NovelToon NovelToon
Be The Antagonist'S Wife

Be The Antagonist'S Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Transmigrasi ke Dalam Novel / Selingkuh / Sistem / Cintapertama / Berbaikan
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: lailararista

Georgio Cassano adalah antagonis paling menyedihkan yang pernah Selin baca. Dimana sedari kecil dia tidak pernah mendapat perhatian keluarganya,cinta pertamanya malah menikah dengan rivalnya, dan istrinya berselingkuh. Sang Antagonis mendapat akhir trangis, Perusahaan yang dibangun dengan hasil kerja kerasnya sendiri bangkrut, dan dia meninggal dibunuh protagonis pria.

"Andai saja aku yang menjadi istri antagonis. Pasti aku akan membuat dia bahagia." Kata-kata yang diucapkan Selin malah membuatnya memasuki tubuh Cassandra, istri antagonis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lailararista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gambaran cinta

Suara riuh musik kafe, aroma parfum mewah yang bersaing, dan langkah kaki berirama memecah keheningan di benak Cassandra. Ia duduk di sebuah kafe high-end bersama Olivia, diapit tas belanja dari butik-butik mahal.

Olivia adalah sahabat Cassandra sejak kuliah, mereka berteman hingga sekarang, kebetulan Olivia mengajak Cassandra jalan-jalan, jadi Cassandra menurutinya untuk mengisi kekosongan hari ini.

"Annabella itu benar-benar akan kembali?" tanya Olivia, menyeruput latte-nya.

Cassandra mengangguk, mengaduk matcha-nya dengan lesu. "Ya, Tapi, Georgio tidak peduli soal itu, katanya dia sudah tidak peduli tentang Annabella."

Olivia tertawa kecil. "What! Tapi, jujur saja, kamu memang jauh lebih menarik daripada Annabella itu."

"Menurut mu begitu?"tanya Cassandra menatap Olivia.

"Tentu."jawabnya.

"Tapi... aku takut kalau sebenarnya Georgio masih menginginkan Annabella."

Saat Olivia hendak menanggapi, tiba-tiba Cassandra merasakan sebuah tatapan intens dari arah belakangnya. Ia menoleh perlahan, sedikit terkejut dengan kehadiran seseorang yang ia kenali di dekatnya.

Pria itu berdiri tidak jauh dari meja mereka, mengenakan kemeja rapi yang tampak sedikit kusut dan tatapan yang tidak asing, dia adalah Davian. Mantan kekasihnya. Pria yang telah ia usir, pria yang menjadi salah satu bayangan gelapnya dulu.

Davian tampak jauh lebih kurus, matanya menunjukkan kelelahan. Saat pandangan mereka bertemu, sebuah senyum penuh harapan merekah di wajah Davian.

"Cassandra," sapanya, suaranya terdengar serak.

Olivia menatap Davian, lalu menatap Cassandra dengan mata menyipit penuh peringatan.

"Davian," jawab Cassandra datar, tanpa emosi.

"Aku ingin menemui mu," katanya, mengabaikan kehadiran Olivia. "Aku ingin bicara."

Cassandra meletakkan cangkir minumannya. "Tidak ada yang perlu dibicarakan. Kita sudah selesai."

Davian menghela napas panjang, tatapan memohon. "Aku tau, mungkin aku membuat kesalahan. Tapi aku merindukanmu, Sandra. Sungguh. Aku tidak bisa melupakanmu."

Ia mencondongkan tubuhnya, berusaha meraih tangan Cassandra, tetapi Cassandra dengan cepat menarik tangannya.

"Tolong, beri aku kesempatan kedua," bisik Davian, nadanya kini benar-benar memohon. "Ayo kita kembali seperti dulu, aku tau kamu masih mencintaiku, kan?"

Cassandra hanya tersenyum tipis, senyum yang dingin. "Davian, kamu harus sadar. Cassandra yang dulu mencintaimu sudah mati."

Ia menatap Davian lekat, tanpa gentar. "Aku tidak lagi mencintaimu. Aku sudah memiliki Gio. Dia adalah masa depanku. Dia jauh lebih sempurna dari pada kamu."

Ia mengangkat tangan kanannya, memamerkan cincin pernikahan berlian yang berkilauan di jari manisnya.

"Silahkan kamu pergi, Davian. Jangan pernah muncul lagi di hadapanku," tegasnya. "Aku tidak akan mengulang kesalahan yang sama."

Wajah Davian memucat, harapan di matanya hancur berkeping-keping. Ia melihat ketegasan mutlak di mata Cassandra dan tahu bahwa pertarungan ini telah selesai. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia berbalik dan berjalan pergi, bahunya terlihat merosot dalam kekalahan.

Olivia mendengus puas setelah Davian menghilang. "Perfect ending," komentarnya. "Menurutmu, Georgio tau soal dia?"

Cassandra menyesap matcha-nya, "Mungkin dia tau," jawabnya. "Tapi aku belum pernah membahas ini dengannya."

"Loh kenapa? Harusnya kamu jujur soal ini, bilang kalau kamu sudah tidak ada hubungan sama Davian."

"Sepertinya tidak perlu, dia bisa tau sendiri."balas Cassandra, sembari menyeruput minumannya.

"Walaupun begitu, bukannya dia juga butuh pengakuan darimu?"Cassandra tampak berfikir sejenak.

"Aku akan cari waktu bahas ini dengannya."

★★★

Dikamar yang mewah milik Cassandra, dia berbaring di atas ranjang dengan Georgio di hadapannya. Cassandra menatap lamat mata Georgio, sepertinya ikan sudah memakan umpannya, Cassandra melihat cinta Dimata itu, dia tidak bisa memastikan kebenarannya. Yang jelas Cassandra yakin, Georgio pasti sudah mencintainya.

"Kenapa? Menginginkan ku, hm?"ujar Cassandra menatap Georgio menyeringai.

Georgio tersenyum miring."Menurut mu?"

Tanpa menunggu persetujuan Cassandra, Georgio langsung mencium bibir Cassandra. Cassandra membalas ciuman Georgio dengan intensitas yang sama, mungkin bahkan lebih besar. Ciuman itu bukan sekadar nafsu, itu adalah penegasan, sebuah sumpah diam yang terpatri di antara desahan mereka. Tangan Georgio menyusuri punggungnya, menariknya lebih dekat, seolah takut melepaskan akan membuatnya menghilang.

Mereka melepaskan diri sejenak, dada keduanya naik turun, napas mereka berburu. Georgio menyatukan kening mereka, pandangan matanya yang kelam namun kini dipenuhi rasa memiliki, mengunci pandangan Cassandra.

Georgio menjauhkan wajahnya, menyandarkan Cassandra ke sandaran ranjang, menatap Cassandra yang tiba-tiba wajahnya berubah murung.

"Kenapa, hm?"tanya Georgio.

Cassandra menggeleng. "Tidak, aku hanya terlalu banyak berfikir."

"Mikirin apa? Aku buat kesalahan?"Cassandra kembali menggeleng.

"Tidak juga, aku terlalu memikirkan kepulangan Annabella."mendengar itu Georgio menghela nafas panjang.

"Kenapa terlalu dipikirkan? Kamu tidak percaya padaku?"ujar Georgio

"Aku percaya padamu. Tapi tidak dengan Annabella."tanpa menjawab perkataan Cassandra Georgio kembali menciumi bibir Cassandra. Cassandra mencoba melepaskan tautan Georgio, meskipun kesusahan tapi akhirnya terlepas. Ia menatap Georgio tajam yang hanya di sambut kekehan dari Georgio.

"Cukup percaya padaku, maka kamu akan aman. Masalah Annabella sepertinya aku akan serahkan padamu, gimana?"Georgio mengangkat sebelah alisnya menunggu respon Cassandra.

"Baiklah, biarkan aku yang membereskannya," kata Cassandra, suaranya tegas, penuh percaya diri."Aku tidak akan menyakitinya. Tapi aku akan memastikan bahwa dia tidak akan bisa kembali ke dalam hidupmu."

Georgio menegakkan wajahnya, kembali menangkup wajah Cassandra, "Tapi aku ingin tahu, kenapa kamu begitu gigih dengan semua yang terjadi selama ini? Kamu... Mencintaiku?"

"Aku tidak mengerti soal cinta, tapi aku ingin semuanya jelas," jawab Cassandra, "Aku ingin tahu, jika Annabella kembali, wanita baik, lembut, dan penurut, apakah kamu akan memilihku, wanita yang manipulatif dan penuh dendam? Aku ingin jawaban itu, Gio."

Georgio tersenyum, senyum yang mencapai matanya dan terasa begitu tulus.

"Dengarkan aku, Cassandra. Aku bertemu Annabella saat aku masih menjadi seorang bocah labil. Katanya dia ingin membuatku bahagia, tapi dia tidak sepenuhnya berhasil. Dia meninggalkanku ketika aku paling membutuhkannya."

Georgio merapatkan tubuhnya, dahinya bersentuhan dengan dahi Cassandra.

"Aku dijodohkan denganmu, aku hidup dengan mu. Banyak lika-liku di dalam rumah tangga kita. Memang awalnya aku tidak menatapmu, tapi sejak kamu mendekatiku, membantuku. Pada akhirnya aku tertarik." Georgio menjauhkan wajahnya, menatap lamat Cassandra. "Semakin dilihat, kamu semakin menarik, semakin menggoda."senyum miring terbit di bibir Georgio.

Gerogio membelai wajah Cassandra, mendekatkan wajahnya, hingga berjarak satu senti. "Dan... Aku menjadi terpesona, sampai saat ini hanya namamu yang ada didalam kepala ku."bisiknya.

Cassandra tersenyum tipis, lalu melingkarkan lengannya di leher Georgio. "Jadi... Apa kamu sudah mencintai ku?"

Georgio diam, bingung harus menjawab apa? Dia menatap Cassandra, mengecup bibirnya sekilas.

"Aku belum tahu, Tapi... aku tidak ingin melepaskan mu. karena cuma kamu yang mengerti aku. kamu tidak memintaku menjadi lebih baik. Kamu memintaku menjadi diriku sendiri, versi paling kejam dan paling cerdas. Kamu adalah satu-satunya yang melihat dan menerima sisi gelapku," bisik Georgio.

"Jadi intinya kamu belum mencintaiku?"Georgio menggeleng.

"Bukan tidak mencintaimu, tapi aku belum tahu."Cassandra menatap Georgio tidak habis fikir. Jelas sekali sudah mencintai Cassandra, tapi masih mengatakan belum tahu?

"Cih, memang labil."gumam Cassandra yang membuat Georgio melotot menatapnya.

"Apa?"Cassandra tersenyum paksa, tanpa menjawab ucapan Georgio dia berdiri dari duduknya.

"Annabella akan kembali. Aku tidak akan membiarkan dia mengganggu masa depanku."ujarnya dan hendak melangkah pergi, tapi Georgio lebih dulu menarik tangannya, kembali membaringkannya ke atas ranjang lalu menindih tubuhnya.

Georgio mencium Cassandra, ciuman itu penuh janji dan kepastian. Malam itu, di tengah kemenangan yang baru, mereka membuat keputusan, Mereka tidak akan membiarkan bayangan masa lalu menghancurkan pondasi yang baru saja mereka bangun.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!