NovelToon NovelToon
Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Tamat / System / Militer
Popularitas:5.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Dyoka

Seno adalah seorang anak petani yang berkuliah di Kota. Ketika sudah di semester akhir, ia menerima kabar buruk. Kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan bus.

Sebagai satu-satunya laki-laki di keluarganya, Seno lebih memilih menghentikan pendidikannya untuk mencari nafkah. Ia masih memiliki dua orang adik yang bersekolah dan membutuhkan biaya banyak.

Karena dirinya tidak memiliki ijasah, Seno tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji tinggi. Mengandalkan ijasah SMA-nya pun tidak jauh berbeda. Maka dari itu, Seno lebih memilih mengelola lahan yang ditinggalkan mendiang kedua orang tuanya.

Ketika Seno mulai menggarap ladang mereka, sebuah kejutan menantinya.

----

“Apa ini satu buah wortel dihargai tujuh puluh ribu.” Ucap seorang warganet.

“Mahal sekali, melon saja harga lima puluh ribu per gramnya. Ini bukan niat jualan namanya tapi merampok.” Ucap warganet yang lainnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyoka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PH 20 Asisten Dalam Berkebun (Revisi)

Setelah mengirim wortel itu kepada pemilik akun dengan nama Sultan Baru, Seno tidak langsung memasang wortel baru untuk di lelang. Meskipun ia memiliki stok yang cukup banyak untuk hal itu, tetapi Seno memilih menunggu.

Seno ingin wortel-wortel itu sampai di tangan pembeli terlebih dahulu. Jika Sultan Baru sudah mencoba wortel miliknya, maka ketika Seno memasang wortel baru untuk dilelang lagi, Sultan Baru akan menjadi orang pertama yang menaikkan harga dari wortelnya.

Tiga hari berlalu begitu saja. Selama tiga hari ini, Seno hanya berkegiatan di rumah saja. Sebelum matahari muncul, laki-laki itu akan berolahraga. Berlari, push up, sit up, dan lombat tali. Ketika matahari sudah muncul ia akan meberi makan kelinci miliknya dan menyirami tanaman yang ada di sana.

Lalu pada jam sepuluh pagi, Seno akan mempersiapkan sayuran yang akan ia kirim pada sore hari. Setelah mengirim sayuran, Seno biasanya akan melakukan latihan kelincahannya dia karung-karung yang ia gantung.

Setelah berusaha tanpa lelah selama tiga hari ini, pada akhirnya Seno berhasil melewati karung ketiga. Meski begitu, Seno tidak langsung mencoba menggerakkan empat karung pasir sekaligus. Ia masih butuh membiasakan dirinya dengan ketiga karungitu sebelum menambah karung baru.

Setelah memberi makan kelima kelinci itu dengan lebih dari lima wortel khusus, Seno belum mendapatkan kejutan yang dibilang oleh sistem. Oleh karena itu, Seno tidak lagi menggubris kelima kelinci tersebut. Meski begitu, Seno tetap memberi mereka dengan wortel khsusus miliknya.

[Brokoli penuh vitamin dan mineral]

[Ditanam dengan penuh cinta oleh seorang petani muda]

[Katanya bisa menambah kekebalan tubuh]

[EXP +12]

[Poin tanam +600]

Itu adalah penjelasan yang terlihat di mata Seno setelah memanen brokoli khusus miliknya. “Hem.. menambah kekebalan tubuh ya? Ini berarti, setelah aku makan sayur ini kemungkinan aku akan jadi lebih sehat dah tidak mudah sakit.”

“Lebih baik aku ambil dua buah saja, sisanya akan aku berikan kepada kedua adikku.” Gumam Seno.

Jumlah brokolinya yang sedikit membuat Seno tidak bisa menikmati brokoli itu dalam jumlah banyak. Ia hanya memiliki sepuluh. Itu pun dari hadiah yang diberikan oleh sistem. Masih butuh waktu beberapa minggu untuk Seno bisa menanam brokoli secara bebas di kebunnya.

Seno kemudian melanjutkan panen sayuran di kebun miliknya. Besok dirinya akan mengikuti bazaar yang akan diselenggarakan di kampus Dina, dan kentang-kentang ini adalah menu utama yang akan ia jual besok.

Selama tiga hari ini, Seno sudah memikirkan olahan kentang apa yang akan ia jual. Pada akhirnya, Seno akan membuat perkedel kentang. Ukuran perkedel yang tidak terlalu besar. Jadi, itu membuat Seno mudah untuk mengira-ngira ukuran satu perkedel sama dengan seper sepuluh kentang.

Untuk memasak perkedel itu, Seno sudah menyewa sebuah warung di kota H. Seno ingin mereka memasakkan perkedel kentang itu untuk dirinya. Jadi, pekerjaan Seno besok tidak akan terlalu merepotkan.

Ia tinggal menggoreng perkedel itu dan menjualnya ke pelanggan. Meski Seno perlu mengeluarkan uang untuk halini, itu tidak menjadi masalah besar untuknya.

“Panel Sistem”

[Host : Seno Eko Mulyadi (23)]

[Kekuatan : 7 (Manusia Dewasa : 10)]

[Stamina : 5 +4 (Manusia Dewasa : 10)]

[Luas lahan : 800 m2 (+700 m2)]

[Level kebun : 2 (1000/1000)]

[Poin tanam yang dibutuhkan untuk naik level : 5.000.000]

[Poin tanam : 1.284.000]

[Penyimpanan Sistem : 15 slot (10/15)]

[Misi : - Ajak orang untuk mengkonsumsi 50 kentang mengenyangkan (0/50)]

[Toko sistem : - Bukan Pupuk Biasa : 100 poin tanam

Wortel dengan penuh Vitamin A : 50 poin tanam

Kentang mengenyangkan : 100 poin tanam]

“Okelah aku sudah bertempur dengan kentang-kentang ini.” Gumam Seno penuh semangat.

“Tetapi, sebelum aku membeli beberapa peralatan untuk besok, aku masih perlu menanam sayuran baru lagi.”

Seno sudah memiliki kentang yang cukup banyak. Karena dia memiliki sedikit rasa tidak suka terhadap sayuran itu, Seno ingin memfokuskan kebunnya dengan wortel khusus miliknya.

Ketika Seno berjongkok berniat menanam benih wortel, lima ekor kelinci tiba-tiba bergerak dan berkrumun di lahan yang akan ia tanami. Saat ini Seno sedang berada di kebun miliknya yang ada di dimensi lain. Jadi, kelima kelinci ini adalah kelinci yang sudah ia beri makan dengan wortel khusus.

“Eh, ada apa kalian berkerumun di sini. Sana pergi. Aku mau menanami petak ini dengan sayuran baru. Jadi jangan mengangguku.” Ucap Seno kepada kelima kelinci tersebut.

Meski begitu, kelima kelinci tersebut tidak juga berpindah dari tempat mereka sekarang. Mereka tetap saja berada di lahan yang akan Seno tanami. Bahkan saat ini mereka mulai menggali tanah di petak yang ia tanami itu.

Jika begini, yang bisa Seno lakukan hanyalah mengeluarkan lima wortel khusus dari penyimpanan sistem miliknya. Ia lalu melemparkannya ke sudut.

Biasanya jika dirinya melakukan hal ini, kelima kelinci tersebut akan berlari dan mengejar wortel-wortel tersebut. Tetapi sekarang tidak. Kelinci-kelinci itu masih saja berada di depannya dan menggali tanah.

“Eh kenapa kalian bersikap aneh sekarang?”

Seno lalu memperhatikan lagi apa yang kelima kelinci itu lakukan. Lubang yang dibuat oleh kelinci-kelinci itu bukan sembarang lubang. Kedalaman dan jarah antar satu lubang dengan lubang yang lain cukup seragam. Itu sama seperti lubang yang Seno persiapkan untuk menanam sayurannya.

Apalagi, kelima kelinci itu setelah selesai membuat satu lubang, mereka membuat lubang yang lain. Hal ini membuat Seno mengingat perkataan sistem yang menyatakan bahwa ia akan mendapatkan sebuah kejutan jika memberi makan kelinci-kelinci tersebut dengan sayuran khusus.

“Eh sistem, apakah ini kejutan yang Kamu katakan? Asistem dalam bercocok tanam?” Tanya Seno meastikan.

[Itu benar sekali Host]

[Sayuran khusus itu dapat meningkatkan kecerdasan dari hewan-hewan yang mengkonsumsinya]

[Jadi, Host bisa mempekerjakan hewan-hewan tersebut sebagai asistenmu dalam bertani]

[Tetapi, kemampuan baru yang dimiliki oleh hewan yang mengkonsumsi sayuran khusus tidak hanya itu saja Host]

[Host perlu menemukan sendiri kemampuan apa yang mereka miliki]

“Hahaha.” Seno tertawa cukup keras setelah mendengar pemberitahuan dari sistem.

“Aku kira aku akan mengurusi semua kebun ini sendirian. Tetapi ternyata tidak. Aku bisa memperkerjakan asisten untuk membantuku dalam mengelolah kebun ini. Tidak semua manusia bisa dipercaya, jika begitu hewan pun bisa menjadi asisten. Hahaha.”

Rahasia sistem tetap aman dan pekerjaan Seno sedikit lebih ringan dengan adanya asisten ini. Bukankah itu bagus? Apalagi Seno tidak perlu menggaji mereka. Cukup memberi mereka makan sayuran khusus.

Tetapi, jika dipikir-pikir, membayar kelinci-kelinci itu dengan sayuran khusus jauh lebih mahal daripada mengganji manusia. Dalam sehari kelinci-kelinci itu mengkonsumsi tiga buah wortel.

Itu berarti Seno menggaji mereka dua ratus sepuluh ribu, jika memakai harga wortel yang Miranda tetapkan. Itu jauh lebih mahal dari gaji buruh serabutan yang tidak sampai seratus ribu dalam sehari.

“Itu terlihat lebih mahal memang. Tetapi tetap saja aku tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk menggaji mereka.”

Langsung saja Seno memberikan benih dan pupuk ke setiap lubang yang sudah dibuat oleh kelinci-kelincinya. Ketika menyelesaikan satu petak lahan, Seno bisa merasakan perbedaan waktu yangia butuhkan jika menanam semuanya sendiri dengan bantuan para kelinci.

“Kerja kalian cukup bagus. Jika begini, aku akan meningkatkan jatah wortel kalian menjadi dua buah tiap kali makan.”

Mendengar ucapan Seno, kelima kelinci itu bertambah semangat menyelesaikan tugas mereka. Mereka menggali lebih cepat daripada biasanya. Melihat hal itu Seno hanya tertawa.

[PT Bank Rakyat Nusantara]

[Informasi Saldo]

[Rp 109.573.290,-]

“Eh saldo milikku sudah lebih dari seratus juta?”

Memang Seno tidak terlalu mengecek jumlah saldo miliknya. Sehari-hari, ia mengandalkan uang tunai yang ia dapatkan dari berjualan sayuran. Jadi, Seno tidak mengecek uang yang ada di saldo miliknya.

“Jika tidak salah, aku baru lima belas harian memiliki sistem, dan ini adalah yang aku dapatkan dari hasil berjualan sayuran? Ini banyak sekali.”

Pelanggan setia sayuran khusus darinya saat ini hanya Miranda dan keluarganya. Jadi, uang sebanyak itu Seno dapatkan dari keluarga Miranda. Saat ini saja, masih ada lima ribu lebih wortel khusus di penyimpanan sistem miliknya.

Lalu, uang yang ia dapatkan dari lelang belum juga masuk. Jika tidak salah, hari ini wortel miliknya itu sampai di tangan Sultan Baru. Setelah Sultan Baru mengkonfirmasi wortel yang ia kirimkan, barulah uang tersebut akan masuk ke dalam rekeningnya.

Ini berarti, saldo tabungan milik Seno sudah mencapai seratus dua puluh juta lebih. Itu adalah nominal tabungan terbanyak yang Seno miliki di rekeningnya.

Jika Seno bisa melelang lebih banyak sayur khusus lagi, maka pendapatan yang Seno dapatkan akan lebih banyak lagi dari ini. Ratusan juta pun bisa Seno dapatkan dari wortel-wortel khusus itu.

“Aku tidak menyangka, aku yang sebelumnya berpikir akan bekerja keras dibawah terik mentari hanya demi beberapa juta dalam sebulannya, sekarang bisa memiliki penghasilan ratusan juta seperti ini. Takdir memang tidak banyak yang tahu perputarannya.” Gumam Seno dalam hati.

1
Eda Eda
👍
Sampah Satu
semangaaat
Anonymous
Cerita konyolnya ini…mana ada dizaman hukum sudah berjalan orang bisa berbuat seenaknya….dasar author kotor otaknya….
Anonymous
Author begho taiklah….bikin cerita kok kek gini dasar
Sampah Satu: bagus kok ceritanya. ada bagian realistisnya
total 1 replies
acid
lagi dan lagi.. kalimat yang paling kubenci...
Go Anang
Luar biasa
Khasna
sayangnya cuma Seno yang bisa mengalahkan inti dimensi itu.....🤭🤭
Pi Man
alah rj banyak bacot
Pi Man
alah bacot kau yuce
Pi Man
author peak atau gimana sih , ya kali kekuatan segitu gitu aja , padahal udh beberapa kali dapat poin kekuatan
Pi Man
jual lah brokoli ke militer
Pi Man
kalah sama kangkung wkwkwk
Khasna
siap² aja jadi tawanan 🤣🤣
Khasna
🤣🤣🤣 kecebong yang meresahkan...
Khasna
perjuangan Seno untuk calon keluarga SenDiRa (Seno Dina miRanda) 💪💪🥰🥰
S.NK.W❇️
bukannya kebun sama lebahnya level 7??....
Travel Diaryska
udah bagus2 cewe nya 1 dina aja, malah ditambahin mira hadehh
Elok Fauziah
Aduh ceroboh seno
Elok Fauziah
sebesar kalkun mungkin atau bahkan sebesar burung unta
Jai Nuri
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!