NovelToon NovelToon
TEROR DI ALAS PURWO

TEROR DI ALAS PURWO

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Iblis / Kutukan / Hari Kiamat / Evolusi dan Mutasi / Pusaka Ajaib
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Kisah sepuluh orang pecinta alam yang sedang melakukan wisata alam disebuah hutan untuk mengunjungi situs peninggalan purbakala di Goa Istana Alas Purwo yang dianggap sangat menantang.

Hutan Alas Purwo adalah salah satu hutan terangker di Indonesia, dimana dinyatakan sebagai salah satu gerbang menuju alam ghaib.

Akan tetapi, petualangan itu membawa mereka pada sebuah masalah, dimana tanpa sengaja, salah satu diantaranya mengambil sebuah benda purbakala dan kitab kuno yang membuat mereka harus mengalami hal mengerikan. Hal itu membuat mereka mengalami mutasi dan menjadi petaka yang mencekam.

Apakah mereka dapat terbebas dari semua itu? ikuti kisah selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lawan

Nathan melihat Siluman Ular Kobra dengan keris Jalak Tilam Sari yang tertancap diatas kepalanya sedang bergerak keluar dari ruangan dengan penerangan bercahaya temaram tersebut.

Sedangkan Alessa berusaha untuk melakukan perlawanan dengan kembali mengayunkan cakarnya umtuk melukai pemuda itu.

Nathan yang menyadari serangan lawannya bergegas menangkap pergelangan tangan Alessa, menahan serangan yang diarahkan ke wajahnya.

Pemuda itu menggunakan segenap tenaganya untuk menahan Alesaa, hingga ia harus menggeretakkan giginya, sedangkan ular Raksasa bermata merah itu bergerak ke arah mereka.

Nathan harus sigap, ia harus mendapatkan kerus Jalak tersebut.

"Less, sadarlah! Kita harus keluar dari sini!" Nathan berusaha menyadarkan gadis tersebut, berharap ada keajaiban untuk membuat sabatnya peka, bahkan terbebas dari kutukan yang mengerikan tersebut

"Ini tempat yang enak, dan pastinya aku sangat menyukai tempat ini. Disini aku menjadi pimpinan, dan tidak ada yang berani memerintahku!" ucapnya dengan bengis.

Hal itu membuat Nathan menjadi serba salah, ia terpaksa melayangkan tinjunya ke wajah sang gadis. Sebab Siluman Ular Kobra itu sudah bergerak lebih dekat ke arah mereka.

Buuuuugh

Tinju yang ia layangkan mengenai bibir Alessa, membuatnya mengerang kesakitan.

Sedangkan Siluman Ular sudah bergerak menuju ke arah mereka.

Nathan melirik sebuah senjata berupa tombak dipinggang Alessa, dengan sigap ua mengambilnya, lalu melimpat dari atas tubuh rekannya, dan saat bersamaan, gadis itu menangkap pergelangan kakinya.

Pemuda itu tersentak kaget, lalu menendang Alessa dengan cepat, dan membuat gadis itu tersurut ke belekang lorong sejauh dua meter.

Sedangkan Siluman Ular Kobra sudah mendekat ke arahnya, dan membuat Nathan harus bergerak cepat untun melakukan penyerangan.

Wuuuusssh

Nathan menghujamkan ujung tombaknya, dan sosok ular itu berkelit, hingga terhindar dengan mudahnya.

Dengan taringnya yang tajam, sosok itu menyeringai, lalu bergerak cepat ingin membelit tubuh Nathan, tetapi pemuda itu bergegas melompat dan menghindar dengan cepat.

Kemudian, ia menyabetkan tombaknya.

Craaaas

Ujung tombak berhasil melukai tubuh Siluman Kobra, dan Membuatnya mengeluarkan cairan pekat berwarna hijau.

Ssssstttttss

Suara desisannya terdengar begitu sangat kuat. Tanpa sadar, sosok naja tersebut menyemburkan bisanya, dan Nathan yang mengetahui jika bisa tersebut dapat membutakan mata, maka dengan cepat ia berpaling.

Akan tetapi, ia justru dibelit dari arah belakang, dan membuatnya tersentak kaget.

"Aaaarrrgh."pekiknya kesakitan, dan berusaha untuk melepaskan dirinya.

Dengan sekuat tenaga, ia meronta, dan Siluman itu semakin kuat membelitnya.

Saat bersamaan, tombak yang dipegangnya terjatuh, dan Siluman Ular Kobra menyeringai dengan taringnya yang cukup panjang, dan kepalanya mengayun cepat, siap memangsa Nathan.

Craaaaas

Sebuah tusukan berada tepat dibagian leher ular, dan tertembus.

Sosok itu terdiam sejenak, berusaha melepaskan belitannya, dan menoleh ke arah belakang, ternyata Kael berada disana, berdiri dengan tatapan bersiap.

Nathan yang melihat kesempatan tersebut, dengan sigap meraih Keris Jalak Tilam Sari dan mencabutnya.

Mendadak Siluman Ular itu berubah menjadi asap hitam, dan belitannya mengendur, lalu tubuh Nathan terlepas, dan terjatuh diatas lantai lorong.

Braaaak

Pemuda itu meringis kesakitan dengan keris yang masih dipegangnya.

Perlahan suasana mendadak berubah, dinding goa bergetar, keris yang dipegang Nathan bergetar hebat, lalu mengeluarkan cahaya berwarna keperakan, dan membungkus tubuh sang pemuda.

Cahaya tersebut memendar, dan perlahan menyatu bersama tubuh Nathan.

Byaaaaar

Nathan tersentak kaget, dan cahaya menghilang, merasuk ke dalam tubuhnya.

Sontak saja hal itu membuat energinya bertambah jauh lebih kuat.

Nathan menatap dirinya dengan penuh keheranan, dan ia juga menatap rekannya yang ada bersamanya dilorong, terlihat membingungkan.

Alessa yang saat ini sedang dipegang oleh Naura, mendadak tersenyum seringai, lalu dengan gerakan cepat membanting tubuh gadis itu dengan mudah, dan ia memilih melarikan diri.

Naura meringis kesakitan, dan Nathan bergegas menghampirinya. "Naura, kamu tidak apa-apa?" tanyanya dengan rasa khawatur.

Sedangkan gadis itu mengelami cidera dibagian lutut dan sikutnya, akibat terbentur lantai goa yang terbuat dari batuan cadas.

Naura menggelengkan kepalanya. "Hanya cidera sedikit,"

Nathan mengusapkan jemari tangannya, ke bagian tubuh Naura yang sakit, dan keajaiban terjadi, dimana ia daoat menyembuhkan luka tersebut, dan membuat gadis itu merasa oebih baik.

"Kita sebaiknya kejar Alessa, dia tahu banyak hal, dan kita harus mendapatkannya. Aku akan menemui Sena, kita berpencar, semoga kita dapat keluar dengan segera," titah Nathan pada Kael dan Naura.

Pemuda itu menyimpan keris yang baru saja didapatnya, dan mereka harus mendapatkan Kutab kuno bersampul hitam, serta belati Ra Tanca.

Kael menganggukkan kepalanya, dan Naura hanya menatap pemuda berkepala kerbau itu dengan malas.

Jika bukan karena ingin keluar dari perangkap yang sedang mengurung mereja, maka ia lebih memilih menghindari pemuda tersebut, sebab ia masih membencinya.

"Ayo, kita harus bergerak cepat," ajak Nathan, dan keluar dari lorong gelap tersebut.

Ketiganya berlari dengan gerakan yang cepat, hingga Nathan menemukan Axel yang dalam kondisi kritis ditepian lorong, hal itu akibat pertarungannya dengan Kael.

Ia merintih kesakitan, tetapi Nathan tak punya waktu, ia harus bertemu dengan Sena, dan berpisah dari Kael serta Naura.

Keduanya mencari Alessa, sedangkan ia menuju ke kamar Raja Kala Gemet.

Sementara itu, Sena masih berada diatas ranjang sang Raja yang terkapar karena pengaruh ramuan yang dibuat Naura, sehingga membuatnya tak sadar diri dan tertidur.

Sementara itu, ia beranjak dengan perlahan, merapikan kembennya yang berantakan, dan menoleh sejenak ke arah sang Raja yang sudah banyak membuat onar.

"Aku harus menemukan Alessa, mantra kutukan harus patahkan, kami tidak bisa berlama terjebak disini," gumamnya dengan lirih.

Dan saat ia akan melangkah pergi, ia dikejutkan oleh sesuatu yang berkilauan, dan membuat matanya menjadi silau diantara sebuah lemari kayu yang terbuat dari jati.

Sena melangkah dengan sangat hati-hati, dan membuatnya merasa penasaran.

Saat jarak dengan lemari itu cukup dekat, ia mencoba menyentuh cahaya yang cukup terang tersebut, dan sesuatu terjadi dengan sangat mengejutkan.

Sebuah pintu terbuka, dan sepertinya menuju ke lorong bawah tanah.

Sena membolakan matanya. "Ruangan apa ini?" ucapnya dengan rasa penasaran.

Akan tetapi, dorongan untuk masuk ke dalam lebih besar dari rasa takutnya.

Ia melangkahkan kakinya, dan benar saja, sebuah ruang rahasia, dan memiliki anak tangga yang cukup banyak.

Ia menapakinya dengan sangat hati-hati, sehingga membuatnya semakin jauh ke dalam.

Perlahan ia mendengar suara rintihan kesakitan dan tangisan dari arah ujung lorong.

"Suara apa itu? Seperti para wanita." gumamnya lirih, lalu terus berjalan, dan semakin lama, suara itu semakin jelas, hingga ia berhenti diujung lorong, dimana terdapat banyak wanita yang disekap dan dalam kondisi yang miris.

Mereka tampak sangat kurus, dan pakaiannya yang tidak layak, hanya menggunakan pakaian dalam saja.

1
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
welah ngeyelan iki wong ben dadi panaganan e si kalo mongo /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
edann 40 hari 40 malam gendeng yo
Tini Nurhenti
ha
rajes salam lubis
lanjut
rajes salam lubis
tetap semangat
rajes salam lubis
ok
rajes salam lubis
lanjut lanjut
rajes salam lubis
lanjut
V3
si Gemet mpe Emosi menghadapi Sena ,,, tp ttp ja gak bisa kasar sama Sena ,, Sena itu lain dari pada yg lain kata si Gemet ,,, Wanita Istimewa 🤣
kasihan yaa para keluarga nya yg kebingungan mencari keberadaan mereka semuanya 😔
Ai Emy Ningrum: krn wanita ingin dimengerti 😽😽
total 1 replies
Desyi Alawiyah
Kasihan keluarganya yah... Pasti mereka sedih dan khawatir karena anak-anak mereka belum pulang ke rumah.. 😢

Semoga Naura dan Kael serta Nathan bisa menemukan kitab kuno itu, sehingga mereka bisa bebas dari hutan Alas Purwo.. 🙏
Ai Emy Ningrum: semoga aja yah..itu mah gmn author nya ajah
total 1 replies
neni nuraeni
semoga mereka bebas,,,
kinoy
kpn klrnya ya ALLAH
V3
semoga Axel mampoes lah biar musuhnya berkurang satu 🤣
V3
aiiiiiihh ..... aku bacanya deg degan bgt loch 😱😱😱
V3
ruangan bawah tanah itu psti ruangan dmna para wanita yg HBS di tunggangi oleh si gemet 🤣🤣
V3
gsah berharap pingsan ja lah ,, si Alessa Mati jg gpa² ,,,, kn penyebab nya adalah Dia 🤬😡
neni nuraeni
ayo sena bebaskn mereka dan berhati" lah
V3
yaaa ... Naura trnyata sdh minum dn makan makanan nya ,,, apa yg terjadi PD Naura yaaa selanjutnya ❓
V3
berarti kalau di pukul kepalanya bakalan sadar donk yaaa spt Kael ,, walaupun bentuk tubuh nya belum berubah mjd manusia seutuhnya 🤔
V3: getok nya pke palu yaa kak terutama buat si Alessa dan Axel 🤣
total 2 replies
Nurr Tika
hati hati sena,lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!