NovelToon NovelToon
Gairah Sang Kakak Ipar

Gairah Sang Kakak Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / CEO / Bullying di Tempat Kerja / Cinta pada Pandangan Pertama / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:68.7M
Nilai: 4.6
Nama Author: Mae_jer

Yang bocil minggir dulu ya🙃

Kalo ada yang hilang bab-nya, DM aku langsung ya di IG aku (@mae_jer23)


Sinopsis 👇

Mina tidak tahu ada apa dengan hubungan kakak dan kakak iparnya. Di luar mereka tampak baik tapi sebenarnya mereka menyembunyikan sesuatu.

Berawal dari penasaran, Mina memutuskan menyelidiki keduanya. Ternyata benar. Di apartemen tempat tinggal mereka, mereka bahkan tidur terpisah. Mina yang dasarnya mulut ember itu ingin melapor ke mamanya. Sayangnya sebelum berhasil, ia ketahuan oleh Foster, kakak iparnya.

Dan yang tidak pernah Mina duga, Foster malah memaksanya bermain api dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 27

Ketika tiba di kantor, Foster mendapati mamanya sudah berada  dalam ruang kerjanya.

"Mama?" Ia menatap sang mama dengan alis naik turun. Bukannya tidak senang melihat wanita paruh baya itu, tapi wanita itu pasti datang dengan maksud lain. Bukan hanya sekadar melihatnya. Apalagi di sebelahnya ada Dian.

Pasti Dian melapor pada mamanya. Mengenai sikap kasarnya semalam.

"Foster, tante Mia katanya mau datang liat kamu, sekalian makan siang." kata Dian tersenyum cerah. Foster balas menatap wanita itu tajam. Makin hari kelakuannya makin bikin geram.

"Benar Foster. Nanti siang kita makan bareng ya, bertiga sama Dian."

"Aku tidak ada waktu ma. Lain kali saja mama datang lagi. Dan jangan bawa-bawa orang luar kalau mama mau makan denganku. " pria itu memberi tekanan dalam nada bicaranya sambil menatap Dian.

Senyuman di wajah Dian perlahan memudar. Ia sengaja menatap mama Foster dengan tampang terluka. Dian tahu Foster pasti tidak akan bisa melawan wanita yang melahirkannya itu. Apalagi dia adalah salah satu perempuan kesayangan tante Mia. Kalau bukan karena alasan kuat Foster menikah dengan wanita bernama Iren itu, pasti Dianlah yang menjadi istri Foster sekarang. Dian selalu berpikir begitu.

"Foster, kamu kok ngomong begitu? Dian ini udah kayak keluarga kita sendiri. Mama sudah anggap dia anak mama sendiri, kenapa kamu malah dengan entengnya ngatain dia orang luar? Mama perhatikan, semenjak kamu menikah sama perempuan bernama Iren itu, sifat kamu jadi lebih nggak ada rasa hormat sama mama." tutur Mia tidak suka.

Foster mendengus keras.

"Keluarga? Sorry ma, kalau mama mau anggap dia keluarga mama, jangan bawa-bawa aku. Jangan bawa-bawa nama Iren juga. Dia tidak ada salah apa-apa. Lebih baik mama pulang sekarang, aku sangat sibuk." katanya.

"Foster! Kenapa kelakuan kamu kayak gitu sama mama? Mama cuma pengen liat kamu doang, kok malah usir mama sih?" sentak Mia marah. Wanita paruh baya itu berdiri dari sofa yang posisinya ada dibagian tengah. Dian ikut berdiri.

"Tante, jangan emosi. Tante tenang ya. Jangan sampai darah tante naik. Foster nggak boleh gitu dong sama mama kamu sendiri." ucap wanita licik itu. Ingin sekali Foster berteriak didepan wajahnya. Tapi laki-laki itu berusaha menahan diri. Masih ada mamanya diruangan ini.

"Ma, lebih baik mama pulang sekarang. Aku tidak mau bertengkar." katanya.

"Kamu yakin mau mama pulang, nggak mau makan siang sama mama?" tanya Mia lagi. Ia sedikit kecewa pada putranya.

"Aku masih ada janji penting ma. Lagian mama ada wanita kesukaan mama yang bisa temani mama makan. Wanita yang sempurna menurut mama." Foster sengaja menyindir Dian. Hari ini wanita itu selamat karena ada mamanya. Tapi jangam harap pria itu akan melepaskannya. Ia akan memberikan perhitungan akibat tamparan kerasnya terhadap Mina.

"Tante, kalau Foster emang nggak bisa, aku bisa temenin kok. Tante mau kita makan di mana?" ucap Dian. Suaranya sengaja ia buat-buat agar terdengar selembut mungkin. Foster yang jijik.

"Terserah kamu aja. Makasih ya Dian, memang cuma kamu yang paling ngertiin tante. Nggak kayak seseorang yang tante lahirin susah-susah." Mia dengan sengaja menyindir putranya. Foster tersenyum. Terserah mamanya mau bilang apa, dia tidak peduli.

"Ayo keluar sayang," kata Mia lagi sudah tidak mau berlama-lama diruangan putranya. Padahal Dian masih mau berlama-lama di sana, menikmati wajah tampan Foster.

Foster bernapas lega begitu dua perempuan itu keluar.

Huffft ...

Hari ini dia sudah pusing karena pekerjaan, eh malah dibikin pusing lagi sama mereka. Kalau sudah begini moodnya jadi rusak. Kalau moodnya rusak, ia biasanya langsung pergi minum-minum. Tapi itu dulu. Sekarang, yang ada dalam pikirannya hanya Mina. Menurutnya moodnya akan lebih membaik kalau bicara dengan gadis itu. Jauh lebih baik daripada minum alkohol.

Tanpa ragu Foster mengeluarkan ponsel dan menelpon nomor Mina.

Panggilan pertama tidak di angkat. Pria itu menelpon lagi. Masih sama. Mina tidak mengangkat panggilan keduanya dan begitu seterusnya. Bahkan panggilan terakhirnya langsung dimatikan oleh gadis itu. Foster mengerang kesal. Oh, berani mematikan telpon darinya ya sekarang. Kemudian terbesit sebuah ide nakal di otaknya. Pria itu lalu mengetik dengan santai. Ia yakin setelah ini gadis itu akan langsung menelpon balik.

                                   ***

Mina sedang duduk bersama Ester di depan ruangan dekan yang sekaligus adalah dosen pembimbing mereka. Keduanya kemarin dihubungi untuk menghadap sih dosen pembimbing  hari ini. Saat nama Ester dipanggil masuk oleh asisten dekan, ponsel Mina berbunyi.

Mina melihat nomor sih pemanggil. Ternyata kakak iparnya. Ia memutar bola matanya malas. Kenapa lagi sih? Kan belum lama mereka bertemu, tiap hari juga pasti ketemu. Mina tidak mau angkat. Gangguin waktunya saja. Dia kan lagi mau ketemu dekan yang membimbing skripsinya. Tapi panggilan Foster kembali masuk. Bahkan sampai berkali-kali. Sampai akhirnya Mina langsung menolak panggilan terakhir dengan sengaja. Biar kakak iparnya tahu kalau dirinya sedang tidak ingin diganggu.

Sayang sekali beberapa detik kemudian, sebuah pesan what's up masuk dari Foster. Dan mata Mina langsung membulat besar begitu membaca isi pesan tersebut.

"Telpon aku sekarang. Kalau tidak aku akan datang ke sana segera dan memperkosamu di gudang kampusmu." ancaman Foster sontak membuat Mina kelimpungan. Ia tahu kak Foster tidak main-main dengan ancamannya. Memperkosanya di gudang kampus? Astaga, kayak nggak ada tempat lain saja yang lebih bagus. Ehh ??

Mina menggeleng-geleng menjernihkan pikirannya. Ya ampun, otaknya malah ikut-ikutan rusak. Ia lalu cepat-cepat menelpon balik Foster.

"Ternyata kau takut juga dengan ancamanku." Mina bisa mendengar kekehan Foster ketika pria itu mengangkat telponnya. Gadis itu merutuk dalam hati.

"Kenapa kak Foster menelponku?"

"Hanya ingin dengar suaramu saja."

Mina menutup matanya dalam-dalam. Tuhkan, nggak ada kerjaan lagi.

"Kau sedang apa?"

"Antri ketemu dosen pembimbing." jawab Mina dengan penuh kesabaran.

"Ohh ... Mina?"

"Mm?" entah kenapa Mina merasa mood Foster sedang tidak terlalu baik. Apa karena itu kakak iparnya menelponnya?

"Apa mamamu sering menekanmu? Maksudku, menyuruhmu melakukan kehendaknya tapi sebenarnya kau tidak suka. Seperti apapun yang kau lakukan, harus yang mama kamu mau."

Rupanya laki-laki itu ada masalah sama mamanya.

"Bukankah kebanyakan orangtua seperti itu? Tapi menurutku, nggak semua keinginan mereka harus kita turuti. Anak-anak ada hak untuk memilih saat ia tumbuh dewasa. Asalkan itu baik, pasti orangtuanya akan berusaha memahami."

"Bagaimana kalau mereka tidak mau memahami?"

"Berarti kita harus cari tahu lagi. Mungkin saja ada faktor lain yang mempengaruhi mereka. Mungkin karena rasa takut, atau pengaruh dari orang lain dan banyak lagi faktor lainnya. Kalau sudah begitu, biasanya aku akan mempertahankan pilihan yang aku tahu akan membuatku bahagia. Mereka pun akan sadar suatu saat nanti kalau sebenarnya pilihan anak mereka sebenarnya tidak salah."

"Aku tidak salah memilihmu. Kalau begitu aku tidak akan mengganggumu lagi." Foster tersenyum diseberang dan langsung memutuskan panggilan. Berbeda dengan Mina yang kebingungan.

Dasar laki-laki aneh.

1
Masitoh Itoh
syukuran pembalasan dari holly basah kan jadinya ysil sih
Bunda
goodjob holly😊😊
Atik Marwati
kapok... pembalasan lebih kejam...
Rita
👍👍🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Dian Rahmawati
mantap Holly
Tysa Nuarista
🤣🤣🤣🤣
comelciripa
ehm....🤔 koyo numpak roler koster tegang tp nagih
sum mia
waaahhh....puas dengan yang di lakukan Holly . sekarang mah ... Holly dalam mode senggol bacok .
sekarang Holly gak akan tinggal diam kalau ada yang membuly nya .

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
muhammad ibnuarfan
rasakan...bagus hol..jangan mau di tindas.....💪💪💪
Hanima
bagusss
Esti Wulan
akhirnya up juga ya mak... slmat tahun baru ya mak... semoga hal2 terbaik slu mengelilingi mu mak🤲
Ida Sriwidodo
Jiaah.. mo cari perkara sama istrinya pak Agam.. 😅😅😬😬

Dan.. bibit2 pelakor pun mulai bermunculan di kampus.. 🤔🤔😤😤
Sulikah 12
Holly begitu senang menggoda Gio dan Lala sampai sampai Lala dibuat malu oleh Holly...
baru juga sampai kampus sudah ada yang sengaja mengerjai Kaka dan Holly,tapi langsung dibalas balik sama Holly 🤭🤭
Memyr 67
𝗄𝖾𝗅𝗈𝗆𝗉𝗈𝗄 𝗆𝖺𝗁𝖺𝗌𝗂𝗌𝗐𝗂 𝗀𝗂𝗅𝖺, 𝗆𝗂𝗋𝖺𝗇𝖽𝖺 𝖽𝖺𝗇 𝗍𝖾𝗆𝖺𝗇 𝗍𝖾𝗆𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺. 𝗆𝖾𝗇𝖼𝖾𝗅𝖺𝗄𝖺𝗂 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗅𝖺𝗂𝗇 𝖻𝖾𝖻𝖺𝗌 𝖻𝖾𝖻𝖺𝗌, 𝖽𝗂𝖻𝖺𝗅𝖺𝗌 𝗇𝗀𝖺𝗆𝗎𝗄.
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
westi
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
sum mia
lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
Sii JunJun
kangen gio, Kemana aja gio.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
dasar tua bangka maen tampar saja, lala yg ga salah jd korban kelakuan kalian bertiga... jgn menyesal saja kalau sudah tau bahwa kenyataan nya mmg gita cm pembohong
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙞𝙣𝙞 𝙡𝙜 𝙝𝙖𝙢𝙖 𝙝𝙪𝙢𝙖 𝙨𝙝𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙖𝙧𝙩 𝙜𝙖 𝙣𝙮𝙖𝙙𝙖𝙧 𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙟𝙜 𝙥𝙖𝙠𝙚 𝙣𝙜𝙚𝙧𝙚𝙣𝙙𝙖𝙝𝙞𝙣 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙡𝙖𝙞𝙣 𝙥𝙖𝙙𝙖𝙝𝙖𝙡 𝙙𝙞𝙖 𝙮𝙜 𝙜𝙞𝙩𝙪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!