NovelToon NovelToon
Dad, Where'S Mom?

Dad, Where'S Mom?

Status: tamat
Genre:CEO / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh / Duda / Beda Usia / Tamat
Popularitas:104.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Senja

​“Dad, di mana Mommy?”

​“Berhenti bertanya, bocah pembawa sial!”

​Pertanyaan polos dari Elio, bocah berusia enam tahun itu, justru dibalas dengan dingin dan amarah yang meledak.

​Bagi Jeremy, kematian istrinya setelah melahirkan adalah luka yang tak pernah sembuh. Dan Elio? Bocah itu adalah satu-satunya pengingat paling menyakitkan atas kehilangan tersebut.

​Hingga suatu hari, Jeremy dipertemukan dengan Cahaya. Gadis desa dengan wajah, sikap, dan keras kepala yang terlalu mirip dengan mendiang istrinya. Kehadiran Cahaya tidak hanya mengguncang dunia Jeremy, tapi juga mengusik dinding es yang selama ini ia bangun.

​Akankah Cahaya mampu meluluhkan hati seorang ayah yang lupa caranya mencintai? Ataukah Elio akan terus tumbuh dalam bayang-bayang luka yang diwariskan oleh sebuah kehilangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19

"Lio, mau roti selai cokelat lagi? Kak Aya suapin ya, biar semangat sekolahnya," ujar Cahaya dengan nada lembut dan hanya ditujukan untuk bocah kecil di sampingnya.

Pagi itu, ruang makan mansion Sebastian terasa seperti set film bisu. Hanya ada denting sendok dan garpu yang beradu dengan piring.

Jeremy berdehem, mencoba memecah kebekuan yang membuatnya sulit bernapas sejak bangun tidur.

"Kopi ini... sepertinya kurang gula, Martha," ucapnya dengan volume suara yang sengaja dikeraskan, berharap Cahaya atau Elio menoleh padanya.

Tapi hasilnya nihil. Cahaya tetap sibuk memotong roti untuk Elio tanpa melirik Jeremy sedikit pun. Gadis itu benar-benar menganggap Jeremy sebagai udara kosong.

"Lio," panggil Jeremy. "Nanti Daddy antar ke sekolah. Pakai mobil yang atapnya bisa dibuka, pulangnya kita bisa mampir beli mainan dulu. Mau?"

Elio yang biasanya akan melompat kegirangan mendengar tawaran itu, kali ini hanya menunduk dalam. Tangannya memainkan ujung serbet, matanya masih terlihat sedikit bengkak.

"Nggak usah, Dad. Elio berangkat sama Kak Aya saja," jawab Elio.

Jeremy merasa seperti baru saja dipukul telak tepat di ulu hati oleh putranya sendiri. Ia beralih menatap Cahaya yang wajahnya sedatar tembok.

"Cahaya, siapkan barang-barang Elio, kita berangkat lima menit lagi," ucap Jeremy.

Cahaya mendongak, tapi tatapannya dingin, tidak ada lagi binar jenaka yang biasanya membuat Jeremy kesal.

"Maaf, Tuan Sebastian. Elio sudah punya janji lain pagi ini. Kami tidak butuh tumpangan," balas Cahaya.

"Janji apa? Aku ayahnya, aku yang memutuskan siapa yang mengantar Elio!" seru Jeremy, seolah egonya yang terluka mulai bicara.

"Ayah yang kemarin menghancurkan gambarnya?" sahut Cahaya pedas, meski suaranya tetap tenang. Ia bangkit dari kursi, lalu menuntun Elio. "Ayo, Lio. Kak Alvin sudah menunggu di depan."

"Alvin? Si pria cokelat itu lagi?!" Jeremy ikut berdiri dari kursinya. "Siapa yang mengizinkan orang asing masuk ke area rumahku dan menjemput anakku?"

Cahaya berhenti di ambang pintu, menoleh sedikit tanpa melepaskan genggaman tangan Elio.

"Dia bukan orang asing bagi Elio, Tuan. Dia orang yang semalam mau mendengarkan Elio nangis di telepon sampai tenang. Dan Elio sendiri yang minta dijemput karena dia tisak mau duduk di mobil yang bersama dengan orang galak."

Jeremy terpaku. Elio... lebih memilih mengadu pada pria lain?

Mereka melangkah keluar ke halaman depan. Di sana, sebuah sedan putih sederhana sudah terparkir. Alvino berdiri di samping pintu, melambaikan tangan dengan senyum lebar yang menurut Jeremy sangat memuakkan.

"Pagi, Ay! Pagi, jagoan!" sapa Alvino riang.

"Pagi, Kak Alvin!" Elio berlari kecil dan langsung memeluk kaki Alvino.

Pemandangan itu membuat jantung Jeremy serasa diremas. Anaknya lebih memilih memeluk pria yang baru dikenalnya daripada ayahnya sendiri.

Jeremy berjalan cepat menyusul mereka ke pagar.

"Tunggu! Aku tidak mengizinkan Elio pergi dengan kendaraan yang tidak standar keselamatannya seperti ini!"

Alvino menoleh, menatap Jeremy dengan sopan. "Maaf, Tuan Sebastian. Saya rasa mobil saya cukup aman untuk sekadar mengantar Elio ke sekolah. Dan sepertinya, Elio jauh lebih butuh rasa nyaman di hati daripada merk mobil pagi ini."

"Kau—"

"Sudahlah, Tuan," potong Cahaya sambil masuk ke kursi penumpang depan. "Daripada tuan marah-marah tidak jelas, lebih baik tuan urus saja saham-saham yang sedang bermasalah itu. Jangan sampai harta tuan habis, karena hanya itu kan yang tuan punya? Kalau hati, sepertinya anda memang sudah tidak punya."

Pintu mobil ditutup. Alvino masuk ke kursi kemudi, memberikan klakson singkat, lalu melaju meninggalkan mansion.

Jeremy berdiri mematung di pinggir jalan, debu jalanan seolah mengejek kegagahannya yang kini runtuh berantakan.

Tangan Jeremy mengepal sangat erat hingga buku-buku jarinya memutih. Perasaan kosong itu kembali lagi. Perasaan ditinggalkan, perasaan tidak diinginkan, yang dulu ia rasakan saat Stella pergi.

Tapi kali ini pelakunya adalah anak kandungnya sendiri dan seorang gadis yang mulai mengobrak-abrik perasaannya.

"Sial!" umpat Jeremy lirih.

Ia melihat ke arah jalanan yang sudah sepi. Bayangan tawa Elio bersama Alvino terus berputar di kepalanya. Ia merasa seperti pecundang besar di istananya sendiri yang megah.

"Tuan, mobil anda sudah siap. Kita ada rapat jam sembilan," ucap supirnya dengan ragu.

"Batalkan semuanya," desis Jeremy tanpa menoleh.

"Tapi Tuan, ini rapat penting soal akuisisi—"

"KUBILANG BATALKAN SEMUANYA!" teriak Jeremy frustrasi.

Ia masuk kembali ke dalam rumah yang mendadak terasa sepuluh kali lebih dingin. Jeremy duduk di kursi meja makan yang tadi diduduki Elio.

Di atas meja, masih ada sisa potongan roti yang tidak habis dimakan anaknya. Ia memejamkan mata, merasakan dadanya yang berdenyut nyeri.

Jeremy menyadari satu hal yang paling menakutkan, Ia ternyata lebih takut kehilangan tatapan pedas Cahaya daripada kehilangan seluruh kekayaannya.

"Apa yang sudah aku lakukan..." gumamnya sambil menenggelamkan wajah di kedua tangan.

"Tuan, apa anda baik-baik saja?" tanya Martha.

"Hmm." balas Jeremy singkat.

"Ini ada telfon dari tuan Joko, mertua anda," ucap Martha memberikan ponselnya pada Jeremy, karena ponsel pria itu sulit dihubungi.

"Terima kasih, Martha," ucap Jeremy sembari menempelkan benda pipih itu ke telinganya.

1
Inonk_ordinary
tp kasian alvin🥲
Dika Pm
thooorrr AQ bilang Kya gak sanggup baca ya cerita Jeremy buat patah hati. tp apalah data q rasa penasaranku lbih kuat dri PD patah hati sedihku 🤣🤣🤣🤣
Senja: hehehe😁
total 1 replies
Ani Basiati
kok tamat thor
falea sezi
bner ya cwek skg milih yg mapan kaya hmm matre
falea sezi
baru paham ini yg Stella anak darah biru itu kah oalah baru mudeng saya
Wulan Sari
mbokan mau di kasih tambahan masih mau Thor semangat 💪❤️ salam
Wulan Sari
Trimakasih Thor ceritanya sudah tamat dan akhirnya hidup bahagia..
semangat 💪 untuk cerita yg lain Thor 👍 salam sukses selalu ya ❤️🙂 trimakasih 🙏
+62 boker
❤️❤️❤️❤️❤️
EembuL
astaagaaaa 😲😲😲 lgsg the end doong ?!!!
Senja: wkwk🤣
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
express y
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
express y
Dew666
💃💃💃💃💃
Mita Paramita
singkat bgt tamatnya🫡 berharap masih panjang episode ny.
Kinara Widya
yaaa selesai aja...Bonchap kak
Senja: hheeee🤭
total 1 replies
Sri Rahayu
udah selese aja Thorr...kan Cahaya blm melahirkan, apakah anaknya pr seperti keinginan Elio punya adik pr....ada bonchap nya kah 💖💖💖😘😘😘
Senja: heheh🤭🤭
total 1 replies
Lucy
wah dah tamat aja ya Thor,👍👍👍
Tiara Bella
ehhh udh tamat aja.....happy ending ya
Senja: Iya kakak🙏
total 1 replies
Nice1808
wah tamat padahal elio blom lihat adiknya😃😃
Nice1808: 🤣🤣🤣👍👍
total 2 replies
Keysha Aurelie
demi apa udah selesai aja😭😭😭
aku masih berharap 🤭
pantas kemarin aku merasakan detik detik ending dan ternyata memang selesai
terimakasih kak sudah membuat cerita ini dengan sangat baik ,sudah menghibur pembaca sepertiku🙏
Senja: Oalah yg komenan sama si Al kayaknya itu. salah satu pembaca.. udah kuhapus padahal🤭
total 6 replies
Tiara Bella
so sweet nya Jeremy
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!