NovelToon NovelToon
Reinvent Of Love

Reinvent Of Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Perjodohan / Tamat
Popularitas:177.3k
Nilai: 5
Nama Author: _Crhysalis_

⚠️Bijak Memilih bacaan!


DIBACA AJA DULU, KALI AJA SUKA😉

Karena sebuah janji yang terlanjur Salwa dan Arga sanggupi dihadapan Salma yang tengah kritis. Salwa si gadis manis dan penurut yang baru saja lulus kuliah di salah satu universitas di luar kota, pada akhirnya harus menerima takdirnya yakni menikah dengan Arga, laki-laki yang tidak lain adalah kekasih kakaknya sendiri. Mampukah Salwa menjalani kehidupannya bersama Arga sang flamboyan yang menyimpan sejuta teka-teki di dalam hidupnya.

Akankah cinta bersemi diantara keduanya? Ataukah justru perpisahan yang pada akhirnya mereka pilih?

ー Chrysalis
Follow my instagram @chrysalisha98

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon _Crhysalis_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps. 19

Setibanya di ruang makan, Arga langsung memuji kalau masakan mertuanya itu kelihatan sangat menggugah selera. "Tadi cuma kecium aromanya aja udah kebanyang gimana enaknya, sekarang lihat langsung jadi makin ngiler." Arga terlihat tidak sabar menyantap masakan mertuanya tersebut, seakan air liurnya sudah berada diujung lidah.

"Salwa, sendokin makanan buat suami kamu atuh, kok malah diem aja."

"Eh iya Ma, maaf Salwa lupa." Maklum, Salwa memang belum paham cara melayani suaminya di meja makan. Terlebih dirinya dan Arga memang sekalipun belum pernah makan bersama di meja yang sama, malah baru kali ini mereka makan bersama. Alhasil Salwa pun jadi kagok kalau harus diminta melayani suamimya seperti mengambilkan nasi, atau sekedar menawarinya mau makan apa? Salwa menyendokan nasi yang masih hangat itu dan memberikannya pada Arga. Dan yang pasti iya mengambilkan sup iga yang sudah dimasak oleh Mama Rania.

"Ini," Salwa meletakan semangkuk sop iga di hadapan Arga.

Semuanya tampak menghadap makanannya masing-masing. Rasanya Arga benar-benar sudah tidak sabar ingin menyantap sup iga hangat dihadapannya itu. Tapi dirinya sadar, sebagai yang lebih muda Arga harus mendahulukan kedua mertuanya dahulu. Terlebih dia adalah tuan rumah yang mana tugasnya melayani.

"Arga, kalau kamu emang udah laper banget kamu boleh kok makan duluan," ucap Rania kepada Arga.

"Huh? Seriusan?" Arga menatap kedua mertuanya.

"Iya," kata Ramdani mengiyakan.

Tanpa banyak kata Arga langsung menyantap semangkuk sup iga dihadapannya itu dengan lahap. Sampai-sampai, Salwa yang duduk disebelahnya saja kaget melihat cara Arga makan. Si Arga baru pertama kali makan sup iga apa gimana sih?

"Enak ya Arga?" celetuk mama Rania melihat betapa lahap menantunya itu memakan masakannya.

"ーHum, iya enak banget Ma, parah!" Arga terus makan dengan lahap sampai tau-tau hanya tersisa sedikit di mangkuknya.

"Kalau kurang, nambah aja lagi." ujar Ramdani pada Arga.

"Oke Pa, ini baru mau nambah." Ternyata benar Arga ingin nambah, buktinya sup di mangkuknya saja sudah kosong. Salwa pun berinisiatif untuk menyendokkan semangkuk sup itu lagi untuk Arga.

"Kamu jarang makan sup iga ya?" tanya Salwa penasaran melihat Arga yang sampai nambah lagi.

"Bukan jarang, tapi hampir nggak pernah makan sup iga yang seenak ini!" Seru Arga yang kemudian lanjut makan.

"Nah! Kalau gitu, nanti biar Salwa aja yang sering masakin sup iga buat kamu."

"Mama...," Salwa menatap sang mama seolah memprotes.

"Kenapa? Bener kan yang Mama bilang."

"Betul, Salwa kamu harus sering masakin Arga ya," imbuh Papa.

"Tapi aku kan nggak sejago Mama Pa,"

"Yang nggak apa-apa, lagipula masakan kamu juga nggak kalah enak kok dari masakan mama, Iya kan Ma?" Rania mengangguk mengiyakan pernyataan suaminya itu. "Bener yang papa bilang, kamu harus sering masakin Arga. Kalau takut nggak enak kan kamu bisa nanya resepnya sama Mama."

Kalau sudah begini Salwa pun hanya bisa diam dan mengiyakan ucapan kedua orang tuanya itu. "Iya Ma..."

"Oh iya Arga, ngomong-ngomong orang tua kamu sebenernya dimana sih. Waktu kamu masih sama Salma sampe sekarang nikah sama Salwa, Mama kok nggak pernah lihat ya?"

Ditanya soal kedua orang tuanya, Arga pun langsung berhenti makan. "Emー sebenernyaー Arga itu udah hampir tiga tahun nggak tinggal bareng mereka Ma."

"Loh kenapa? Terus, orang tua kamu ada dimana sekarang?" Cetus papa Ramdani yang sepertinya juga kepo soal orang tua Arga. Salwa sendiri juga jadi dibuat kepo tentang orang tua Arga. Salwa jadi berpikir, apakah orang tua Arga tahu kalau anaknya sudah menikah?

"Kalau Papa sama Mama, udah hampir dua tahun menetap di Kuala Lumpur."

Oh... Jadi orang tuanya si Arga diluar negeri, pantes aja dia disini hidup suka-suka dan semau dia.

"Soalnya disana Papa juga ada bisnis, dan kebetulan adik perempuan Arga sekolah disana juga. Jadi Mama sama Papa mutusin buat tinggal disana sekalian nemenin adik yang juga sekolah di sana."

"Adik kamu kuliah?"

"Iya Pa, adik Arga kuliah di monash university jurusan farmasi."

"Wow, keren ya adikmu," puji Ramdani.

"Makasih Pa," Arga terlihat sungkan.

"Tapi... Mama jadi penasaran, di luar negeri apa keluarga kamu tau kalau kamu udah menikah sama Salwa?"

Seketika Arga dibuat terkejut dengan pertanyaan Mama Rania. Duh ini dia nih yang gue takutin, pertanyaan kayak gini. Gimana mau mereka tau, gue aja sama keluarga gue hampir nggak ada komunikasi hampir tiga tahun.

"Arga?"

"Oh iya Ma, ーum kalo soal itu, Arga udah kasih tau orang tua Arga kok." Arga mengatupkan bibirnya menutupi rasa akward-nya. Salwa yang berada disebelah Arga melihat gelagat Arga seperti sedang menutupi sesuatu. Arga kok kayak nggak nyaman gitu ya bahas orangtuanya, apa ada yang dia sembunyiin?

"Okey... kalau begitu, boleh nggak Mama minta nomor mama atau papa kamu?"

"Huh?" Arga seketika langsung jadi gelagapan dan sorot matanya pun berubah gelisah. Duh mampus gue! Gue kan udah lama hapus kontak nyokap sama bokap, sial! Gua harus g**imana nih? "Nomor mama ituー kosongー"

"Pyar..." Terdengar suara mangkuk jatuh pecah, "Aduh maaf ya semuanya, papa nggak sengaja nyenggol mangkuknya jadi jatoh." Ternyata suara papa menjatuhkan mangkuk. "Kalau gitu, biar papa ambil sapuー"

"Udah nggak usah Pa, biar Salwa aja yang beresin pecahannya. Mending papa ke kamar mandi buat bersihin celana papa yang kena kuah sup." Salwa menoleh menatap Arga dan menggerakan bola matanya, mengkode Arga untuk pergi mengambilkan celananya untuk salinan papa.

"Ohー kalau begitu biar Arga ambil celana Arga dulu ya buat ganti celana papa yang kotor." Arga pun langsung beranjak mengambil celana di kamarnya. Sementara Papa ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Salwa mengehela napas lega. "Untung aja."

"Untung aja apa?"

"Mama?"

"Kok kamu kaget? Emang untung aja apa?"

"Maksudnyaー untung aja ada Arga yang bisa diandalin buat kasih salinan celana ke Papa."

"Oh...." Rania mengangguk paham.

"Oh iya kalau gitu, Salwa mau ambil sapu sama kain pel dulu ya Ma, buat bersihin ini."

"Yah, padahal baru aku mau ngulik tentang orang tuanya Arga," Gumam Rania sambil memunguti pecahan-pecahan mangkuk. yang berserakan.

~~

Setelah selesai makan siang dan Ramdani berganti celana. Salwa dan Arga pun mengantar kedua orang tua Salwa itu ke depan pintu.

"Sebelumnya papa minta maaf ya, gara-gara papa makan siangnya jadi berakhir kacau."

"Nggak apa-apa kok Pa, santai aja...," ujar Arga yang tiba-tiba merangkul pundak Salwa.

"Kalau begitu, Mama sama Papa pulang dulu ya. Lain kali kalian mampir juga ke rumah kita. Jangan sibuk kerja terus, terutama kamu Arga. Inget, keluarga itu nomor satu."

"Iya Ma, Arga akan coba sempetin banyak waktu."

"Kamu juga Salwa, sering-sering perhatiin kebutuhan suamimu."

"Iya Mamaku yang cantik."

"Yasudah kalau gitu kami pulang dulu ya. Kalian berdua jaga kesehatan, dan cepet kasih cucu buat papa sama mama, oke!"

"Oke Pa siap!" sahut Arga yang sampai membuat Salwa kaget mendengarnya.

"Oke papa sama mama pamit pulang."

"Bye Papa dan Mama..." ucap Arga lalu menutup pintu apartemenya.

"Ehem!" Salwa menatap arga.

"Dih kenapa?"

Salwa melirik tangan Arga yang masih merangkul pundak istrinya itu. "Oh sorry lupa!" Arga langsung melepaskan rangkulannya itu dari pundak Salwa dan kemudian melenggang pergi.

🌹🌹🌹

Baca Novelku yang lain juga ya judulnya :

>>LOVE PETAL FALLS (udah tamat)

Hai... jangan lupa like, comment, votenya ya...

Dan follow juga IG aku @chrysalisha98 Thank You 🙏

1
Mamah Asep
balas Salwa cariin pacar beneran jangan mau di bodoin bego lu
Miss Tiya😊
Luar biasa
me mira
lamaaa aja.. nungguin kaan😂😂😂
Zey ✨️
follback
Sri Wahyuni
semangat selalu author..kutunggu selalu karyamu
nana
semangat thor...
Sri Wahyuni
maaf author jgn lama2 up nya keburu lupa jalan ceritanya
gemini_20
laki kok lembek gt sich,blg udan punya bini ape susahnya..
salwa tinggalin laki kaya tuh,ga tegas,plin plan..
Sri Wahyuni
semangat selalu author..sdh kukirim like juga bunga
(?)
I want to join the chat group, pls
Sri Wahyuni
semangat selalu author
Sri Wahyuni
sdh kukirim like komen dan setangkai bunga mawar utk author biar semangat selalu
IG : @chrysalis_17: terima kasih hari ini up satu lagi, ditunggu ya
total 1 replies
Ajeng Ugha Ira
kirain gk lnjut cerita nya kak,, pas liat liat eh ad lagi asikkk ..soalny lma hilangnya untung masih ksimpen d favorit
Sri Wahyuni
akhir up juga sdh lama kutunggu sampai hampir lupa ceritanya ...sdh kukirim like komen dan juga bunga biar author semangat selalu
Fitriani Fitriani
paling mayang mau ngejebak kasi obat perangsang,trus di foto buat ancaman,kayaknya bgtu
Chandryan Maulana
di tunggu nih kelanjutannya
Ajeng Ugha Ira
kak koc lama gk up 😭😭
RN
5 like 5 rate favorite hadir feedback totok pembangkit saling dukung
Ajeng Ugha Ira
makSih kak bsk double up lgi ya kak ,, semangatt 🥰💪🙏🏻✌️
Ajeng Ugha Ira
kak jngn lama lama dunk kak up nya 😭😭
Ajeng Ugha Ira: siap kak setia menanti like selalu nempel
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!