Perjalanan kisah cinta seorang CEO yang hilang ingatan dan jatuh cinta pada kurir yang telah menabraknya yang ternyata cinta masa kecilnya.
Keduanya sama-sama tidak pernah jatuh cinta. Namun, ketika rasa cinta itu hadir, mereka harus memperjuangkan kisah cinta mereka agar tetap bisa bersama.
"Cinta itu datang karena terbiasa bersama," ucap Sean Alinskie dengan wajah datarnya.
"Bukan!" bentak Laluna yang tidak mau kalah.
"Cinta itu bisa tumbuh karena kita bisa menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing pasangan," ucap Laluna dengan senyuman manisnya.
Bagaimanakah kisah cinta CEO dingin dengan gadis kecilnya itu? Apakah rahasia di antara mereka bisa terbuka satu demi satu dan memperkuat ikatan cinta mereka?
Simak kisah serunya dalam cinta romantis ala Laluna yang dilengkapi dengan kebucinan ala Sean, ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 20. FLASH BACK DAN MASA KINI
Sean kembali kehilangan Laluna. Ia sangat kebingungan saat ini, apalagi tidak ada jejak yang ditinggalkan olehnya. Laluna benar-benar meninggalkan Sean tanpa sebuah kejelasan.
"Bukankah semalam kami masih baik-baik saja? Tetapi ini apa?"
Tangan Sean terlihat mengepal. Salah satu tangannya mengusap gusar wajah tampannya itu. Sean tidak bisa membayangkan jika ia benar-benar kehilangan Laluna.
"Kamu pergi kemana, Lun?"
Sean masih memandangi rumah kost Laluna yang baru itu. Beberapa saat yang lalu mereka masih mengabiskan waktu bersama, lalu sebuah kejutan besar mendatangi Laluna hingga Sean tidak tahu akan hal itu.
Beberapa saat yang lalu, selepas mobil Sean pergi meninggalkan rumah kost Laluna, sebuah mobil mewah berhenti di depan rumah.
"Culik penghuni rumah ini dan bawa ia ke tempat yang kita sepakati!"
"Baik, Nyonya."
Setelah memberikan perintah, mobil mewah itu meninggalkan rumah kost Laluna. Laluna baru saja keluar dari kamar mandi ketika dua orang pria berpakaian hitam mendekatinya.
"Kalian siapa?"
Bukannya menjawab kedua pria itu justru bersiap untuk menyerang. Beruntung Laluna sudah menyiapkan kuda-kuda.
Meski tidak mempunyai basic bela diri, setidaknya ia masih bisa bertahan dalam beberapa waktu. Merasa jika semakin lama ia tidak mempunyai kekuatan yang sepadan, Laluna harus berpikiran cerdas. Saat keduanya hendak menyerang kembali, Laluna berteriak.
"Stop, sudah cukup! Cepat katakan apa mau kalian! Mungkin saja aku bisa memberikannya tanpa membuat tenaga kalian habis," tawar Laluna sambil terengah-engah.
Kedua lelaki itu saling menatap satu sama lain lalu mengangguk.
"Ikut dengan kami ke suatu tempat, tetapi kamu jangan pernah berpikiran untuk bisa kabur!"
"Cih, hanya itu saja! Kenapa tidak bilang dari tadi, ayo bawa aku ke tempat pesuruh kalian, sekarang!"
Lagi-lagi kedua lelaki itu saling bertanya satu sama lain.
"Wanita ini gi-la, ya? Bisa-bisanya menawarkan diri secara suka rela pada kita!"
"Sudahlah, yang terpenting Bos suka dengan kerja keras kita!"
Belum sempat mereka mengiyakan permintaan Laluna, ia justru mendatangi keduanya yang masih asyik bernegosiasi. Kedua tangan Laluna menepuk bahu mereka.
"Jadi nggak nih, ngajak jalannya!"
Sontak keduanya menoleh secara bersamaan.
"Asem! Ngagetin aja, ya sudah kuy, jalan!"
Tidak perlu membuang tenaga Laluna memilih cara itu untuk bisa mengetahui siapa yang memberikan perintah kepada kedua cecurut itu. Perjalanan yang ditempuh tidak cukup lama, mereka sudah sampai di tempat yang disepakati dengan Nyonya Besar mereka.
Senyum Nyonya Besar tersungging sempurna apalagi melihat kedua tangan Laluna terikat.
"Kerja yang bagus, ini upah kalian!"
"Terima kasih, Nyonya."
Kedua mata Laluna masih tertutup kain, wanita yang disebut Nyonya besar itu mendekatinya.
"Tinggalkan kota ini dengan segera atau akan aku buat kamu menderita seperti ibumu!"
"Nyonya Hana!" pekik Laluna kesal saat menyadari jika yang melakukan ini padanya adalah ibu sambungnya.
"Ya, ini aku!" teriaknya sambil menarik paksa kain penutup mata Laluna.
"Tapi apa salahku?"
Tangan wanita itu menarik rambut Laluna hingga membuat Laluna meringis kesakitan.
"Kamu masih berani bertanya apa salahmu? Dasar anak tidak tahu diri. Kehadiranmu hanya membuat kami semakin menderita. Kau dan ibumu sama saja. Mendekati pria kaya karena hanya membutuhkan uang, 'kan?"
Laluna tersenyum kecut. Ia tidak menyangka jika keberanian mencari kebenaran atas ke-ma-ti-an ibunya membuat ia dalam bahaya.
"Aku pergi atau tidak, bukan urusanmu! Mengerti!"
Bukannya mendapatkan belas kasihan, Laluna justru mendapatkan beberapa pukulan di tubuhnya hingga membuat ia pingsan.
Setelah puas melukai Laluna, Nyonya Han membawanya pergi dan membuang barang-barang milik Laluna di jalanan.
"Cepat jalan, Pak. Tidak usah memperdulikan anak itu!"
"Ba-baik, Nyonya."
Ternyata Laluna dibuang di sebuah kampung di tepi hutan. Keesokan hari saat Laluna terbangun, ia seperti bermimpi melihat desa tempat tinggalnya dulu.
"Bukankah itu kampung, Ibu?"
Saat bergerak tubuhnya terasa sakit.
"Sial, wanita itu benar-benar melukaiku! Dengan cara apapun aku harus sampai di sana!"
Laluna memilih menuruni lereng gunung agar cepat sampai. Ia tidak memperdulikan tubuhnya yang sakit. Kerja kerasnya berhasil, ia sampai di kampung itu pada saat malam hari.
Beruntung, pakaian Laluna yang kotor tidak terlihat ketika ia sampai di sana. Lampu temaram yang berpendar sama sekali tidak membuat orang-orang desa mencurigai kehadirannya.
Laluna memegang pintu rumahnya yang tertutup debu. Ia mengingat dimana terakhir kali dia menaruh kunci rumahnya itu.
"Ketemu ..." serunya dengan bahagia.
Sementara itu di kota besar, Sean dan Jo masih mencari keberadaan Laluna. Sejak tidak menemukan Laluna, ia mengutus beberapa orang untuk menyebar ke seluruh penjuru kota demi menemukan tambatan hati.
"Kamu dimana? Apa kamu melupakan janji setia kita, Lun?"
Separuh nafas Sean hilang, bahkan saat Jo tidak bisa menemukan keberadaan Laluna, Sean seolah menjadi orang gila.
"Permisi, Pak Bos."
Sean menoleh, "Ada apa?"
"Maaf, keberadaan Nona Muda sama sekali tidak bisa dilacak," ucap Jo sambil menunduk.
"Kamu bilang apa! Tidak bisa menemukan Laluna! Pergi dari hadapanku dan jangan pernah kembali!"
"Ba-baik, Pak Bos. Saya mengerti."
Beberapa asisten segera pergi dan mencari Laluna.
"Apakah kamu kembali ke desa? Lalu untuk apa?"
Seketika ucapan Laluna kembali terngiang di telinga.
"Andai aku punya kesempatan, aku ingin mengungkap siapa dalang dibalik ke-ma-ti-an Ibu dan menengkap siapa pelakunya. Ayah tidak mungkin melakukan hal itu tanpa sebuah alasan."
Padahal di desa itu, Laluna harus berperang pada rasa trauma di hatinya. Kenangan buruk saat kecil membuat Laluna sesak nafas. Lagi pula ia juga adalah saksi kunci dimana ibunya mencoba bertahan dengan semua hujatan dan cacian yang diberikan oleh Nyonya Han terhadapnya.
"Rasa sakit ini sampai kapan bisa aku hilangkan?"
Tubuh Laluna luruh ke bawah, tenaganya hilang ketika ia tidak bisa menguasai emosinya saat ini. Tangisnya kembali pecah ketika ia melihat siluet ibunya di balik sebuah bangunan tua yang terlihat sangat kumuh dan jauh dari kata terawat.
"Pergilah dari sini, aku berjanji akan menjaga rumah ini untukmu."
Kenangan masa lalu kembali berputar bagaikan sebuah kaset usang yang berputar dengan cepatnya. Membuat isi kepala Laluna seolah ingin meledak saat itu juga.
Laluna merasakan sakit hati saat kehilangan orang yang dicintainya dan orang yang paling ia sayang. Tidak ada seorangpun ingin mengalami nasib sama dengan seperti yang dialami Laluna.
Namun, lutut dan tenaga Laluna semakin melemah dan hilang. Hingga beberapa saat kemudian Laluna jatuh pingsan. Dinginnya udara malam ditambah lagi dengan luka-luka di tubuh Laluna membuat ia tidak bisa bertahan. Ditambah lagi, suasana malam yang larut membuat orang-orang sudah masuk ke dalam alam mimpinya. Apakah Laluna akan selamat?
Sean kedua kali nya...tunggu pembalasan darie Jo Leo ♌♌.
dunia sempit ya Lun 😁😁 diusir dari kost merantau ke kota ketemu orang mencari orang bisa gambar...eh memang jodoh Lun ketemu deh sama Arogan Sean aasiap semangat 🤗🤗💪💪😄😄
pengitian CEO...tereng muncul CEO lama Sean....oh semua melongo mirip kerbo....ooooo...kocak CEO Arogan kekasih Aluna...Luna kasian di tinggal...😭😭😭🤫🤫🤫
Cinta emang datang jika kita saling mengisi d dalam perbedaan.
cinta emang datang ngk terduga.
cinta sejati hadir kalau sesama pasangan saling mengerti dan menghargai pasangany...dan sadar akan hak dan kewajiban masing"🥰🥰