpir sama...atau aku yg oon🥴
Rani: ih, nggak kok. jalan ceritanya emang agak riwet kali yah. karena itu kamu kurang paham. harus baca pelan ... kali baru ngerti.
total 1 replies
rose lilian
lanjut dong seru banget nih
Rani: aish, sabar yah. lagi ada kerjaan aku nya.
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Cindy
lanjut
Cindy
lanjut kak
Cindy
lanjut
Cindy
lanjut kak
Daulat Pasaribu
padahal rain sangkin cintanya sama kamu ain,dia takut kamu diapakan sama papahnya.makanya dibuat keputusan yg salah
Rani: terkadang kesalahpahaman bisa merusak segalanya.
total 1 replies
Daulat Pasaribu
kejam x org tuanya
Rani: banget. kebangetan
total 1 replies
Daulat Pasaribu
hadir thor
Rani: yuhu ... moga betah
total 1 replies
Cindy
lanjut
Rani: makasih yah, udah selalu ngasi semangat buat aku🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: wokeh👍🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut
Rani: yuhu... laksanakan 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!