Valentine dan Valerie, si Twins V, telah tumbuh menjadi dua wanita dewasa dengan kepribadian unik yang selalu membuat orang-orang di sekitar mereka geleng-geleng kepala. Kepolosan, keberanian, dan cara berpikir mereka yang di luar nalar kerap menghadirkan tawa sekaligus kekacauan, terutama bagi kedua orang tua mereka.
Di tengah candaan tentang keinginan cepat menikah, mimpi-mimpi aneh, dan celetukan tak terduga, Twins V terus membawa kejutan baru. Lalu, keseruan dan kekacauan apa lagi yang akan mereka ciptakan selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perhitungan
Kiki yang terus tertawa terbahak membuat Arlo dan Valen jengah, mereka sungguh ingin membungkam mulut Kiki saat ini. Tapi mereka berdua tak ingin bertindak gegabah karena mereka belum tahu keadaan sekitar mereka seperti apa.
"Val, belum ada tanda tanda mereka nemuin kita kah? Gue udah muak banget sama wajah jeleknya itu," bisik Arlo pada Valen.
Valen masih diam melihat Kiki dan kedua temannya, tapi tak lama jam tangan Valen berbunyi nyaring yang membuat Valen menyeringai ke arah Kiki.
Bippp..... Bipppp......
"Waktu lo udah habis benalu parasit!" ucap Valen datar.
Kiki mundur selangkah saat mendengar suara Valen yang berbeda, begitu juga dengan kedua temannya yang ada di belakang Kiki. Mereka menatap ngeri pada Valen dan juga Arlo tapi mereka masih percaya diri karena mereka berpikir jika Arlo dan Valen tak mempunyai senjata berbeda dengan mereka yang membawa senjata dan di sini masih banyak pengawal mereka terutama Kiki.
"Ck, jangan kepedean lo, karena kalian ada di daerah kekuasaan gue lo nggak akan bisa kabur dengan mudah!" ucap Kiki sombong.
"Bukan gue yang akan kabur, tapi masalahnya mami gue sudah ada di depan. Jadi gimana dong? Dan yang gue tahu kalau mami gue udah ada di sini berarti bokap angkat lo udah nggak ada lagi di dunia ini buat hirup udara yang sama kayak lo, kecuali kalau lo mau nyusul bokap lo juga," sahut Valen santai.
Mata Kiki terbelalak mendengar perkataan Valen karena mustahil jika mereka bisa secepat itu menemukan keberadaannya.
Valen menunjukkan jam tangan yang dia pakai pada Kiki dan tersenyum penuh kemenangan saat dari sana terdengar suara seseorang yang hampir sama denagn Valen.
"Kakak, lo nggak apa apa? Bagaimana keadaan Arlo?" tanya Ale beruntun.
"Aman, kami berdua baik baik aja," sahut Valen santai.
Arlo yang ada di belakangnya memutar bola matanya malas saat Valen membohongi Ale soal dia baik baik saja.
"Kembaran kamu bohong banget sayang, kepala Valen terluka karena di pukul sama betina jadi jadian itu." Adu Arlo pada Ale.
Valen berdecak kesal mendengar Arlo yang tukang mengadu pada Ale dan tanpa sadar mereka bertiga mengabaikan Kiki yang semakin geram karena merasa di hina oleh Valen.
"Hei, kalian, berani banget mengacuhkan kami!!!" gertak cewek di sebelah Kiki yang sejak tadi diam saja.
Dia ternyata mulai jengah dengan keberadaan Valen dan Arlo di sana. Ale yang mendengar suara itu segera mengidentifikasi identitas gadis itu.
"Marwah Yasale, putri kandung Abino dan Yusa. Karyawan bank swasta yang mengkorupsi uang milyaran dari bank tempat mereka bekerja dan sampai saat ini belum terbongkar kebusukannya karena baru saja melimpahkan semua kesalahannya kepada teman dekat mereka," ucap Ale dari balik jam tangan yang di pakai oleh Valen.
Deg....
Tubuh Marwah menegang di tempatnya mendengar semua informasi soal dirinya yang langsung di buka semua oleh Ale bahkan di sebutkan semua tentang keluarganya yang dia sendiri tak pernah tahu semua kejahatan yang di lakukan oleh kedua orang tuanya.
"Lo? Nggak mungkin orang tua gue seperti itu. Mereka orang tua yang baik buat gue!!!" teriak Marwah kesal.
Dia sudah berlari menerjang Valen dan malah membuat Valen tersenyum senang karena pancingannya berhasil.
"Ale hancurkan kedua orang tuanya setelah ini!"
Dan.....
Bughhh.....
Valen berhasil menangkis serangan Marwah sampai badannya mundur ke belakang dan membuatnya sampai menunduk, bukan karena Valen kalah kuat tenaganya tetapi karena Valen ingin mengetahui seberapa jauh kekuatan Marwah sebenarnya. Dan saat dia terkena tendangan itu dia langsung mengangkat kepalanya dan menyeringai ke arah Marwah.
"Ternyata kemampuan lo cuma segini, gue kira lo punya kemampuan di atas gue." ucap Valen pelan.
Tapi kemudian Valen menyerang Marwah balik dan membalas pukulan Marwah bertubi tubi. Itu membuat Marwah terkejut dan terpukul mundur ke belakang. Kiki dan kedua temannya tak menyangka jika Valen akan langsung membalas seperti itu.
Duakkkk..... Bugh...
"Arghhhh...."
Tubuh Kiki tersungkur ke belakang berbarengan dengan teriakannya yang melengking. Olfa yang berada di sebelahnya tentu saja terkejut dan dia memandangi Arlo dengan geram. Dia menatao Arlo dan ikut menerjang Arlo dengan cepat tapi Arlo tentu saja sudah bersiap dengan serangan itu.
"Berengsek lo!!!!" teriak Olfa kesal.
Setelah itu perkelahian dua lawan tiga berlangsung dengan sengit tapi itu bukan hal susah untuk Valen dan Arlo. Tapi saat Valen terfokus pada Marwah, Kiki menerjangnya dan menggores lengan Valen dengan senjata yang dia bawa.
"Arghhh.... Sialan lo!"
Valen teriak keras ke arah Kiki yang sudah tersenyum penuh kemenangan di kira dia bisa mencelakai Valen dengan senjata miliknya. Tapi kemudian Valen yang memang sudah merasakan perih di tangan dan kepalanya langsung menarik dua senjata yang dia bawa.
"Bukan cuma lo aja yang mempunyai senjata, gue juga punya dan gue pastikan kalau senjata ini yang bakal bikin isi yang ada di dalam situ tercecer seperti semua korban lo selama ini!!!" ucap Valen dingin.
Marwah mundur karena melihat mata Valen yang menyeramkan begitu juga dengan Kiki yang mulai ketakutan saat mengetahui ternyata Valen mempunyai senjata tersembunyi. Valen segera menyerang Kiki dan Marwah bergantian, terutama Valen mengincar Kiki yang menjadi dalang dari semua kasus yang terjadi pada semua orang yang ada di kampus mereka selama ini.
Krakkkk.... sretttt......
"Arghhh....."
Kiki berteriak dengan keras saat Valen berhasil melukainnya dengan dalam. Dia terus menyerang Kiki dengan membabi buta dan urusan Marwah sudah di ambil alih oleh Arlo yang juga sudah melumpuhkan Olfa terlebih dahulu.
Dan saat Valen menyerang Kiki yang terakhir untuk melumpuhkannya terdengar suara ledakan dari luar ruangan itu.
Duarrrr....
Brakkkk...
Berbarengan dengan itu pintu di sana di pukul sampai hancur berkeping keping dan terlihat Zurra yang memasuki ruangan itu dengan keadaan yang sudah tak rapi lagi yang menjadi tanda jika Zurra juga selesai bertarung. Zurra memindai semua yang ada di ruangan itu untuk memastikan jika kedua anaknya berhasil selamat dan tak ada yang terluka. Tapi saat Zurra akan menghembuskan napasnya lega dia melihat lengan Valen yang terluka dan mengeluarkan cairan kenthal berwarna merah yang membuat mata nya menajam.
"Calm Down mami, aku sudah membalasnya jadi mami tenang aja, habis ini aku yang akan bikin dia merasakan apa yang dia lakukan pada mereka semua!" ucap Valen datar.
Zurra mengangguk mengerti dan dia hanya melihat apa yang di lakukan Valen dan juga Arlo. Tak lama Kiki yang sudah babak belur berteriak dengan kencang untuk terakhir kalinya dan akhirnya dia menutup matanya dengan keadaan yang mengenaskan. Tapi Valen masih tak membiarkannya begitu saja, Valen memegangi rambut Kiki dan terdengar suara cairan kenthal itu keluar kemana mana.
Arlo dan Zurra menggeleng pelang melihat apa yang di lakukan Valen pada korbannya saat itu.
"Tante, emang dulu tante kayak gitu ya?" celetuk Arlo yang ada di sebelah Zurra.
"Hmmm, tapi aku baru tahu jika Valen bisa lebih sadis dari pada aku maupun Altezza dalam menghukum semua lawannya. Jika dulu aku dan Altezza akan selalu membawa mereka pergi ke markas, Valen langsung menghabisinya di tempat tanpa pandang bulu sedikit pun," ucap Zurra mengingat apa yang dia lewati dulu bersama Altezza sampai dia menikah dan berhenti melakukan yang sadis saat Zurra mengandung si kembar.
Semua tugas menghukum musuh mereka pun di lakukan Mahessa dan juga Roy yang menjadi tangan kanan Altezza dan tak lupa juga ada Ziko yang terkadang lebih sadis dari pada Mahessa dan juga Roy.
Valen segera membawa apa yang dia dapatkan keluar dari sana menuju tempat di mana para korban Kiki dan yang lainnya di tahan di ruangan bawah tanah.
Glundung glundung...
Semua orang yang ada di sana tercengang dan juga nampak ketakutan melihat apa yang Valen lempar baru saja. Terutama para pengawal Kiki yang langsung ketakutan saat mengetahui siapa yang sedang berdiri di belakang Valen dengan tegangnya.
"Lihat, bos kalian sudah tewas jadi apa lagi yang akan kalian lakukan?" tanya Valen santai.
Valen bahkan menginjak salah satu dari Kiki yang di ambilnya tadi, sedangkan para korban dan tahanan sudah tersenyum lega saat mereka berpikir mereka bisa selamat.
"Mami, suruh anggota mami bawa mereka semua ke rumah sakit dan setelah ini kita akan bertemu dengan ketua berengsek mereka yang membuat mereka seperti ini dan Valen sendiri yang akan bikin perhitungan dengannya!!!!"
to be continued...