NovelToon NovelToon
Om Dokter Sarang Hae

Om Dokter Sarang Hae

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintapertama / Dokter / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Alarice

Gadis ABG yang di dekati seorang dokter tampan berwajah bule asli Perancis tapi sayangnya dia adalah seorang Casanova.
Sebuah pernikahan yang terjadi karena kondisi yang tidak diinginkan sang gadis, membuatnya frustasi, merasa kehilangan masa depannya. Cintanya dengan laki-laki yang telah mengisi hatinya semenjak pertama bertemu harus kandas sebelum di mulai.
Bagaimana kisah mereka bertiga? Akankah si gadis bahagia dengan pernikahannya, atau ia akan memperjuangkan cintanya kepada laki-laki yang ia cintai semenjak awal???

Nantikan dan simak terus ceritanya di sini sampai tamat yah ...

jangan lupa untuk di share ke teman, di like, juga klik favorit...🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alarice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Amazing

Akhirnya, setelah menempuh perjalanan selama 5 jam, mereka sampai di ibukota juga. Tuan dan nyonya Adiguna langsung kembali ke rumah besar, sedangkan Seno, Bu Ani, Bryan, juga Pipit langsung ke kediaman Seno. Tepat pukul satu dini hari, mobil yang mereka tumpangi memasuki pekarangan rumah Seno.

" Bu, saya langsung pulang saja. Sudah terlalu malam. " pamit Bryan.

" Loh, menginap saja di sini. " sahut ibu Pipit.

" Maaf Bu, besok saya harus ke rumah sakit, dan kebetulan baju saya ada di apartemen semua. " sahut Bryan, dan Pipit hanya menjadi pendengar setia.

" Oh iya, nak Bryan harus bekerja ya besok. " jawab ibu. " Ya udah Pit, sana ikut pulang sama suamimu. "

Ucapan ibu membuat Pipit kicep. Rencana yang tadi sudah ia tata, menguap begitu saja dari otak cerdasnya.

" Mmm...maaf Bu, kalau boleh, biar Pipit di sini saja dulu. Maksud Bryan gini Bu...Selama ini kan Bryan tinggal sendiri. Yah, ibu tahulah seorang bujang, tinggal sendiri, bagaimana bentuk tempat tinggalnya. Jadi, sebelum saya membawa Pipit pulang, saya akan bebenah dulu, mungkin membeli perlengkapan dapur, peralatan makan dan masih banyak lagi yang lainnya. " Bryan segera menjawab perkataan ibu-ibu.

Plong... Itulah yang di rasakan Pipit. Kali ini, ia sangat berterima kasih kepada Abang bule yang sekarang telah menjadi suaminya.

" Ya udah, ibu masuk dulu ke dalam. " pamit sang ibu, dan Seno telah masuk ke dalam semenjak tadi. Ia hafal, jika jam-jam segini biasanya baby Dan terbangun karena lapar.

Sepeninggal ibu, Bryan kembali ke mobilnya dan mengambil koper Pipit. Setelah menurunkan dari bagasi, Bryan menarik koper itu dan hendak di bawa masuk ke dalam rumah seno, tapi Pipit melarang.

" Sini, bang...biar Pipit aja yang bawa masuk. Abang pulang aja. Besok kan harus kerja. " ujar Pipit.

Bryan lalu menyerahkan koper itu ke tangan Pipit.

" Oh iya bang, Pipit lupa. Kalau bisa, Pipit minta, pernikahan kita ini cukup kita dan keluarga kita aja yang tahu ya bang. " pinta Pipit.

Bryan mengerutkan keningnya, merasa gagal paham dengan permintaan Pipit. " Kok gitu? " ia menghela nafas berat. " Segitu malunya kamu ya punya suami aku? Masa lalu aku emang suram, buruk. Tapi kalau aku berniat untuk berubah, apa tidak ada kesempatan? " tanya Bryan serius.

" Ck! Jangan sok melo gini kenapa sih bang ah. Nggak Abang bule banget deh. Atau mau bikin Pipit ngerasa bersalah gitu? "

" Dasar bocah....!!!" ucap Bryan geram. " Yang melo tuh siapa? Gue bicara jujur ini. "

" Gue ..gue..."

" Iya, aku. "

" Ya habisnya Abang bule bilangnya gitu. Seolah-olah Pipit nggak mau kasih kesempatan Abang buat berubah. Kesannya kan Pipit jahat banget. "

" Jadi kamu mau kasih aku kesempatan? " tanya Bryan berbinar.

" Bang, kata ibu, Tuhan saja pasti kasih kesempatan sama umatnya yang mau bertobat. Pipit ini hanya ciptaan Tuhan. Kalau Pipit nggak mau kasih kesempatan, durhaka entar Pipit nya. Lagian nih bang, Abang kalau mau insyaf, itu harus berasal dari dalam hati. Biar insyafnya awet. Tahan lama, nggak gampang berjamur. Kalau Abang insyaf karena seseorang, atau karena sesuatu, bisa cepat berjamur. Jadi, Abang jangan minta kesempatan untuk berubah ke Pipit." celoteh Pipit panjang lebar.

" Iya, Bu ustadzah. " jawab Bryan sambil menghela nafas dalam-dalam.

" Tuh kan, baru Pipit bilang jangan minta kesempatan ke Pipit, tampang Abang udah kecewa gitu. Berarti Abang berubah karena seseorang bukan karena diri Abang sendiri dan lillahita'ala. Karena Allah semata. " tambah Pipit.

" Iya...iya ..Aku akan berusaha berubah karena Tuhan, dan karena diri aku sendiri. Tapi setidaknya, beri aku kesempatan untuk menjadi suami yang baik buat kamu. Dan kasih juga aku kesempatan untuk menyayangi kamu. Bukan sebagai adik, teman, tapi sebagai suami ke istrinya. "

Cleguk... Pipit menelan salivanya dengan susah mendengar permintaan dari seorang Casanova sekelas Bryan.

Melihat Pipit tidak menjawab, Bryan menambahkan lagi, " Aku memang seorang Casanova yang sering berganti perempuan. Tapi aku punya prinsip, jika suatu saat aku menikah, maka itu akan menjadi pernikahanku yang pertama dan terakhir. Artinya, akan aku jaga selamanya. " ucapnya sembari menatap dalam-dalam wajah Pipit. Tapi Pipit tak kuasa menatap mata suaminya itu.

" Jangan menjawab sekarang jika kamu belum bisa menjawabnya. Karena sebelum itu, aku akan menceritakan seluruh masa laluku. Jika kamu ada waktu besok, atau lusa, aku ingin mengajakmu keluar berdua, dan akan aku ceritakan kisah hidupku. " lanjut Bryan.

" Sekarang masuklah ke dalam, sudah malam. Dan kamu nggak usah khawatir, aku akan merahasiakan pernikahan kita sama siapapun. Kecuali keluarga kamu, juga keluarga aku. " ujar Bryan sambil mengelus rambut Pipit.

Pipit segera masuk ke dalam rumah tanpa berkata apa-apa. Dan Bryan menatap punggung Pipit sampai menghilang di balik pintu yang ia tutup. Baru setelahnya, Bryan pergi meninggalkan rumah Seno, sang sahabat sekaligus kakak iparnya.

🧚

🧚

" Pagi ponakan onty......." sapa Pipit saat melihat baby Dan yang berada di gendongan sang mommy turun dari lantai dua.

" Pagi onty...." jawab Armell yang menirukan suara anak kecil sambil melambaikan tangan mungil baby Dan.

" Uluh ...uluh....uluh.... gantengnya...." puji Pipit sambil mengambil alih baby Dan dari gendongan Armell.

" Gimana acaranya kemarin? " tanya Armell.

" Ya gitu deh mbak. " jawab Pipit sambil dengan wajah sendunya.

" Gitu gimana? "

" Pipit pengen curhat sama mbak. "

" Ya udah nanti habis sarapan, kalau mbak Siti udah free buat jagain baby Dan, kita ngobrol di taman belakang. "

Pipit mengangguk. Lalu ia kembali fokus ke baby Dan yang ada di pangkuannya.

" Oh iya, kamu kemarin udah jadi ambil ijazah kan? "

" Udah mbak. Semua udah selesai. "

" Terus kelanjutannya gimana? Kamu masih pengen kuliah atau fokus ngurus rumah tangga aja? " canda Armell.

" Rumah tangga yang mana yang mau di urus? Pipit ini ngurus diri sendiri aja belum becus, gimana mau ngurus rumah? " sahut Pipit sambil cemberut. " Pipit mau kuliah. "

" Jadi ambil kedokteran? Kalau jadi, mbak nanti mau bicara sama Daddy-nya Dan. Mbak punya tabungan, sisa dari waktu mbak magang dulu banget itu, sama uang yang di kasih mas Seno tiap bulannya yang buat kebutuhan aku sendiri. Tapi uang itu belum pernah mbak gunakan. Rencananya, mau mbak pakai buat biayain kuliah kamu. "

" Kalau biaya kuliah, kayaknya nggak usah deh mbak. Soalnya kemarin, Abang bule maharin Pipit biaya kuliah kedokteran sampai lulus. "

Armell nampak melongo mendengar mahar yang Bryan berikan untuk adiknya. Bukan masalah nominal, tapi ia heran, kenapa Bryan mengeluarkan duit sebanyak itu untuk mas kawin adiknya. Apa nggak sayang? Kalau dia aja belum mau menikah, dan pernikahan mereka ini karena paksaan dari warga. Lalu bagaimana jika tahun depan atau tahun depannya lagi, mereka berpisah? Bukankah Bryan akan kehilangan banyak hartanya? Sekolah di kedokteran membutuhkan biaya yang sangat besar.

" Yakin kamu dokter Bryan kasih mahar banyak gitu? "

Pipit mengangguk, " Masih ada lagi mbak. Sama sebuah mobil katanya. Pipit juga bingung, kenapa harus mobil di jadiin mahar. Lagian Pipit juga belum punya SIM. Boro-boro SIM, KTP aja belum punya. " sahutnya sambil memainkan tangan baby Dan.

' Wow Amazing...' batin Armell.

Armell di buat kembali melongo. Ia harus bertemu dan bicara sama Bryan kalau gini masalahnya.

***

bersambung

Guys, untuk hari ini, othor update satu episode aja yah ..jangan di tunggu lagi .. insyaallah besok, othor update lagi...🙏🙏

Salam lope-lope sekarung beras....😍😍😘

1
M
damar sudah menikah dikampung atas paksaan ibunya
fajar Rokman.
mampir lagi AQ thor..UD lama bnget baca novel ini smpe lupa ap y judulnya eh ketemu juga akhirnya kangen sama dokter bryan
Sari Annissa
love u tooo om dokterrrr🤣🤣🤣
Riska Trisna
hahaha secuil,, sekedik thor
Surtinah Tina
tinggal bang Resky sama Ikke belum nikah...Rio dan indomi
Surtinah Tina
ternyata emang udah ada dedeknya di perut Amel itu..makanya Sena tadi senyum"
Surtinah Tina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Surtinah Tina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Surtinah Tina
😂😂😂😂😂😂😂😂
Surtinah Tina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣. ngidam yg ektrim
Surtinah Tina
🤣🤣🤣🤣🤣😂. saling berlomba"ya mereka
Surtinah Tina
Kam Ike g keliatan. masih sama Resky apa tidak itu
Surtinah Tina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣. lucu juga Dion jadi bahan ledekan terus sama tuan Adiguna
Sulaiman Efendy
PASTI SERU NI CERITA ANAK2 MEREKA.
Sulaiman Efendy
WAHH DPT ANAK KEMBAR SEPRTI ANAK DHARA & JULIO...
Sulaiman Efendy
BETUL ITU,, TRUTAMA PEBINOR.. PALING BENCI AKU DGN LAKI2 YG TROBSESI SAMA BINI ORANG...
KARNA BIKIN TRAUMA RMH TANGGAKU YG PERTAMA.😡😡😡😡😡😢😢😢😢😢
Sulaiman Efendy
JDI INCESS JUGA,, JODOHNYA ARVIN
Sulaiman Efendy
MAU DPT CALON DEDEKNYA DANI.....
Sulaiman Efendy
ANACONDA JDI KORBAN REMASAN PIPIT...🤣🤣🤣🤣🤣
Sulaiman Efendy
2X SENO DPT TENDANGN SAKTI SI ARMELL....🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!