PROLOG
-MENENTANG SEGALA DUNIA
-MENENTUKAN TAKDIR SENDIRI
-MERANGKAI TAKDIR YANG DIINGINKAN
-BILA LANGIT JADI PENGHALANGKU KU ROBEKAN LANGIT
-BILA BUMI MENAHAN KAKIKU KU HANCURKAN BUMI
-AKU ADALAH PEMILIK TAKDIR KU SENDIRI-
Di Kota Yinhu, di bawah langit kelabu Kerajaan Bela Diri Selatan, seorang pemuda bernama Shen Tianyang tumbuh dalam bayang-bayang kehinaan.
Terlahir dari keluarga bela diri, ia justru dianggap sebagai noda—tak berbakat, tak berguna, dan tak layak mewarisi darah leluhur.
Di dunia di mana kekuatan adalah segalanya, Shen Tianyang hidup lebih rendah dari orang biasa.
Tatapan meremehkan dan bisikan hinaan menjadi kesehariannya, perlahan mengikis martabat dan harapannya. Namun dari jurang keputusasaan itulah, takdir yang lebih kejam mulai bergerak.
Sebuah pertemuan terlarang mengubah segalanya. Akar Spiritual yang menentang hukum langit terbangun di dalam tubuhnya, menyeretnya ke jalan yang tak dapat ditinggalkan—jalan yang dipenuhi darah, penderitaan, dan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Beruang Terbang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15 : Sayap Api Suzaku
Shen Tianyang tiba di tepi Tebing Iblis Abadi. Dari atas sana, ia menatap ke bawah, ke jurang kelam yang dipenuhi qi kematian hitam pekat yang bergejolak seperti kabut neraka.
Aura itu begitu dingin dan berat, seakan mampu melahap jiwa siapa pun yang berani menatapnya terlalu lama. Di lubuk hatinya, sebuah pertanyaan pun terbit, lirih namun sarat kegentaran.
Apakah di dunia ini benar-benar ada makhluk abadi dan Iblis..??
Su Meiling mendengus dingin, suaranya menggema di kesadaran Shen Tianyang.
“Tentu saja ada. Jangan kau kira Ranah Bela Diri Sejati adalah puncak dari segala jalan bela diri. Di atasnya masih ada tiga ranah ekstrem, lalu Ranah Nirwana. Setelah berhasil menempuh Nirwana, barulah seseorang dapat memasuki Ranah Bela Diri Langit, sebuah dunia ruang yang jauh lebih agung—Benua Bela Diri Langit.”
Nada suaranya tenang, namun setiap kata yang diucapkan bagai palu yang menghantam pemahaman Shen Tianyang.
“Belum lagi dunia-dunia kuat itu,” lanjut Su Meiling, “bahkan Dunia Bela Diri Fana tempatmu berada sekarang pun amatlah luas..!!"
"... Di wilayah ini, qi spiritual sangat tipis, sehingga hanya sedikit binatang iblis yang lahir. Para ahli bela diri sejati takkan menetap di tempat seperti ini...!!"
".. Mereka pergi ke wilayah dengan qi spiritual melimpah—di sana para ahli sebanyak awan, binatang iblis berkeliaran tanpa henti, dan bahaya mengintai di setiap langkah. Tanpa kekuatan yang memadai, kematian hanyalah soal waktu.”
Ini adalah pertama kalinya Shen Tianyang mendengar gambaran utuh tentang dunia bela diri. Dadanya bergetar, jiwanya terguncang. Selama ini, ia mengira Ranah Bela Diri Sejati adalah puncak yang tak tergapai, namun kini ia sadar—itu hanyalah sebuah anak tangga awal di hadapan langit yang tak berujung.
Bai Yanhan pun angkat bicara, suaranya sedingin salju abadi.
“Anak muda, Dunia Bela Diri Fana ini tak berbatas. Di luar benua ini masih ada banyak daratan lain, dan tak satu pun kekurangan ahli kuat"
".... Di antara dunia-dunia tanpa akhir itu, tersembunyi pula berbagai alam rahasia, menyimpan harta langit dan bumi dalam jumlah tak terhitung, sekaligus bahaya yang sanggup memusnahkan jiwa..!!"
".... Hanya mereka yang memiliki kekuatan sejati yang dapat menyaksikan keagungan dunia bela diri—dan saat itulah kau akan benar-benar menyadari betapa kecilnya dirimu.”
Kata-kata itu menancap dalam-dalam di hati Shen Tianyang. Ia mengepalkan tinjunya, merasakan cakrawala batinnya seakan terbuka. Di dunia yang dipenuhi para ahli, hanya dengan kekuatan ia dapat bertahan hidup. Hanya dengan terus melangkah maju, ia dapat menentang langit yang luas itu.
Tanpa ragu, Shen Tianyang melompat ke dalam jurang.
Dengan kekuatannya di tingkat kelima Ranah Bela Diri Fana, serta keberadaan kolam air di bawah sana, ia tak perlu membuang waktu menuruni tebing secara perlahan.
Tubuhnya melesat menembus kabut hitam, lalu—
BYUUUR..!!
Ia kembali mencebur ke dalam kolam bercahaya itu. Di jurang ini, binatang iblis kerap berkeliaran, namun ketakutan di hati Shen Tianyang telah memudar. Makhluk-makhluk itu tak cukup kuat untuk mengancamnya sekarang.
“Kak Meiling,” tanya Shen Tianyang sambil mengaduk air kolam dengan tangannya, “bagaimana cara menggunakan Kolam Iblis Abadi ini?”
Selain memancarkan cahaya samar, ia tak merasakan keanehan lain.
Su Meiling menjawab dengan nada serius, “Air ini adalah energi murni yang mengalir keluar dari tubuh sekelompok besar makhluk abadi dan iblis setelah kematian mereka..!!"
".... Energi ini bukan milikmu, jadi kau tak bisa menyerapnya sebagai kekuatan. Yang bisa kau lakukan hanyalah menempa tubuh dan jiwamu dengannya—dan proses itu akan sangat menyakitkan.”
Kening Shen Tianyang berkerut.
“Berapa lama aku harus berada di dalam kolam ini?”
“Aku juga tak tahu,” jawab Su Meiling singkat. “Tetaplah di sana sampai kau tak lagi merasakan rasa sakit. Masuklah, lalu edarkan Seni Ilahi Tai Chi, tarik energi itu ke dalam tubuhmu.”
Tanpa sepatah kata pun, Shen Tianyang menanggalkan pakaiannya dan terjun ke dalam kolam. Ia menyelam hingga ke dasar. Di sana, ia masih bisa bernapas dengan normal, sekaligus terhindar dari gangguan binatang iblis.
Begitu mencapai dasar kolam, ia mulai mengedarkan Seni Ilahi Tai Chi.
Pada saat itulah, perubahan dahsyat terjadi.
Tubuh Shen Tianyang seakan dihimpit dari segala arah oleh kekuatan asing yang tak kasatmata, seolah-olah ada tangan raksasa yang ingin meremasnya menjadi satu.
Hatinya terkejut hebat. Bersamaan dengan itu, energi aneh dari kolam tersebut menyerbu ke dalam tubuhnya, mengalir liar seperti banjir bandang, menembus daging, tulang, dan meridian-meridiannya.
Rasa sakit yang menusuk tulang menjalar ke seluruh tubuhnya. Setiap helaan napas terasa seperti siksaan, setiap denyut nadi bagai palu yang menghantam kesadarannya.
Tubuhnya seolah akan meledak kapan saja.
Itu adalah penderitaan yang melampaui batas manusia fana—rasa sakit yang membuat seseorang ingin mati, namun justru memaksa jiwa untuk tetap bertahan.
Di dasar Kolam Iblis Abadi, di tengah cahaya suram dan energi kematian, Shen Tianyang memulai sebuah penempaan kejam—langkah awal menuju kelahiran kembali, dan cikal bakal Sayap Api Suzaku yang kelak akan mengguncang langit dan bumi.
----
Gelembung-gelembung terus bermunculan dari permukaan Kolam Iblis Abadi, airnya bergolak tanpa henti. Riak yang tak wajar itu bukan disebabkan oleh makhluk iblis, melainkan oleh perjuangan putus asa Shen Tianyang di dasar kolam—perlawanan naluriah antara tubuh fana dan energi kematian yang kejam.
Entah berapa lama waktu berlalu.
Akhirnya, Shen Tianyang berhasil merangkak ke permukaan kolam. Tubuhnya terhempas ke tepi bebatuan, dadanya naik turun dengan napas berat seolah baru saja lolos dari jurang kematian. Dengan suara serak, ia berseru,..
“Mengapa aku belum juga menembus tingkat keenam Ranah Bela Diri Fana?”
Su Meiling tertawa kecil, namun nadanya tetap tenang dan tegas.
“Apakah kau pikir terobosan itu semudah membalik telapak tangan? Yang kau lakukan selama ini hanyalah menempa tubuh dan jiwa. Tubuh fisikmu telah menjadi jauh lebih kuat, dan kekuatan rohmu pun meningkat pesat.”
Shen Tianyang berdiri perlahan, mengepalkan kedua tinjunya. Saat itu juga ia menyadari—setiap otot, setiap tulang, terasa padat dan penuh daya. Walau belum memasuki tingkat keenam, fondasi yang ia bangun kini kokoh bagaikan gunung purba, siap menopang kekuatan yang lebih besar di masa depan.
“Sudah berapa hari aku berada di bawah sana?” tanyanya. Ingatannya kabur, tenggelam dalam penderitaan tanpa akhir di dasar Kolam Iblis Abadi.
“Hanya lima hari,” jawab Su Meiling. “Kolam ini sudah tak banyak berguna lagi bagimu. Namun ia telah meletakkan dasar bagi Tubuh Iblis Abadi.”
Mendengar nama itu saja, jantung Shen Tianyang bergetar. Ia belum mengetahui wujud sejatinya, namun dari namanya saja sudah terasa betapa menakutkan dan agung warisan kekuatan tersebut.
Dari jurang di bawah Tebing Iblis Abadi, sesekali terdengar gemuruh dan raungan samar. Bersamaan dengan itu, terpancar qi sejati yang aneh namun luhur, membawa tekanan kuno yang dalam. Itulah Qi Sejati Naga Hijau, hasil dari kultivasi Shen Tianyang atas Tehnik Ilahi Naga Hijau di kedalaman jurang.
Shen Tianyang tidak meninggalkan tebing itu. Ia terus berlatih.
Bertelanjang dada, tubuhnya bermandikan cahaya hijau samar. Kedua tinju besinya dilapisi qi sejati yang bergelora, menghantam dinding tebing tanpa henti.
Setiap pukulan memekakkan telinga—kerikil beterbangan, batu retak. Setelah ratusan pukulan, sebuah lubang kecil tercipta di tebing, namun napas Shen Tianyang tetap stabil, menandakan betapa dalam qi sejati dan kekuatan fisiknya.
Setiap kali tinjunya menghantam, qi sejati mengalir kembali melalui lengannya, langsung menuju kepalanya, menyatu dengan kekuatan spiritual di otak. Proses ini tanpa disadari mengembangkan otak dan memperkuat kesadaran ilahi—sebuah metode langka dalam menumbuhkan Kesadaran Ilahi.
Latihannya menciptakan kegaduhan besar. Jurang yang sebelumnya sunyi kini dipenuhi gema dentuman, mengguncang seluruh celah Tebing Iblis Abadi.
Dua hari berlalu.
Kini, Shen Tianyang merasakan qi sejatinya penuh hingga hampir meluap, sementara kekuatan spiritualnya meningkat drastis. Selangkah lagi—selama ia membuka Lautan Kesadaran Ilahi, ia akan resmi memasuki tingkat keenam Ranah Bela Diri Fana, Ranah Kesadaran Ilahi, yang menuntut keseimbangan antara kekuatan spiritual dan qi sejati yang melimpah.
“Sudah waktunya menembus tingkat keenam,” gumamnya pelan.
Ia duduk bersila, memejamkan mata, menenangkan pikiran. Qi sejati di dalam tubuhnya mulai beredar dengan teratur, sementara kekuatan spiritual dilepaskan dan dipadukan dengannya.
Kekuatan spiritualnya meraba gerbang Kesadaran Ilahi, sementara qi sejati dipersiapkan untuk menghantam dan membukanya!
Dengan bimbingan mendalam dari Seni Ilahi Tai Chi, qi sejati dan kekuatan spiritual Shen Tianyang menemukan gerbang tersembunyi di dalam jiwanya. Dalam kesadarannya, sebuah gerbang emas seakan muncul, megah dan bercahaya.
Gerbang itu—tanda bahwa Ranah Kesadaran Ilahi telah berada di hadapannya.
Alis Shen Tianyang mengerut. Dengan satu niat, Qi Sejati Naga Hijau menjelma menjadi seekor naga raksasa, bertaring dan bercakar, mengaum penuh wibawa. Sang Naga Hijau melesat, menghantam gerbang emas itu dengan kekuatan dahsyat.
BOOOOOOOMMMMM..!!!
ROOOOOOOOOAAAAR..!!!
Cahaya emas menyilaukan meledak. Pada saat yang sama, Shen Tianyang membuka mata dan meraung.
Gelombang qi sejati menyiram seluruh tubuhnya. Qi Sejati Lima Unsur yang Brutal meledak keluar, membentuk badai dahsyat yang menyapu ke segala arah.
“Jadi… inikah tingkat keenam Ranah Bela Diri Fana?” Shen Tianyang menutup mata, merasakan kekuatan qi sejati yang dalam dan agung mengalir di tubuhnya. Saat ia melepaskan Kesadaran Ilahi, setiap desir angin dan gerak rerumputan di sekitarnya tertangkap jelas.
Ia membuka mata dan tersenyum tipis.
“Sekarang… aku bisa menggunakan jurus itu.”
Tiba-tiba, kobaran api menyala dari punggungnya. Sepasang sayap raksasa dari api terwujud, menari liar dengan cahaya menyilaukan. Gelombang panas menyebar, membuatnya tampak seperti sayap burung suci dari legenda.
“Sayap Api Suzaku..!!! Terbang..!!”
Shen Tianyang tertawa lantang.
Dengan satu kepakan, sayap apinya menggetarkan udara. Dalam sekejap mata, sosoknya melesat dan menghilang ke dalam qi kematian hitam di jurang.
Inilah kekuatan tingkat keenam Ranah Bela Diri Fana— kekuatan untuk mengendalikan qi sejati keluar dari tubuh tanpa tercerai berai, menopangnya dengan Kesadaran Ilahi, membentuk sayap api, dan menantang langit dengan terbang bebas.
Tamat Bab 15
Bersambung Ke Bab 16
TERIMA KASIH TELAH MENEMANI SAMPAI DISINI
ALL READERS SEMOGA SELALU SEHAT
TOLONG TINGGALKAN KOMENTAR DI HALAMAN INI
TERIMA KASIH