NovelToon NovelToon
Perjalanan Pendekar Naga

Perjalanan Pendekar Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Spiritual
Popularitas:374.2k
Nilai: 4.7
Nama Author: Musang Bulan

Beberapa tahun yang lalu keluarga cabang Xiao dibantai, dalam peristiwa berdarah tersebut hanya Xiao Tian yang berhasil selamat. Dalam keputusasaan, ia berlari ke sembarang arah hingga terperosok ke salah satu jurang di kaki pegunungan Wuyi. Beruntung salah seorang Tetua Sekte menyelamatkannya, memberikannya sebuah harta tak terhingga yang bernama mutiara dewa iblis demi menyambung nyawanya. Sejak saat itu, takdir kehidupannya pun berubah. Meski ia dianggap tidak berguna, namun hanya gurunya lah yang mengetahui rahasia terbesarnya dalam menempuh dunia kultivasi yang kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Musang Bulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah Taruhan!

Suasana Menara Spiritual Langit yang semula penuh semangat kini berubah hening, bahkan suara tarikan napas terdengar seperti suara genderang yang keluar dari lubang hidung setiap orang.

Hanya satu serangan, satu serangan saja sudah menghancurkan kultivator ranah Kaisar. Sungguh kekuatan yang sangat menakutkan, pantas saja Xiao Tian berhasil melewati lantai keenam dengan mudah dan tanpa terluka sedikitpun.

Memikirkan hal ini semua orang terdiam, terjebak dengan pemahaman diri mereka terkait pemahaman teknik kultivasi. Jika seseorang yang berada di ranah yang lebih rendah bisa memiliki kemampuan mengalahkan orang lain yang berada jauh di atasnya, bukankah mereka telah menghabiskan waktu dengan sia-sia?

"Hahahaha..."

Tiba-tiba terdengar suara tawa dari seseorang yang melangkah keluar dari kerumunan, itu adalah Jiang Kun. Salah satu murid terbaik dari puncak keempat, ia juga berada di ranah pendekar bumi yang juga termasuk pendekar bergelar diantara murid Sekte Awan Biru.

"Aku tidak menyangka jika seorang murid terbuang pada akhirnya bisa membalikkan keadaan, luar biasa." Ucap Jiang Kun tampak memuji di permukaan.

Melihat kedatangan orang lain, tatapan semua orang kini berpaling ke Jiang Kun dan mengabaikan kondisi Huang Tao yang terbaring dengan kondisi yang dipastikan tidak bisa bangkit lagi.

"Apa yang kau inginkan?" Tanya Xiao Tian dengan tatapan waspada.

"Aku melihat prestasimu sangat bagus hari ini, oleh karenanya aku juga sedikit penasaran dengan kemampuan mu itu" Ucap Jiang Kun dengan berterus terang.

"Apa keuntungannya bagiku?" Ucap Xiao Tian dengan datar.

"Oh, menarik. Sepertinya aku tidak salah menilai mu. Bagaimana jika kita lakukan taruhan." Ucap Jiang Kun penuh semangat.

"Baiklah, apa yang ingin kau pertaruhkan?" Kata Xiao Tian tampak acuh tak acuh.

"Aku tertarik dengan pedang yang berada di punggung mu, seharusnya itu adalah barang berharga milik guru mu" Ujar Jiang Kun tanpa ragu.

Mendengar perkataan Jiang Kun ekspresi Xiao Tian tampak berubah, sebelumnya ia tidak pernah menunjukkan pedang biru kepada siapapun. Seharusnya tidak ada yang tahu tentang rahasia pedang yang memang milik gurunya itu.

"Oh, aku tidak menduga jika ada orang yang tertarik pada pedang ku. Hanya saja pedang ini terlalu berharga, aku khawatir kamu tidak memiliki barang yang menarik untuk dipertukarkan" Xiao Tian berkata dengan tenang, seolah tidak terpengaruh dengan rencana pihak lawan.

"Jadi begitu? Aku, Jiang Kun adalah pewaris keluarga Jiang di Kota Changyun. Bagaimana jika dengan batu spiritual tingkat tinggi?"

Jiang Kun lalu mengeluarkan kantung yang tampak bermuatan berat, meski ia sangat menginginkan kualitas pedang yang bagus namun ia juga akan mendapatkannya dengan adil. Barusan ia melihat pesona pedang yang sangat kuat saat Xiao Tian bergerak mengalahkan Huang Tao, bagi orang lain mungkin itu terabaikan tetapi bagi dirinya yang sudah membangkitkan hasrat pedang tentu bisa melihat harta karun yang bagus.

Xiao Tian tampak tertegun sejenak, sekantung batu energi tingkat tinggi adalah godaan yang tidak bisa ia abaikan begitu saja. Dengan pertarungan yang adil, tidak ada salahnya juga ia memanfaatkan peluang untuk meraih sumberdaya tanpa bersusah payah.

Dengan mengandalkan kemampuannya, ia hanya mendapatkan jatah 5 batu energi dari Paviliun sumberdaya. Itupun hanya kualitas sedang, tidak sebanding dengan sumberdaya yang kini masih menggantung di tangan Jiang Kun.

"Hemm.. Baiklah, sepertinya keluarga Jiang adalah keluarga yang murah hati" Xiao Tian tampak tersenyum penuh arti.

Setelah diputuskan, Jiang Kun mencabut pedangnya dan langsung menerjang ke arah Xiao Tian tanpa berbasa-basi.

"Pedang Pemburu Bintang"

Sebagai murid Sekte Awan Biru, teknik pedang pemburu bintang adalah teknik umum yang dipelajari oleh para murid berbakat. Tidak terkecuali Jiang Kun yang memang sejatinya adalah seorang kultivator pedang.

Tubuh Jiang Kun bergerak cepat, pedang di tangannya menari seperti ular dan siap memburu mangsa tanpa ampun.

Melihat keseriusan ini, semua orang yang menyaksikan kembali mundur ke belakang. Bahkan beberapa meter lebih jauh dari posisi ketika Xiao Tian menghadapi Huang Tao.

"Gerakan yang bagus, pantas saja kamu menginginkan pedang biru" Batin Xiao Tian saat menyaksikan gerakan lawannya.

"Pedang Pemburu Bintang"

Energi Qi di tubuh Xiao Tian meledak dan mengalir ke pedang biru yang entah sejak kapan sudah berpindah ke tangan kanannya.

Pedang di tangan Xiao Tian pun bergerak ke udara menyambut tebasan pedang yang sudah ia prediksi lintasan serangannya.

"Zriinkk"

"Zriinkk"

"Zriinkk"

Dua gerakan yang sama, beradu satu sama lain meninggalkan percikan kembang api di udara.

Menyaksikan adegan ini, semua orang seperti terlarut dalam pemandangan seni berpedang yang indah. Pertarungan yang begitu berkesan, membuat hati setiap orang bergetar dan merasakan jiwa pedang mereka terkikis pada setiap dentingan logam yang beradu.

"Bukankah Kak Jiang Kun adalah kultivator pedang sejati?"

"Ya, itu benar. Bahkan sudah sejak tiga tahun lalu ia berhasil membangkitkan hasrat pedang"

"Tetapi lihatlah Xiao Tian, sepertinya ia tidak khawatir sama sekali. Sepertinya ia juga memiliki dasar teknik yang sama dengan jurus yang saat ini digunakan oleh Kak Jiang Kun"

Para murid saling berkomentar, meski ini adalah pertarungan pertaruhan sumberdaya namun mata mereka seperti tercuci oleh pemandangan yang sangat berkelas, pertandingan seni berpedang yang sangat langka.

"Aku tidak menyangka, hari ini serasa kedatanganku ke tempat ini tidak percuma" Ucap seorang murid yang juga mendalami ilmu pedang.

Tidak hanya dirinya, bahkan beberapa murid lain juga seperti mendapat pencerahan dari jurus-jurus terbaik Sekte Awan Biru yang kini sedang dipertontonkan dengan serius, dengan ritme hitungan napas.

1
Soetiesnha Ahmad
ternyata nama Ningsih itu dari China ya 🤭
Aloy Winaryo
bagus
Aloy Winaryo
habisi
Ani Sumarni
💪💪 Semangat jangan putus asa bertekadlah teruslah latihan berkultivasi bermeditasi mengokohkan Pondasi memperkuat Jiwa menyerap Energi Bumi/Langit
Demi menerobos ke Ranah yang lebih tinggi jadilah Kultivator/Pendekar Sejati Alkemis Ternama yang Ramah
Dan Bijak suka menolong sesama
Ani Sumarni
Benar juga Cerita/kisah ini dari awal
Kembaran Novel Sebelah 😄😄
Lanjut 👍👍
Ani Sumarni
Lanjutkan Author tetap semangat dan
Harus semangat dalam berkarya ke yang lebih baik baik baik lagi
Salam sehat sukses selalu Aamiin 🤲
Ani Sumarni
Berhati2lah tingkatkan kewaspadaan terhadap Kelelawar Penghisap darah Xiao Tian
Semoga berhasil mendapatkan Tanaman Ginseng Emasnya
Ani Sumarni
Empedu Ular Katanya sih menambah Stamina 💪💪
Ani Sumarni
Gara2 Cinta bertepuk sebelah tangan
Ning shih lupa bahwa Xiao Tian itu
Saudara/Teman seperguruan
𝘼̶N̶A̶L̶I̶S̶T: cinta bertepuk sebelah tangan?
kamu tidak membaca dengan baik yaaa?
kebencian Nhing Shi bukan karena cinta sepihak,tapi karena dia iri atas bakat Xiao Tian sebagai jenius juga karena perhatian khusus guru mereka terhadap Xiao Tian.
total 1 replies
Ani Sumarni
Ooh jadi Xiao Tian adalah putra Xiao Yuan dooong
𝘼̶N̶A̶L̶I̶S̶T: Dari prolog di awal cerita dan akhirnya ada klan xiao,harusnya sangat mudah di tebak jika Xiao Tian adalah bagian dari klan tersebut.g da yg aneh.chapter ini hanya menjelaskan detailnya aja.
total 1 replies
Ani Sumarni
Lanjut
Ani Sumarni
👍👍Kenapa gak di bakar Mayatnya Huang Zhong
Ani Sumarni
Semangat Xiao Tian lawan beri pelajaran Huang Zhong yang bikin dia tak akan bisa lupa Seumur hidupnya
Ani Sumarni
Bagus sekali semangatmu Xi shing Huangdi semoga kamu akan menjadi Alkemis yang Ternama di waktu yang akan datang
Ani Sumarni
Teka teki yang Silang
Semoga Xiao Tian selalu ada dalam perlindungan Sang Pencipta Penguasa Alam Semesta
Ani Sumarni
Shok jual mahal Egomu Tinggi Ningsih Rasain tuh,ke Angkuhan mu
Ani Sumarni
Ayo Xiao Tian kamu pasti bisa menang
Ani Sumarni
Hajar Hoang Tao bikin dia merasa menyesal seumur hidupnya
Patahkan kesombongannya supaya Huang Tao mengerti jangan menganggap dan meremehkan orang lain ingat Huang Tao di atas Langit masih ada langit lagi
Ani Sumarni
Gara2 gagak dan merasa tersaingi
Fung Hao ada niat Julid iri hati pada Xiao Tian
Ani Sumarni
Lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!