NovelToon NovelToon
Pengagum Rahasia

Pengagum Rahasia

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Teman lama bertemu kembali
Popularitas:130.2k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Sejak kuliah, Kanaya sudah mengagumi seorang Narendra Atmaja, namun ia sadar akan statusnya dan mencoba membuang jauh-jauh perasaannya. Hingga suatu hari sahabatnya mendaftarkan Kanaya ke sebuah aplikasi kencan dan ia harus bertemu dengan pria yang menjadi teman kencannya, akhirnya Kanaya menemui pria tersebut dan betapa terkejutnya ia ketika mengetahui jika pria yang menjadi teman kencannya adalah pria yang ia kagumi sejak kuliah.

Bagaimana kelanjutannya? Apa yang akan terjadi pada Kanaya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Ingin Melihatnya, Ayo!

Narendra tidak mengalihkan pandangannya sedikit pun dari Ayah Dani, keheningan di ruang tamu itu terasa begitu jelas, bahkan suara Ibu Fita yang sedang menyiapkan nampan di dapur pun terdengar jelas.

​"Saya datang untuk meminta restu Bapak dan Ibu, saya bermaksud meminang Kanaya untuk menjadi istri saya," ucap Narendra dengan tegas, namun tetap tenang.

​Suara sendok jatuh di lantai dapur terdengar, Ibu Fita muncul di ambang pintu dengan wajah pucat dan mata membelalak, ia nyaris menjatuhkan nampan berisi teh hangat yang dibawanya

Sementara itu, Ayah Dani masih terdiam, rahangnya mengeras dan ia menatap Narendra semakin tajam, seolah sedang menguji apakah pria di depannya ini sedang mempermainkan putrinya atau tidak.

​"Menikah? Nak Narendra, maaf kalau saya lancang. Tapi melihat penampilan dan mobilmu, kamu bukan orang sembarangan. Sedangkan Kanaya... kamu lihat sendiri rumah kami, kamu lihat sendiri bagaimana kami hidup," ucap Ayah Dani.

​Narendra tersenyum tipis, sebuah senyum yang tulus. "Pak, saya mencintai Kanaya bukan karena apa yang dia miliki atau dari mana dia berasal, saya mencintainya karena dia adalah wanita paling kuat dan berhati tulus yang pernah saya temui. Saya ke sini tidak membawa harta saya untuk dipamerkan, saya hanya membawa niat baik saya sebagai seorang pria," ucap Narendra dan menatap harap Ayah Dani.

​"Saya ingin menjaga Kanaya secara sah, Pak. Saya ingin dia menjadi teman hidup saya selamanya dan jika Bapak mengizinkan, saya akan membawa keluarga besar saya ke sini minggu depan untuk lamaran resmi," lanjut Narendra.

​Ibu Fita mendekat dan meletakkan teh di meja dengan tangan gemetar lalu duduk di samping Kanaya. "Nak Narendra, apa orang tua Nak Narendra tahu soal ini? Kami tidak ingin anak kami dipandang sebelah mata oleh keluarga suaminya nanti," tanya Ibu Fita yang takut jika orangtua Narendra tidak menyukai Kanaya.

​"Orang tua saya sudah bertemu dengan Kanaya dam mereka sangat menyukai Kanaya, bahkan mereka juga memberikan restunya untuk saya dan Kanaya," ucap Narendra.

​Ayah Dani terdiam cukup lama dan suasana menjadi sangat emosional lalu Ayah Dani menatap Kanaya, "Kanaya... apa ini benar-benar keinginanmu? Apa kamu mencintai pria ini?" tanya Ayah Dani.

​Kanaya menghapus air matanya, ia menatap Ayahnya lalu beralih menatap Narendra yang menunggunya dengan binar mata penuh harap. Kanaya takut akan harapan ini, namun melihat harapan yang begitu nyata membuat Kanaya terjerat dalam harapan itu.

"I-iya, Yah. Narendra pria yang sangat baikdan dia yang selalu ada saat Kanaya kesulitan," jawab Kanaya gugup.

​Ayah Dani menghela napas panjang, beban di bahunya seolah luruh, kemudian Ayah Dani mengulurkan tangan ke arah Narendra.

"Nak Narendra, saya tidak butuh mahar yang mewah. Saya hanya minta satu hal, jangan pernah buat putri saya menangis karena merasa tidak berharga di matamu dan keluargamu," ucap Ayah Dani.

​Narendra menyambut jabat tangan Ayah Dani dengan erat, "Saya janji dengan nyawa saya, saya tidak akan membuat Kanaya sedih," jawab Narendra begitu tegas hingga Ayah Dani pun merasa jika Narendra memang pria yang tepat untuk putrinya.

Setelah ketegangan di ruang tamu mencair, suasana berubah menjadi jauh lebih hangat. Ibu Fita yang tadinya tegang kini tampak sibuk menghapus air mata bahagianya dan ia segera bangkit dan mengajak Kanaya ke dapur membiarkan para pria berbicara lebih akrab di ruang tamu.

​"Ayo, Kanaya, bantu Ibu masak. Nak Narendra pasti lapar setelah perjalanan jauh," ucap Ibu Fita dengan nada yang jauh lebih ringan.

​Di dapur, Ibu Fita terus menggoda Kanaya sambil menyiapkan ayam kampung bumbu kuning dan sayur lodeh kesukaan Kanaya. "Ibu tidak menyangka kamu bawa calon suami yang begitu sopan, Nay. Ganteng lagi, kayak pemain film," bisik Ibu Fita yang membuat pipi Kanaya merona merah.

​Sementara itu, di ruang tamu, Ayah Dani mulai mengajak Narendra berbicara tentang hal-hal yang lebih santai. Narendra yang biasanya bergelut dengan laporan medis dan bisnis rumah sakit, ternyata bisa mengimbangi obrolan Ayah Dani tentang cara merawat pohon mangga dan kondisi panen di desa.

​"Saya salut kamu mau datang dan menempuh jalan berliku ke sini, Narendra. Tidak banyak anak muda kota yang betah di tempat terpencil seperti ini," ujar Ayah Dani sambil menyesap kopinya.

"Tempat ini sangat menenangkan, Pak. Saya rasa saya mengerti kenapa Kanaya tumbuh menjadi wanita yang begitu lembut dan sabar," jawab Narendra tulus.

​Saat makan siang tiba, mereka semua duduk lesehan di atas tikar yang digelar di ruang tengah. Narendra tidak terlihat canggung sedikit pun. Narendra makan dengan lahap, bahkan menambah nasi saat Ibu Fita menawarkan, kesederhanaan Narendra dalam menyantap hidangan rumahan itu benar-benar mengunci hati kedua orangtua Kanaya.

Setelah makan siang yang hangat itu usai, Ayah Dani menatap ke arah jendela, melihat matahari yang mulai sedikit condong ke barat namun sinarnya masih cukup terang menyinari desa.

"Kanaya," panggil Ayah Dani.

"Iya, Yah?" tanya Kanaya.

"Ajaklah Nak Narendra jalan-jalan keluar sebentar, kasihan kalau dia hanya duduk di dalam rumah terus, pasti jenuh. Tunjukkan padanya sungai kecil di bawah atau sekadar melihat-lihat sawah di belakang, biar dia tahu dari mana asal calon istrinya," ucap Ayah Dani.

​Kanaya menoleh ke arah Narendra dan sedikit ragu, "Kamu tidak capek, Narendra? Kalau mau istirahat di sini dulu juga tidak apa-apa," tanya Kanaya.

​Narendra menggeleng pelan sambil tersenyum tipis, "Aku ingin melihatnya, ayo!" jawab Narendra.

Narendra dan Kanaya melangkah keluar rumah, namun langkah mereka terhenti di ambang pintu saat melihat pemandangan di halaman. Mobil Narendra yang tadinya berdiri gagah sendirian, kini sudah dikerubungi oleh belasan warga desa, mulai dari anak-anak kecil yang mencoba melihat pantulan wajah mereka di bodi mobil yang mengkilap hingga bapak-bapak yang berdiskusi serius soal merek dan kecanggihan kendaraan tersebut.

​"Waduh, ramai gini," gumam Kanaya dan ia merasa tidak enak hati sekaligus malu.

​Kehadiran mobil mewah di desa terpencil itu jelas menjadi tontonan langka, beberapa warga bahkan tampak berbisik-bisik dan menebak-nebak siapa tamu agung yang datang ke rumah Ayah Dani. Begitu Narendra dan Kanaya muncul, kerumunan itu mendadak sunyi sejenak sebelum suara riuh kembali pecah.

Narendra hanya tersenyum melihat antusiasme warga, Narendra tidak merasa risi, ia justru menyapa beberapa bapak-bapak yang berdiri paling dekat dengan anggukan sopan.

"Mobilnya bagus sekali, sampai mengkilap begini," celetuk salah satu warga yang membuat Kanaya semakin salah tingkah.

​Narendra tertawa kecil lalu membuka pintu mobilnya dan mengeluarkan bungkusan cokelat dan permen yang memang sudah ia siapkan di mobil untuk berjaga-jaga.

"Ini untuk adik-adik, dibagi yang rata ya," ucap Narendra sambil memberikannya kepada anak-anak kecil di sana.

"Calonnya ya, Nay?" tanya salah satu Ibu-ibu.

.

.

.

Bersambung.....

1
Indriani Kartini
bahagia banget Naya di cintai suami ,bahagia selalu
Isma Nayla
suka jalan ceritanya
selamat naya dn naren jagonya sdh lahir🥳
Indriani Kartini
ia Lis kmu yg selalu bilang jangan mimpi SMA Kanaya, dan ternyata beerjodoh
Aidil Kenzie Zie
ya Lis sekarang Kanaya udah bahagia sama Naren
Nurminah
masak iya numpang terus kalo saya risih ada orang lain
Lisna Wati
lanjut ka
Naufal Affiq
lanjut kak
Naufal Affiq
Dika dapat kan cinta arin,buat dia bisa menerima mu menjadi kekasih nya
Lia Rahmawati
Dika Dika lucu banget sih kamu🤭
Ariany Sudjana
asli ngakak habis 😂😂🤭🤭😄😄
Naufal Affiq
lanjut kak
Ariany Sudjana
udah ketemu jodohnya tuh Dika
Aidil Kenzie Zie
giliran Naren sama Naya yang jodohin Dika sama Arin
Kim Marda Moon
ujian terberatnya apa ya??😌
Ariany Sudjana
Kanaya kamu jangan keras kepala, sudah tahu lagi hamil, masih juga berkeras mau naik motor
Ariany Sudjana
ga apa kok pak dokter, kapan lagi bisa punya mertua yang sayang menantu seperti mama Clara?
Naufal Affiq
lanjut kak
Aidil Kenzie Zie
dokter bucin makin posesif
Aidil Kenzie Zie
Narendra junior bakal launching itu
faizha al-husna
bagus
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!