mengisahkan perjalanan Liu Wei, seorang pemuda yang kehilangan desa dan keluarga karena serangan kelompok jahat Pasukan Bayangan Hitam. Setelah bertemu Chen Mei dari Sekte Bintang Penyusun, ia mengetahui bahwa dirinya adalah salah satu dari enam Pendekar Bintang terpilih yang bertugas menjaga keseimbangan alam semesta.
Dengan membawa Pedang Angin Biru pusaka keluarga dan Kalung Panduan Bintang, Liu Wei harus mencari Pendekar lainnya sebelum Pasukan Bayangan Hitam yang dipimpin oleh Zhang Feng menangkap mereka semua dan mendapatkan Lima Batu Kekuatan yang bisa menghancurkan dunia. Perjalanan penuh bahaya menantinya, di mana ia harus menguasai kekuatan batinnya dan menyatukan kekuatan rekan-rekannya untuk menghadapi ancaman kegelapan yang semakin besar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reijii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 30
Setelah peradaban Isolara resmi bergabung dengan Federasi Alam Semesta, pusat pendidikan yang diberi nama “Akademi Keseimbangan Universal” segera mulai dibangun di dataran tinggi yang indah di planet tersebut. Akademi ini dirancang dengan kombinasi arsitektur dari Isolara dan berbagai peradaban lain, menciptakan tempat yang tidak hanya indah tetapi juga penuh dengan energi positif yang mendukung pembelajaran dan pertumbuhan.
Xiao Ming diangkat sebagai ketua akademi, bekerja sama dengan Ratu Lumen dan guru dari berbagai peradaban untuk mengembangkan kurikulum yang komprehensif. Kurikulum tersebut tidak hanya mencakup ilmu pengetahuan dan teknologi alam semesta, tetapi juga nilai-nilai perdamaian, kerja sama, dan penghormatan terhadap semua bentuk kehidupan.
“Akademi ini bukan hanya tentang belajar keterampilan teknis,” ucap Xiao Ming dalam pidato pembukaan akademi yang diikuti oleh ribuan siswa dari seluruh alam semesta. “Ini adalah tentang membangun pemahaman yang lebih dalam tentang hubungan kita satu sama lain dan dengan alam semesta secara keseluruhan. Kita ingin menghasilkan generasi pemimpin yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga memiliki hati yang penuh dengan kebaikan dan empati.”
Siswa-siswa akademi datang dari berbagai latar belakang—mulai dari anak-anak Bumi yang berbakat hingga generasi muda dari peradaban yang baru bergabung dengan federasi. Lin Lin mengajar mata kuliah tentang komunikasi antar peradaban dan energi Cahaya, mengajarkan siswa cara merasakan dan menghormati perbedaan serta membangun hubungan yang kuat antar makhluk hidup yang berbeda.
Li Na mengelola program pelatihan penyembuhan, menggabungkan teknik dari Isolara dengan metode yang dia kembangkan selama perjalanan ekspedisi. Banyak siswa yang lulus dari program ini kemudian menjadi penyembuh yang dicari di seluruh alam semesta, membantu peradaban yang terkena dampak bencana atau penyakit.
Zhang Tao mengajar tentang ilmu alam dan pengelolaan sumber daya, mengajarkan siswa cara hidup berdampingan dengan alam dan mengelola sumber daya secara berkelanjutan. Siswa-siswanya telah membantu membangun proyek-proyek hijau di banyak planet, mengubah wilayah yang tandus menjadi tempat yang subur dan penuh kehidupan.
Selama beroperasi, akademi menghasilkan banyak pemimpin muda yang membawa perubahan positif ke seluruh alam semesta. Mereka kembali ke peradaban masing-masing dengan ide-ide baru dan semangat kerja sama, membantu menyelesaikan masalah yang kompleks dan membangun hubungan yang lebih erat antar peradaban.
Sementara itu, tim penelitian yang dipimpin oleh Wei Tian dan ilmuwan Isolara menemukan sebuah lorong rahasia di dalam salah satu struktur kuno di Isolara. Lorong tersebut mengarah ke ruang bawah tanah yang penuh dengan artefak dan dokumen kuno yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Dokumen-dokumen tersebut ditulis dalam bahasa yang sama dengan yang digunakan oleh Peradaban Pencipta Cahaya, dan berisi informasi penting tentang masa depan alam semesta.
“Lihatlah ini,” ucap Wei Tian dengan suara penuh kagum, menunjukkan lembaran batu yang bertuliskan simbol-simbol kuno. “Ini adalah ramalan tentang masa depan alam semesta. Ia mengatakan bahwa setelah kegelapan disembuhkan dan peradaban mulai bekerja sama, alam semesta akan menghadapi ujian besar yang akan menguji kekuatan persatuan kita.”
Dari dokumen tersebut, mereka belajar bahwa alam semesta bukanlah yang satu-satunya jagad raya yang ada. Ada banyak alam semesta paralel yang saling terhubung, dan pada titik tertentu, semua alam semesta tersebut akan menghadapi ancaman bersama yang berasal dari luar dimensi. Ramalan tersebut menyatakan bahwa hanya dengan bekerja sama—tidak hanya antar peradaban dalam satu alam semesta, tetapi juga antar alam semesta yang berbeda—mereka akan mampu mengatasi ancaman tersebut.
“Ini mengubah segalanya tentang apa yang kita ketahui tentang alam semesta,” ucap Ratu Lumen setelah membaca dokumen-dokumen tersebut. “Kita tidak hanya bertanggung jawab untuk melindungi alam semesta kita sendiri, tetapi juga untuk membantu alam semesta lain yang mungkin menghadapi tantangan yang sama.”
Dewan Keseimbangan segera mengadakan rapat darurat untuk membahas temuan ini. Setelah diskusi yang mendalam, mereka memutuskan untuk mengembangkan program penelitian khusus untuk memahami hubungan antara alam semesta paralel dan mencari cara untuk berkomunikasi dengan mereka. Xiao Ming dan teman-temannya dipilih sebagai pemimpin tim penelitian ini, dengan dukungan dari ilmuwan dari Isolara dan Penguasa Keseimbangan.
Mereka menghabiskan bulan-bulan berikutnya melakukan eksperimen di laboratorium khusus yang dibangun di dekat akademi. Dengan bantuan teknologi dari berbagai peradaban dan pengetahuan dari dokumen kuno, mereka berhasil menciptakan mesin yang bisa mendeteksi keberadaan alam semesta paralel dan membuka jalur komunikasi yang stabil.
Pada hari pertama percobaan komunikasi, mereka berhasil menghubungi peradaban dari alam semesta paralel yang bernama “Zeta”. Peradaban tersebut juga telah menemukan tentang ancaman yang akan datang dan telah bersiap untuk bekerja sama dengan alam semesta lain. Pemimpin peradaban Zeta, yang bernama Grand Master Orion (nama yang sama dengan raja Andromeda di alam semesta kita), menyambut mereka dengan hangat.
“Kami telah menunggu kedatanganmu,” ucapnya melalui sistem komunikasi yang baru dibuat. “Kita semua terhubung oleh tali yang tak terlihat, dan sekarang saatnya kita bekerja sama untuk menghadapi tantangan yang akan datang. Ancaman ini tidak mengenal batasan alam semesta—oleh karena itu, persatuan kita juga tidak boleh mengenal batasan apa pun.”
Dalam beberapa minggu berikutnya, mereka berhasil menghubungi beberapa alam semesta paralel lainnya. Masing-masing alam semesta memiliki pengalaman dan pengetahuan yang berbeda, tetapi mereka semua sepakat untuk bekerja sama dalam menghadapi ancaman yang akan datang. Mereka membentuk “Aliansi Multiverse”—suatu organisasi yang menghubungkan peradaban dari berbagai alam semesta untuk berbagi pengetahuan, teknologi, dan kekuatan.
Akademi Keseimbangan Universal di Isolara kemudian diubah menjadi pusat pendidikan untuk Aliansi Multiverse. Siswa dari berbagai alam semesta mulai mendaftar, belajar bersama dan membangun persahabatan yang melampaui batasan jagad raya. Xiao Ming dan teman-temannya mengajar siswa tentang pentingnya kerja sama lintas alam semesta dan bagaimana setiap individu bisa berkontribusi pada keselamatan seluruh multiverse.
“Kita semua berasal dari sumber yang sama,” ucap Xiao Ming saat memberikan pelajaran kepada siswa baru dari berbagai alam semesta. “Perbedaan antara kita adalah kekuatan kita, dan dengan bekerja sama, tidak ada yang tidak bisa kita capai. Kita adalah penjaga masa depan multiverse, dan kita akan memastikan bahwa cahaya kebaikan akan selalu menyala terang.”
Pada malam perayaan pembentukan Aliansi Multiverse, perwakilan dari berbagai alam semesta berkumpul di Isolara. Langit dihiasi dengan cahaya dari ribuan kapal dari berbagai jagad raya, menciptakan pemandangan yang luar biasa dan memukau. Ratu Lumen berdiri di samping Xiao Ming dan pemimpin dari alam semesta paralel lainnya, mengambil mikrofon untuk berbicara.
“Hari ini kita telah membentuk ikatan yang akan bertahan selama-lamanya,” ucapnya dengan suara yang jelas dan penuh semangat. “Kita tidak lagi sendirian dalam menghadapi tantangan alam semesta. Bersama-sama, kita akan membangun masa depan yang lebih baik untuk semua makhluk hidup di seluruh multiverse. Mari kita maju dengan percaya diri dan hati yang penuh dengan harapan!”
Semua orang bersorak dengan suara yang menggema di seluruh planet, sementara energi positif dari perayaan menyebar ke seluruh multiverse. Mereka tahu bahwa tantangan yang akan datang sangat besar, tetapi dengan persatuan yang mereka miliki dan semangat kebaikan yang ada di hati setiap makhluk hidup, mereka siap menghadapi apa pun yang ada di depan.
Warisan Bintang Penyusun telah tumbuh melampaui batasan yang pernah dibayangkan. Dari sekelompok Pendekar yang melindungi satu planet, kini telah menjadi gerakan yang menghubungkan seluruh multiverse—buktian bahwa kebaikan, kerja sama, dan harapan bisa menyebar lebih jauh dari yang pernah dibayangkan.