NovelToon NovelToon
Rencana Gagal Mati

Rencana Gagal Mati

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mantan / Komedi
Popularitas:409
Nilai: 5
Nama Author: saytama

Tokoh utama nya adalah pria bernama Reza (30 tahun) .Dia bukan Pahlawan, dia bukan orang kaya ,dia cuma pria yang merasa hidupnya sudah tamat karena hutang, patah hati, Dan Rasa bosan.

dia memutuskan untuk pergi secara terencana .dia sudah menjual semua barang nya , menulis surat perpisahan yang puitis, dan sudah memilih Gedung paling tinggi. tapi setiap kali ia mencoba selalu ada hal konyol yang menggagal kan nya , misalnya pas mau lompat tiba tiba ada kurir paket salah alamat yang maksa dia tanda tangan. Pas mau minum obat, eh ternyata obatnya kedaluwarsa dan cuma bikin dia mulas-mulas di toilet seharian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saytama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mesin Tanpa Jiwa

Lima tahun telah berlalu sejak "Warisan Sang Kurir" dideklarasikan. Dunia logistik tidak lagi sama. Jalanan Bogor kini tidak hanya dipenuhi motor bebek, tapi mulai terlihat drone-drone pengantar paket milik Nova.Link, perusahaan raksasa asal Amerika yang mengusung jargon "Efisiensi Tanpa Batas".

Reza, yang kini rambutnya mulai dihiasi uban di bagian pelipis, berdiri di pusat kontrol K.KJ. Di depannya, Budi sedang berdebat sengit dengan seorang ahli teknologi muda lulusan luar negeri yang baru mereka rekrut.

"Mas Reza, kita kehilangan 15% pasar di Jakarta dalam sebulan!" Budi menghampiri Reza dengan wajah merah padam. "Nova.Link mengirim paket pakai drone dan robot otonom. Mereka nggak butuh kurir, nggak butuh bayar asuransi manusia, dan mereka nggak butuh 'kejujuran'. Mereka cuma butuh algoritma!"

Reza mengamati layar besar yang menunjukkan pergerakan armada K.KJ. Titik-titik hijau (kurir manusia) tampak bergerak lambat dibandingkan simulasi kecepatan robot milik pesaing.

"Teknologi itu alat, Bud. Bukan tujuan," jawab Reza tenang. Namun, di dalam hatinya, ia merasakan kegelisahan yang sama.

Masalah muncul ketika sebuah video viral di media sosial. Seorang kurir senior K.KJ, Pak Salim, terekam sedang duduk kelelahan di pinggir jalan sementara sebuah robot pengantar milik Nova.Link melaju melewatinya dengan mulus. Narasi publik mulai berubah: Apakah K.KJ sudah ketinggalan zaman? Apakah kejujuran manusia sudah kalah oleh ketepatan mesin?

Di hari yang sama, Reza menerima undangan makan malam pribadi dari CEO Nova.Link yang sedang berkunjung ke Jakarta, seorang wanita muda ambisius bernama Elena Vance.

Malam itu, di sebuah restoran di puncak gedung pencakar langit Jakarta, Elena memberikan penawaran yang sangat menggiurkan. "Pak Reza, Anda adalah legenda. Tapi legenda yang tidak beradaptasi akan menjadi mitos yang terlupakan. Bergabunglah dengan Nova.Link. Kami akan jadikan K.KJ sebagai wajah 'humanis' kami, sementara semua operasional akan kami ganti dengan sistem otomatis kami. Anda tetap kaya, kurir Anda tetap dapat pesangon, dan dunia menjadi lebih cepat."

Reza menatap pemandangan kota di bawahnya. Ribuan lampu kendaraan yang merayap seperti semut. "Elena, jika Anda mengganti manusia dengan mesin, Anda tidak hanya memotong biaya. Anda memotong hubungan."

"Hubungan tidak menghasilkan laba, Pak Reza," balas Elena dingin.

"Mungkin tidak di laporan keuangan Anda," Reza berdiri, meletakkan serbetnya. "Tapi di jalanan yang berdebu, hubungan adalah alasan kenapa pelanggan kami masih mau

Menunggu paketnya meski hujan badai. Robot Anda mungkin bisa mengantar barang, tapi robot Anda tidak bisa menanyakan kabar anak pelanggan yang sedang sakit."

Reza keluar dari restoran itu dengan tekad baru. Namun, serangan Nova.Link tidak hanya soal teknologi. Esok paginya, sebuah berita mengejutkan muncul: Nova.Link memberikan beasiswa dan modal usaha bagi kurir yang mau mengundurkan diri dari perusahaan lama.

K.KJ mulai goyang dari dalam. Kurir-kurir muda mulai tergiur dengan "pensiun dini yang ditawarkan raksasa global itu.

Reza menyadari bahwa kali ini, ia tidak melawan mafia dengan parang, melainkan melawan masa depan yang dingin. Ia butuh sebuah inovasi yang tetap menjaga martabat manusia.

"Budi, panggil Aris dan tim riset," kata Reza sesampainya di Bogor. "Kita tidak akan melawan robot dengan tangan kosong. Kita akan membuat 'Zirah' untuk kurir kita."

Reza kemudian masuk ke sebuah bengkel rahasia di belakang gudang, melihat prototipe motor listrik yang terintegrasi dengan asisten digital, namun tetap membutuhkan kendali penuh dari seorang manusia.

"Ini bukan soal siapa yang tercepat," gumam Reza sambil menyentuh kemudi prototipe itu. "Ini soal siapa yang paling berarti."

1
oratakasinama
kek pernah baca di novel sebelah 🤣🤭
Kal Ktria: kak? mna , spil dong
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!