NovelToon NovelToon
Dinikahi Duda Kaya

Dinikahi Duda Kaya

Status: tamat
Genre:Duda / CEO / Nikah Kontrak / Chicklit / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Eli Priwanti

Setelah ibu mertuanya meninggal, Zara Hafizah dihadapkan pada kenyataan pahit. Suaminya, yakni Jaka telah menceraikannya secara tiba-tiba dan mengusirnya dari rumah. Zara terpaksa membesarkan anaknya yang masih berusia 6 tahun, seorang diri

kehidupan Zara semakin membaik ketika ia memutuskan hijrah dan bekerja di Ibu Kota.
Atas bantuan teman dekatnya,

Suatu hari, Zara bertemu dengan Sagara Mahendra, CEO perusahaan ternama dan duda dengan satu anak. Sagara sedang mencari sosok istri yang dapat menjaga dan mencintai putrinya seperti ibu kandungnya.

Dua orang yang saling membutuhkan tersebut, membuat kesepakatan untuk menikah secara kontrak.

Sagara membutuhkan seorang istri yang bisa menyayangi Maura putrinya dengan tulus.

Dan Zara membutuhkan suami yang ia harap bisa memberinya kehidupan yang lebih baik bagi dirinya serta Aqila putrinya.
Bagaimanakah perjalanan pernikahan mereka selanjutnya, akan kah benih-benih cinta tumbuh di antara mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Posisi baru untuk Zara

Dua hari mendapatkan perawatan di rumah sakit, akhirnya Zara sudah di perbolehkan untuk pulang. Rupanya Maura sengaja datang untuk menjemput Zara, sedangkan Lala sudah menunggu kepulangan ibunya di rumah bersama Tante Dewi.

Kali ini Nyonya Jelita juga ikut berperan, karena dirinya sudah berjanji pada Maura untuk membantunya agar bisa menjadikan Zara sebagai ibu sambungnya.

'Kenapa kau begitu dekat sekali dengan Zara , Nak? Nenek bahagia melihat dirimu saat ini selalu tersenyum ceria. Semoga saja Zara dan Saga berjodoh!' batinnya penuh harap.

Zara sendiri merasa sungkan atas sikap baik, bahkan terlalu baik menurutnya dari seorang gadis kecil yang baru saja di kenalnya, tapi entah kenapa Zara merasa memiliki ikatan batin terhadap Maura.

Saat berada di dalam mobil pun Maura selalu bergelayut manja terhadap Zara, sampai-sampai nyonya Jelita mengabadikan momen tersebut lalu mengirimkannya kepada putranya.

"Sagara, lihatlah betapa akrab dan dekatnya putrimu terhadap Zara, apakah kau masih belum bisa mengabulkan permintaan putri kecilmu yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang seorang ibu selama ini? jujur Mamah sangat terharu melihat Maura selalu tersenyum, Mamah mohon berikanlah kebahagiaan untuk Maura."

Lalu pesan pun terkirim, berharap Putranya bisa tersentuh dengan apa yang sudah ia katakan, dan hanya doa lah yang selalu Nyonya Jelita panjatkan agar putranya berbesar hati mau menikahi Zara.

Saat Sagara selesai meeting dengan para kliennya, kini ia baru bisa membuka benda pipih miliknya, ia pun buru-buru membuka isi pesan tersebut karena pesan dari Mamahnya.

Sagara sempat tercekat saat ia melihat foto putrinya begitu manja terhadap Zara, dan ia pun langsung termenung.

'Maura putriku, kenapa harus Zara yang kamu pilih Nak? Papah masih belum bisa mengabulkan permintaanmu saat ini, tolong maafkan Papah!' ucapnya dalam hati.

Kemudian Sagara, beralih dengan pekerjaannya, kini ia sibuk berkutat si depan layar laptop.

Namun entah kenapa terlintas didalam benaknya dimana wajah Zara yang tersenyum ke arahnya, lagi-lagi Sagara kembali menepuk kedua pipinya.

"Sial, ada apa dengan diriku ini? Kenapa sejak tadi diruang meeting bahkan sampai sekarang ini pun wajah wanita itu selalu saja menghantuiku? Aarrrkkkhhhh...Damn!" Sagara malah menggebrak meja kerjanya karena kesal.

Jhon buru-buru masuk ke dalam ruangan Tuannya, dan ia menanyakan apa yang telah terjadi padanya.

"Aku baik-baik saja Jhon, hanya...!" tiba-tiba saja perkataannya terputus, sehingga membuat Jhon dibuat penasaran.

"Hanya kenapa Tuan?"

"Mamahku dan anakku mendesakku untuk segera menikahi Zara, menurutmu ini konyol kan?" tanyanya sambil membuang nafasnya secara kasar.

Jhon malah tersenyum tipis atas perkataan dari Tuannya tersebut.

"Konyol apanya Tuan, kalaupun anda suka dengan Nyonya Zara apa salahnya, iya kan? Secara Tuan kan seorang duda sedangkan Nona Zara adalah seorang janda, jadi cocok kan?" balas Jhon mencoba mempengaruhi.

"Kau bilang apa barusan hah? Aku cocok dengan wanita menyebalkan itu? Hey apa kau tidak salah bicara Jhon? Mana mungkin aku mau menikahi wanita yang hanya pegawai biasa!" ucapnya mencoba mengelak.

"Kalau menurut Tuan pekerjaan Nona Zara saat ini sebagai pegawai biasa, mengapa tidak Tuan jadikan pekerjaanya menjadi pekerjaan yang luar biasa?" usulnya malah membuat Sagara bingung

"Maksudmu apa Jhon? Berbicara tuh jangan berbelit-belit!" protesnya sambil melipatkan kedua tangannya di atas dadanya.

Kemudian Jhon mencoba menjelaskan apa yang di maksud dengan perkataanya barusan.

"Saya sudah mengecek CV dari Nona Zara, dan pendidikan terakhirnya adalah seorang Sarjana Akutansi Management, dengan nilai Cumlaude."

Mendengar hal itu Sagara cukup tercengang, pikirnya bahwa Zara hanya memiliki pendidikan yang rendah.

"Kau sedang tidak membohongiku kan Jhon?"

"Ck..ck! Tuan...Tuan, mana berani saya melakukan hal itu terhadap anda, kalau Tuan tidak percaya, saya akan ambil CV aslinya, tunggu sebentar Tuan."

Kemudian Jhon mengambil map coklat di dalam laci meja kerjanya, sebelumnya Jhon cukup tertarik dengan Zara, baginya Zara adalah wanita unik, pemberani serta pekerja keras.

lalu Jhon bergegas kembali menuju Ruangan Sagara, dan ia menyerahkan CV asli milik Zara.

Kemudian Sagara buru-buru membuka isi map coklat tersebut.

Dan benar saja, apa yang di katakan oleh Jhon tidaklah bohong.

"Nah, sekarang Tuan sudah percaya kan? Sayang sekali jika Nona Zara harus di tempatkan di bagian Housekeeping di Hotel Raflesia." Jhon sengaja melakukan hal ini Agar Tuannya bisa memberikan posisi yang bagus untuk Zara.

"Baiklah Jhon, kalau begitu aku akan memindahkan Zara ke kantor pusat, tepatnya disini, dan kau cari divisi dan posisi yang tepat untuk Zara, secepatnya kau pindahkan dia, di Hotel Raflesia wanita itu sudah tidak aman!" perintah Saga cukup lantang, kemudian ia tersenyum tipis.

Jhon yang menyaksikan langsung sikap Tuannya, merasa senang karena akhirnya posisi Zara bisa menjadi lebih dekat dengan Tuannya, dan Jhon berharap Zara bisa merubah sifat Tuan Sagara Mahendra yang sangat menyebalkan.

Menjelang malam, Sagara telah mendapatkan kabar dari Mamahnya jika Maura masih berada di rumah Zara, sedangkan Nyonya Jelita lebih memilih pulang lebih dulu, dan ini semua memang sudah di rencanakannya agar putranya menjemput Maura. Dan benar saja, Sagara pun bergegas menjemput putrinya, namun kali ini ia tidak pergi seorang diri, Jhon diminta untuk menemaninya, Sagara masih teringat para penghuni disekitar tempat tinggalnya Zara, dimana banyak siluman jadi-jadian berkeliaran disana, kalau seandainya Jhon tahu, pasti dirinya akan tertawa sampai terpingkal-pingkal. Kok bisa Bos super killer dan kejam seperti dirinya takut dengan makhluk seperti itu?

Setibanya digang sempit, Sagara cukup ragu untuk melangkahkan kedua kakinya sehingga membuat Jhon keheranan.

"Jhon, sebaiknya kau jalan duluan, aku lebih baik berada di belakangmu!" perintahnya memaksa.

Jhon pun akhirnya menuruti permintaan dari Tuannya, ia bergegas jalan lebih dulu sedangkan Sagara mengekori di belakangnya.

Sagara sendiri sempat mengobrol sambil melangkahkan kakinya perlahan.

"Bagaimana kondisi Rian sekarang Jhon?"

"Sudah mendingan Tuan, hanya saja bekas luka disekujur tubuhnya belum pulih seratus persen!" jawabnya merasa prihatin akan kondisi Rian.

"Yasudah, biarkan dia beristirahat sampai sembuh total, jangan sampai kau lupa memenuhi semua keperluannya, karena itu semua adalah tanggung jawabku, berkat dirinya akhirnya kita tahu siapa pelakunya."

"Baik Tuan, anda tenang saja." jawab Jhon meyakinkan Sagara.

Saat Sagara hampir saja tiba didepan rumah sahabatnya Zara, kini Sagara bertemu kembali dengan seorang wanita tepatnya wanita jadi-jadian, yang sedang mencoba kembali menggodanya.

"Hallo, eh Tuan tampan datang lagi! Yuk mojok yuk!" ajak si wanita jadi-jadian tersebut sembari mendekat kearahnya dan Sagara sempat di buat beringsut dan bergidik ngeri dibuatnya.

Beruntungnya Jhon segera menghadang wanita jadi-jadian tersebut yakni dengan melilitkan tangannya disekitar lehernya, dan kedua tangan wanita jadi-jadian tersebut ia tekuk kebelakang.

"Aduhhh..aduh! Ampun bang, jangan sakiti Mince, please!" rengeknya dengan suara yang manja, sehingga membuat Jhon dan Sagara merasa mual saat mendengarkannya.

Lalu Jhon pun menghempaskan tubuh wania jadi-jadian tersebut sehingga terjatuh diatas tanah.

"Awww..awwww.. Mince terluka, Kalian jahat.." keluhnya sembari merapihkan pakaiannya yang sempat berantakan.

"Sekali lagi kau menggoda ataupun menyentuh Tuan Sagara, akan aku patahkan lehermu, dan akan aku cincang tubuhmu, sepertinya para buaya pun tidak akan sudi untuk memakan dagingmu, cuihhh!" ancaman dari Jhon telah membuat Mince gemetar dan memilih untuk kabur.

Sagara merasa sangat lega karena pada akhirnya Jhon bisa mengusir siluman jadi-jadian itu.

"Tuan, apakah karena orang yang tadi sehingga membuat anda tidak berani untuk jalan lebih dulu?" tegurnya dengan rasa penuh curiga.

Kemudian Sagara mencoba menaikan dagunya lalu pandangannya fokus ke depan.

"Kata siapa, kau jangan sok tahu Jhon, sudahlah kita segera pergi menuju Rumah wanita itu, sebelum malam semakin larut!"

Jhon pun mengangguk lalu bergegas mengekori Tuannya.

'Ha..ha..ha! Tuan..oh Tuan! Terlihat jelas dari raut wajahmu jika kau takut dengan wanita jadi-jadian itu!' ucapnya dalam hati, Jhon pun mencoba menahan rasa ingin tertawanya.

Setibanya di depan rumah yang ia tuju, kini Sagara mencoba untuk mengetuk pintu, sebelum pintu ia ketuk, rupanya pintu sudah dibuka terlebih dahulu, Sagara pun cukup kaget saat melihat kembali Zara setelah dua hari terakhir ia tidak menemuinya. Saga terus saja memandang wajah Zara, sampai-sampai ia tidak tersadar mengucapkan kata." Cantik."

Zara sempat tercengang atas perkataan dari Tuan Sagara.

Bersambung...

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

1
Kamiem sag
Zara memang senang susah
Kamiem sag
Zara halim
Kamiem sag
Sagara kan baik, cinta juga pd Zara, apasih salahnya jujur?
Kamiem sag
Felix defenisi manusia serakah
Kamiem sag
wah pasti Zara bahagia sekali menikmati moment penting di sarang penculik
selamat ya Zara kesombongan kekeraskepalamu kecerobohanmu sudah sukses
(kalo org cerdas harusnya belajar dari peristiwa pengalaman buruk sebelumnya... lah... ini Zara dgn pongahnya main kabur aja)
Kamiem sag
selamat buat Zara
selamat menikmati oenganiayaan disarang penculik
Kamiem sag
ya... pergi aja Zara... kabur dari pengawasan pengawal biar dicelakai lagi oleh orang-orangnya Felix atau Jaka
sepertinya kau bahagia kalo dicelakai atau dianiaya
Kamiem sag
aku nunggu kejahatan Felix terbongkar juga terbukanya fakta Zara anak siapa
(Ny.Kinanti kan orang kaya yg pintar kenapa gak terpikur utk melakukan test DNA?)
Kamiem sag
Zara adik Naura??
pantas ada ketertarikan Maura dan Zara
Kamiem sag
Zara banyak gaya
(yg menidainya adalah suami sahnya menurut Negara dan Agama tapi dgn sombongnya ia kabur begitu bangun!! dia pikir dia siapa? dia lupa dijeburkan di kolam beberapa waktu lalu?? jadi aku cuma bisa bilang "mamous kau Zara perempuan banyak gaya)
miga outhor buat Zara selamat
Kamiem sag
penasaran aku thor
Kamiem sag
musuhnya Zara pastinya banyak ya.... parapebggemar beratnya Sagara pastinya
Kamiem sag
wah... Sagara
Kamiem sag
sepertinya perjanjian akan batal tak sampai sebulan mengingat tekad Sagara yg ingin mengikat Zara selamanya
Kamiem sag
jujur ajalah Zara Lala utu bukan putrimu
Kamiem sag
Zara ketemu teman atau musuh?
dan apa kabar Jaka mantan suami Zara thor
Kamiem sag
kurang itu Sagara... harusnya beri dua tiga bogem di mulut Robin biar dia belajar diam🤭
Kamiem sag
semangat thor
Kamiem sag
ayo Dewi Zara bangkit
Kamiem sag
menikah sudah setahun kok bisanya Jaka gak tau Lala itu anak siapa?
Jaka gak nanya
ibunya Jaka juga gak kasih tau
defenisi kumpulan manusia bodoh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!