NovelToon NovelToon
Bangkitnya Menantu Terhina

Bangkitnya Menantu Terhina

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: megga kaeng

Mereka menyebutnya menantu sampah.
Lelaki tanpa harta. Tanpa kekuasaan. Tanpa kehormatan.
Ia dipermalukan di meja makan, ditertawakan di depan pelayan, dan istrinya… memilih diam.
Tapi mereka lupa satu hal.
Darah yang mengalir di tubuhnya bukan darah biasa.
Saat ia mati dalam kehinaan, sesuatu bangkit bersamanya.
Bukan cinta. Bukan ampun.
Melainkan kutukan kuno yang menuntut darah keluarga itu satu per satu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon megga kaeng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 – Harga dari Kebangkitan

Kabut turun dari sela pepohonan seperti napas makhluk raksasa yang baru terbangun. Lingkaran simbol di tanah masih berpendar redup, berdenyut seirama dengan detak jantung Defit Karamoy. Setiap denyutan terasa seperti palu yang menghantam tulang dadanya bukan sakit, melainkan peringatan.

Lelaki tua berjubah kelabu itu berdiri di seberang lingkaran, kedua tangannya terangkat. Wajahnya kini tampak lebih letih, seolah ritual yang baru saja dimulai telah menggerogoti sisa hidupnya.

“Duduk,” perintahnya singkat.

Defit menelan ludah, lalu menuruti. Begitu ia duduk bersila di tengah lingkaran, simbol-simbol itu menyala lebih terang. Guratan hitam di kulitnya muncul sepenuhnya menjalar dari dada ke leher, lalu ke lengan. Rasanya seperti ribuan jarum menusuk dari dalam.

“Aaargh…!” Defit merunduk, giginya gemeletuk.

“Jangan melawan rasa sakitnya,” ujar lelaki tua itu tegas. “Jika kau menolaknya, darahmu akan mengamuk. Dan kau akan mati… atau lebih buruk.”

“Lebih buruk dari mati?” Defit tersenyum pahit di sela rasa perih. “Aku sudah mati berkali-kali… setiap kali aku dihina.”

Kalimat itu membuat lelaki tua terdiam sejenak. Hujan yang tersisa menetes perlahan, seolah ikut mendengarkan pengakuan yang tak pernah Defit ucapkan pada siapa pun.

“Kau tahu,” Defit melanjutkan dengan suara serak, “aku dulu percaya kesabaran itu cukup. Bahwa menunduk akan membuatku diterima. Tapi yang kudapat hanya tatapan jijik… bahkan dari istriku sendiri.”

Dadanya terasa sesak. Wajah istrinya terlintas diam, dingin, dan menjauh setiap kali keluarganya merendahkannya di depan banyak orang.

“Aku tidak marah padanya,” bisik Defit. “Aku hanya… kecewa. Karena aku sendirian.”

Simbol di tanah bergetar lebih keras, seolah emosinya memberi makan sesuatu yang kuno.

“Itulah harga pertama kebangkitanmu,” kata lelaki tua itu pelan. “Kesendirian total. Tak ada yang bisa berjalan bersamamu di jalan ini.”

Defit mengangkat kepala. Matanya memerah, bukan karena tangis, melainkan karena tekad yang terbakar.

“Kalau begitu,” katanya, “aku akan berjalan sendirian sampai akhir.”

Lelaki tua itu mengangguk. “Namaku Wuras,” katanya akhirnya. “Aku adalah penjaga sisa sumpah Karamoy. Dan tugasku hanya satu membangunkanmu… lalu menghilang.”

“Apa maksudmu?” jantung Defit mencelos.

Wuras tersenyum tipis, getir. “Darah yang bangun membutuhkan tumbal. Setiap kebangkitan besar… selalu menuntut sesuatu yang setara.”

Ia menghentakkan tongkatnya ke tanah.

Sekejap kemudian, bayangan-bayangan hitam yang sebelumnya hanya berdiri kini bergerak. Mereka merayap mendekat, membentuk lingkaran kedua di luar simbol.

Defit merasakan hawa dingin menusuk tulang.

“Itu… apa?” tanyanya lirih.

“Kesaksian,” jawab Wuras. “Arwah para pewaris yang gagal. Mereka ingin melihat apakah kau layak… atau akan bernasib sama.”

Napas Defit memburu. Di antara bayangan itu, ia melihat wajah-wajah samar ada yang menangis, ada yang menjerit, ada pula yang menatapnya penuh kebencian.

Salah satu dari mereka melangkah maju. Suaranya parau, seperti berasal dari sumur kering.

“Jika kau mundur sekarang, penderitaanmu akan berakhir…”

Defit menutup mata. Dalam kegelapan kelopak matanya, ia melihat kembali semua hinaan itu piring yang diletakkan kasar di depannya, tawa kecil yang menyertai setiap kegagalannya, dan kalimat yang paling menusuk:

“Kau tak pantas menyandang nama keluarga kami.”

Matanya terbuka.

“Aku tidak akan mundur,” ucapnya tegas. “Aku sudah terlalu lama hidup sebagai orang yang tidak pantas.”

Lingkaran simbol menyala menyilaukan. Bayangan-bayangan itu menjerit serempak, suara mereka memecah malam.

Wuras terbatuk keras. Darah mengalir dari sudut bibirnya.

“Bagus…” katanya terengah. “Sekarang… dengarkan baik-baik.”

Ia menunjuk dada Defit. “Kekuatanmu bukan anugerah. Ia adalah kutukan yang diwariskan. Setiap kali kau menggunakannya, sebagian kemanusiaanmu akan terkikis.”

Defit menatap tangannya sendiri yang bergetar.

“Suatu hari,” lanjut Wuras lirih, “kau akan dihadapkan pada pilihan menjadi monster yang ditakuti dunia… atau manusia lemah yang diinjak.”

Defit mengepalkan tinju. “Jika dunia hanya menghargai kekuatan,” katanya pelan namun penuh amarah, “maka aku akan menjadi mimpi buruknya.”

Wuras tertawa kecil, lalu terhuyung. Tubuhnya mulai memudar, seperti kabut tersapu angin.

“Wuras!” Defit bangkit. “Jangan pergi! Aku masih”

“Tugasku selesai,” potongnya lembut. “Mulai sekarang, musuhmu bukan hanya mereka yang menghina… tapi juga dirimu sendiri.”

Dengan kata-kata itu, Wuras lenyap sepenuhnya. Lingkaran simbol padam. Hutan kembali sunyi terlalu sunyi.

Defit berdiri sendirian di tengah tanah basah. Tidak ada lagi bayangan. Tidak ada lagi suara.

Namun di dadanya, sesuatu telah berubah selamanya.

Di kejauhan, dari arah desa keluarga istrinya, lonceng malam berdentang satu kali.

Defit menoleh perlahan. Senyumnya tipis, dingin.

“Sepertinya,” gumamnya, “harga kebangkitanku baru saja ditagih.”

Dan tanpa ia sadari, di balik pepohonan, sepasang mata merah menyala mengamatinya

menunggu saat Defit Karamoy melangkah ke dunia…

sebagai sesuatu yang tak bisa lagi disebut manusia.

1
kurnia
up thor
grandi
awal yang menarik semoga,
terus menarik ceritanya 👍
megga kaeng: trimakasih🙏
total 1 replies
grandi
jangan gantung ya thor🙏
megga kaeng: siap🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!