Karena suatu kesalah pahaman Rangga sangat membenci Rastiaj, yang dulunya sangat ia sayang entah sebagai adik atau lebih dari sekedar adik, sampai menyiksanya hingga memasukkannya kedalam penjara
Hingga suatu malam karena di jebak oleh seseorang terjadilah cinta satu malam yang mana Rastia Melahirkan seorang putra di penjara.
Rangga menyangka kalau Rastialah yang menyebabkan tunangannya kecelakaan hingga koma bertahun-tahun.
ikuti kisahnya jangan lupa di vote ya 🤝🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom IRSA83, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB.17. Kecewanya Dokter Arka
Hidup adalah sebuah perjalanan, manusia punya rencana tapi Allah punya ujian untuk Hambanya" Perjalanan hidup yang penuh Lika liku akan tetap ada mengiringi langka hidup setiap manusia.
⁰Dokter Arka melihat Tia keluar dari ruangan Rawat Regina dan segera menyusulnya ke ruang peristirahatan Tia. Ia mengetuk pintu meminta izin untuk masuk, Tia membukakan pintu dan mempersilahkan masuk. Tia apa dan bagaimana keadaanmu, apa masih lemas setelah transfusi. kemarin? Dokter Arka bertanya penuh perhatian,,
"Terimakasih atas perhatiannya,, saya sudah lumayan membaik, saya sudah sering mengalami sakit lebih dari itu, luka fisik yang aku rasakan tidak akan pernah sebanding dengan luka batinku, Tia meneteskan air mata mengingat semua kisa hidupnya.
Dokter Arka mencoba menghibur dan terus memberi motivasi agar dia tidak terlalu terpuruk dan semoga suatu hari ia bisa bangkit, dan kuncinya mungkin jika sang Ayah bisa sembuh maka Dokter Arka berjanji akan berusaha dan akan melakukan apapun agar ayah Tia lekas sadar.
Dokter Arka berjalan mendekat dan memegang Tangan Tia mencoba sekali lagi untuk menawarkan bantuan'' Tia menikahlah dengan saya dan saya akan membawa Ayahmu berobat keluar Negeri di Rumah sakit terbaik agar lekas sembuh. Tia menarik tangannya dan meminta maaf ke pada Dokter Arka, dia menolak dengan halus agar Dia tidak kecewa dan tidak tersinggung. Bukannya Tia tidak mau, tapi untuk saat ini dia ingin berusaha sendiri tanpa harus menyusahkan lagi orang lain, baginya Jasa Dokter Arka sudah terlalu besar, dia malu terus-terus mendapat Bantuan. Darinya,
" Maafkan kelancangan saya tadi Tia, lupakan saja semua, mungkin juga situasinya tidak memungkinkan.
" Justru saya yang minta maaf telah mengecewakan Dokter, tapi saat ini saya tidak berpikir ke arah sana. Dan dokter juga sudah terlalu banyak menolong saya, sekali lagi maaf sambil menundukkan kepala kearah Dokter itu. Dokter Arka mencoba mencairkan suasana dengan mengajak Tia ke ruang perawatan Ayahnya untuk memeriksa kemajuan pasiennya.
Ayahmu semakin banyak mengalami kemajuan, tidak lama lagi Tia, Pak Anggara akan sadar, teruslah ajak komunikasi,, Tia bahagia mendengar penjelasan Dokter. Hari ini akan di lakukan pelepasan oksigennya karena denyut jantungnya sudah stabil, semuanya sudah stabil, mungkin beberapa hari kedepan beliau bisa sadar atas ijin Allah teruslah berdo'a. Kalau begitu saya permisi dulu saya akan cek pasien lain. Tia tersenyum dan berterima kasih kepada Dokter Arka sebelum berlalu meninggalkan ruangan itu.
Tidak terasa sudah seminggu Tia jadi perawat Regina, Dokter Arka masuk kedalam dan mengatakan kalau perkembangan kesehatan regina semakin membaik mungkin sebentar lagi akan sadar. Mendengar hal itu membuat hati Tia senang, dia tersenyum ke arah dokter Arka ,tiba-tiba tiba Rangga masuk, dan mengatakan ke dokter Arka kalau dia cuman datang untuk menemui Tia, rasa cemburunya mulai muncul, dia menyuruh dokter itu keluar. Karena tidak ingin masalah jadi panjang ia lebih memilih keluar.
Sementara Rangga mendekati Tia sambil memegang kedua tangannya" keNapa kamu tadi begitu ringan tertawa bersama Dokter itu, sekarang tertawalah di depanku aku ingin lihat, bagaimana kamu menggoda Dokter tadi. Ternyata memang hobimu menggoda laki-laki ya??
Tia memejamkan mata ia sebenarnya malas berdebat dengan Rangga karena dia tau Rangga punya temperamen yang buruk. ""Aku tidak bisa tertawa melihat wajahmu, karena aku membencimu, sangat sangat membencimu,, hal itu membuat Rangga jadi naik pitam, ia menghempaskan Tia sampai mengenai sudut meja dan bibirnya berdarah, Rangga lantas menarik nafas melihat darah mengalir di bibir Tia, dia mengambil tisu dan ingin membersihkannya tapi ditolak oleh Tia, Rangga memegang kedua tangan Tia dan berkata kalau tidak menurut dia akan menghentikan pengobatan Ayahnya. Tia pun menurut.
Ingat kau itu hanya bisa menurut ke padaku jangan coba-coba mendekati lelaki mana pun tanpa se isinku termasuk Dokter tadi,, kamu paham. Nyawa Ayahmu ada dalam genggamanku ingat itu. Rangga membelai pipi Tia tapi Tia menepis tangan Rangga"" kenapa kau menolaknya, dulu kamu sering menggodaku dan tak punya malu tapi kenapa sekarang kamu tidak bisa aku sentuh. Apakah karena dokter tadi?? Ingat Rastiah putri Anggara kamu itu Boneka ku, jadi kamu harus menuruti semua ucapanku. Sekarang keluarlah dan jangan coba-coba mendekati pria lain, ingat ucapanku.
Kamu itu laki-laki pengecut, tidak punya perasaan, dan ingat aku akan membencimu seumur hidupku, seluruh cinta yang pernah aku berikan dulu sudah aku kubur dalam-dalam dan hanya ada kebencian. Lalu Tia pergi berlalu, sementara Rangga mengerang marah sambil meninju tembok karena di penuhi amarah atas perkataan Tia tadi, tiba-tiba Sion datang membawa informasi kalau wanita yang ia cari yaitu Ibu Austyn ada di kota ini. Tapi itu tidak membuat Rangga puas, dia menyuruh Sion untuk terus melacak dan mencari keberadaan wanita itu.
***"""""""""Bersambung***
Jangan lupa like ya, tolong tinggalkan jejaknya👍🙏