Daniel merupakan seorang agen rahasia yang sedang menjalani misinya untuk mencari para pengkhianat negara termasuk keturunan mereka. Dalam menjalankan misinya, tanpa sengaja ia menolong seorang gadis bercadar yang sedang dihadang oleh para penjahat saat gadis itu hendak pulang ke rumahnya. Tanpa Daniel ketahui jika gadis bercadar itu adalah targetnya yang selama ini ia cari. Apakah Daniel tega membunuh gadis itu demi misinya ataukah ia harus mengkhianati agen nya sendiri demi cintanya? ikuti cerita mereka penuh dengan misteri dan setiap adegannya sangat menegangkan...!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20. Rahasia Dokumen Negara
Daniel tiba di kediaman tuan Roy. Seperti punya ikatan batin antara anak dan ayah, tuan Roy bergegas menghampiri Daniel saat Daniel turun dari mobil bersama Peter. Jantung tuan Roy bergetar walaupun ia belum tahu hubungannya dengan Daniel namun entah mengapa ada rasa rindu yang menumpuk di sana untuk segera bertemu dengan agen rahasia FBI itu.
Langkah tuan Roy terhenti berbarengan dengan Daniel yang baru masuk ke pintu utama itu. Keduanya saling menatap satu sama lain. Ada ikatan emosional diantaranya. Daniel yang sudah tahu status Roy adalah ayahnya menahan diri untuk tidak berkata apapun.
"Daniel...?" gumam tuan Roy pelan hampir tak terdengar.
"Apakah dia ayahku?" Daniel melihat setiap detail pahatan wajah tampan tuan Roy. Pria yang berusia 55 tahun itu juga melakukan hal yang sama.
"Ya Tuhan...! kenapa dia terlihat sangat familiar? dia sangat mirip dengan ayahku. Yah, mendiang ayahku. Kenapa aku baru menyadarinya?" tuan Roy berdehem lalu kembali bersikap layaknya seorang presiden.
"Selamat datang Daniel...!" menepuk pundak Daniel sebagai tanda kagum sambil menjabat tangan putranya itu.
Namun sikap Daniel malah lebih hormat pada sang ayah yang langsung mencium tangan ayah kandungnya itu sebagaimana adab seorang muslim kepada kedua orangtuanya. Tuan Roy takjub hingga tidak bisa berkata apa-apa.
Matanya sudah berkaca-kaca karena sentuhan ciuman Daniel pada tangannya merambah sampai ke hatinya. Rasanya ia ingin memeluk putranya karena kekuatan darah bagaikan magnet yang menariknya untuk melakukan itu namun ia harus menahan diri sebelum semuanya terbukti jika Daniel adalah putra kandungnya yang menghilang selama 25 tahun yang lalu.
"Silahkan duduk anak muda...! aku tidak menyangka kamu lebih tampan dari fotomu. Apakah kamu sudah berkeluarga?" cicit tuan Roy mengajak Daniel duduk dekat dengannya.
Mendengar pertanyaan itu Daniel cukup kuatir karena pernikahannya masih dirahasiakan. Namun ingin rasanya ia mengumumkan pada dunia bahwa dirinya sangat mencintai istrinya Alea namun situasi itu tidak memungkinkan baginya. Ia tidak ingin orang lain tahu hubungannya dengan Alea karena tidak aman untuk Aleadsn adik kembarnya Alea.
"Belum", ucap Daniel pelan.
"Saat aku seusia mu aku sudah memiliki putra yang berusia 5 tahun. Namun sayang putraku itu menghilang karena diculik. Mereka menemukan bajunya yang sudah tercabik-cabik dengan bercak darah", tutur tuan Roy sendu.
"Aku turut prihatin tuan atas tragedi yang menimpa keluargamu. Sama sepertiku yang tidak memiliki siapapun", ucap Daniel.
"Baiklah. Kita singkirkan masalah pribadi kita. Sekarang aku mau tanya dokumen rahasia negara. Apakah kamu sudah mendapatkannya?' tanya tuan Roy.
"Alhamdulillah sudah tuan", ucap Daniel membuat tuan Roy mengernyitkan keningnya. Ucapan Daniel sudah sering ia dengar dari sahabatnya yang muslim.
"Daniel, apakah kamu seorang muslim?" tanya tuan Roy setengah berbisik.
"Bukankah itu urusan pribadi yang mempunyai hak untuk memilih keyakinannya sendiri?" balas Daniel tegas.
"Tentu saja selama orang itu menjalani kewajiban sebagai mana tuntunan Tuhannya melalui kitab dan nabi yang membawa agama itu sendiri untuk umatnya. Maaf kalau pertanyaan ku membuatmu tidak nyaman", jawab tuan Roy.
"Terimakasih untuk pengertiannya tuan. Aku memang tidak membawa dokumen utuh itu secara langsung. Tapi aku sudah menyimpannya di file ponselku", ucap Daniel sedikit berbisik.
"Boleh aku lihat? aku sangat penasaran dengan isinya", ucap tuan Roy pura-pura tidak tahu. Ia ingin memastikan sesuatu dari dokumen yang diambil oleh Daniel.
Daniel menyerahkan ponselnya pada tuan Roy setelah membuka filenya. Tuan Roy begitu syok membaca isi dokumen itu. Di dalam dokumen itu tersimpan data para ilmuwan yang ingin mengembangkan teknologi tingkat tinggi untuk menciptakan manusia sebagai mesin pembunuh.
Namun tuan Arya mempelajari semua detailnya dengan mengembangkan manusia super jenius melalui keturunannya untuk misi mengubah dunia menjadi lebih aman. Bibir tuan Roy bergetar sambil menahan ledakan emosi.
"Apakah kamu bertemu dengan gadis itu?" tanya tuan Roy membuat Daniel yang paham tujuan pertanyaan itu akhirnya mengangguk.
"Iya tuan. Mereka baik-baik saja walaupun identitas gadis itu sudah dirubah", jelas Daniel.
"Mereka? apa maksudmu mereka?" tanya tuan Roy.
"Gadis itu adalah Niken yang kini berganti nama Alea. Ia memiliki adik kembar bernama Aska dan Arka. Keduanya terus hidup bersembunyi hingga perusahaan milik ayah mereka di duduki orang lain yang tidak lain asisten pribadinya ayah kandung Alea. Alea harus menyamar menjadi karyawan biasa di perusahaannya sendiri", jelas Daniel.
"Syukurlah kalau begitu. Kau tahu? aku sangat berambisi untuk menjadi presiden hanya ingin mendapatkan kekuasaan untuk memecahkan misteri kasus kematian sahabatku dan juga istri dan putraku. Dengan berkuasa penuh integritas, hukum tidak bisa dibalikkan dengan mudah oleh orang-orang yang mengaku ahli hukum tapi tidak pernah menegakkan hukum dengan adil", ucap tuan Roy.
Daniel menghela nafas berat. Dalam hatinya ia sangat mendukung langkah ayah kandungnya. Dengan begitu ia bebas membawa istrinya ke manapun tanpa takut diketahui orang lain.
"Apakah tuan presiden ingin bertemu dengannya?" tanya Daniel.
"Nanti saja setelah aku dilantik. Aku ingin menemui mereka secara resmi saat aku berkunjung ke Indonesia", jelas tuan Roy.
"Terimakasih tuan sudah menerima ku dengan baik. Aku sangat bersyukur kepada Allah atas kebaikan anda hari ini karena anda tidak terpengaruh dengan berita viral tentang nama baik saya", ucap Daniel.
"Tidak semua berita yang beredar itu ditelan begitu saja oleh orang yang berakal sehat. Setiap orang memiliki intuisi untuk bisa menilai setiap berita agar tidak menjadi fitnah. Saya sudah terbiasa dengan skandal yang dibuat seseorang untuk menjebak orang yang ia hancurkan demi kepentingannya. Biasanya orang itu hanya ingin mendapatkan perhatian dunia dengan cara yang licik", tutur tuan Roy.
"Tapi banyak orang yang terhasut oleh berita itu hingga keberadaan saya jadi terancam tuan. Bahkan orang-orang terdekat saya berbalik membenci saya", ucap Daniel.
"Bersabarlah Daniel...! jika kamu benar-benar seorang muslim sekarang belajarlah sosok nabi Muhammad yang melalui setiap ujian dari fitnah keji yang dilakukan oleh kaumnya bahkan itu adalah paman kandungnya sendiri. Maaf saya tahu karena saya juga sering baca tentang Nabi Muhammad karena pengaruhnya pada dunia yang dikuasainya di masa kejayaan islam", ucap tuan Roy.
"Iya tuan aku paham. Tapi aku begitu takut jika aku mati dalam keadaan hina oleh orang-orang yang memusuhiku", ucap Daniel.
"Semua akan berakhir pada waktunya. Tenanglah dan sekarang kamu istirahat saja di rumah ku karena tidak aman bagimu di luar sana", ucap tuan Roy dan Daniel tidak menolak tawaran itu.
"Terimakasih tuan...!" Tuan Roy melirik pelayan nya untuk mengantarkan Daniel ke kamar tamu. Setelah Daniel beranjak dari tempat itu, tuan Roy memberi isyarat pada Peter untuk mendekatinya.
"Ada apa tuan?" tanya Peter.
"Tolong tes rambut Daniel untuk memastikan kecocokan DNA dengan ku...!" titah tuan Roy.
"Siap tuan...!" Roy segera meninggalkan tempat itu menuju klinik pribadi tuan Roy.