NovelToon NovelToon
Suami Tampanku.

Suami Tampanku.

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: selvi serman

"Menikahlah segera jika ingin menepis dugaan mama kamu, bang!."perkataan sang ayah memenuhi benak dan pikiran Faras. namun, bagaimana ia bisa menikah jika sampai dengan saat ini ia tidak punya kekasih, lebih tepatnya hingga usianya dua puluh enam tahun Faras sama sekali belum pernah menjalin hubungan asmara dengan wanita manapun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panggilan sayang.

Sebelum Faras datang menjemputnya, Inara memilih pamit kembali ke kamarnya. Apalagi sudah lebih dari setengah jam ia berada di kamar Za, ngobrol ngawur ngidul, ibarat dari Sabang sampai Merauke jalur pembahasan mereka tadi.

Ceklek.

Setibanya di kamar, Inara masih mendapati Faras berkutat di depan layar laptopnya, duduk bersandar pada headboard ranjang. Pandangan Faras sontak beralih ke arah datangnya Inara.

"Maaf....Aku kelamaan ya, mas?." Inara mengulas senyum tipis saat bertanya.

"Kalau lagi ngerumpi pasti lupa sama suami." Faras mematikan laptopnya, meletakkan benda itu ke atas nakas, lalu menepuk sisi tempat tidur yang kosong. "Kemari lah!."

Inara manut, naik ke tempat tidur. Faras merebahkan kepalanya dipangkuan Inara, membenamkan wajahnya ke arah perut Inara, melingkarkan tangannya pada pinggang ramping Istrinya itu. rutinitas yang sudah menjadi kebiasaan Faras selama mereka menikah jika merasa lelah bekerja.

"Mas capek banget ya?." menyisir rambut suaminya dengan jemari.

"Lumayan." dengan mata terpejam Faras menjawab.

"Aku tidak sabar ingin melihat perut kamu membesar." setelah sesaat terdiam, justru kalimat itu yang terucap dari mulut Faras.

"Kamu serius pengen punya anak sekarang, mas?." Inara mencari kalimat yang paling tepat untuk menanyakan perihal anak kepada suaminya itu. apa kamu serius ingin punya anak dariku, mas? Sebenarnya pertanyaan itu yang ingin dilontarkan Inara, tapi terlalu ekstrim menurutnya.

Merubah posisi, jadi telentang, menatap dalam wajah Inara. Sementara yang ditatap justru mengusap tengkuk karena merinding.

"Kenapa bertanya seperti itu?." aura-aura berbeda terbit di wajah Faras.

"Bukan apa-apa, hanya sekedar tanya saja." mengulas senyum semanis mungkin agar tidak terlihat mencurigakan di mata suaminya.

"Jangan bilang kamu pernah kepikiran untuk melakukan hal yang aneh-aneh." kedua alis tebal Faras nampak menukik tajam.

"Haha...mana mungkin aku berpikir melakukan hal semacam itu, mas." Inara langsung tertawa. menyembunyikan raut terkejut atas tebakan Faras, dibalik tawanya.

Tawa Inara meredup perlahan saat Faras sudah merubah posisinya, mengung-kung tubuhnya dengan bertumpu pada lutut dan kedua lengan berotot miliknya. Hanya tersisa beberapa centi jarak di antara mereka, Inara bahkan dapat mengendus aroma mint yang berasal dari hembusan napas Faras.

Mereka memang sudah sering melakukan hubungan suami-istri, tapi bila di tatap seperti ini juga jantung Inara pasti jadi kurang aman. Perlahan kedua bola mata indah milik Inara terpejam tatkala Faras mulai me-magut bibirnya dengan begitu lembut. Ya, Faras selalu mencum-bui istrinya dengan lembut hingga Inara selalu terbuai dan menik-mati setiap sentuhan suaminya itu.

Untuk kesekian kalinya Faras menyemburkan be-nihnya ke rahim Inara. kini keduanya berbaring dengan berbagi selimut dengan posisi Inara menyandarkan kepalanya pada dada bidang Faras, dan sebaliknya Faras terlihat merengkuh tubuh istrinya seakan tak ingin istrinya itu jauh darinya. Seperti itulah Faras, tipikal pria yang suka mengungkapkan rasa dengan sentuhan, kalau kata anak muda sekarang physical touch.

Diperlakukan demikian serasa dirinya begitu disayangi dan dicintai oleh suaminya. Bolehkah aku berkesimpulan kalau mas Faras juga menyukaiku? Dan tidak akan meninggalkan aku? Inara sibuk dengan lamunannya hingga akhirnya tersadar ketika tangan Faras sudah kembali mengge-rayangi tubuh telanj-angnya.

"Mas...." menengadahkan kepala, melayangkan tatapan protes yang justru terlihat lucu dan menggemaskan di mata Faras. Inara kembali pada posisi semula, tak lupa memperbaiki posisi selimutnya.

"Mas..." kali ini seruan Inara terdengar lebih lembut dari sebelumnya.

"Hem." bergumam sambil memainkan helaian rambut Inara.

"Jika mas benar-benar menginginkan anak dariku, aku tidak mau sampai mas menceraikan aku apapun alasannya! sekalipun mas tidak mencintaiku, aku tidak peduli karena aku tidak mau berpisah dari anakku." kini Inara sudah merubah posisi, duduk seraya menatap serius wajah suaminya.

Kedua alis mata tebal milik Faras kembali menukik dengan sempurna. Memangnya siapa yang ingin menceraikan kamu, begitulah kira-kira arti dari sorot mata dan juga ekspresi Faras saat menatap Inara, kaget. Saking kaget dan tidak menyangka Inara akan berkata seperti itu, Faras pun terdiam untuk waktu yang cukup lama.

"Terserah mas setuju atau tidak, yang jelas aku tidak mau menjadi janda menyedihkan yang dipisahkan dari anaknya." hampir setiap malam ia bercinta dengan Faras apalagi suaminya itu tidak pernah menggunakan pengaman dan ia pun tidak mengkonsumsi pil kontrasepsi dengan begitu kehamilan pasti tidak dapat diindahkan. suatu waktu pasti ia akan hamil juga, bukan. Maka sekarang Inara merasa perlu mengungkapkan keinginannya dihadapan Faras. Kalau suaminya itu menolak syarat darinya pasti Faras bersuara tapi sekarang Faras justru diam saja, hingga pada akhirnya Inara menarik kesimpulan jika Faras setuju dengan syarat darinya.

"Kenapa kamu bisa berpikir aku berniat menceraikan mu, Inara? Apa sikapku selama ini belum mampu membuktikan padamu kalau aku menyayangimu, menginginkanmu, dan juga mencintaimu?." lirih Faras setelah melihat Inara mulai terlelap dalam tidurnya.

"Terkadang dengan sikap saja tidak cukup, Ras. Wanita perlu ungkapan rasa secara lisan. Kau tahu sendiri kan kalau perempuan itu makhluk paling sensitif di muka bumi ini. bahkan mereka membutuhkan ucapan cinta yang romantis setiap harinya, Ras." Faras jadi teringat akan perkataan Arga siang tadi saat mereka membahas tentang pekerjaan dan kebetulan Inara tidak ikut bersamanya. Arga adalah satu-satunya orang yang tahu tentang perasaan Faras terhadap Inara.

Keesokan paginya.

Sinar matahari yang masuk melalui Ventilasi kaca membangunkan Inara dari tidurnya. Ia sontak memegang kepalanya saat teringat akan kata-katanya pada Faras semalam. Sepertinya aku sudah mulai tidak waras, bagaimana aku bisa berani bicara seperti itu pada mas Faras semalam? Bagaimana kalau pagi ini mas Faras justru kembali membahasnya dan menolak syarat gila dariku?. Inara hanya bisa meringis dalam diam sampai kemudian merasakan tangan besar Faras mengeratkan pelukan pada pinggangnya, menjatuhkan dagu di bahunya. Inara memejam mata frustasi.

Tidak perlu berlebihan Inara, kau itu istrinya mas Faras dan kau berhak mengutarakan isi hatimu seperti semalam. Di sudut hati terdalam terlintas kalimat yang mampu menguatkan hati Inara, meyakinkan diri bahwa seorang istri berhak mengutarakan keinginannya pada suaminya. Justru yang masalah bila mengutarakan isi hati pada suami orang lain, itu baru masalah.

"Kamu sudah bangun, sayang?."

Deg.

"Mas Faras panggil aku sayang?." Inara hampir terperanjat mendengar Faras memanggilnya dengan sebutan sayang. Memang bukan untuk pertama kali karena pernah beberapa kali suaminya itu memanggilnya dengan sebutan sayang saat berada ditengah-tengah keluarganya, namun kini mereka sedang berada dikamar dan hanya berdua saja, lalu mengapa pria itu memanggilnya dengan sebutan sayang?

"Apa mas Faras lagi demam ya?." batin Inara. ia berbalik badan menghadap pada Faras, menempelkan punggung tangannya di dahi pria itu. "Nggak panas?." imbuhnya dalam hati.

"Memangnya salah kalau suami memanggil istrinya dengan panggilan yang lebih romantis?." Masih dengan mata terpejam Faras bertanya, seakan paham dengan apa yang ada dipikiran istrinya saat ini.

1
Violet
Yg ga waras bkn Yumi tp Gilang! Andaikata Faras dekatin Yumi yg ada endingnya mlh makin tebal cintanya & menggila obsesinya ke Faras! Org waras aja bisa makin dlm cintanya ke seseorg lah apalg ini yg divonis jiwanya terganggu bisa2 Faras yg dimatiin biar ga ada yg bisa munyain Faras!
Marina Tarigan
kok gilsng kekeh kali menjebloskan cleaning servis sih vilang memang sih kurang hati2 ksrena tempatnya bekerja dihuni orang gila berapa wanita yg mau sakiti gilang margin inara vleanig servis semoga dgn egois mu itu kamu akan menerima balasan seperti yumi otu
Marina Tarigan
lebih baik mati karena dari segala sisi yumi hanya menyusahkan orang2 disekitarnya kesembuhan bahi yumi tdk bisa lagi akibat terlampau banyak situadi yg menggrogoti ulahnua dan akibat perilakunya juga kelewat batas dan semua yg dia sakiti mendpt kebahagiaan semuanys
Marina Tarigan
rupanya ada wanita menghalakan degala cara utk mencspai cita2nua ada korban tap berbalik padanya lebih parah
Marina Tarigan
sebaiknya hamil yumi itu digugurkan kalau hamil dibiarkan bisa berbahaya bagi anak dan yumi karena hilanya ngamuk2 terus
Marina Tarigan
apa boleh buat tak usah disesali mungkin darah anak kembar syah setelah berubah jadi drakula yg membawa malapetaka bagi mereka berdua mudah2an gilang darah daging ayah berubah karen ketulusan hati margin dan ibunya kalau yumi mati di rmh sakit jiwa akhirny karena dia menginginkan sesuatu yg bukan haknya dan sdh menghancurkan orang baik2
Marina Tarigan
wah awalnya kita kira Margin itu jelek gigi tonggos pendek wajah kusam tdk menarik mknya gilang sangat benci padanya rupanya cantik lemah lembut pintar jadinya perbuatan biadap gilang membawa berkah luar biasa bagi margin dan Arga bahagia dan langgeng rmh tgganya kedepan
Marina Tarigan
kalian sepadan Arga Margin orang yg disakiti manusia biadap akan bahagia kedepannya
Marina Tarigan
nantinya pasti ayahnya Arga akan beri tahi Arga kelakuan Mirna di luaran sana sebgi pelavur kls tinggi ug serong ber ganti2 pria masjk hotel pria baik pasangamnya wanita baik2
Marina Tarigan
kehidupanmu dgn Margin nantinys kamu mdpt cinta sejst Arga katena Margin adalaj wanita baik2
Marina Tarigan
salah orang deh gilang mengorban kan 2 orang ke jurang malapetaka kasiham marhin
Marina Tarigan
tapi ada juga anehnya kok Faras dan keluarganya ada dirmh tdk mencari istrinya apa ada yg melapor inara sdh terlepas dari sekapan yumi
Marina Tarigan
sebentar lagi riwayatmu tammat yumi sm keluargamu juga akan kena kau terlibat penipuan pencurian di rmh Bsyu penculikan dan penyiksaan terhadap orang yg sangat berharga dimata Fatas dan keluarganya
Marina Tarigan
walaupun kamu sekap inara yummy Faras akan membunuhmu kalau kau dekati faras sebentar lagi tammat riwatmu
Marina Tarigan
mknya sangat sayang kpd saudara sangat patut tspi kalau teerlaammpau sayang akibatnya dibodohi sampai harga diri dipertaruhkan
Marina Tarigan
manusi nya ada yg gila ada yg sangat bodoh ada yg gatal lengkaplah
Marina Tarigan
si bayu ini dr beneran atau dr abal2 kok sampai segiyu jauh mau membantu kegilaan yumi
Marina Tarigan
lagi dr monyet mengikuti wanita psikopat d
Marina Tarigan
gilang laki2 aneh tdk waras masa suami orang disuruh dekat sama yumi wanita gatal itu kalsu adikmu itu cinta mati sm Pres Bill Clinton kamu juga bujuk presiden itu dan istrinya Hillary utk meluk2 cium2 humi orsng gila itu gilang kamu kebangetan membela yumi itu lebih baik kamu nikahi adikmu itu jgn ganggu rmh tgga orang yg gila itu justru kamu faras kamu hina serendah itu buang saja adikmu itu ke jurang sana selesai
Marina Tarigan
ada juga otaknya sdh keluar dari raganya ya masa mau menyuruh seorang ceo perusahaabesar mengjibur orang gila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!