NovelToon NovelToon
Maafkan Mama, Pa

Maafkan Mama, Pa

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Pelakor / Poligami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Anak Yang Berpenyakit
Popularitas:270.8k
Nilai: 5
Nama Author: Safira

"Ma, Papa Anin masih hidup atau sudah pergi ke Sur_ga?" tanya bocah cantik bermata sayu yang kini berusia 5 tahun.

"Papa masih hidup, Nak."

"Papa tinggal di mana, Ma?"

"Papa selalu tinggal di dalam hati kita. Selamanya," jawab wanita bersurai panjang dengan warna hitam pekat, sepekat hidupnya usai pergi dari suaminya lima tahun yang lalu.

"Kenapa papa enggak mau tinggal sama kita, Ma? Apa papa gak sayang sama Anin karena cuma anak penyakitan? Jadi beban buat papa?" cecar Anindita Khalifa.

Air mata yang sejak tadi ditahan Kirana, akhirnya luruh dan membasahi pipinya. Buru-buru ia menyeka air matanya yang jatuh karena tak ingin sang putri melihat dirinya menangis.

Mendorong rasa sebah di hatinya dalam-dalam, Kirana berusaha tetap tersenyum di depan Anin.

Sekuat tenaga Kirana menahan tangisnya. Sungguh, ia tak ingin kehilangan Anin. Kirana hanya berharap sebuah keajaiban dari Tuhan agar putrinya itu sembuh dari penyakitnya.

Bagian dari Novel : Jodoh Di Tapal Batas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 - Tentang Hana ?

"Hei, kamu mau ke mana?" tanya Rama setengah berteriak memanggil Mia yang hendak pergi meninggalkan TKP.

"Mau kerja lah! Memangnya kau mau bayarin hidupku!" ketus Mia.

Rama berusaha mempercepat langkahnya untuk mengejar Mia.

"Kamu pasti teman dekat Kirana,"

"Kalau iya memangnya kenapa? Mau kenalan sama aku? Basi tau!" sungut Mia yang masih kesal pada Rama karena mencekal lengannya sehingga Aldo berhasil membawa Kirana pergi.

"Aku-Rama. Namamu siapa?"

"Atun!" jawab Mia ketus.

"Hah, siapa?"

"Telingamu kalau eror mending sono berobat ke dokter biar produktif lagi!" desis Mia.

"Masa orang kota namanya-Atun?" gumam Rama.

"Oalah tibakne kupinge ora eror. Buktine dekne krungu aku nyebut jenengku-Atun. Dasar lanangan doyan modus pura-pura bu_deg!" omel Mia.

("Oalah sebenarnya telinganya gak eror. Buktinya dia dengar aku bilang kalau namaku-Atun. Dasar cowok hobi modus pura-pura tuli!" omel Mia.)*

"Kamu bilang apa tadi?"

"Yang mana?"

"Barusan yang kalimat panjang lebar itu artinya apa?" tanya Rama seraya tangannya menggaruk rambutnya yang sebenarnya tidak gatal. "Maaf, aku bukan orang sini. Jadi, aku enggak seberapa paham bahasa di kota ini. Aku bisanya bahasa Indonesia sama bahasa Inggris saja," imbuhnya.

"Arti kalimatku tadi itu-kamu playboy!" jawab Mia asal ceplos. Sengaja ngerjain Rama.

"Hah, masa sih kalimat sepanjang itu artinya kok pendek banget?" sahut Rama tampak meragu dan tak percaya dengan ucapan Mia barusan.

"Kalau gak percaya, buka aja kamus Mbah G0rgon di internet!"

Tiba-tiba obrolan dan langkah mereka terhenti akibat seruan dari seseorang.

"Mia !!" teriaknya memanggil.

Sontak Mia dan Rama menoleh ke arah belakang tubuh mereka. Ternyata salah seorang rekan kerja Mia yang tengah memanggil.

"Ada apa?" tanya Mia to the point.

"Bos panggil kamu,"

"Kenapa?"

"Mungkin karena bos udah denger kalau teman barumu itu si Kirana bikin gaduh di room 69. Semoga saja kamu gak ikut kena getahnya,"

"Oke. Makasih infonya,"

"Ya sudah, aku balik dulu. Ada tamu yang nunggu aku,"

"Hem,"

Rama sejak tadi diam sembari mendengarkan percakapan antara Mia dengan teman sesama pegawai karaoke di sana.

"Tadi bilangnya namamu-Atun. Barusan temanmu panggil namamu-Mia. Kenapa harus bohong?" pancing Rama setelah rekan Mia tadi pergi.

"Siapa yang bilang kalau aku bohong?" sungut Mia tak terima atas tuduhan Rama barusan.

"Lah yang barusan,"

"Namaku-Ismiatun. Di desa aku biasa dipanggil Atun. Saat aku kerja di kota, bos bilang nama Mia lebih keren dan gak kelihatan kampungan. Terus, apa aku salah jawab pertanyaanmu tadi kalau namaku Atun?"

"Oh begitu. Ya aku kan enggak tahu nama lengkap mu," ujar Rama. Mia memutar bola matanya jengah.

"Kamu ngapain ikutin aku?" cecar Mia seraya pandangannya memicing tajam ke arah Rama yang sejak tadi pria itu mirip seorang anak yang sedang nginti_lin ibunya ke mana pun pergi.

"Aku mau nemenin kamu temui bosmu buat jelasin semuanya,"

"Aku tak butuh bantuanmu!" tolak Mia dengan ketus.

Rama tak marah melihat penolakan Mia tersebut. Ia justru semakin tertantang melihat keunikan dari diri Mia yang terlihat sangat berkarakter. Berbeda dari wanita yang selama ini dikenalnya.

"Pria yang membawa Kirana tadi namanya Aldo. Dia sahabatku sekaligus suami Kirana,"

Langkah kaki Mia otomatis terhenti mendengar ucapan Rama barusan. Sebab selama ini di kampungnya, Kirana mengaku sebagai janda. Namun keberadaan suaminya masih hidup atau mati, Mia tak tau.

Sebelumnya saat Mia sedang beradu mulut dengan Aldo ketika hendak membawa pergi Kirana, Mia spontan asal ceplos mengatakan bahwa Kirana adalah seorang janda yang ditinggal mati suaminya.

Mia melihat dari gestur tubuh dan mi_mik wajah Kirana menyiratkan bahwa ibu kandung dari Anin tersebut tak suka dengan keberadaan Aldo. Kirana seakan ingin menghindari Aldo. Alhasil sebagai teman yang baik, Mia berusaha membantu agar Kirana lepas dari Aldo.

Detik selanjutnya, Rama mengutarakan keinginannya untuk bertukar kata dengan Mia tentang Kirana dan Aldo. Mia pun paham.

Mia juga sebenarnya cukup penasaran dengan kehidupan rumah tangga Kirana. Bukan bermaksud kepo, tetapi ia suka sedih melihat Anin yang hidup tanpa kehadiran seorang ayah di sampingnya.

Lalu, Mia menjeda ucapan Rama.

"Aku selesaikan dulu pekerjaan hari ini. Apa kamu mau menunggu?"

"Oke, aku tunggu." Jawab Rama. Apa perlu bantuan ku untuk berbicara sama bosmu?" tawarnya sekali lagi.

"Tak perlu. Aku bisa atasi semuanya sendiri,"

"Baiklah," ucap Rama yang akhirnya tak memaksa Mia untuk menerima bantuan darinya.

☘️☘️

Beruntung bos tempat karaoke bukan orang yang rewel atau ko_lokan. Ia menerima penjelasan dari Mia dan menerima maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan Kirana di sana. Mia kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya di sana.

Sedangkan Rama memilih kembali bergabung ke ruangan di mana teman-temannya berada. Rama dan Mia sepakat akan bertemu secara empat mata setelah selesai jam kerja.

"Loh, kamu kok balik sendirian Ram? Aldo mana?" cecar salah seorang teman mereka yang melihat Rama masuk kembali, tapi Aldo tak ada bersamanya.

"Aldo udah pulang kayaknya setelah ditelepon bininya," jawab Rama terpaksa berbohong.

"Astaga, dia beneran suami-suami takut istri!"

"Memangnya Lu kagak," cibir Rama.

"Ya beda lah, Ram. Istriku bukan tipe yang menge_kang atau otoriter macam Hana. Buktinya sejak kita datang ke tempat ini, cuma Aldo yang ditelepon bini nya. Yang lain termasuk aku, enggak."

"Bini kalian berarti gak cinta banget. Haha..." ledek Rama seraya tertawa terbahak-bahak.

"Sueeek, Lu!"

"Yang dilakuin Hana ke Aldo masih wajar lah. Suami udah larut malam belum pulang juga, ya ditelepon sekalian diwawancarai." Ucap Rama.

"Terus ujungnya suami dipaksa pulang. Aldo kok nurut banget sama Hana. Apa Aldo kena pelet?"

"Dunia udah modern. Di luar sana, orang udah bisa menjela_jah ruang angkasa. Lu masih saja percaya sama yang begituan!" seru Rama.

"Kali aja, Ram. Aku cuma menebaknya saja,"

"Tebakanmu ngawurr !!"

"Ehm, ngomongin soal Hana. Aku sebenarnya mau ngasih tau Aldo sesuatu. Tapi, aku takut kalau yang ku bicarakan itu salah. Terus, Aldo marah ke gue. Jujur, aku gak mau pertemanan kita sampai terganggu."

"Tentang Hana?" sahut Rama yang mengerutkan dahinya.

"Iya,"

"Memangnya Hana kenapa?" tanya Rama yang mendadak didera penasaran.

Bersambung...

🍁🍁🍁

*Rating bintang lima yess.💋💋

*Yang nunggu adegan kelanjutan main badminton di ranjang apartemen, sabar ya. Mereka lagi tarik nafas dulu. Maklum lama gak adu mekanik, jadi lupa peta rute nya.😭

1
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
Bastian tak akan bisa meraih hati anin
Tutik Karlos
pasti soal perceraian....Aldo harus menceraikan Kirana ...
karna Bastian jatuh cinta PD kirana
oyen
syarat nya mungkin kudu cere sama kirana
Zuhril Witanto
apa syaratnya harus bercerai
Zuhril Witanto
sibuk tidur 😂😂
Sunaryati
Lanjuut emak tunggu
Sunaryati
Bastian suka sama ibunya saja, karena Kirana ada Anin terpaksa belajar suka dengan Anin, tapi sepertinya Aldo tidak akan melepas Kirana, apalagi Anin. Namun biarkan jika bersama Bastian agar Aldo sadar jika Kirana tidak mau jadi madu, tahu rasanya cemburu, jadi juga bisa merasakan diduakan itu tidak enak. Dan Kirana sadar tindakannya salah, walau istri pertama tidak bisa menjalankan perannya sebagai istri secara utuh, terutama tentang kebutuhan batin.
Anonymous: aldo ini tipe yang harus di gebukin dulu baru sadar
total 1 replies
Indriani Kartini
jangan terhasut Kirana, kmu juga jangan egois dan keras kepala, pentingkan kesembuhan anin
Indriani Kartini
jangan egois Kirana,
Teh Euis Tea
bastian jgn bilang syarat ketemu anin aldo suruh cerai sm kirana awas aj tak jewer kupingmu
Helnita Febriana
aldo bukan orang begok bastian, bisa jadi lu sendiri yang akan diancam ma aldo, apalagi aldo dah tau kebenaran tentang anin
Ari Atik
bastian/Curse//Curse//Curse/
Ayesha Almira
tp aldo dh tau keberadaan anin..
Iccha Risa
Bastian ini mah buat keuntungan diri sendiri, licik pantes Anin ga sukaa... Kirana peka doong nie org suka kamu... halangan buat bersama selalu ada
Jumi Nar
toloooong othor solehot syaratnya jngan tanda tangan surat cerai please🙏🙏🙏
Nena Anwar
bocil aja tau ya mana yg tulus dan mana yg modus, keren Anin udah antisipasi duluan
Nena Anwar
ikatan bathin sungguh kuat si kembar pun tantrum barengan dengan alasan yg sama yaitu Papa Aldo
Putri Dhamayanti
syaratnya harus mau bercerai dg Kirana, gt?? cih... bnr² minta dilempar ke laut nih si kuceL...

Anin pinter, jangan mau dideketin sm kucel ndak tampan 🤣 ... gak suka anak² om itu
Linda Yohana
Bagus novelnya
Tuti Tyastuti
𝘺𝘢 𝘣𝘢𝘴𝘵𝘪𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘢𝘥𝘢 𝘶𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘭𝘰𝘬 𝘣𝘢𝘬𝘸𝘢𝘯 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘭𝘪𝘤𝘪𝘬 𝘣𝘢𝘴
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!