NovelToon NovelToon
Anak Kembar Sang Milyarder

Anak Kembar Sang Milyarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil
Popularitas:23k
Nilai: 5
Nama Author: Ika Dw

"Kau benar-benar anak tidak tahu diuntung! Bisa-bisanya kau mengandung anak yang tak jelas siapa ayah biologisnya. Sejak saat ini kau bukan lagi bagian dari keluarga ini! Pergilah dari kehidupan kami!"

Liana Adelia, harus menelan kepahitan saat diusir oleh keluarganya sendiri. Ia tak menyangka kecerobohannya satu malam bisa mendatangkan petaka bagi dirinya sendiri. Tak ingin aibnya diketahui oleh masyarakat luas, pihak keluarga dengan tega langsung mengusirnya.

Bagaimana kehidupan Liana setelah terusir dari rumah? Mungkinkah dia masih bisa bertahan hidup dengan segala kekurangannya?

Yuk simak kisahnya hanya tersedia di Noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Dw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33. Tentang Daddy

"Mommy, apa benar om Reynan itu Daddy kamu?"

Kenzie tiba-tiba mengejutkannya. Seharian dia diam tidak seperti biasanya. Ternyata dia tengah memikirkan Reynan yang diyakini sebagai ayah kandungnya. Bukan hal yang mudah untuk memberinya penjelasan, ia sudah terlanjur mengatakan bahwa ayahnya sudah meninggal semenjak mereka berada di dalam kandungan.

"Kamu tahu darimana kalau om Reynan itu Daddy kalian?" tak memberinya jawaban, Liana malah balik bertanya padanya.

"Aku dengar dari om Reynan sendiri. Kemarin saat berantem di mall dia bilang kalau kami ini anak kandungnya. Apa benar begitu mom?"

Liana terdiam sesaat. Ia bingung, haruskah ia jujur memberinya penjelasan mengenai pria itu?

"Mommy kok bengong sih! Aku lagi nanya sama mommy. Apa benar om Reynan itu Daddy kami?"

"Bukan! Dia orang yang mengaku-ngaku sebagai Daddy kita, Kenzie! Daddy kita itu sudah meninggal! Kau harus tahu itu. Jangan mengklime orang asing sebagai Daddy kita. Tanpa Daddy kita masih bisa bertahan hidup, kita nggak butuh Daddy, Kenzie!"

Kenzie mendengus. "Kok kamu gitu sih bang! Kalau misalnya om Reynan bukan Daddy kita lalu ngapain dia sering main ke sini. Bahkan dia belikan kita mainan dan juga pakaian. Aku yakin sekali kalau om Reynan itu Daddy kita. Abang nggak boleh membencinya! Dosa benci orang tua sendiri bang!"

Kenzie tak ingin kembarannya membenci Reynan. Kalau benar Reynan ayah kandungnya tentu ia sangat bersyukur, setidaknya ia masih diberi kesempatan untuk bisa berkumpul bersama.

"Halah! Kau itu sok-sokan ceramahin aku. Lantas kalau orang tua ninggalin anaknya tanpa adanya rasa bersalah apa itu nggak dosa? Aku nggak peduli dia itu orang tua kita ataupun bukan. Sejak kecil kita tidak pernah ditemani sosok ayah. Jadi kurasa kita tak butuh kehadirannya!"

Dengan cepat Kenzie menyahutnya. "Tapi aku butuh kehadirannya bang!" Kenzie mati-matian membela Reynan. Dia paling tidak suka ada orang lain menganggap pria itu begitu buruk, karena di matanya sosok Reynan sangatlah baik dan bijaksana. Memang pada dasarnya Kenzo tidak begitu respek kepada Reynan, seolah-olah dia memiliki dendam kesumat padanya.

"Sudah, kalian hentikan!" Liana langsung menangani perdebatan mereka. "Kalian itu kenapa sih, berisik banget! Mommy nggak suka kalau kalian nggak rukun gitu."

"Ya makanya mommy jawab! Apa benar om Reynan itu Daddy kami? Aku nggak minta apa-apa kok mom! Aku cuma minta Mommy jujur," bantah Kenzie.

Liana menghela nafas dengan memandangi wajah anak-anaknya. Ia berpikir sangatlah jahat jika sampai menyembunyikan kebenarannya, mereka  memang butuh sosok ayah, dan ia sendiri juga tidak mampu memenuhi kebutuhan mereka, namun di sisi lain ia juga tidak ingin hak asuhnya akan diambil alih oleh Reynan.

"Sayang, kemarilah. Ayo duduk di sebelah mommy," pintanya dengan menepuk kursi kayu yang ada di ruang tamu.

Dua bocah itu mengikutinya dan mengambil posisi bersebelahan. "Ada apa mom?" tanya Kenzie.

"Mommy mau jelasin sesuatu, tapi janji, kalian nggak boleh marah sama mommy."

Dua bocah itu saling bertatapan dengan alis tertaut. "Jelasin sesuatu? Tentang apa mom?" tanya Kenzo.

"Ini tentang Daddy kalian."

Kenzo mendengus. "Nggak perlu dijelasin mom! Kan udah berkali-kali mommy bilang kalau Daddy udah meninggal. Bosan kan harus diomongin terus. Mendingan fokus mikirin masa depan daripada mikirin bangkai yang tak bernyawa."

Kenzo tak mau ribet urusan ayah. Ia percaya sesuatu yang sudah hilang tak akan mungkin bisa kembali lagi. Ia menganggap ayahnya sudah tiada, sudah pasti tidak akan ada lagi sosok ayah di kehidupannya. Ia juga tidak ingin digantikan oleh pria manapun.

"Abang nggak boleh gitu. Mommy kan belum jelasin. Kalau misalnya Daddy masih hidup gimana? Apa Abang nggak mau mengakuinya?" Kenzie langsung memberinya teguran. Bocah itu berharap masih bisa bertemu dengan ayahnya. Dia benar-benar merindukan sosok ayah di kehidupannya.

"Kau pikir orang yang sudah meninggal bakalan balik menemui kita? Itu sudah tidak mungkin Kenzie! Mommy sendiri yang bilang kalau Daddy sudah meninggal, itu artinya kita udah nggak punya Daddy. Kamu harus bisa menerima kenyataan! Jika memang dia masih hidup, kenapa nggak mau ikut ngurus kita? Kenapa dia juga nggak mau bertanggungjawab memenuhi kebutuhan kita. Aku nggak suka punya orang tua yang egois, lebih mementingkan dirinya sendiri dibandingkan kehidupan anak-anaknya."

Liana memijit pangkal hidungnya yang berdenyut. Belum juga memberi penjelasan, tapi sudah keburu ribut duluan. Bagaimana ia bisa menyikapi dua anaknya yang memiliki pendapat yang berbeda? Di sisi lain Kenzie sangat berharap bisa bertemu dengan ayah kandungnya, tapi Kenzo malah sebaliknya, dia selalu menganggap ayah kandungnya sudah tiada. Ini bukan kesalahan mereka, tapi ia lah yang bersalah, terburu-buru memberinya penjelasan mengenai kematian ayah mereka.

"Sayang, kalau misalnya Daddy kalian masih hidup apa yang akan kalian lakukan? Menerimanya, atau malah membencinya?" tanya Liana.

"Memangnya Daddy masih hidup mom?" tanya mereka serempak.

"Ya kan tadi mommy bilang misalnya. Kalian belum jawab. Jawab dulu pertanyaan mommy."

Kenzo mendengus. "Kalau aku sih lebih baik nggak punya Daddy. Toh selama ini kita hidup bertiga tanpa ada Daddy yang menemani. Kita nggak butuh Daddy mom," jawab Kenzo.

"Kau aja yang nggak butuh bang! Kalau aku butuh banget. Mommy selama ini sudah bekerja keras sendirian. Memangnya abang nggak kasihan sama mommy? Aku ingin punya Daddy biar mommy ada yang bantuin. Dengan kita memiliki Daddy pekerjaan mommy akan menjadi lebih ringan," bantah Kenzie.

"Tapi selama ini mommy bisa bekerja sendirian kan?"

"Iya, mommy memang bisa bekerja sendirian, tapi mommy juga manusia bang! Dia bisa lelah. Ayolah bang! Jangan keras kepala seperti ini, apa salahnya kalau kita punya Daddy baru. Apalagi Daddynya kayak om Reynan, udah kaya nggak pelit dan sayang sama kita."

Liana geleng-geleng kepala. Andai saja Reynan tahu kejadian pagi ini entah apa yang akan dilakukannya? Satu anaknya meyakini ingin memilikinya, tapi satunya lagi malah masa bodoh tak ingin berurusan dengannya. Sungguh membuatnya darah tinggi.

"Yaudah terserah kamu aja! Dari tadi muji muji orang itu mulu! Kalau perlu ikut saja sama dia. Mungkin kalau kamu ikut sama dia kehidupanmu bakalan berubah. Kamu bakalan cepet kaya, semua yang kau inginkan bakalan terturuti. Aku di sini aja sama mommy. Biar aja miskin hidup berdua. Nanti kalau aku sudah besar aku juga bakalan berjuang keras untuk membantu mommy agar mommy tak capek bekerja."

Kenzie menaikkan ujung bibirnya meledek. "Nunggu kamu dewasa mommy udah ubanan. Sekarang umur kita masih lima tahun, kalau menunggu kita dewasa butuh waktu dua puluh tahun lagi, apa waktu selama itu nggak buat mommy tua? Jangan egois kamu bang! Aku yakin kok, sebenarnya mommy juga butuh pendamping!"

1
Dwi Agustin N Muftie
lah padahal kan tdi sudah ngobrol sama Dion. sengaja ya
Dwi Agustin N Muftie
nah kan akhirnya kepleset juga. Antra nama Dion dan doni😄😄
Ryn
lanjut thor
Anita Rahayu
buat karina dan suami kena karma😈😈😈😈
Ryn
lanjut thor
Evi Lusiana
reinan bosmu itu,ayah dr anak²mu ana
tia
dobel up thor
tia
udah gk sabar siapa ayah dari si kembar
tia
lanjut thor jgn digantung 🤭
tia
lanjut thor
Ika Dw: oke...
total 1 replies
tia
ada kemungkinan liana tidur dgn rey,,, semangat thor
tia
lanjut thor
Ika Dw: siap👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!